Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Stres, Jenis, Proses dan Gejala Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian Stres Siagian (2003 :300) mengemukakan bahwa stres merupakan kondisi ketegangan yang berpengaruh terhadap emosi, jalan pikiran, dan kondisi fisik seseorang. 


Sedangkan menurut Hasibuan H. Malayu S.P (2003), stress adalah suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi seseorang. Orang-orang yang mengalami stres menjadi  nervous  dan merasakan kekuatiran kronis.  Mereka sering menjadi marah-marah,  agresif, tidak dapat relaks atau memperlihatkan sikap yang tidak mengatasinya. 

Stres yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Karyawan dapat menanggapi kondisi-kondisi tekanan tersebut secara positif maupun negatif. Akibatnya, ada konsekuensi yang konstruktif maupun destruktif bagi perusahaan maupun karyawan. Pengaruh dari konsekuensi tersebut adalah penurunan atau peningkatan usaha dalam jangka waktu pendek maupun berlangsung dalam jangka waktu lama. 

Sedangkan gejala stres di tempat kerja dapat dilihat dari faktor-faktor sebagai berikut : 
  1. Kepuasan kerja rendah 
  2. Kinerja yang menurun 
  3. Tidak mempunyai semangat kerja 
  4. Komunikasi tidak berjalan dengan baik 
  5. Melakukan tugas-tugas yang tidak produktif 
  6. Kurangnya  kreatifitas dan inovasi 
Spielberg (dalam Imatama, 2006 :17) menyatakan bahwa stres adalah tuntutan-  tuntutan eksternal yang mengenai seseorang, misalnya obyek  – obyek dalam lingkungan atau stimulus yang secara obyektif adalah berbahaya. Stres juga bisa diartikan sebagai tekanan, ketegangan, atau gangguan yang tidak menyenangkan yang berasal dari luar diri seseorang. 

Menurut Nimran (dalam Siregar, 2006 : 17), ada beberapa alasan mengapa masalah stres yang berkaitan dengan  sebuah organisasi perlu diangkat ke permukaan pada saat ini.  Diantaranya adalah: 

Baca: Pengertian Stres Kerja Definisi Faktor-Faktor Penyebab Stres Kerja

  1. Masalah stres adalah masalah yang akhir-akhir ini sering  dibicarakan, dan posisinya sangat penting dalam kaitannya dengan produktifitas kerja karyawan. 
  2. Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersumber dari luar organisasi, stres  juga banyak dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam organisasi. Oleh karenanya perlu disadari dan dipahami keberadaannya. 
  3. Pemahaman akan sumber-sumber stres yang disertai dengan pemahaman terhadap cara-cara mengatasinya, adalah penting sekali bagi karyawan dan siapa saja yang terlibat dalam organisasi demi kelangsungan organisasi yang sehat dan efektif. 
  4. Banyak di antara kita yang hampir pasti merupakan bagian dari satu atau beberapa organisasi, baik sebagai atasan maupun sebagai bawahan, pernah mengalami stres meskipun dalam taraf yang amat rendah.  
  5. Di  zaman kemajuan di segala bidang seperti sekarang ini menuntut  manusia untuk mempunyai kinerja yang lebih baik. Peralatan kerja semakin modern dan efisien,  dan di lain pihak beban kerja di satuan-satuan organisasi juga semakin  bertambah sehingga menuntut energi karyawan lebih  besar dari sebelumnya. Dampak dari fenomena ini adalah stres kerja yang meningkat. 

Semua yang disebutkan di atas perlu dilihat dalam hubungannya dengan kualitas kerja dan interaksi normal karyawan  sebelumnya.  Dari uraian diatas penulis menyimpulkan bahwa stres merupakan suatu kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dan kondisi  seseorang dimana ia terpaksa memberikan tanggapan melebihi kemampuan penyesuaian dirinya terhadap suatu tuntutan eksternal (lingkungan).  

Jenis Stres 

Tidak semua stres itu buruk. Kenyataannya, banyak orang yang setuju kalau kita memang membutuhkan stres sampai derajat tertentu agar tetap sehat.

Namun, bagaimana stres bisa menjadi sesuatu yang baik? Apabila stres dianggap sebagai sebuah motivasi positif, stres dapat dianggap sebagai sesuatu yang menguntungkan. Apabila melebihi poin optimal yang menguntungkan ini, stres ternyata lebih membawa keburukan daripada kebaikan. Menurut (National Safety Council 2004), stres dibagi dalam dua jenis yaitu : 

1.  Stres baik (positif). 
Yaitu segala situasi dan kondisi apapun yang menurut anda dapat memotivasi atau memberikan inspirasi. Promosi jabatan dan cuti yang dibayar adalah contoh-contoh dari stres baik. 

2.  Stres buruk (distress). 
Adalah stres yang membuat anda menjadi marah, tegang, bingung, cemas, merasa bersalah, atau kewalahan. Stres buruk (distress) dibagi menjadi dua bentuk yaitu  stres akut dan stres kronik. 

Pengertian Stres Menurut Para Ahli

Proses Terjadinya Stres 

Dalam peristiwa terjadinya stres, ada tiga hal yang saling terkait satu dengan yang lainnya (Nasution, 2000) yakni : 
  1. Hal, peristiwa, keadaan, orang yang menjadi sumber stres (stressor) jika dipandang secara umum, hal-hal yang menjadi sumber stres dipahami sebagai ransangan (stimulus). 
  2. Orang yang mengalami stres (the stressed), kita dapat memusatkan perhatian pada tanggapan (respons) orang tersebut terhadap hal-hal yang dinilai mendatangkan stres. Tanggapan orang tersebut terhadap sumber stres dapat mempengaruhi pada psikologis dan fisiologis. Tanggapan ini disebut  strain, yaitu tekanan atau tanggapan yang dapat membuat  pola pikir, emosi dan prilakunya kacau, dapat membuat gugup dan gelisah. 
  3. Hubungan antara orang yang mengalami stres dengan hal yang menjadi penyebab (transaction). Hubungan itu merupakan proses, yaitu ada penyebab stres dan pengalaman individu yang terkena stres saling terkait. 


Gejala Adaptasi Umum Stres

Menurut Selye ada 3 (tiga) tingkatan yang berbeda dari respon  fisik dan mental  atau tanggapan seseorang terhadap stres yaitu peringatan (alarm), perlawanan (resistance), dan peredaan (exhaustion). Pertama, tahap peringatan dini atau alarm, merupakan tahapan awal dari reaksi tubuh saat menyadari adanya suatu tekanan atau stres. Reaksi awal pada umumnya terjadi dalam bentuk suatu pesan biokimia yang ditandai dengan gejala seperti otot menegang, tekanan darah dan denyut jantung meningkat dan sebagainya. Kemudian apabila stres terus berlanjut, maka tahap selanjutnya yaitu tahap perlawanan, yang ditandai dengan adanya gejala ketegangan,  kegelisahan, kelesuan dan sebagainya yang menandakan seseorang sedang melakukan perlawanan terhadap stres. 

Perlawanan terhadap stres sering menimbulkan terjadinya kecelakaan, pengambilan keputusan yang kurang baik dan sakit- sakitan. Setelah tahap kedua terdapat tahap peredaan ditandai dengan runtuhnya tingkat perlawanan. Pada tahap  ini akan muncul berbagai macam penyakit seperti tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, penyakit gula darah, dan sebagainya. 

Menurut Ghani (2003 :119) seseorang mengalami stres dapat dilihat dari tanda–tanda, diantaranya adalah : 
  1. Gejala fisik : sakit kepala (headache), tekanan darah naik, dan serangan jantung. 
  2. Gejala psikologis : sulit tidur, mimpi buruk, depresi, kerja gelisah/ tak bergairah, bingung, mudah tersinggung/impulsif, dan gejala depresi lainnya. 
  3. Gejala prilaku : membolos, uring- uringan, produktivitas menurun, dan sering membuat kekeliruan/ kesalahan kerja.   


Anoraga Pandji (2006), mengemukakan bahwa stres yang tidak teratasi menimbulkan gejala badaniah, jiwa dan gejala sosial. Dapat ringan, sedang, dan berat. Suatu “stres” tidak langsung memberi akibat saat itu juga, walaupun banyak diantaranya yang segera memperlihatkan manifestasinya. Dapat juga bermanifestasi beberapa hari, minggu, bulan atau setahun kemudian.

Daftar Pustaka Makalah Stres

Siagian, Sondang P . 2003. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bumi Aksara, Jakarta. 

Imatama, Zuhrina. 2006. Pengaruh Stres Kerja Terhadap Kinerja Karyawan di Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Medan. Medan: Program    Strata-1 Jurusan Manajemen Universitas Sumatera Utara. 

Pengertian Stres, Jenis, Proses dan Gejala Menurut Definisi Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

1 comments:

  1. apa judul buku dari nasution, 2000 yang di sebutkan di sub judul proses terjadinya ? artikelnya bagus, boleh saya tahu sumber lengkapnya?

    ReplyDelete