Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 5 July 2015

Pengertian Kliring Bank Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian Kliring Menurut Kasmir (2012:172), kliring merupakan jasa penyelesaian utang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring. Penyelesaian utang piuatng dimaksud adalah penagihan cek/bilyet giro melalui bank. 


Dalam konteks perbankan, kliring dapat diartikan sebagai jasa penyelesaian hutang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring yang di koordinir oleh Bank Indonesia.  Pengertian lain dari kliring ialah perhitungan utang-piutang antara peserta secara terpusat di satu tempat dengan cara saling menyerahkan surat-surat berharga dan surat dagang, yang telah ditetapkan untuk dapat diperhitungkan dengan mudah dan aman, serta untuk memperluas dan memperlancar lalu lintas pembayaran giral. 

Menurut Irsyad (2011:56), Definisi kliring merupakan penyelesaian hutang piutang antar bank dengan cara saling menyerahkan warkat-warkat yang akan dikliringkan di lembaga kliring yang dikoordinir oleh Bank Indonesia. 

Sedangkan menurut Veithzal (2013:352), kliring merupakan sarana perhitungan utang piutang dalam bentuk surat-surat berharga dan surat dagang antara bank-bank peserta kliring yang dilaksanakan oleh Bank Indonesia selaku bank sentral yang mengatur memajukan, memperluas, dan memperlancar arus lalu lintas pembayaran giral serta terselenggara secara mudah, cepat dan aman. 

Arti kliring secara umum menurut The New Grollier International Dictionary of the English Languange adalah sebagai berikut : 

The act of exchanging drafts on each other and setting the differences  (kegiatan mempertukarkan warkat-warkat bank dari satu bank dengan bank-bank lainnya dalam menyelesaikan selisihnya). 

Lembaga kliring secara resmi dibentuk Bank Indonesia pada tanggal 7 Maret 1967 sehingga masalah waktu, tempat penyelenggaraan, siapa yang hadir dan sebagainya dapat ditentukan karena telah terkoodinir secara pasti dan resmi.  Dengan adanya lembaga kliring ini maka hubungan proses penyelesaian lalu lintas pembayaran giral ini bersifat multilateral karena lembaga kliring dianggap sebagai pihak ketiga. Sebaliknya, hubungan antara satu bank dengan bank lainnya tanpa melalui pihak ketiga dan setiap bank memiliki rekening di bank korespondennya disebut hubungan bilateral.  

Daftar Pustaka:
Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers 

Lubis, Irsyad. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Medan: USU Pers 

Rivai, Veithzal. 2013. Commercial Bank Management. Jakarta:  Penerbit Raja Grafindo Persada 

Pengertian Kliring Bank Menurut Definisi Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment