Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Dividen Kebijakan Tujuan Pembayaran Cash Deviden

Pengertian Dividen merupakan bagian dari laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa (earning available for common stakeholders) yang dibagikan kepada pera pemegang saham biasa dalam bentuk tunai (Warsono, 2003:271). Menurut 


Warsono (2003:272), dividen dalam suatu perusahaan dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu : 
  1. Dividen Tunai (Cash Dividend)
    Dividen tunai merupakan dividen yang dibayarkan dalam bentuk tunai  dimana jenis dividen yang umum dan banyak digunakan oleh perusahaan. Dividen tunai diterima  oleh para pemegang saham biasa melalui cek atau terkadang mereka menginvestasikan kembali dalam saham biasa di perusahaan.
  2. Dividen Saham (Stock Dividend)
    Dividen saham adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk lembar saham tambahan dan bukannya dalm bentuk uang tunai.
  3. Dividen Kekayaan (Property Dividend)
    Dividen kekayaan adalah distribusi pro rata suatu aset fisik. Aset tersebut biasanya berupa produk yang dihasilkan perusahaan.

Baca: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kebijakan Dividen

Cash Dividend

Dividen tunai (cash dividend) adalah dividen yang dibayarkan dalam bentuk tunai  dimana jenis dividen yang umum dan banyak digunakan oleh perusahaan (Warsono, 2003:272). Dividen tunai (cash dividend) merupakan bentuk dividen yang dinyatakan dan dibayarkan pada jangka waktu tertentu dan dividen tersebut berasal dari dana yang diperoleh secara legal. Dividen ini dapat bervariasi dalam jumlah bergantung kepada keuntungan perusahaan (Fahmi, 2013:273) 

Cash Dividend bersumber  dari aliran kas untuk pemegang saham yang memberikan informasi tentang kinerja  perusahaan saat ini dan akan datang. Dividen tunai yang diharapkan merupakan variabel pengembalian utama yang akan menentukan nilai saham bagi pemillik saham dan  investor (Sundjaja dan Barlian, 2003:380). 

Pembayaran cash dividend  kepada pemegang saham perusahaan diputuskan oleh dewan direksi perusahaan. Direksi umumnya mengadakan pertemuan yang membahas tentang prosedur pembayaran dividen tunai sebagai berikut (warsono, 2003:270): 
  1. Mengevaluasi posisi keuangan periode lalu 
  2. Menentukan posisi yang akan datang dalam membagikan dividen 
  3. Menentukan jumlah dividen yang harus dibayar 
  4. Menentukan tanggal-tanggal yang berkaitan dengan pembayaran dividen tunai, seperti tanggal tercatatnya pemegang saham, tanggal tanpa dividen, dan tanggal pembayaran. 

Baca: Pengertian Perilaku Konsumen Serta Definisi Minat Pembelian Ulang

Menurut Warsono (2003:273), prosedur pembayaran dividen tunai adalah sebagai berikut : 
  1. Tanggal Deklarasi (Declaration Date)
    Tanggal Deklarasi adalah tanggal saat dewan direktur mengumumkan deviden. Hal-hal yang diumumkan meliputi besarnya jumlah dividen   yang akan dibayarkan, dividen ekstra, dan kapan pembayaran dividen akan dilakukan.
  2. Tanggal Pencatatan Pemegang Saham (Holder-of-Record-Date)
    Tanggal ini adalah tanggal saat perusahaan menutup buku pencatatan   pemindahtanganan saham dan membuat daftar pemegang saham per tanggal tersebut.
  3. Tanggal Pemisahan Dividen (Ex-Dividend-Date)
    Tanggal pemisahan dividen adalah tanggal pada saat dividen dipisahkan   dari saham. Tanggal pemisahan ini biasanya dilakukan 4 hari sebelum tanggal pencatatan.
  4. Tanggal Pembayaran (Payment Date)
    Tanggal pembayaran adalah tanggal pada saat perusahaan akan  melaksanakan pengiriman cek kepada para pemegang saham yang     tercatat sebagai pemegang saham.  

Baca: Pengertian Gaya Hidup dalam Menentukan Pemasaran bagi Konsumen

Kebijakan Dividen 

Kebijakan dividen  (dividend policy)  adalah suatu keputusan untuk menentukan berapa besar bagian dari pendapatan perusahaan akan dibagikan kepada para pemegang saham dan akan diinvestasikan kembali  (reinvestment) atau ditahan (retained) di dalam perusahaan (Ambarwati, 2010:64). 

Menurut Warsono (2003:272), kebijakan dividen mempunyai arti penting bagi perusahaan karena empat alasan berikut : 
  • Kebijakan keuangan ini berpengaruh kepada sikap para investor. Pemotongan dividen dapat dianggap negatif oleh para investor, karena   pemotongan seperti itu sering dikaitkan sengan kesulitan keuangan yang  dihadapi perusahaan. 
  • Kebijakan keuangan ini berdampak pada program pendanaan dan anggaran modal perusahaan. 
  • Kebijakan keuangan ini dapat mempengaruhi arus kas perusahaan. Perusahaan dengan likuiditas buruk dapat dipaksa untuk membatasi  pembayaran dividennya. 
  • Kebijakan keuangan ini menurunkan nilai ekuitas pemegang saham biasa karena besarnya dividen ditentukan oleh besarnya laba ditahan.  


Menurut Van Horne (2005) dalam Lubis (2009), secara umum, ada empat macam jenis kebijakan dividen yaitu : 

1. Kebijakan Dividen Stabil 
Kebijakan dividen stabil berarti jumlah dividen per lembar saham (DPS) yang dibayarkan setiap tahunnya relatif sama selama  jangka waktu tertentu meskipun  laba per lembar saham  setiap tahunnya berfluktuasi. Beberapa alasan yang mendorong perusahaan menjalankan kebijakan dividen tersebut antara lain, yaitu :
  • akan memberikan kesan kepada para pemodal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik di masa mendatang. 
  • adanya golongan pemodal tertentu yang menginginkan kepastian dividen yang akan dibayarkan. 
Pengertian Dividen
2. Kebijakan Dividen Reguler Rendah ditambah Ekstra 
Kebijakan ini menetapkan jumlah rupiah minimal dividen per lembar   saham setiap tahunnya  dan jika terjadi peningkatan laba secara drastis   atau keadaan keuangan yang lebih baik maka jumlah tersebut ditambah   lagi dengan dividen ekstra. 

3. Kebijakan Dividen Konstan 
Kebijakan dividen konstan berarti jumlah dividen per lembar saham yang   dibayarkan setiap tahunnya akan berfluktuasi sesuai  dengan perkembangan laba bersih yang diperoleh setiap tahunnya. Hal ini berarti dividen dianggap mempunyai isi informasi sebagai indikator prospek  perusahaan (membaik atau memburuk), maka perubahan kebijakan dividen akan meningkatkan atau menurunkan harga saham hanya apabila hal tersebut ditafsirkan sebagai terjadinya perubahan prospek perusahaan. 

4. Kebijakan Dividen Fleksibel 
Kebijakan dividen fleksibel berarti besarnya dividen per lembar saham   setiap tahunnya disesuaikan dengan posisi keuangan dan kebijakan   keuangan dari perusahaan yang bersangkutan.  Dalam jenis kebijakan   dividen ini, pembayaran dividen dari waktu ke waktu mempunyai jumlah    yang sama.  

Tujuan Pembayaran Dividen 

Tujuan dari pembagian dividen adalah sebagai berikut (Turnip, 2009) : 
  • Untuk memaksimumkan kemakmuran bagi para pemegang saham, karena   tingginya dividen yang dibayarkan akan mempengaruhi harga saham. 
  • Untuk menunjukkkan likuiditas perusahaan. Dengan dibayarkannya  dividen, diharapkan kinerja perusahaan mampu menghadapi gejolak ekonomi dan mampu memberikan hasil kepada investor. 
  • Sebagian investor memandang bahwa resiko dividen adalah lebih rendah   dibanding resiko capital gain. 
  • Untuk memenuhi kebutuhan para pemegang saham akan pendapatan tetap  yang digunakan untuk keperluan konsumsi. 
  • Dividen dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara manajer dan pemegang saham.   

Baca: Pengertian Lokasi Definisi Tempat dalam Menentukan Usaha Bisnis

Teori Kebijakan Dividen 

Ada beberapa teori yang digunakan sebagai landasan dalam menentukan kebijakan  dividen untuk perusahaan. Teori-teori tersebut adalah sebagai berikut (Brigham dan Houston, 2002:66) : 

1.    Teori Ketidakrelevanan Dividen (Dividend Irellevance Theory)  
Teori ketidakrelevanan dividen dikemukan oleh Miller dan Modigliani (MM). Teori MM menyatakan bahwa nilai perusahaan ditentukan  semata-mata oleh kemampuan laba dan resiko aset-asetnya (investasi) dan bahwa cara pemecahan laba yang didistribusikan antara dividen dan    laba ditahan tidak mempengaruhi nilai. MM dan pendukung ketidakrelevanan dividen berargumen bahwa, jika semua yang lain sama, maka pengembalian yang diharapkan seorang investor dan selanjutnya nilai perusahaan tidak dipengaruhi oleh kebijakan dividen karena tiga alasan : 
  • Nilai perusahaan ditentukan semata-mata oleh kemampuan  dalam mendapatkan laba dan resiko aset-asetnya. 
  • Jika dividen mempengaruhi nilai, itu semata-mata karena isi informasi (informational content), yang merupakan sinyal harapan laba menajemen. 
  • Suatu keberadaan efek klien yang menyebabkan para pemegang saham biasa perusahaan menerima dividen yang mereka harapkan.  

Baca: Pengertian Harga Definisi Tujuan Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga

2.    Bird-In-The-Hand Theory 
Teori ini dikemukakan oleh Gordon dan Lintner yang menganggap dividen yang diterima merupakan sesuatu yang sudah pasti di tangan sehingga memiliki resiko yang lebih rendah dibandingkan capital gains. Mereka juga berpendapat bahwa investor lebih menyukai dividen karena  lebih pasti pendapatannya, daripada mengharapkan sesuatu pendapatan yang belum pasti jika menginvestasikan kembali dividen pada investasi tertentu. Penganut teori bird-in-the-hand  ini lebih menyukai pembayaran dividen tinggi karena akhirnya dapat menghasilkan harga saham yang juga tinggi. 

3.    Teori Kebijakan Dividen Yang Terkena Pajak (Tax Preference Theory) 
Menurut teori ini, bahwa dividen itu sebenarnya merugikan investor. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan perlakuan pajak terhadap pendapatan dividen dan capital gains. Pada umumnya pajak untuk capital gains  lebih rendah dibandingkan dengan pajak untuk pendapatan dividen. Dengan demikian jika ditinjau dari aspek perpajakan, para investor lebih menyukai  capital gains daripada pembayaran dividen tunai. 
Daftar Pustaka:

Fahmi, Irham, 2013.  Pengantar Manajemen  Keuangan, Penerbit Alfabeta, Bandung. 

Warsono, 2003.  Manajemen Keuangan Perusahaan, Edisi Ketiga, Cetakan Pertama, Bayumedia Publishing, Malang. 

Sundjaja, Ridwan S. dan Inge Barlian, 2003. Manajemen Keuangan Dua, Edisi Keempat, Penerbit Literata Lintas Media, Jakarta. 

Ambarwati, Sri Dewi Ari, 2010. Manajemen Keuangan Lanjut, Edisi Pertama,  Graha Ilmu, Yogyakarta.

Lubis, Yeti Meliany, 2009. “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dividen Kas Pada Perusahaan Manufaktur Jenis Consumer Goods Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia”. Tesis. Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 

Turnip, Asrani, 2009. “Analisis Pengaruh Current Ratio, Debt to Total Asset, Return On Investment dan Earning Per Share Terhadap Dividen Kas pada Perusahaan Terbuka di Bursa Efek Indonesia”. Skripsi.  Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Brigham, Eugene F dan Joel F. Houston, 2006.  Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Edisi Kesepuluh, Buku Satu,Salemba Empat, Jakarta. 

Pengertian Dividen Kebijakan Tujuan Pembayaran Cash Deviden Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment