Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 5 July 2015

Jenis Sistem Kliring dan Warkat Kliring Bank

Jenis-Jenis Sistem Kliring - Menurut Latumaerissa (2011:99) saat ini penyelenggaraan kliring di Indonesia dilakukan dengan menggunakan 4 (empat) macam sistem kliring, yaitu : 


a.  Kliring Manual 
Sistem manual adalah sistem penyelenggaraan kliring lokal yang dalam  pelaksanaan perhitungan, pembuatan bilyet saldo kliring serta pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta. Pada proses sistem manual, perhitungan kliring akan didasarkan pada warkat yang dikliringkan oleh peserta kliring. 

b.  Sistem Semi Otomasi 
Sistem semi otomasi, yaitu sistem penyelenggaraan kliring yang dalam pelaksanaan perhitungan dan pembuatan bilyet saldo kliring dilakukan secara otomasi, sedangkan pemilahan warkat dilakukan secara manual oleh setiap peserta. Pada proses sistem semi otomasi, perhitungan kliring akan didasarkan pada DKE (Data Kliring Elektronik) yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan. 

c.  Sistem Otomasi 
Sistem otomasi, yaitu sistem penyelenggaraan kliring yang dalam pelaksanaan perhitungan, pebuatan bilyet saldo kliring dan pemilahan warkat dilakukan oleh penyelenggara secara otomasi. Pada proses sistem otomasi, perhitungan kliring akan didasarkan pada warkat yang dibuat oleh peserta kliring sesuai dengan warkat yang dikliringkan oleh peserta kliring.


d.  Sistem Kliring Elektronik  
Sistem Kliring Elektronik adalah sistem penyelenggaraan kliring dimana perhitungan dan pembuatan rekapitulasi perhitungannya (bilyet saldo kliring) dilakukan secara elektronik disertai dengan penyampaian warkat peserta kepada penyelenggara untuk kemudian dipilah secara otomasi. Dalam sistem kliring ini, hasil perhitungan yang dilakukan secara otomasi kemudian dicocokkan dengan hasil perhitungan secara elektronik. 

e.  Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) 
Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia, yang selanjutnya   disebut SKNBI adalah sistem kliring Bank Indonesia yang meliputi kliring debit dan kliring kredit yang penyelesaian akhirnya dilakukan secara nasional. Penyelenggara SKNBI tunduk pada Peraturan Bank Indonesia No. 7/18/PBI/2005 tentang Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia tanggal 22 Juli 2005. Adapun Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) diselenggarakan oleh Penyelenggara Kliring Nasional (PKN) yaitu unit kerja di Kantor Pusat Bank Indonesia yang bertugas mengelola dan menyelenggarakan SKNBI secara nasional, dan juga Penyelenggara Kliring Lokal (PKL) yaitu unit kerja di Bank Indonesia dan bank yang memperoleh persetujuan Bank Indonesia untuk mengelola dan menyelenggarakan SKNBI di suatu wilayah kliring tertentu.

Dalam perkembangannya, mengingat sistem kliring yang ada saat ini merupakan suatu sistem terintegrasi antara kliring warkat debet dan kliring nota kredit, maka rencana pengembangan kliring Paperless Nota Kredit, mau tidak mau akan berdampak terhadap sistem kliring secara keseluruhan.di sisi lain adanya rencana penerapan mekanisme Failure to Settle Arrangement  (FtS) juga berimplikasi terhadap desain teknis sistem kliring secara keseluruhan. 

Secara garis besar, pengembangan SKNBI  mencakup tiga sistem utama berikut : 
1)  Kliring Kredit (Paperless Nota Kredit) 
  • Bersifat paperless. 
  • Mencakup transaksi ritel antar bank baik individual maupun  bulk payment  (seperti pembayaran gaji, pensiun, utilities, dan lain-lain) dengan nominal kurang dari 100 juta rupiah. 
  • Mengakomodasi transfer antar bank yang bersifat nasional. 


2)   Kliring Debet 
  • Bersifat  paper based  (cek, bilyet giro, nota debet, dan lain-lain). 
  • Tidak ada lagi sistem kliring manual (seluruh penyelenggaraan kliring akan menggunakan aplikasi kliring dalam melakukan perhitungan kliring). 
  • Pemilahan warkat masih dilaksanakan sebagaimana mekanisme yang saat ini berjalan. Bagi wilayah kliring yang telah menggunakan mesin Reader-Sorter, pemilahan warkat tetap akan dilakukan secara otomasi. Sementara bagi wilayah kliring lainnya, pemilahan warkat dilakukan antar peserta secara manual. 

Baca: Makalah Kliring Bank Indonesia


3)  Sentralisasi Sistem Kliring 
  • Melakukan simulasi FtS pada penyelenggaraan kliring kredit. 
  • Menghitung  national collation  hasil kliring debet dari 106 wilayah untuk kepentingan simulasi FtS kliring debet. 
  • Secara fisik, Sentralisasi Sistem Kliring ini merupakan suatu server khusus untuk menjalankan aplikasi FtS serta menyimpan dan mengolah database transaksi kliring secara nasional.


Warkat Kliring   

Menurut Latumaerissa  (2011:113), warkat kliring adalah alat atau sarana yang dipakai dalam lalu lintas pembayaran giral yang diperhitungkan dalam kliring. Beberapa warkat kliring merupakan instrument surat berharga atau surat yang mempunyai nilai dan dapat dipergunakan sebagai  alat pembayaran yang lazim digunakan dalam transaksi perdagangan baik antar nasabah maupun antar bank. Adapun yang termasuk kedalam warkat kliring antara lain seperti cek, bilyet giro, wesel bank untuk transfer, surat bukti penerimaan transfer, nota debit, dan nota kredit. 

a.  Cek 
Cek pada saat ini merupakan warkat yang sepenuhnya berkaitan dengan bank. Di Indonesia, penggunaan cek terkait dengan giro. Cek dalam kliring termasuk warkat debit yang lazim dipergunakan dalam pembayaran antar bank maupun antar nasabah. Cek adalah surat perintah tidak bersyarat untuk membayar sejumlah dana yang tercantum dalam cek. Penarikan cek dapat dilakukan baik “atas nama” maupun “atas unjuk” dan merupakan surat berharga yang dapat diperdagangkan (negotiable paper).  Cek dikategorikan sebagai surat berharga dan merupakan surat tagihan utang yang memuat perintah untuk membayar sejumlah uang oleh bank umum sebagai pihak penarik. 

b.  Bilyet Giro 
Bilyet giro adalah salah satu warkat perbankan di Indonesia yang digunakan untuk melakukan penarikan dana dari rekening gironya oleh nasabah penyimpan. Dalam kegiatan di bidang perekonomian, penggunaan bilyet giro sepertinya sangat disukai untuk penyelesaian segala sesuatu yang berkaitan dengan kewajiban pembayaran. Sebagai warkat yang berisi perintah pemindahbukuan sejumlah dana  melalui rekening giro yang dikelola bank, bilyet giro sering disebut sebagai warkat pembayaran atau alat pembayaran giral. 

c.   Wesel Bank Untuk Transfer 
Warkat kliring ini termasuk warkat debit dan sangat jarang (hampir tidak pernah) digunakan dalam pelaksanaan kliring. Wesel bank untuk transfer adalah wesel yang diterbitkan oleh bank khusus untuk sarana transfer. 

d.  Surat Bukti Penerimaan Transfer 
Warkat kliring ini termasuk warkat debit dan sangat jarang (hampir  tidak pernah) digunakan dalam pelaksanaan kliring. Surat Bukti Penerimaan Transfer adalah surat bukti penerimaan transfer dari luar kota yang dapat ditagihkan kepada bank peserta penerima dana transfer melalui kliring lokal. 

e.  Nota Debit 
Warkat kliring ini termasuk warkat debit dan lazimnya digunakan hanya dalam transaksi antar bank. Nota debit adalah warkat yang digunakan untuk menagih dana pada bank lain untuk bank atau nasabah bank yang menyampaikan warkat tersebut. 

f.  Nota Kredit 
Warkat kliring ini merupakan satu-satunya warkat kredit, yaitu warkat kliring yang lazim digunakan untuk transaksi antar bank. Warkat kredit adalah warkat yang digunakan untuk menyampaikan dana pada bank lain (transfer) untuk keuntungan bank atau nasabah yang menerima warkat tersebut. 

Warkat-warkat diatas harus memenuhi syarat untuk dapat diperhitungkan, antara lain : 
  • Warkat-warkat tersebut dikeluarkan oleh bank-bank peserta kliring. 
  • Warkat dinyatakan dalam mata uang rupiah dan bernilai penuh. 
  • Warkat-warkat tersebut telah jatuh tempo  ketika diperhitungkan dalam penyelenggaraan kliring. 


Setiap jenis warkat memiliki sandi transaksi masing-masing. Adapun sandi transaksi pada masing-masing jenis warkat tersebut dapat dilihat pada Tabel 3.1  

Tabel 3.1. Jenis Warkat dan Sandi Transaksi
Sumber : Latumaerissa (2011:119)



Daftar Pustaka: Jenis Sistem Kliring dan Warkat Kliring Bank

Latumaerisa, Julius R. 2011. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta:   Penerbit Salemba Empat

Jenis Sistem Kliring dan Warkat Kliring Bank Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment