Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Unsur Komunikasi dan Bentuk Proses Komunikasi

Proses Komunikasi merupakan suatu proses yang mendasari terjadinya hubungan antara manusia, bahkan dalam keadaan paradaban yang primitif sekalipun. Dalam masyarakat yang tinggi peradabannya dan lebih kompleks, masalah komunikasi maupun kegunaannya turut berkembang. Perkembangan teknologi dalam hal ini mengirimkan, memproses, menyimpan, dan menerima informasi mengharuskan pesan-pesan disampaikan sederhana, jelas, dan tepat, sehingga makna yang sebenarnya dapat terwujud. Semakin kompleks sifat dari suatu organisasi semakin tinggi pula tingkat kemajemukan sistem komunikasi. 


Analisis sistem komunikasi yang paling sederhana sifatnya memperlihatkan adanya tiga jalur (three way flow) : 

1. Komunikasi kebawah ( Downwards Communication )  
Bentuk komunikasi kebawah adalah komunikasi yang berbentuk instruksi atau informasi. Instruksi disampaikan dalam bentuk perintah, dapat pula beragam saran atau usul dengan ungkapan yang halus. Dibanding dengan perintah, arus informasi lebih umum sifatnya. 

2. Komunikasi Ke Atas  
Komunikasi keatas adalah arus komunikasi dari bawahan ke atasan (pimpinan) yang lebih menekankan segi pertanggungjawaban antara pimpinan dengan bawahan. Bentuknya adalah surat pertanggungjawaban, saran, pengaduan dan permintaan untuk diberikan keputusan. Komunikasi keatas paling sering berbentuk konsultasi antara karyawan dan pimpinan, dengan memberi kesempatan kepada pihak pegawai untuk mengajukan pendapat serta membahas masalah dengan pihak produksi.  

3. Komunikasi Horizontal  
Komunikasi ini merupakan komunikasi yang terjadi antara dua staf atau karyawan atau dua belah pihak yang mempunyai kedudukan yang sama atau sederajat. Komunikasi horizontal ini perlu ditingkatkan perannya. Dengan bertambahnya penggunaan bidang jasa spesialisasi keharusan itu jelas tergambar. 

Komunikasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :  
a. Komunikasi Secara Lisan  
Komunikasi secara lisan ini dipergunakan komunikasi berhadapan muka atau komunikasi tatap muka  (face to face). Hal ini dikecualikan kalau dilakukan komunikasi dengan menggunakan telepon, pidato, briefing dan media komunikasi lainnya. 

b. Komunikasi Secara Tertulis  
Komunikasi secara tertulis merupakan bagian yang  sangat penting, karena kata-kata atau pesan-pesan dari pimpinan dibuat secara tertulis agar otentik, yang dicatat dalam suatu dokumen agar dapat digunakan sebagai bahan pemeriksaan kembali.  

Hal yang tidak menguntungkan dari komunikasi yang bersifat tertulis adalah pemeliharaan atau penyimpanan yang bersifat up to date dan usaha untuk secara tepat mendapatkan kembali dokumen itu bila diperlukan dikemudian hari. Manfaat lain dari komunikasi dengan dokumen tertulis yaitu dapat menjadi suatu sumber perselisihan kerena sistem formalitas dengan legalitas (prosedur pengaturan). 

Suatu organisasi yang baik, dalam menyampaikan suatu warta akan mempergunakan segala macam saluran yang mungkin terutama saluran perintah dan tanggung jawab yang resmi. Disamping tidak mengabaikan saluran hubungan informal diantara para anggotanya juga mempertimbangkan cara dan alat untuk mengadakan hubungan. Dengan demikian warta yang dikehendaki dapat mencapai tujuannya dengan efektif. 


Hubungan komunikasi terbagi dalam dua bentuk yaitu :  

1) Komunikasi Internal.

Komunikasi Internal merupakan komunikasi yang sehari–hari dilaksanakan pada kegiatan usaha, baik di bidang jasa maupun barang, karena sebagian besar kegiatan perusahaan terdiri dari adanya hubungan-hubungan didalam lingkungan sendiri.  

2) Komunikasi External  
Komunikasi External bertujuan menjalin hubungan yang baik antara pihak perusahaan dengan pihak luar perusahaan. Komunikasi ini dapat diwujudkan dengan telepon, berbicara langsung atau dengan pengiriman surat. Komunikasi external yaitu komunikasi yang terjadi dengan pihak luar perusahaan. Jika hubungan-hubungan keluar itu dapat dilaksanakan  sebaik-baiknya, pastilah perusahaan yang bersangkutan mendapat pandangan yang positif pengaruhnya dalam usaha meningkatkan produktivitas perusahaan.

Unsur Komunikasi
Ada empat azas pokok komunikasi dalam menciptakan dan memelihara sistem komunikasi yaitu:  


  • Komunikasi  berlangsung antara pikiran seseorang dengan pikiran orang lain.  
  • Orang hanya bisa mengerti sesuatu hal dengan menghubungkan pada satu hal lain yang telah dimengerti.  
  • Orang yang melakukan komunikasi mempunyai suatu kewajiban untuk membuat dirinya mengerti. 
  • Orang yang tidak mengerti dalam menerima warta mempunyai suatu kewajiban untuk meminta suatu penjelasan. Efektivitas suatu perusahaan sangat tergantung kepada bermanfaat atau tidaknya data yang dikomunikasikan. Kegagalan komunikasi akan terjadi  jika anggota perusahaan menyampaikan segala hal yang tidak sesuai dengan data yang sebenarnya.  

Unsur-unsur komunikasi  

Penegasan tentang unsur-unsur dalam proses komunikasi itu adalah sebagai berikut:  
  1. Sender  : komunikasi yang menyampaikan pesan kepada seseorang atau sejumlah orang.
  2. Encoding  : penyandian, yakni proses pengalihan pikiran ke dalam bentuk lambang.  
  3. Message  : pesan yang merupakan seperangkat lambing bermakna yang di sampaikan oleh komunikator.  
  4. Media  : saluran komunikasi tempat berlalunya pesan dari komunikator kepada komunikan.  
  5. Decoding  : pengawasandian, yaitu proses dimana komunikan menetapkan makna pada lambing yang disampaikan oleh komunikator kepadanya.  
  6. Receiver : komunikan yang menerima pesan dari komunikator. 
  7. Response  : tanggapan, seperangkat reaksi pada komunikan setelah diterima pesan.  
  8. Feedback  : umpan balik, yakni tanggapan komunikasi apabila tersampaikan atau di sampaikan kepada komunikator.  
  9. Noise  : gangguan tak terencana dalam proses komunikasi sebagai akibat diterimanya pesan lain oleh komunikan yang berbeda dengan pesan yang di sampaikan oleh komunikator kepadanya.  

Unsur Komunikasi dan Bentuk Proses Komunikasi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment