Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 31 July 2015

Pengertian Biaya Operasional Makalah, Jenis, Perencanaan, Pengawasan, Pada Perusahaan

Pengertian Biaya Operasional 

Setelah kita mengetahui definisi dari beban biaya dan biaya ( cost ), maka kita juga dapat mengetahui pengertian dari biaya operasional. Biaya operasional merupakan seluruh pengorbanan yang di keluarkan oleh perusahaan untuk mendanai kegiatan operasi perusahaan demi mencapai tujuan yang ingin di capai oleh perusahaan.  


Di dalam pengelolaan, baik perusahaan besar maupun kecil, perusahaan swasta maupun pemerintah, yang mengejar laba atau tidak setiap harinya selalu berhadapan dengan biaya operasional yang di keluarkan. Masalah biaya operasional pada suatu perusahaan hanya dapat di pecahkan secara memuaskan bila perusahaan tersebut mempunyai pengetahuan tentang biaya yang berkaitan dengannya. Oleh karena itu penyediaan data – data sangat penting sebagai alat informasi dalam pengambilan kebijakan dan keputusan oleh manajer perusahaan

Baca: Pengertian Biaya Produksi Definisi Unsur, dan Perhitungan Anggaran Biaya 

Penggolongan biaya operasional merupakan proses pengelompokan secara sistematis atas keseluruhan elemen yang  ada di dalam yang lebih ringkas untuk dapat memberikan informasi. Penggolongan biaya operasional tergantung untuk apa biaya tersebut digolongkan dan untuk  apa di perlukan. Tidak ada konsepsi biaya yang dapat memenuhi berbagai macam tujuan, oleh karena itu terdapat bermacam – macam penggolongan biaya operasional. 

Jenis – Jenis Biaya Operasional 

Biaya operasional untuk perusahaan memproduksi barang jadi pada umumnya terdiri dari : 

a. Biaya Administrasi  Umum 
Biaya administrasi umum adalah semua biaya yang terjadi serta terdapat didalam lingkungan kantor administrasi perusahaan, serta biaya – biaya lain yang sifatnya untuk keperluan perusahaan secara keseluruhan. 

Biaya yang di kelompokkan ke dalam biaya administrasi umum ada 4 ( empat ) yaitu sebagai berikut : 
  • Gaji dan upah yang meliputi diantaranya gaji karyawan, insentif dan bonus, premi lembur, pajak pendapatan, upah honoran dan lain – lain. 
  • Kesejahteraan karyawan yang meliputi pengobatan karyawan, rekreasi dan olahraga, pendidikan dan lain – lain. 
  • Biaya reparasi dan pemeliharaan yang meliputi reparasi dan pemeliharaan untuk peralatan – peralatan kantor, alat transportasi, gedung  dan lain – lain.
  • Biaya penyusutan aktiva tetap yang meliputi biaya pencetakan, alat tulis dan perlengkapan kantor, biaya listrik dan air, biaya telphone dan lain – lain. 


b. Biaya Pemasaran 
Menurut Edy ( 2000 : 15 ) Biaya pemasaran adalah biaya yang meliputi semua biaya dalam rangka kegiatan pemasaran atau kegiatan untuk menjual barang dan jasa perusahaan kepada pembeli sampai dengan pengumpulan piutang menjadi kas. Biaya administrasi dan umum meliputi semua biaya dalam rangka melaksanakan fungsi administrasi yaitu biaya perencanaan penentuan strategi dan kebijaksanaan pengarahan dan pengendalian kegiatan agar berdaya guna dan berhasil guna. Biaya finansial adalah semua biaya dalam rangka fungsi finansial yaitu fungsi penentuan dana yang ada di perusahaan. 

Sesuai dengan fungsi pemasaran, biaya pemasaran digolongkan menjadi : 
1. Biaya yang menimbulkan pesanan,  biaya ini meliputi semua biaya yang terjadi untuk mencari atau menimbulkan pesanan dari pembeli kepada perusahaan yang terdiri dari : 
  • Biaya administrasi dan advertensi, seperti pembuatan papan iklan, brosur dan iklan lewat media masa. 
  • Biaya penjualan meliputi : gaji penjualan, komisi, bonus, biaya perjalanan dinas, gaji kantor penjualan, perlengkapan kantor penjualan, biaya telphone penjualan dan lain sebagainya. 

2. Biaya untuk melayani pesanan,  biaya yang terjadi dalam rangka memenuhi atau melayani pesanan yang di terima dari pembeli yang terdiri dari : 
  • Biaya penggudangan dan penyimpanan  produk jadi yang meliputi : gaji bagian gudang, reparasi dan pemeliharaan, penyusutan gudang dan peralatannya, asuransi gudang dan lain – lain.
  • Biaya pengepakan dan pengiriman  yang meliputi : Gaji pengepakan dan pengiriman, biaya perlengkapan pengepakan dan biaya angkut barang.  
  • Biaya penagihan kredit dan penagihan piutang 
  • Biaya administrasi penjualan yang meliputi : gaji bagian administrasi penjualan, perlengkapan kantor dan lain – lain. 


Manfaat Data Biaya Operasional 

Data beban biaya tersebut berhubungan dengan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Beban biaya yang di kumpulkan sesuai dengan yang digolongkan atau klasifikasi yang diinginkan, kemudian disajikan dan di analisa, akan sangat bermanfaat bagi manajemen. Data tersebut dapat di manfaatkan oleh manajemen untuk berbagai tujuan.  

Manfaat dari data Biaya Operasional  antara lain  sebagai berikut : 
1. Untuk tujuan – tujuan pengawasan 
Data yang di hasilkan dari akuntansi biaya merupakan salah satu data yang di gunakan manajemen dalam membuat  perencanaan yang dalam hal ini adalah budget atau anggaran. Berapa rencana produksi, berapa pemakaian bahan baku, tenaga kerja langsung dan berapa pula beban overhead pabrik yang akan di keluarkan tercakup dalam anggaran. Selain itu akuntansi biaya sesuai dengan tugasnya mengadakan pencatatan biaya – biaya yang terjadi. Dalam proses pencatatan tersebut maka data biaya dapat di gunakan untuk mengawasi kegiatan perusahaan. 

2. Membantu dalam penentuan harga 
Penentuan harga jual yang menguntungkan dapat di lakukan untuk suatu periode yang diinginkan, melalui pengetahuan tentang data biaya dan volume penjualan masa yang lalu. Pada suatu perencanaan, pengetahuan tentang data biaya yang akan datang dan perkiraan fluktuasi produksi dan penjualan akan mempengaruhi manajemen dalam pembuatan strategi harga. Harga jual yang ditentukan tentu saja diusahakan harga jual yang minimal menutupi seluruh beban biaya yang terjadi. Memang diakui bahwa ramalan tentang permintaan dan penawaran masih memegang peranan yang penting dalam penentuan harga.

Baca: Pengertian Beban Biaya Operasional Definisi Menurut Para Ahli

3. Untuk menghitung rugi laba periodik 
Perhitungan rugi laba periodik suatu perusahaan dilakukan dengan jelas dengan mempertemukan ( match ) antar  penghasilan ( dalam hal ini hasil penjualan ) dengan biaya – biaya yang  terjadi “expired” dalam suatu dasar perhitungan yang sama dan konsisten. 

4. Untuk pengendalian beban 
Yang dimaksud dengan pengendalian dalam hal ini adalah pengendalian melalui akuntansi pertanggungjawaban. Akuntansi pertanggungjawaban merupakan sistem akuntansi yang di susun sedemikian rupa sehingga pengumpulan dan pelaporan biaya penghasilan sesuai dengan bidang pertanggungjawaban dalam organisasi.  Dengan demikian seseorang harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai dengan kedudukannya. 

5. Untuk pengambilan keputusan 
Data beban biaya sangat di perlukan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan. Beberapa hal yang perlu dalam membuat suatu keputusan, bahwa kita memerlukan data yang dapat diukur, dianalisis dengan tepat dan kemungkinan untuk di laksanakan. 
  
Langkah – langkah itu meliputi : 
  • Penentuan masalah, misalnya mengganti mesin yang baru dengan mesin yang lama, menutup salah satu bagian dari perusahaan dan sebagainya. 
  • Mengenal dengan baik kemungkinan atau alternatif – alternatif yang ada. 
  • Menetapkan data beban biaya yang  relevan dengan keputusan yang akan diambil dan masalahnya, karena tidak semua data beban biaya relevan dengan masalahnya. 
  • Mengevaluasi data dengan metode yang  berkaitan dengan alternatif atau evaluasi yang bagaimana seharusnya di buat. 
  • Mempertimbangkan faktor – faktor kualitatif 
  • Keputusan dan alasan yang akan diambil. 

Pengertian Biaya Operasional

Perencanaan Biaya Operasional 

Setiap perusahaan harus menyiapkan suatu perencanaan yang merupakan suatu usaha untuk merumuskan suatu tujuan – tujuan dan menyusun program operasi yang lengkap dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Termasuk pula proses penentuan strategi yang di susun untuk jangka pendek dan jangka panjang. Tanpa adanya suatu perencanaan yang baik, kemungkinan besar perusahaan akan mengalami kegagalan dalam mencapai  tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan tersebut. 

Pengertian perencanaan menurut Nafarin ( 2000 : 3 ) menyebutkan : 
Perencanaan merupakan tindakan yang  dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan. 

Sedangkan  L Draff ( 2002 : 9 ) mendefinisikan sebagai berikut :  
Perencanaan merupakan penentuan sasaran sebagai pedoman kinerja organisasi di masa depan dan penetapan tugas – tugas serta alokasi sumber daya yang diperlukan untuk mencapai sasaran organisasi. 

Dari beberapa pengertian di atas dapat diketahui bahwa perencanaan merupakan penetapan suatu cara bertindak sebelum tindakan itu sendiri dilaksanakan atau dalam arti menetapkan suatu program terlebih dahulu sebelum program tersebut di jalankan. Dengan kata lain perencanaan adalah di mana setiap orang harus terlebih dahulu berfikir tentang apa yang akan dilaksanakannya serta bertanggung jawab terhadap kegiatan  yang di lakukan, sehingga di harapkan tujuan yang telah di tetapkan sebelumnya dapat tercapai dengan efektif dan efisien.  

Perencanaan biaya operasional dianggap sebagai suatu kumpulan keputusan – keputusan dan mencakup hal – hal yang berhubungan dengan biaya operasional di masa yang akan datang. Tujuan utama perencanaan biaya operasional adalah untuk melihat program – program dan penentuan – penentuan biaya operasional sekarang dan akan datang agar dapat digunakan untuk meningkatkan pembuatan keputusan yang lebih baik.  

Perencanaan biaya operasional memiliki beberapa tujuan diantaranya : 
  • Membantu manajemen untuk menyesuaikan diri dengan perubahan – perubahan lingkungan. 
  • Membantu dalam kristalisasi penyesuaian masalah utama. 
  • Memungkinkan manajer dalam memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas. 
  • Membantu penetapan tanggung jawab lebih tepat. 
  • Memberi cara perintah dalam operasi 
  • Memudahkan dalam melakukan koordinasi antar organisasi 
  • Membuat tujuan lebih khusus, terperinci dan lebih mudah dipahami. 
  • Menghemat waktu usaha dan dana. 


Anggaran Biaya Operasional 

Anggaran atau budget merupakan rencana yang dituangkan dalam angka yang akan dicapai perusahaan di masa yang akan datang. Anggaran di buat dan di susun secara berulang – ulang atau secara kontiniu oleh perusahaan. Anggaran dapat di gunakan sebagai peralatan pengawasan yang sangat luas di gunakan baik dalam hal bisnis maupun dalam pemerintah. Dalam anggaran tersebut di buat ikhtisar hasil yang akan  di harapkan dan pengeluaran yang disediakan untuk mencapai hal tersebut. Defenisi dari anggaran itu sendiri menurut para ahli adalah sebagai berikut : 
Menurut Edy ( 2004 : 144 ) Anggaran  rencana yang terorganisasi dan menyeluruh, dinyatakan dalam unit moneter untuk operasi dan sumber daya suatu perusahaan selama periode tertentu di masa yang akan datang. 

Menurut Adisaputro dan Asri ( 2003 : 6 ) memberikan rumusan pengertian anggaran sebagai berikut : 
Anggaran merupakan suatu pendekatan yang formal dan sistematis daripada pelaksanaan manajemen dalam perencanaan, koordinasi dan pengawasan, artinya bahwa anggaran di susun dengan sengaja dan sungguh – sungguh dalam bentuk tertulis dan di susun dengan urutan dan berdasarkan suatu logika. 

Nafarin ( 2004 : 12 ) mendefenisikan Anggaran adalah suatu rencana periodik yang di susun berdasarkan  program yang telah disahkan. Anggaran ( budget ) merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan dalam satuan uang. 

Berdasarkan kutipan di atas dapat  di rumuskan bahwa anggaran adalah rencana kerja yang sistematis yang tertulis mengenai kegiatan perusahaan yang di susun melalui analisa yang cermat berdasarkan periode sebelumnya yang dimiliki dalam satuan uang dan dijabarkan dalam bentuk angka – angka yang merupakan perencanaan yang di susun dalam jangka waktu tertentu.

Dalam penyusunan anggaran perlu dipertimbangkan faktor – faktor berikut : 
  • Pengetahuan tentang tujuan kebijaksanaan umum perusahaan. 
  • Data – data waktu yang lalu. 
  • Kemungkinan perkembangan ekonomi. 
  • Pengetahuan tentang taktik, strategi pesaing dan gerak – gerik pesaing. 
  • Penelitian untuk pengembangan perusahaan. 


Adapun beberapa hal yang perlu ditentukan dari perumusan tersebut yaitu : 
  • Bahwa anggaran tersebut harus bersifat formil yaitu anggaran di susun dengan sengaja dan sungguh – sungguh dalam bentuk tertulis, sehingga diketahui semua pihak yang terlibat dalam operasi perusahaan. 
  • Rencana kerja yang sistematis artinya di buat secara berurutan dan berdasarkan suatu logika hitungan, dengan kata lain dapat dilaksanakan dan dicapai. 
  • Menganalisa tentang apa yang terjadi secara cermat, untuk itu setiap manajer di harapkan pada tanggung jawab untuk mengambil keputusan berdasarkan beberapa asumsi tertentu mengenai jasa yang akan datang berdasarkan periode yang lalu. 
  • Merupakan pencerminan tujuan, dimana untuk mencapai tujuan perusahaan dapat di lihat melalui anggaran. Tetapi perlu ditekankan bahwa anggaran bukanlah tujuan yang dicapai, melainkan hanya sebatas cerminan dari tujuan perusahaan. 


Langkah – langkah yang harus di ikuti dalam penganggaran meliputi : 
  • Penetapan tujuan. 
  • Pengevaluasian sumber daya yang tersedia. 
  • Negoisasi antar pihak – pihak yang  terlibat mengenai angka – angka penganggaran. 
  • Pengkoordinasian dan peninjauan komponen. 
  • Persetujuan akhir. 
  • Pendistribusian anggaran yang disetujui. 


Tujuan dan Manfaat Anggaran 

Anggaran diperlukan karena ada tujuan dan manfaatnya. Tujuan dan manfaat anggaran dapat dijelaskan sebagai berikut : 

1. Tujuan Anggaran 
Adapun tujuan anggaran yang dikemukakan oleh  Nafarin ( 2004 : 12 ) adalah : 
  • Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana. 
  • Memberikan batasan atas jumlah dana yang di cari dan digunakan. 
  • Merinci jenis sumber dana yang di cari maupun jenis investasi dana, sehingga dapat memudahkan pengawasan. 
  • Merasionalkan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal. 
  • Menyempurnakan rencana yang telah  di susun, karena dengan adanya anggaran lebih jelas dan nyata terlihat. 
  • Menampung dana menganalisisi serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.


2. Manfaat Anggaran 
 Adapun manfaat anggaran yang dikemukakan oleh Nafarin ( 2004 : 12 ) adalah sebagai berikut : 
  • Dengan adanya anggaran maka sasaran yang dicapai perusahaan untuk jangka waktu tertentu akan menjadi jelas, baik dalam kualitas maupun kuantitasnya. Masing – masing tingkat manajemen akan mengetahui dengan jelas target usahanya yang harus dicapai. 
  • Mendorong terjadinya profesionalisme dan perbaikan “managerial skill” dari setiap personil anggota organisasi karena masing – masing sudah di atur dengan jelas tugas dan tanggung jawabnya. 
  • Dengan adanya anggaran akan memudahkan manajemen perusahaan dalam menentukan kebijakan bagi perusahaan. 


Kelemahan Anggaran 

Anggaran yang di susun merupakan cerminan mengenai hasil yang akan dicapai namun anggaran mempunyai beberapa kelemahan yaitu antara lain : 
  • Anggaran di buat berdasarkan taksiran dan anggapan, sehingga mengandung unsur ketidakpastian. 
  • Menyusun anggaran yang cermat memerlukan waktu, uang dan tenaga yang tidak sedikit, sehingga tidak semua perusahaan mampu menyusun anggaran secara lengkap ( komperhensif ) dan akurat. 
  • Bagi pihak yang merasa di paksa  untuk melaksanakan anggaran dapat mengakibatkan mereka menggerut dan menentang, sehingga anggaran tidak akan efektif.


Pengawasan Biaya Operasional 

Pengawasan merupakan fungsi terakhir yang harus dilaksanakan dalam manajemen. Dengan pengawasan dapat diketahui tentang hasil yang telah dicapai. Cara yang dilakukan adalah dengan membandingkan segala sesuatu yang dijalankan dengan standard atau rencananya, serta melakukan perbaikan bilamana terjadi penyimpangan dapat merugikan perusahaan. Selain itu fungsi pengawasan mempunyai hubungan yang erat dengan perencanaan, karena suatu perencanaan yang telah ditetapkan dapat di nilai setelah dilakukan pengawasan, sehingga baik tidaknya pengawasan dari perencanaan akan dapat diketahui dengan adanya pengawasan tersebut. 

Adapun fungsi pengawasan yang dikemukakan oleh R Terry ( 2000 : 10 )  sebagai berikut : 
Pengawasan adalah mengukur pelaksanaan dengan tujuan – tujuan, menetukan sebab – sebab penyimpangan  dan mengambil tindakan korektif bilamana perlu. 

Fungsi pengawasan dilakukan dengan mengukur dan memperbaiki pelaksanaan dan operasi perusahaan. Proses pengukuran dilakukan dengan membandingkan anggaran sebagai patokan dengan realisasi yang sebenarnya terjadi. 

Pengawasan biaya efektif terdiri dari 2 ( dua ) aspek yaitu : 
1. Pengawasan biaya operasional 
Pengawasan biaya operasional ditujukan untuk mengawasi kegiatan operasi perusahaan, mengawasi segala biaya yang dikeluarkan dari barang atau jasa yang diproses, dihasilkan sampai barang tersebut terjual.

2. Pengawasan akuntansi 
Pengawasan akuntansi yaitu pengawasan yang dilakukan melalui prosedur, serta catatan yang diberikan dengan  pengaman harta kekayaan dan dapat dipercayai catatan finansialnya. 

Pengawasan biaya operasional dilakukan pimpinan perusahaan melalui kegiatan operasional perusahaan. Namun dengan berkembangnya perusahaan pada saat sasaran hendak dicapai, maka pengawasan biaya operasional tidak dapat dipertahankan lebih lama karena hal  demikian merupakan pemborosan. Oleh karena itu pengawasan operasional perlu di tambah  dengan pengawasan akuntansi. 

Pengawasan akuntansi adalah pengawasan yang di lakukan melalui prosedur – prosedur akuntansi dan pencatatan. Karena sasaran produk tertuju pada pengelompokkan biaya, maka perhatian  yang lebih besar tertuju pada sistem pencatatan yang dapat mengembangkan  pertanggungjawaban biaya – biaya dan arus pekerjaan, serta memberikan laporan singkat tentang hal – hal yang berkaitan dengan pengawasan dan laporan statistik untuk mengetahui perkembangan orang – orang yang bertanggung jawab atas beban, apakah melaksanakan tugasnya sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan atau tidak. 

Tujuan Pengawasan Biaya Operasional 

Tujuan utama pengawasan biaya operasional adalah mengusahakan agar apa yang direncanakan menjadi kenyataan  yang sesuai dengan yang dianggarkan sebelumnya. Untuk dapat merealisasikan tujuan utama tersebut maka pengawasan biaya operasional pada tahap pertama bertujuan agar pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan instruksi – instruksi yang di keluarkan. Tahap berikutnya untuk mengetahui kelemahan serta kesulitan yang dihadapi dalam pelaksanaan rencana operasi. Pengawasan biaya operasional yang benar – benar efektif bila dapat merealisasikan tujuan sistem pengawasan biaya operasional, setidaknya harus dapat dengan segera melaporkan adanya deviasi dari rencana operasi. 

Suatu sistem pengawasan biaya operasional yang efektif harus dapat segera melaporkan penyimpangan–penyimpangannya, sehingga berdasarkan penyimpangan tersebut dapat di ambil tindakan untuk pelaksanaan selanjutnya agar pelaksanaan keseluruhan benar – benar dapat sesuai atau mendekati apa yang direncanakan sebelumnya. 

Pengawasan biaya operasional memiliki manfaat bagi suatu organisasi perusahaan yaitu : 
  • Dapat dengan sesegera mungkin melaporkan penyimpangan – penyimpangan biaya operasional. 
  • Dapat menjamin diadakannya tindakan korektif.


Daftar Pustaka:

Edy, Sukarno, 2002. Sistem Pengendalian Manajemen, Edisi Revisi, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 

Nafarin, M, 2004.  Penganggaran Perusahaan, Edisi Revisi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta. 

Daft, Richard L, 2000. Manajemen, Edisi Kelima, Penerbit Erlangga, Jakarta. 

Adisaputra, Gunawan dan Asri, Marwan, 2003.  Anggaran Perusahaan, Edisi 2003/2004. Cetakan Pertama, Penerbit BPEE – Yogyakarta. 

Terry, George, R, 2000. Dasar-dasar Manajemen, Penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta. 

Pengertian Biaya Operasional Makalah, Jenis, Perencanaan, Pengawasan, Pada Perusahaan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment