Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 7 July 2015

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) dan Car Hitung GDP

Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) - diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikan siapa pemilik faktor produksi tersebut. Semua faktor produksi yang beralokasi dalam perekonomian tersebut outputnya diperhitungkan dalam PDB. Akibatnya, PDB kurang memberikan gambaran tentang berapa sebenarnya output yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi perekonomian domestik. 


Didalam suatu perekonomian di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang, barang dan jasa diproduksikan bukan saja oleh perusahaan milik negara tersebut tetapi oleh penduduk negara lain. Selalu didapati produksi nasional diciptakan oleh faktor-faktor produksi yang berasal dari luar negeri. 

Perusahaan multinasional beroperasi diberbagai negara dan membantu meningkatkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan negara tersebut. Perusahaan multinasional tersebut menyadiakan modal, teknologi dan tenaga ahli kepada negara dimana perusahaan tersebut beroperasi. Operasinya membantu menambah barang dan jasa yang diproduksikan di dalam negara, menambah penggunaan tenaga kerja dan pendapatan yang sering juga menambah ekspor. Operasi mereka merupakan bagian yang cukup penting dalam kegiatan ekonomi suatu negara dan nilai produksi yang disumbangkan perlu dihitung dalam pendapatan nasional. Dengan demikian PDB atau GDP adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut ditambah warga negara asing. 


Cara Perhitungan GDP 

Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah: 
                        PDB = C + I + G + (X - M) 
dimana: 
C = Konsumsi (pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga) 
I  = Investasi oleh sektor usaha 
G = Goverment (pengeluaran oleh pemerintah) (X - M) melibatkan    
        luar negeri 
Sementara rumus umum dengan pendekatan pendapatan dari faktor produksi: 
             PDB = Sewa + Upah + Bunga + Laba 
Dimana: 
Sewa adalah pendapatan pemilik modal dan laba untuk pengusaha. 

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan hasil angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah pendekatan pengeluaran. 

Teori Pertumbuhan Ekonomi 

PDB adalah salah satu konsep pendapatan ekonomi makro. Teori-teori yang mendukung PDB dapat dilihat dalam teori-teori pertumbuhan ekonomi. Teori-teori pertumbuhan ekonomi melihat pengaruh pertumbuhan ekonomi dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Perbedaan antara teori yang satu dengan teori yang lainnya terletak pada perbedaan fokus pembahasan dan asumsi yang digunakan. 

a.  Teori Jumlah Penduduk Optimal (Optimal Population Theory) 
Teori ini telah lama dikembangkan oleh kaum klasik. Menurut teori ini, berlakunya hukum hasil yang semakin berkurang (The Law of Diminishing Return) menyebabkan tidak semua penduduk dapat dilibatkan dalam proses produksi. Jika dipaksakan, justru akan menurunkan tingkat output perekonomian. 

b. Teori Pertumbuhan Neoklasik (Neo Classic Growth Theory) 
Teori ini dikembangkan oleh Solow (1956) dan merupakan penyempurnaan teori-teori klasik sebelumnya. Fokus pembahasan teori pertumbuhan Neoklasik adalah akumulasi stok barang modal dan keterkaitannya dengan keputusan masyarakat untuk menabung atau melakukan investasi. Asumsi-asumsi penting dari model Solow antara lain adalah: 
  1. Tingkat teknologi dianggap konstan (tidak ada kemajuan teknologi) 
  2. Tingkat depresiasi dianggap konstan 
  3. Tidak ada perdagangan luar negeri atau aliran keluar masuk barang modal 
  4. Tidak ada sektor pemerintah 
  5. Tingkat pertambahan penduduk (tenaga kerja) juga dianggap konstan 
  6. Untuk mempermudah analisis, dapat ditambahkan asumsi bahwa seluruh penduduk bekerja, sehingga jumlah penduduk sama dengan jumlah tenaga kerja 


Dengan asumsi-asumsi tersebut, kita dapat mempersempit faktor-faktor penentu. Pertumbuhan menjadi hanya stok barang modal dan tenaga kerja. Untuk lebih lanjut lagi, dapat diasumsikan bahwa PDB perkapita semata-mata ditentukan oleh stok barang modal per tenaga kerja. 

Jika Q = output atau PDB, K = barang modal, dan L = tenaga kerja, maka: 
                                                     y = f (k) 
dimana: y = PDB perkapita atau Q/L 
                                                    k = barang modal perkapita atau K/L 

c.  Teori Pertumbuhan Rostow 
Menurut Rostow, pertumbuhan ekonomi adalah suatu proses dari berbagai perubahan, yaitu sebagai berikut: 
  1. Perubahan reorientasi organisasi ekonomi 
  2. Perubahan pandangan masyarakat
  3. Perubahan cara menabung atau menanamkan modal dari yang tidak produktif ke yang lebih produktif 
  4. Perubahan pandangan terhadap faktor alam. Manusia harus mengubah keyakinan bahwa alam itu tidak akan menentukan kehidupan manusia, tapi kehidupan manusia harus mampu menaklukkan/mengendalikan sumber kehidupan dalam mencapai kemakmuran 


Selanjutnya Rostow juga mengemukakan tahap-tahap dalam pertumbuhan ekonomi, antara lain sebagai berikut: 
  1. The traditional society (masyarakat  tradisional), artinya suatu kehidupan ekonomi masyarakat yang berkembang secara tradisional dan belum didasarkan pada perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, kadang-kadang cara berpikirnya primitif dan irasional. 
  2. The pre condition for the take off (persyaratan tinggal landas), merupakan masa transisi masyarakat untuk mempersiapkan dirinya mulai menerima teknik-teknik baru dan pemikiran-pemikiran baru dari luar kehidupan mereka. 
  3. The take off (tinggal landas), artinya pada tahap ini terjadi perubahan-perubahan yang sangat drastis dalam terciptanya kemajuan yang pesat dalam inovasi (penemuan-penemuan baru) dalam berproduksi. 
  4. The drive to maturity (menuju kematangan), artinya pada tahap ini masyarakat secara efektif telah menggunakan teknologi modern pada sebagian besar faktor-faktor produksi dan kekayaan alam.
  5. The age high mass consumption (konsumsi tinggi), artinya pada tahap ini perhatian masyarakat lebih menekankan pada masalah kesejahteraan dan upaya mesyarakat tertuju untuk menciptakan welfare state, yaitu kemakmuran yang lebih merata kepada penduduknya dengan cara mengusahakan distribusi.  


Pendapatan melalui sistem perpajakan yang progresif. Masyarakat tidak mempermasalahkan kebutuhan pokok lagi tapi konsumsi lebih tinggi terhadap barang tahan lama dan barang-barang mewah. 

Daftar Pustaka:


Pengertian Produk Domestik Bruto (PDB) dan Car Hitung GDP Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment