Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 6 July 2015

Perencanaan Biaya Operasional dan Prosedur Penyusunan Anggaran

Perencanaan Biaya Operasional 

Perusahaan selalu dihadapkan pada berbagai jenis dan kondisi keterbatasan. Kondisi ini memaksa untuk menyusun  suatu rencana yang tepat agar sumber daya yang terbatas dimanfaatkan sedemikaian rupa mmebri kegunaan yang optimal dalam perencapaian tujuan. 


Perencanaan pada dasarnya adalah memilih alternatif-alternatif yang mungkin dilaksanakan dengan mempertimbngkan tujuan usaha serta sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dan kendala-kendala yang dihadapi. Untuk tujuan tersebut manajemen harus mengetahui data-data yang relevan terutama yang menyangkut keuntungan dan biaya dimasa yang akan datang.  Menurut Welsch dkk ( 2000 : 3 ) perencanaan merupakan suatu proses mengembangkan tujuan perusahaan dan memilih kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di masa yang akan datang untuk mencapai tujuan tersebut. Pada dasarnya perencanaan yang baik dapat menjadi alat bantu bagi manajemen dalam mengukur produktivitas dan efisiensi dalam mencapai sasaran perusahaan.  

Dari efisiensi tersebut dapat dikesimpukan bahwa perencanaan akan menetapkan suatu cara bertindak sebelum tindakan itu sendiri dilaksanakan. Dengan kata lain bahwa dalam perencanaan orang diharapkan berpikir lebih dahulu tetang apa yang dilakukan bagaimana melakukan dan siapa akan melaksanakannya serta pertanggungjawaban terhadap kegiatan yang dilakukan. 
Biaya operasional merupakan elemen pentng dalam bagian suatu perusahaan. Oleh karena itu biaya operasional harus direncanakan sesuai anggaran dengan sebaik-baiknya. Perencanaan biaya operasional dilaksanakan melalui penyusunan anggaran biaya. Anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu perusahaan atau instansi yang dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang untuk jangka waktu tertentu. Anggaran merupakan alat  manajemen dalam mencapai tujuan. Jadi anggaran bukan tujuan. 

Menurut Harahap ( 2001 : 68  ) agar suatu perencanaan dapat berjalan lancar maka perencanaan tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut 
  1. Perencanaan harus memahami tujuan yang ingin dicapai.  
  2. Memulai tujuan dengan tepat dan proses penyusunannya tepat  
  3. Rencana harus konsisten.  
  4. Komunikasi harus baik, instruksi lengkap dan efektif.  
  5. Berikan penghargaan kepada yang berprestasi.  
  6. Harus melibatkan partisipasi semua orang.  
  7. Harus terintegrasi dengan  tujuan lainnya  serta keterbatasan yang ada dalam perusahaan. 


Anggaran dapat dianggap sebagai sistem yang otonom karena mempunyai sasaran serta cara-cara kerja tersendiri dan berbeda dengan sasaran serta tata kerja sistem diperusahaan, tetapi dapat dianggap sebagai subsistem, yaitu bagian dari sistem yang lebih besar.

Anggaran yang disusun Dinas contoh melibatkan semua pihak oada tingkatan manajemen dalam penyusunan programnya. Penyusunan anggaran ini dilakukan bersama, mulai dari pimpinan berserta staff keuangan dalam instansi tersebut. Sehingga manajemen Dinas contoh menetapkan bahwa anggaran yang telah disahkan merupakan suatu komitmen atau kesanggupan untuk melaksanakan rencana yang telah dianggarkan demi menjalannkan operasional instansi. Dinas contoh menggunakan beberapa dasar penyusunan perencanaan anggaran yaitu: 

1.  Anggaran Tahun Lalu  
Salah satu pertimbangan di dalam penyusunan anggaran tahun yang akan datang adalah anggaran tahun-tahun yang sudah lewat. 

2.  Realisasi Tahun Berjalan  
Realisasi tahun berjalan merupakan hal yang paling penting diperhatikan dalam menyusun anggaran, karena angka-angka dalam realisasi merupakan data yang akurat.  

3.  Ramalan Yang Akan Datang  
Ramalan yang dimaksud adalah hal-hal yang  kemungkinan akan terjadi pada masa yang akan datang yang disesuaikan, sehingga anggaran yang disusun nantinya mendekati realisasi yang diinginkan. 

Prosedur Penyusunan Anggaran

Prosedur Penyusunan Anggaran 

Suatu penganggaran dalam prosedur penyusunan dapat berfungsi dengan baik apabila taksiran-taksiran yang dimuat didalamnya cukup akurat, sehingga tidak jauh berbeda dengan realisasinya. Untuk bisa melakukan penaksiran secara akurat, diperlukan berbagai data  , informasi dan pengalaman yang merupakan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan untuk menyusun anggaran.  

Anggaran biaya operasional adalah anggaran atau taksiran semua biaya yang dikeluarkan dalam masa satu tahun buku.  Penyusunan angggran biaya operasional Dinas 

Pengendalian Biaya Operasional 

1. Konsep Dasar Sistem Pengendalian 
Pengendalian dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi penyimpangan yang terjadi antara apa yang telah ditetapkan dalam anggaran dengan realisasinya dan pertimbngan bagi perencanaan yang lebih baik  dimasa yang akan datang. Pengendalian dilaksanakan berdasarkan standar dan budget yang disusun atau pertimbangan manajemen, peramalan dengan perhitungan matematis dan pengalaman lalu. 

Pengendalian sebagaimana  halnya perencanaan dan pengorganisasian merupakan salah satu fungsi yang vital dalam proses manajemen.. Biaya dapat dikatakan terkendali jika para divisi mempunyai kebijakan dalam keputusan terjadinya biaya  atau secara signifikan dapat mempengaruhi jumlah biaya dalam suatu periode tertentu yang biasanya jangka pendek. 

Pengendalian biaya operasional pada Dinas contoh diadakan melalui anggaran. Evaluasi terhadap anggaraan ditimbulkan untuk mengetahui kelemehan-kelemahan dalam pelaksanaannya. Apabila ada kelemahan maka diambil tindakan korektif untuk periode anggaran berikutnya. Instansi menganut prinsip fleksibilitas anggaran artinya dalam rangka mengoptimalkan pencapaian rencana kerja selalu diadakan penyesuaian-penyesuaian terhadap alokasi pada biaya anggaran. Untuk itu penulis membandingkan anggaran dengan realisasi anggarannya dari semua perkiraan yang terdapat di dalam anggaran operasional tersebut.

2. Pengendalian  Anggaran Biaya Administrasi & Umum 
Pengendalian yang dilakukan contoh terhadap biaya  administrasi & umum adalah sebagai berikut: 
  • Membuat anggaran biaya administrasi dan umum pada awal periode 
  • Mengalokasikan secara terpat 
  • Memeriksa bukt i-bukti yang terjadi


Pengawasan Biaya Operasional 

Pengawasan merupakan fungsi manajemen yang menempati urutan yang paling bawah, tetapi bukan berarti bahwa fungsi ini kalah penting artinya dari fungsi-fungsi yang lain. Karena pangawasan justru sudah ada sejak penetapan struktur organisasi itu sendiri. Pengawasan adalah apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu menerapkan tindakan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana. 

Pengertian ini  menunjukkan adanya hubungan yang sangat erat antara perencanaan dan pengawasan. Seperti terlihat dalam kenyataan, langkah awal proses pengawasan sebenarnya bermula dari langkah perencanaan, penetapan tujuan, dan penetapan standar atau sasaran kegiatan. Pengawasan membantu penilaian apakah perencanaan telah dilaksanakan secara efektif.  Pengawasan biaya yang efekt if mempunyai 2 (dua) aspek, yakni : 

1.  Pengawasan operasional 
Pengawasan operasional adalah pengawasan biaya yang dilakukan manajemen melalui kegiatan (operasi). Namun dengan  sasaran  yang hendak dicapai, pengawasan operasional tidak dapat dipertahankan lebih lama karena hal demikian merupakan pemborosan dan tidak efisien.Oleh karenanya pengawasan operasional perlu ditambah dengan pengawasan akuntansi. 

2.  Pengawasan akuntansi 
Pengawasan akuntansi adalah pengawasan biaya yang dilakukan melalui prosedur-prosedur akuntansi dan pencatatan-pencatatan biaya. Karena sasaran pokok tertuju pada pengelompokan biaya, maka perhatian yang lebih besar tertuju pada pengawasan akuntasi. Pengawasan akuntansi bertujuan untuk menciptakan suatu sistem pencatatan  yang dapat mengembangkan pertanggungjawaban biaya-biaya dan arus pekerjaan, serta memberikan laporan singkat tentang hal-hal yang berkaitan dengan pengawasan dan laporan statistik untuk mengetahui perkembangan orang-orangyang bertanggung jawab atas biaya, apakah melaksanakan tugasnya sesuai dengan kebijaksanaan yang telah ditetapkan atau tidak. Disamping itu pengawasan  akuntansi juga dibutuhkan untuk meyakinkan bahwa manajemen serta perusahaan  dapat memanfaatkan kemajuan teknologi dengan tepat, rnisalnya penggunaan  perangkat komputer untuk mengerjakan pencatatan-pencatatan dari semua kegiatan instasnsi,  mengelompokkan biaya dan penyusunan laporan dengan cepat dan tepat. 

Akuntansi merupakan alat bagi manajemen untuk mengetahui kejadian-kejadian keuangan selama jangka waktu tertentu, sehingga manajemen dapat menguasai jalannya perusahaan dan memungkinkan untuk melakukan pengawasan dengan baik. Dengan demikian akuntansi mempunyai peranan sebagai sumber  informasi bagi para divisi. Agar informasi tersebut benar dan tepat pada saat  diperlukan maka salah satu syaratnya adalah sistem akuntansinya harus baik. 

Pengawasan biaya operasional pada Dinas contoh dilakukan melalui anggaran yang telah kita ketahui. Pengawasan ini tidak hanya pada evaluasi akhir periode, namun juga pengawasan dilakukan pada saat periode berjalan. Instansi juga harus menganut prinsip fleksibilitas anggaran artinya dalam rangka mengoptimalkan pencapaian rencana kerja selalu diadakan penyesuaian terhadap alokasi biaya yang dianggarkan. Untuk melaksanakan pengawasan terhadap anggaran biaya operasional, instasnsi membandingkan rencana anggaran dan realisasi yang terjadi setiap perkiraan-perkiraan yang terdapat di dalam anggaran biaya operasional. 

Syarat penting didalam pengawasan anggaran biaya operasional adalah sebagai berikut: 
  1. Pengelompokan secara tepat terhadap semua elemen biaya operasional serta pembukuannya 
  2. Penentuan pertanggungjawaban atas biaya operasional pada tingkatan bagian tertentu secara individual. 
Untuk dapat memenuhi kedua syarat terssebut, maka didalam pengawasan biaya operasional diperlukan beberapa langkah-langkah sebagai berikut: 
  1. Menggolongkan elemen-elemen biaya operasional atas jenis biaya 
  2. Mengalokasikan setiap jenis biaya operasional pada setiap divisi yang berhubungan dengan fungsinya masing-masing 
  3. Menentukan teknik-teknik pengawasan biaya operasional di setiap fungsi 
Berdasarkan data ini dapat dibuat pengawasan biaya operasional pada Dinas contoh, langkah-langkah yang mereka lakukan adalah sebagai berikut: 
  1. Membuat anggaran biaya operasional pada awal periode 
  2. Mengalokasikan setiap jenis biaya operasional secara tepat 
  3. Memeriksa bukti-bukt i serta hal-hal yang menyamngkut pengeluaran tentang biaya operasional 
Setelah langkah langkah diatas hal terakhir yang dilakukan instansi adalah melakukan pengawasan dengan membandingkan anggaran yang telah ditetapkan dengan realisasi yang terjadi. 

Daftar Pustaka:


Harahap, Sofyan Syafri. 2001.  Budgeting: Penganggaran Perencanaan Lengkap. Cetakan Kedua. Jakarta: Raja Grafindo Persada  



Perencanaan Biaya Operasional dan Prosedur Penyusunan Anggaran Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment