Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 7 July 2015

Jenis Kredit Tujuan Unsur dan Fungsi

Unsur-Unsur Kredit , yaitu: 

  1. Adanya dua pihak, yaitu pemberi kredit (kreditur) dan penerima kredit (nasabah).  Hubungan pemberi kredit dan penerima kredit merupakan hubungan kerjasama yang saling menguntungkan. 
  2. Adanya kerjasama pemberi kredit kepada penerima kredit bahwa kredit yang diberikan akan benar-benar diterima kembali di masa tertentu pada masa yang akan datang. Kepercayaan ini diberikan oleh kreditur, dimana sebelumnya sudah melakukan penelitian penyelidikan tentang nasabah baik secara intern maupun dari ekstern. Penelitian ini meliput i kondisi masa lalu dan sekarang nasabah. 
  3. Adanya persetujuan, berupa kesepakatan pada krediur dengan pihak lainnya yang berjanji akan membayar dari penerima kredit kepada pemberi kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing- masing. 
  4. Adanya penyerahan barang, jasa, atau uang dari pemberi kredit kepada penerima kredit. 
  5. Adanya unsur waktu. Setiap kredit yang diberikan memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. 
  6. Adanya unsur  resiko (degree of risk), baik di  pihak pemberi kredit maupun  dipihak penerima kredit. Suatu tenggang waktu pengembalian akan menyebabkan suatu resiko tidak tertagihnya/macet pemberi kredit.  Semakin panjang suatu kredit, semakin besar resiko gagal bayar atau ketidakmampuan membayar. Resiko di pihak nasabah adalah kecurangan pihak kreditur, antara lain keinginan dari pihak pemberi kredit untuk mencaplok perusahaan yang diberi kredit atau tanah yang dijaminkan 
  7. Adanya unsur bunga sebagai kompensasi kepada pemberi kredit.

Jenis- jenis kredit 


Pengelompokan kredit menurut Kasmir (2003:99-102) dapat dilihat dari: 
a.  Jenis Kredit Berdasarkan Jangka Waktu Kredit 
  1. Short term credit  ( kredit jangka pendek) ialah suatu bentuk kredit yang berjangka waktu maksimum satu tahun. 
  2. Intermediate term credit  (kredit jangka menengah) ialah suatu bentuk kredit yang berjangka waktu satu tahun sampai t iga tahun. 
  3. Long term credit  (kredit jangka panjang) ialah suatu bentuk kredit yang berjangka waktu lebih dari tiga tahun. 


b.  Jenis Kredit Berdasarkan Lembaga yang Menerima Kredit 
  1. Kredit untuk badan usaha pemerintah/daerah, yaitu kredit yang diberikan kepada perusahaan/badan usaha yang dimiliki pemerintah.  
  2. Kredit untuk badan usaha swasta, yaitu kredit yang diberikan kepada perusahaan/badan usaha yang dimiliki swasta. 
  3. Kredit perorangan, yaitu kredit yang diberikan bukan kepada perusahaan, tetapi kepada perorangan. 
  4. Kredit untuk bank koresponden, lembaga pembiayaan dan perusahaan asuransi, yaitu kredit yang diberikan kepada bank koresponden, lembaga pembiayaan dan perusahan asuransi. 


c.  Jenis Kredit Berdasarkan Tujuan Penggunaannya 
  1. Kredit Modal Kerja (KMK), adalah kredit untuk modal kerja perusahaan dalam rangka pembiayaan aktiva lancar perusahaan, seperti pembelian bahan baku, piutang, dan lain-lain. 
  2. Kredit Investasi, adalah kredit ( berjangka menengah atau panjang) yang diberikan kepada usaha-usaha guna merehabilitas, modernisasi, perluasan ataupun pendirian proyek baru,misalnya untuk pembelian mesin, bangunan dan tanah untuk pabrik. 
  3. Kredit konsumtif,  adalah yang diberikan bank kepada pihak ketiga/perorangan (termasuk karyawan bank sendiri) untuk keperluan konsumsi berupa barang dan jasa dengan cara nembeli, menyewa atau dengan cara lain. 

Baca: Pengertian Restrukturisasi Kredit Bermasalah NPL (Non Performing Loan)

d.  Jenis Kredit Berdasarkan Sektor Ekonomi 
Kredit menurut sektor ekonomi didasari atas kebutuhan untuk menentukan kebijakan pengarahan kredit bank secara kualitatif yang dititikberatkan pada sektor ekonomi yang diutamakan dalam pembiayaan dengan kredit bank itu. Sektor ekonomi yang dimaksud antara lain adalah sektor pertanian, pertambangan, perindustrian, konstruksi, jasa sosial, jasa dunia usaha, dan lain-lain. 

e.  Jenis Kredit Berdasarkan Sifat 
  1. Kredit atas dasar transaksi satu kali (eenmalig), adalah kredit jangka pendek untuk pembiayaan suatu transaksi tertentu. 
  2. Kredit atas dasar transaksi berulang(revolving), adalah kredit jangka pendek yang diberikan kepada nasabah untuk usaha yang merupakan suatu seri transaksi yang sejenis. 
  3. Kredit atas dasar plafon terkait, adalah kredit yang diberikan dengan jumlah dan jangka waktu tertentu dengan tujuan untuk dipergunakan sebagai tambahan modal kerja bagi suatu unit produksi atas dasar penilaian kapasitas produksi/ kebutuhan modal kerja dimana maksimum kredit yang diberikan tidak terikat pada kapasitas produksi normal atau realisasi penjualan. 
  4. Kredit atas dasar plafon terbuka, adalah kredit untuk kebutuhan modal kerja dimana maksimum kredit yang diberikan tidak terikat pada kapasitas produksi normal atau realisasi penjualan  
  5. Kredit atas dasar penurunan plafon secara berangsur (aflopend plafond),  adalah kredit yang diberikan kepada nasabah yang pelunasannya harus dilaksanakan secara berangsur sesuai dengan jadwal pelunasan yang telah disetujui/ditentukan oleh bank. 


f.  Jenis Kredit Berdasarkan Sumber Dana 
  1. Kredit dengan dana bank sendiri 
  2. Kredit dengan dana bersama-sama dengan bank lain (sindikasi, konsorsium) 
  3. Kredit dengan dana dari luar negeri. 

Baca: Pengertian Sistem Pengawasan Kredit dan Prosedur Pemberian dan Pencatatan 

g.  Jenis Kredit Berdasarkan Bentuk 
  1. Cash Loan, adalah pinjaman uang tunai yang diberikan oleh bank kepada nasabahnya sehingga dengan pemberian fasilitas ini, bank telah menyediakan dana (fres money) yang dapat digunakan oleh nasabah berdasarkan ketentuan yang ada dalam perjanjian kredit. 
  2. Non cash Loan, adalah fasilitas yang diberikan bank kepada nasabahnya, tetapi atas fasilitas ini bank belum mau mengeluarkan uang tunai  
Jenis Kredit

h.   Kredit Berdasarkan Wewenang Pemutusan 
Berdasarkan wewenang putusannya, kredit dibedakan atas wewenang kantor pusat dan wewenang kantor cabang (kepala devisi dan direksi wilayah) 

i.   Kredit Berdasarkan Sifat Fasilitas 
  1. Committed Facility,  adalah suatu fasilitas yang secara hukum, bank diperjanjikan kecuali terjadi suatu peristiwa yang memberikan hak kepada bank untuk menarik kembali/menangguhkan fasilitas tersebut sesuai surat atau dokumen lainnya. 
  2. Uncommitted Facility,  adalah suatu fasilitas yang secara hukum, bank tidak mempunyai kewajiban untuk memenuhinya sesuai dengan yang telah diperjanjikan. 


j.   Kredit Berdasarkan Akad 
  1. Pinjaman dengan akad kredit, adalah pinjaman yang disertai dengan suatu perjanjian kredit tertulis antara bank dengan nasabah, yang antara lain mengatur besarnya plafon kredit, suku bunga, jangka waktu, jaminan, cara pelunasan, dan sebagainya. 
  2. Pinjaman tanpa akad kredit, adalah pinjaman yang tidak disertai suatu perjanjian tertulis. 

Tujuan dan Fungsi Kredit 

Rivai (2006:6) mengatakan bahwa ”pada dasarnya terdapat dua fungsi yang saling berkaitan dengan kredit, yaitu  profitability dan safety”.  Profitability  yaitu, tujuan untuk memperoleh hasil dari kredit berupa keuntungan dari bunga yang harus dibayar nasabah. Sedangkan safety merupakan keamanan dari prestasi atau fasilitas yang diberikan harus benar-benar terjamin sehingga tujuan  profitability  dapat tercapai tanpa hambatan yang berarti. 

Tjoekam (1999:3) mengatakan bahwa ”dalam perkreditan melibatkan beberapa pihak yaitu: kreditur (bank), debitur (penerima kredit), otorita moneter (pemerintah) dan masyarakat pada umumnya”. Oleh karena itu, tujuan perkreditan bagi setiap pihak yang terkait antara lain: 
a.  Bagi Kreditur (bank): 

  1. Perkreditan merupakan sumber utama pendapatannya. 
  2. Perkreditan merupakan instrumen penjaga  likuiditas, solvabilitas dan profitabilitas bank. 
  3. Kredit dapat memanfaatkan dan memproduktifkan dana-dana yang ada. 


b.  Bagi  Debitur : 
  1. Kredit berfungsi sebagai sarana untuk membuat kegiatan usaha semakin lancar dan performance  (kinerja) usaha semakin baik daripada sebelumnya. 
  2. Kredit meningkatkan minat berusaha dan keuntungan sebagai jaminan kelanjutan kehidupan perusahaan. 
  3. Kredit memperluas kesempatan berusaha dan bekerja dalam perusahaan. 


c.  Bagi Otorita ( pemerintah ): 
  1. Kredit sebagai instrumen moneter 
  2. Kredit dapat menciptakan kesempatan berusaha dan kesempatan kerja yang memperluas sumber pendapatan negara. 
  3. Kredit dapat sebagai instrumen untuk ikut serta meningkatkan mutu manajemen dunia usaha, sehingga terjadi efisiensi dan mengurangi pemborosan di semua lini. 


d.  Bagi Masyarakat 
  1. Kredit dapat mengurangi pengangguran, karena membuka peluang berusaha, bekerja dan pemeratan pendapatan. 
  2. Kredit dapat meningkatkan fungsi pasar, karena ada peningkatan daya beli. 


Sedangkan  Abdullah (2005:84) melihat bahwa: Tujuan pemberian kredit dari pendekatan mikro ekonomi guna mendapatkan suatu nilai tambah bagi nasabah maupun bank sebagai kreditur, dan dari pendekatan makro ekonomi melihat pemberian kredit merupakan salah satu  instrument  untuk menjaga keseimbangan jumlah uang beredar di masyarakat”. 

Hasibuan (2001:88), meninjau fungsi kredit antara lain sebagai berikut: 
  • Menjadi  motivator dan dinamisator  peningkatan kegiatan perdagangan dan perekonomian 
  • Memperluas lapangan kerja bagi masyarakat. 
  • Memperlancar arus barang dan jasa. 
  • Meningkatkan hubungan internasional. 
  • Meningkatkan daya guna (utility) barang. 
  • Meningkatkan kegairahan berusaha masyarakat. 
  • Memperbesar modal perusahaan. 
  • Meningkatkan produktivitas dana yang ada. 
  • Meningkatkan income per kapita masyarakat 

Daftar Pustaka

Kasmir, 2003. Manajemen Perbankan, Edisi Revisi, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Rivai, veithzal dan Andriana Permata Vethzal, 2006.  Credit Manajemen Handbook, Edisi Pertama, Jakarta.

Tjoekam, Moh., 1999. Perkreditan Bisnis Inti Bank Komersil: Konsep, Teknik & Kasus, PY. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Hasibuan, Malayu, 2001.  Dasar-Dasar  Perbankan, Edisi Pertama, PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Abdullah, Faisal. 2005.  Manajemen Perbankan,  Cetakan Ketiga, UUM Press, Malang.

Jenis Kredit Tujuan Unsur dan Fungsi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment