Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 12 July 2015

Pengertian Bank dan Perbankan Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian Bank adalah dari berbagai sudut pandang (Kasmir, 2003). Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai: 
Lembaga Keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali  dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa Bank lainnya.  

Definisi bank menurut Undang  –  Undang No. 7 Tahun 1992 tentang perbankan sebagaimana yang telah diubah dengan Undang  – Undang No. 10 Tahun 1998, “ Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. “  Slamat ( 2001 : 47 ) 


Sedangkan pengertian lembaga keuangan adalah: 
Setiap perusahaan yang bergerak di bidang keuangan di mana kegiatannya baik hanya menghimpun dana, atau hanya menyalurkan dana atau kedua-keduanya mneghimpun dan menyalurkan dana. 

Selanjutnya pengertian dari perbankan adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang bank mencakup kelembagaan , kegiatan usaha, serta cara proses dalam melaksanakan kegiatan (Muljono, 1994).  

Kemudian pengertian Bank menurut Undang- Undang RI nomor 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan adalah : Badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. 

Dengan demikian bahwa Bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan masalah bidang keuangan. Jadi dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan utama yaitu: 
  1. Menghimpun dana 
  2. menyalurkan dana dan 
  3. memberikan jasa bank lainnya 

Baca: Pengertian Tabungan Menurut Definisi Para Ahli


Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok perbankan. Sedangkan kegiatan memberikan jasa-jasa Bank lainnya hanyalah merupakan pendukung dari kedua kegiatan di atas. 

Pengertian menghimpun dana maksudnya adalah mengumpulkan atau mencari dana (uang) dengan cara membeli dari masyarakat luas dalam bentuk simpanan giro, tabungan dan deposito. Pembelian dana dari masyarakat ini dilakukan oleh Bank dengan cara memasang berbagai strategi agar masyarakat mau menanamkan dananya. Jenis simpanan yang dapat dipilih oleh masyarakat adalah simpanan giro, tabungan, sertifikat deposito serta deposito berjangka di mana masing-masing jenis simpanan yang ada memiliki kelebihan dan keuntungan tersendiri. Kegiatan penghimpunan dana ini sering disebut dengan istilah funding. 

Strategi bank menghimpun dana adalah memberikan rangsangan berupa balas jasa yang menarik dan menguntungkan.  Balas jasa tersebut dapat berupa bunga bagi Bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan bagi hasil bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kemudian rangsangan lainnya dapat berupa cendra mata, hadiah, pelayanan atau balas jasa lainnya. Semakin beragam dan menguntungkan balas jasa yang diberikan  akan menambah minat masyarakat untuk menyimpan uangnya. Oleh karena itu pihak perbankan harus memberikan berbagai rangsangan dan kepercayaan sehingga masyarakat berminat untuk menanamkan dananya di bank. 

Selanjutnya pengertian menyalurkan  dana adalah melemparkan kembali dana yang diperoleh lewat simpanan giro, tabungan dan deposito ke masyarakat dalam bentuk pinjaman (kredit) bagi Bank yang berdasarkan prinsip konvensional atau pembiayaan bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah. Kegiatan  penyaluran dana ini juga dikenal dalam perbankan dengan istilah Lending. Dalam pemberian kredit disamping dikenakan bunga Bank juga mengenakan jasa pinjaman kepada penerima kredit (debitur) dalam bentuk biaya administrasi serta biaya provisi dan komisi. Sedangkan bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah berdasarkan bagi hasil atau penyertaan modal.


Definisi Bank

Baca: Pengertian Investasi Jenis dan Definisi Menurut Para Ahli 

Besar kecilnya bunga kredit sangat dipengaruhi oleh besar kecilnya bunga simpanan. Semakin besar atau semakin mahal bunga simpanan, maka semakin besar pula bunga pinjaman dan juga  sebaliknya. Disamping bunga simpanan pengaruh besar kecil bunga pinjaman juga dipengaruhi oleh keuntungan yang diambil, biaya operasi yang dikeluarkan, cadangan resiko kredit macet, pajak serta pengaruh lainnya. 

Bagi perbankan yang berdasarkan prinsip konvensional, keuntungan utama diperoleh dari selisih bunga simpanan yang diberikan kepada penyimpan dengan bunga pinjaman atau kredit yang disalurkan. Keuntungan dari selisih bunga ini  di

Bank dikenal dengan istilah  spread based.  Jika suatu Bank mengalami suatu kerugian dari selisih bunga, dimana suku bunga simpanan lebih besar dari suku bunga kredit, maka istilah ini dikenal dengan nama negatif spread. 

Pada dasarnya Bank dapat dibedakan menurut 

1.  Bentuk Hukum (Pasal 21 UU No. 7 Tahun 1992) 
  • Perusahaan Daerah 
  • Perusahaan Persero 
  • Perseroan Terbatas 
  • Koperasi 


Khusus bentuk hukum BPR dapat berupa salah satu dari  
  • Perusahaan Daerah 
  • Perseroan Terbatas 
  • Koperasi 
  • Bentuk lain yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah (PP) 


2.  Berdasarkan Kepemilikan 
  • Bank milik Pemerintah 
  • Bank milik Swasta Nasional 
  • Bank milik Swasta Asing 
  • Bank milik Swasta Campuran 
  • Bank milik Koperasi


Khusus kepemilikan BPR hanya dapat milik dari: 
  • Pemerintah Daerah 
  • Swasta 
  • Koperasi 

Baca: Pengertian Inflasi dan Fiskal Cara Mengatasi Penyebab


3.  Sistem Operasional 
  • Konvensional 
  • Syariah 


4.  Sistem Perbankan Yang dianut 
  • Unit Banking System 
  • Correspondent Banking System 


5.  Kemampuan Menciptakan Uang 
  • Bank Primer 
  • Bank Skunder 


6.  Status/ Wilayah Kerja 
  • Bank Non- Devisa 
  • Bank Devisa 


7.  Fungsi 
  • Bank Sentral (Bank Sirkulasi) 
  • Bank Umum (Bank Komersil) 
  • Bank Perkreditan Rakyat (BPR) 



Daftar Pustaka Makalah Bank

Kasmir, 2003, Manajemen Perbankan, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta 

Slamat, Dahlan, 2001. Manajemen Lembaga Keuangan Dilengkapi Undang – Undang No. 7 Tahun 1992 Sebagaimana Diubah Dengan Undang – Undang No. 10  Tahun 1998 , Editor Prathama Rahardja, Edisi III, Lembaga Penerbit FE – UI, Jakarta. 

Pengertian Bank dan Perbankan Menurut Definisi Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment