Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 6 August 2015

Pengertian Higiene Sanitasi Makanan Serta Tujuan Prinsip

Pengertian Higiene dan sanitasi merupakan suatu tindakan atau upaya untuk meningkatkan kebersihan dan kesehatan melalui pemeliharaan dini setiap individu dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya, agar individu terhindar dari ancaman kuman penyebab penyakit (Depkes RI, 1994). 



Pengertian Higiene

Menurut Depkes RI (2004) higiene adalah upaya kesehatan dengan cara memelihara dan melindungi kebersihan individu, misalnya mencuci tangan untuk kebersihan tangan, mencuci piring untuk melindungi kebersihan piring, membuang bagian makanan yang rusak untuk melindungi keutuhan makanan secara keseluruhan. Sedang dalam Depkes RI (1994) lebih kepada upaya penyehatan diri. 

Pengertian Sanitasi Makanan 

Sanitasi makanan adalah salah satu usaha pencegahan yang menitik beratkan kegiatan dan tindakan yang perlu untuk membebaskan makanan dan minuman dari segala bahaya yang dapat mengganggu kesehatan, mulai dari sebelum makanan diproduksi, selama dalam proses pengolahan, penyimpanan, pengangkutan sampai pada saat dimana makanan dan minuman tersebut siap untuk dikonsumsikan kepada masyarakat atau konsumen (Prabu, 2008).  


Tujuan Higiene Dan Sanitasi Makanan 

Menurut Prabu (2008) sanitasi makanan bertujuan untuk menjamin keamanan dan kemurnian makanan, mencegah konsumen dari penyakit, mencegah penjualan makanan yang akan merugikan pembeli, mengurangi kerusakan/pemborosan makanan. Higiene dan sanitasi makanan bertujuan untuk mengendalikan faktor makanan, tempat dan perlengkapannya yang dapat atau mungkin dapat menimbulkan penyakit atau gangguan kesehatan lainnya. 

Prinsip Dalam Higiene Dan Sanitasi Makanan 

Prinsip higiene dan sanitasi makanan adalah upaya praktis dan penyehatan makanan. Menurut Depkes RI (1994) prinsip-prinsip higiene sanitasi makanan meliputi :  
a.  Pemilihan bahan makanan. 
b.  Penyimpanan bahan makanan. 
c.  Pengolahan makanan. 
d.  Penyimpanan makanan. 
e.  Pengangkutan makanan, dan  
f.  Penyajian makanan. 

a) Pemilihan Bahan Makanan 
Bahan makanan perlu dipilih yang sebaik-baiknya dilihat dari segi kebersihan, penampilan dan kesehatan. Penjamah makanan dalam memilih bahan yang akan diolah harus mengetahui sumber-sumber makanan yang baik serta memperhatikan ciri-ciri bahan yang baik.  

Beberapa hal yang harus diingat tentang pemilihan bahan makanan: 
  1. Hindari penggunaan bahan makanan yang berasal dari sumber yang tidak jelas. 
  2. Gunakan catatan tempat pembelian bahan makanan. 
  3. Mintalah informasi atau keterangan asal-usul bahan yang dibeli. 
  4. Belilah bahan di tempat penjualan resmi dan bermutu seperti : rumah potong pemerintah atau tempat potong resmi yang diawasi pemerintah, tempat pelelangan ikan resmi dan pasar bahan dengan sistem pendingin. 
  5. Tidak membeli bahan makanan yang sudah kadaluwarsa atau membeli daging/unggas yang sudah terlalu lama disimpan, khususnya organ dalam (jeroan) yang potensial mengandung bakteri. 
  6. Membeli daging dan unggas yang tidak terkontaminasi dengan racun/toksin bakteri pada makanan. 
Baca: Pengertian Makanan Jajanan Jenis Ciri Yang Sehat dan Pengaruh Positif dan Negatifnya

b). Penyimpanan Bahan Makanan 
Menurut Depkes RI (2004), dalam penyimpanan bahan makanan hal-hal yang diperhatikan adalah sebagai berikut : 
  1. Penyimpanan harus dilakukan dalam suatu tempat khusus yang bersih dan memenuhi syarat 
  2. Barang-barang harus diatur dan disusun dengan baik, sehingga mudah untuk mengambilnya, tidak menjadi tempat bersarang/bersembunyi serangga dan tikus, tidak mudah membusuk dan rusak, dan untuk bahan-bahan yang mudah membusuk harus disediakan tempat penyimpanan dingin 
  3. Setiap bahan makanan mempunyai kartu catatan agar dapat digunakan untuk riwayat keluar masuk barang dengan system FIFO (First In First Out). 


c). Pengolahan Makanan 
Menurut Dewi (2004) yang mengutip dari Anwar dkk (1997), pengolahan makanan menyangkut 4 (empat) aspek, yaitu : 
  • Penjamah Makanan 
    Penjamah makanan adalah seorang tenaga yang menjamah makanan mulai dari mempersiapkan, mengolah, menyimpan, mengangkut maupun dalam penyajian makanan. Pengetahuan, sikap dan perilaku seorang penjamah mempengaruhi kualitas makanan yang dihasilkan. 

    Penjamah juga dapat berperan sebagai penyebar penyakit, hal ini bisa terjadi melalui kontak antara penjamah makanan yang menderita penyakit menular dengan konsumen yang sehat, kontaminasi terhadap makanan oleh penjamah yang membawa kuman. 

  • Cara Pengolahan Makanan 
    Persyaratan pengolahan makanan menurut Permenkes No.304/Per/IX/1989 adalah: semua kegiatan pengolahan makanan harus dilakukan dengan cara terlindung dari kontak langsung antara penjamah dengan makanan. Perlindungan kontak langsung dengan makanan jadi dilakukan dengan: sarung tangan, penjepit makanan, sendok, garpu dan sejenisnya. Dan setiap tenaga pangolah makanan pada saat bekerja harus memakai celemek, tutup rambut, sepatu dapur, tidak merokok serta tidak makan/menguyah. 

  • Tempat Pengolahan Makanan 
    Tempat pengolahan makanan, dimana makanan diolah sehingga menjadi makanan jadi biasanya disebut dengan dapur, menurut Depkes RI (1994) perlu diperhatikan kebersihan tempat pengolahan tersebut serta tersedianya air bersih yang cukup.   

  • Perlengkapan/Peralatan dalam Pengolahan Makanan 
    Prinsip dasar persyaratan perlengkapan/peralatan dalam pengolahan makanan adalah aman sebagai alat/perlengkapan pengolahan makanan. Aman ditinjau dari bahan yang digunakan dan juga desain perlengkapan tersebut. 

Baca: Pengertian Tindakan Kesehatan Hidup bersih pada Anak dan Contohnya

d). Penyimpanan Makanan 
Menurut Depkes RI (1994) penyimpanan makanan dimaksudkan untuk mengusahakan makanan agar dapat awet lebih lama. Kualitas makanan yang telah diolah sangat dipengaruhi oleh suhu, dimana terdapat titik-titik rawan untuk perkembangbiakan bakteri patogen dan pembusuk pada suhu yang sesuai dengan kondisinya.  

e). Pengangkutan Makanan 
Makanan yang telah selesai diolah di tempat pengolahan, memerlukan pengangkutan untuk selanjutnya disajikan atau disimpan. Bila pengangkutan makanan kurang tepat dan alat angkutnya kurang baik kualitasnya, kemungkinan pengotoran dapat terjadi sepanjang pengangkutan  (Depkes RI, 1994). 

f). Penyajian Makanan 
Menurut Permenkes No.304/Menkes/Per/IX/1989, persyaratan penyajian makanan adalah sebagai berikut: 
  1. Harus terhindar dari pencemaran; 
  2. Peralatan untuk penyajian harus terjaga kebersihannya; 
  3. Harus diwadahi dan dijamah dengan peralatan bersih; 
  4. Penyajian dilakukan dengan perilaku yang sehat dan pakaian yang bersih; 
  5. Penyajian makanan harus memenuhi persyaratan berikut: 
    • Di tempat yang bersih 
    • Meja ditutup dengan kain putih atau plastik 
    • Asbak tempat abu rokok setiap saat dibersihkan 
    • Peralatan makan dan minum yang telah dipakai paling lambat 5 menit sudah dicuci. 

Daftar Pustaka: 

Depkes RI. 1994.  Pedoman Pengelolaan dan Penyehatan Makanan Warung  Sekolah. Jakarta. 

Dewi, YS. 2008.  Higiene dan Sanitasi Pengelolaan Makanan pada Sentra  Pedagang Makanan Jajanan Kesawan Square dan Pagaruyung Medan  Tahun 2008. Skripsi FKM USU. Medan. 

Prabu. 2008.  Higiene dan Sanitasi Makanan. http//gmpg.org. Jakarta. Diakses  Tanggal 13 Juni 2009. 

Pengertian Higiene Sanitasi Makanan Serta Tujuan Prinsip Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment