Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Penetapan Harga Kebijakan Tujuan Produser dan Metode

Kebijakan Penetapan Harga 

Pengertian Harga merupakan satu-satunya unsur marketing mix yang menghasilkan penerimaan dari penjualan. Harga jual yang ditetapkan perusahaan pada dasarnya adalah tawaran kepada pembeli atau pasar, apakah harga yang ditentukan dapat diterima oleh pasar.  


Penulis mengutip definisi harga dari beberapa ahli untuk lebih jelasnya :menurut Kotler dan Armstrong (1999:439) harga adalah sejumlah uang yang di bebankan atas suatu produk atau jasa atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen agar menjadi manfaat karena memiliki atau menggunakan produk atau jasa tersebut. Menurut Kismono (2001:346),  ia mendefinisian harga sebagai nilai tukar suatu produk yang dinyatakan dalam suatu moneter. Angipora (1999:25) mendefinisikan harga adalah apa yang  harus diberikan oleh pembeli untuk mendapatkan suatu produk.

Baca:  Pengertian Promosi Tujuan dan Bentuk Menurut Definisi Para Ahli

Harga berperan sebagai penentu utama pilihan pembeli. Biasanya secara tradisional, pembeli akan melakukan tawar menawar dengan penjual mengenai harga. Pada umumnya penjual menawarkan harga yang lebih tinggi daripada yang mereka harapkan akan mereka terima

Para pemasar membutuhkan kebijakan-kebijakan harga dalam menetapkan harga suatu produk. Harga secara umum merupakan suatu strategi bagi marketing manajer dalam menetapkan harga yang sesuai, dalam rangka meningkatkan penjualan. Kebijakan harga mendukung suatu pengambilan keputusan mengenai harga terhadap suatu produk dalam kurun waktu tertentu. Bila  terjadi perubahan-perubahan dukungan maka diperlukan penyesuaian-penyesuaian terhadap penetapan harga tersebut sehingga perusahaan tetap memperoleh laba dan mencapai tujuan perusahaan. 

Kebijakan dan strategi penetapan  harga merupakan langkah yang sangat penting bagi pemasar dalam menentukan harga. Strategi ditentukan untuk mengatasi situasi pasar pada saat ini, pengelolaan suatu harga dapat berpedoman pada kebijakan-kebijakan dasar tertentu yaitu meliputi : 
  1. Kebijaksanaan harga tunggal 
    Pada kebijaksanaan harga tunggal, hanya ada satu harga tunggal untuk seluruh pembeli kapanpun waktu pembeliannya berapapun jumlah yang dipesannya atau aspek-aspek lain dari transaksi tersebut 
  2. Kebijaksanaan harga yang tidak berubah-ubah 
    Kebijaksanaan dasar penjual menetapkan harga yang sama untuk semua pembeli berdasarkan syarat-syarat yang sama. 
  3. Kebijaksanaan harga yang berubah-ubah 
    Pengaturan harga penjual dengan masing-masing pembeli merupakan hasil perundingan langsung atau cara lain yang mencerminkan daya tawar-menawar yang bersangkutan berdasarkan penilaian pembeli terhadap nilai pakai produk itu dan tersedianya sumber suplai alternatif. 

Menurut Angipora (1999 : 176) penetapan harga suatu barang atau jasa oleh perusahaan memberikan pengaruh yang tidak sedikit bagi perusahaan karena: 
  1. Merupakan penentu bagi permintaan 
  2. Harga dapat mempengaruhi posisi persaingan perusahaan dan mempengaruhi  market share-nya 
  3. Harga akan memberikan hasil maksimal dengan menciptakan sejumlah pendapatan dan keuntungan bersih 
  4. Harga barang juga dapat mempengaruhi program pemasaran perusahaan 


Tujuan Penetapan Harga 

Sebelum memutuskan untuk menetapkan  suatu harga tertentu perusahaan harus menentukan apa yang ingin dicapainya dengan penetapan harga tersebut. 

Beberapa tujuan penetapan harga antara lain: 
  1. Kelangsungan hidup 
    Perusahaan dapat mengejar kelangsungan hidup sebagai tujuan utamanya. Dalam menetapkan harga perusahaan hanya berprinsip selama harga dapat menutupi biaya variabel dan biaya tetap, maka perusahaan dapat terus berjalan. 
  2. Laba sekarang maksimum 
    Banyak perusahaan yang mencoba untuk menetapkan harga yang akan memaksimalkan laba sekarang. Mereka memperkirakan permintaan dan biaya yang berkaitan dengan alternatif harga dan memilih harga yang akan manghasilkan laba sekarang atau pengembalian maksimum. 
  3. Pendapatan sekarang maksimum 
    Perusahaan menetapkan harga yang  akan memaksimalkan pendapatan penjualan. Maksimasi pendapatan hanya membutuhkan perkiraan fungsi permintaan. Banyak manajer percaya  bahwa maksimasi pendapatan akan menghasilkan maksimasi laba jangka dan pertumbuhan pangsa pasar. 
  4. Pertumbuhan Penjualan Maksimum 
    Perusahaan ingin memaksimalkan unit penjualan. Dengan penjualan yang lebih tinggi diharapkan biaya per-unit yang lebih  rendah dan laba jangka panjang yang lebih tinggi. Perusahaan menetapkan harga terendah dengan konsumsi bahwa pasar peka terhadap harga.
  5. Skiming Pasar Maksimum 
    Perusahaan menetapkan harga tinggi untuk men-skim pasar perusahan menetapkan harga yang layak bagi beberapa segmen pasar untuk meerima produk tersebut dengan cara ini perusahaan akan memperoleh pendapatan maksimum dari berbagai segmen pasar. Skiming pasar hanya mungkin dalam kondisi-kondisi berikut: 
    • Sejumlah pembeli yang memadai memiliki permintaan sekarang yang tinggi. 
    • Biaya perunit untuk memproduksi volume kecil tidak demikian tinggi sehingga dapat menghilangkan keuntungan dari penetapan harga maksimal yang dapat diserap pasar. 
    • Harga yang tinggi menyatakan citra produk unggul. 
  6. Kepemimpinan Kualitas Produk 
    Perusahaan mungkin mengaharapkan untuk menjadi pemimpin dalam kualitas produk di pasar. Perusahaan memproduksi produk yang bermutu tinggi dan menetapkan harga yang lebih tinggi. 
  7. Tujuan Penetapan Harga Lainnya 
    Organisasi non laba mungkin mengikuti  sejumlah tujuan penetapan harga lainnya misalnya rumah sakit mungkin memperoleh pengembalian sepenuhnya dalam penetapan harga. 

Produser Penetapan harga 

Menurut Angipora(1999 : 177) tahapan-tahapan dalam prosedur penetapan harga, yaitu: 
1.  Mengestimasi permintaan untuk barang tersebut pada tahap ini produsen perlu membuat estimasi permintaan barang atau jasa yang di hasilkan secara total.  Pengestimasian permintaan tersebut di lakukan dengan jalan : 
  • Menentukan harga yang diharapkan (expected prise) 
  • Mengistemasi volume penjualan pada berbagai tingkat harga. 
    Estimasi di lakukan untuk mencari titik pulang pokok minimal yang harus dicapai perusahaan. 


2.  Mengalami Lebih Dahulu Reaksi Dalam Persaingan 
Penetapan harga tentu harus memperhatikan kondisi persaingan yang ada di pasar. Sumber-sumber persaingan dapat berasal dari:
  • Barang sejenis yang di hasilkan oleh perusahaan lain 
  • Barang pengganti (substitusi) 
  • Barang lain yang dibuat oleh perusahaan lain yang sama menginginkan uang konsumen 


3.  Menentukan Market Share  yang dapat di harapkan 
Bagi perusahaan yang ingin bergerak  dan maju lebih cepat tentu selalu mengharapkan  market share yang lebih besar. Usaha peningkatan  market share yang diharapkan tersebut sangat  dipengaruhi oeh kapasitas produksi yang ada, biaya ekspansi dan mudahnya memasuki persaingan.  

4.  Memilih strategi harga untuk mencapai terget pasar 
Ada 2 strategi harga yang dapat digunakan perusahaan untuk mencapai target pasar yang sesuai, yaitu: 
  • Penetapan harga penyaringan (skin the cream pricing). 
    Kebijakan penetapan harga ini memiliki tujuan untuk menutupi biaya pengembangan dan promosi. 
  • Penetapan harga penetrasi (Penetration pricing) 
    Kebijakan penetapa harga ini bertujuan untuk mencapai volume penjualan yang sebesar-besarnya dalam waktu relatif singkat. 
Pengertian Penetapan Harga

5.  Mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan 
Faktor ini yang harus dipertimbangkan dalam penentuan harga adalah mempertimbangkan politik pemasaran perusahaan dalam bentuk melihat pada barang, sistem distribusi dan jasa yang dihasilkan. 

Metode Penetapan Harga 

Ada beberapa metode yang digunakan dalam penetapan harga jual. 
Menurut Madura (2001 : 106)  strategi penentuan harga dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:  

1.  Penentuan harga berdasarkan biaya produksi 
Penentuan harga berdasarkan biaya produksi dilakukan dengan mengestimasi biaya per-unit memproduksi produk tersebut dan menambahkan suatu kenaikan.  

Strategi menentukan harga yang lebih rendah dibanding produk-produk pesaing agar dapat menembus pasar. Permintaan akan produk dengan harga elastis akan sangat responsif terhadap perubahan harga. Permintaan sebuah produk dengan harga tidak elastis adalah  tidak responsif terhadap perubahan harga. 

2.  Penentuan harga berdasarkan suplai persediaan 
Keputusan harga yang dibuat berhubungan langsung dengan suplai persediaan 

3.  Penentuan harga berdasarkan pesaing 
  • Penentuan harga penetrasi 
    Strategi menentukan harga yang  lebih rendah dibanding produk-produk pesaing agar dapat menembus pasar. Permintaan akan produk dengan harga elastis akan sangat responsif terhadap perubahan harga. Permintaan sebuah produk dengan harga tidak elastis adalah tidak responsif terhadap perubahan harga. 
  • Penentuan harga defensif 
    Kadang kala keputusan lebih bersifat defensif dari pada ofensif. Penentuan harga defensif dilakukan jika sebuah  organisasi menyadari bahwa harga sebuah produk kompetitif telah diturunkan, dimana tindakan menurunkan harga untuk menahan (mempertahankan) pangsa pasarnya. 
  • Penentuan harga prestise 
    Strategi penentuan harga prestiseadalah strategi menggunakan harga yang lebih tinggi untuk meraih kesan lini yang baik. 

Kismono (2001 : 355), menjelaskan  bahwa ada beberapa strategi penentuan harga yaitu: 
1.  Strategi harga produk baru 
  • Skiming 
    Skiming adalah menetapkan harga yang relatif tinggi pada saat produk diluncurkan pertama kali di pasar 
  • Penetration pricing 
    Penetraitoan pricing  berarti meluncurkan produk dengan harga yang murah untuk memperoleh pangsa pasar  yang luas atas barang atau jasa tujuan ditetapkannya strategi ini adalah untuk penetrasi pasar secepat-cepatnya loyalitas merk. 


2.  Strategi harga psikologis 
Strategi psikologis di dasarkan pada asumsi bahwa konsumen lebih lebih mempertimbangkan faktor emosional daripada faktor rasional dalam motif pembelian
  • Prestige pricing 
    Strategi ini menetapkan harga yang tinggi untuk menanamkan citra (image) kualitas yang tinggi. Strategi ini berhasil untuk produk   shoping dan Specialty.  
  • Odd pricing 
    Dalam strategi ini  penjual menetapkan harga yang ganjil atau sedikit di bawah yang genap, seperti Rp 999.999,00, kita tahu bahwa harga tersebut sama saja dengan Rp 1.000.000,00. 
  • Multiple-unit pricing 
    Strategi penentuan harga ini digunakan oleh perusahaan yang menjual dengan harga yang lebih rendah apabila konsumen membeli dalam jumlah yang lebih banyak. 
  • Price lining 
    Dalam strategi penentuan harga ini, perusahaan menjual produk dengan harga yang berbeda untuk model yang berbeda dalam lini produk tertentu. Setiap model dalam lini produknya memiliki perbedaan kualitas dan dijual dengan harga yang berbeda. 
  • Leader pricing 
    Perusahaan mengecer sering menggunakan strategi ini dengan menjual beberapa produk yang menarik dengan harga yang lebih rendah dibanding harga normal. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kunjungan di toko.


3.  Strategi harga diskon 
Straategi ini banyak digunakan oleh perusahaan dengan memberikan potongan harga atau diskon untuk meningkatkan penjualan. Harga diskon adalah semua potongan dari harga yang sudah ditetapkan. Diskon dapat berupa: 
  • Chas discount (promt payment ) 
  • Trade discount (diberikan perantara pemasaran pada perantara yang lain sebagai bentuk layanan) dan, 
  • Quantity discount (membeli dalam jumlah tertentu baru mendapat diskon) 


4.  Strategi harga kompetitif 
  • Relatife pricing 
    Relatife pricing adalah strategi penentuan harga dengan menetapkan harga di atas, di bawah, atau sama dengan tingkat harga persaingan. 
  • Follow-the-leader prcing 
    Dalam menetapkan harga dengan  follow-the- leader pricing, perusahaan tidak  menetapkan harganya sendiri, namun bereaksi mengikuti harga yang di tetapkan pemimpin pasar. 


Menurut Boyd, Walker, dan Larreche  (2000: 8) faktor-faktor yang mempengaruhi sensitivitas pelanggan terhadap harga yaitu: 
  • Pengaruh nilai- unik 
    Pelanggan kurang sensitif terhadap  harga bila  mereka memandang produk atau jasa memberian manfaat yang  unik; tidak ada produk pengganti yang sesuai 
  • Pengaruh harga –mutu 
    Pelanggan kurang sensitif terhadap harga bila mereka memandang produk atau menawarkan mutu yang tinggi, prestise, atau eksklusif. 
  • Pengaruh kesadaran-subsitusi 
    Pelangan kurang sensitif terhadap harga bila mereka tidak sadar akan merek-merek alternatif atau produk pengganti. 
  • Pengaruh perbandingan-sulit 
    Pelanggan kurang sensitif terhadap harga bila sulit untuk membandingkan secara objektif mutu atau kinerja merek-merek alternatif atau produk-produk pengganti  
  • Pengaruh hilangnya investasi 
    Pelanggan kurang sensitif terhadap harga bila pembelian ditujukan untuk mendapatkan manfaat dari yang dibeli sebelumnya 
  • Pengaruh pengeluaran total 
    Pelanggan kurang sensitif terhadap harga bila pengeluaran mereka untuk produk atau jasa adalah sebagian kecil dari total pendapatan mereka. 
  • Pengaruh manfaat akhir 
    Pelanggan terutama para pembeli industrial yang membeli bahan mentah atau suku cadang kurang sensitif terhadap harga bila pengeluaran mereka untuk produk atau jasa adalah propesi yang relatif kecil dari biaya total produk akhir.  
  • Pengaruh biaya yang di sebarkan 
    Pelanggan kurang sensitif terhadap harga bila bagian biaya dari produk atau jasa dihasilkan oleh produk atau jasa yang lain
  • Pengaruh persedian Pelanggan kurang sensitif terhadap harga dalam jangka pendek bila mereka tidak bisa menyimpan sejumlah besar produk untuk menghadapi  peningkatan harga masa depan. 

Daftar Pustaka Penetapan Harga 
Kotler, Philip, dan AB Susanto, Manajemen Pemasaran Di Indonesia, Analisis Perencanaan, Implementasi dan pengendalian, Salemba Empat, Jakarta, 1999. 

Angipora P. Marius, Dasar-dasar Pemasaran, Rajawali Pers, Jakarta, 1999  

Kismono, Gugup, Pengantar Bisnis, Edisi I, Cetakan I, BPFE, Yogyakarta, 2001. 

Madura, Jeff, Pengantar Bisnis, Introduction to Business, Alih Bahasa Saroyini W.R. Salib, Salemba Empat, Jakarta, 2001. 

Boyd, Happer W, Walker, Orville  C, dan Larreche, Jean-Claude, Manajemen Pemasaran: Suatu pendekatan Strategi Dengan Orientasi Global, Alih Bahasa Iman Nurmawan, Erlangga, 2000. 

Pengertian Penetapan Harga Kebijakan Tujuan Produser dan Metode Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment