Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 28 August 2015

Pengertian Motivasi Belajar Menurut Definisi Para Ahli

Pengertian Motivasi - Beberapa ahli memberi batasan tentang motivasi antara lain, menurut Terry (1977) motivasi adalah keinginan di dalam diri individu yang mendorongnya bertindak.

Menurut Manulang (1982) motivasi adalah pemberian motif, penimbulan motif dan hal yang menimbulkan dorongan. Motivasi  dapat pula diartikan faktor yang mendorong orang untuk bertindak. 

Menurut Moekijat (1984) dalam kamus manajemen motivasi adalah setiap perasaan atau keinginan yang sangat mempengaruhi orang, sehingga individu didorong untuk bertindak. Motivasi adalah pengaruh, kekuatan yang menimbulkan kelakuan. 

Motivasi adalah proses-proses dalam menentukan gerak atau tingkah laku individu pada tujuan-tujuan. Menurut Ngalim Purwanto (2000, dikutip dari Nursalam, 2002) motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. 

Motivasi adalah perasaan atau pikiran yang mendorong seseorang untuk melakukan pekerjaan atau menjalankan kekuasaan terutama dalam berperilaku (Sbrotell & Kaluzny, 1994 dalam Nursalam, 2002).  

Menurut Sardiman (2007), Motivasi adalah perubahan energi seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan Didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. (Sardiman A.M, 2007, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, Raja Grafindo.)

Menurut Djamarah (2008), motivasi adalah suatu perubahan energi didalam peribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya efeltif (perasaan) dan reaksi untuk mencapai tujuan.  (Djamrah S.B, 2008, Psikologi Belajar, Edisi 2, Jakarta, Rineka Cipta. )

Menurut Uno (2006) motivasi adalah proses psikologis yang dapat menjelaskan perilaku seseorang, motivasi merupakan kekuatan yang mendorong seseorang melakukan  sesuatu untuk mencapai tujuan. Kekuatan-kekuatan ini pada dasarnya dirangsang oleh adanya berbagai macam kebutuhan, seperti : keinginan yang hendak dipenuhinya, tingkah laku, tujuan, umpan balik.  Atau dapat digambarkan sebagai produk motivasi dasar (basic motivations process) seperti berikut. 


Skema 1. Proses Motivasi Dasar

Menurut Mc.Clelland (1987, dalam Astaqauliyah, 2006) jika seseorang memiliki motivasi berprestasi maka ia akan berusaha untuk mengungguli orang lain, berprestasi sesuai dengan standar, dan berjuang untuk sukses. Mereka juga mempunyai hasrat untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik atau efisien daripada yang dilakukan sebelumnya. 

Dari defenisi diatas dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah sesuatu yang bersifat dinamis dan merupakan suatu proses yang dapat menampilkan perilaku untuk mencapai tujuan dalam memuaskan kebutuhan-kebutuhan dirinya,  sehingga dapat mendapatkan tujuan yang dikehendaki dan dapat selaras dengan waktu yang ada. 

Motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik (Uno, 2006). 

Hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada pelajar yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa indikator atau unsur yang mendukung. Hal itu mempunyai peranan besar dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Indikator motivasi belajar dapat diklasifikasikan sebagai berikut :  adanya hasrat dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, adanya lingkungan belajar yang kondusif (Uno, 2006). 

Menurut (Azwar, 1995)  Perubahan motivasi  yang diperoleh berdasarkan pendekatan komunikasi juga dapat dilihat melalui perubahan sikap yang ditimbulkan.  Perubahan sikap yang ditimbulkan akibat proses komunikasi yang tergantung akan beberapa hal seperti kredibilitas, daya tarik dan kekuatan komunikator serta isi dari pesan atau informasi itu sendiri efektif dilihat dalam selang waktu 10-14 hari.  

Teori Motivasi

a.  Teori Harapan  
Menyatakan cara memilih dan bertindak dari berbagai alternatif tingkah laku, berdasarkan harapannya apakah ada keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku. 

Teori harapan berfikir atas dasar : 
  1. Harapan hasil prestasi 
    Individu mengharapkan konsekuensi tertentu dari tingkah laku mereka. Harapan ini nantinya akan mempengaruhi keputusan mereka tentang cara bertingkah laku. 
  2. Valensi 
    Dari hasil suatu tingkah laku tertentu mempunyai valensi atau kekuatan untuk memotivasi, yang bervariasi pada tiap individu. 
  3. Harapan prestasi usaha 
    Harapan orang mengenai seberapa sulit untuk melaksanakan tugas secara berhasil dan mempengaruhi keputusan tentang tingkah laku. 


Tingkah laku seseorang sampai tingkat tertentu akan tergantung, pada tipe yang diharapkan.  Seperti yang dikemukakan oleh Vroom (1964, dalam Swansburg, 2000) bahwa pengharapan adalah tingkat penampilan tertentu, mungkin dapat terwujud melalui tindakan tertentu. Individu akan memilih alternatif usaha yang memungkinkan hasil yang paling baik. Teori ini meyakini bahwa individu termotivasi oleh hasil yang akan datang. 

b.  Teori Kebutuhan Maslow 
Salah satu teori motivasi yang terkenal kegunaannya untuk menerangkan motivasi adalah yang dikembangkan oleh Maslow. Maslow percaya bahwa tingkah laku manusia dibangkitkan dan diarahkan oleh kebutuhan-kebutuhan tertentu yang dibagi dalam 7 kategori, yakni : 
  1. Fisiologis  
    Merupakan kebutuhan manusia yang paling dasar, meliputi kebutuhan akan makanan, pakaian, tempat berlindung, yang penting untuk mempertahankan hidup. 
  2. Rasa aman  
    Kebutuhan kepastian keadaan dan lingkungan, ketidakpastian, ketidakadilan, keterancaman, akan menimbulkan kecemasan dan ketakutan pada diri individu. 
  3. Rasa cinta 
    Merupakan afeksi dan pertalian dengan orang lain. 
  4. Penghargaan 
    Kebutuhan rasa berguna, penting, dihargai, dikagumi, dihormati oleh orang-orang lain. Secara tidak langsung ini merupakan kebutuhan perhatian, ketenaran, status, martabat, dan lain sebagainya. 
  5. Aktualisasi diri 
    Kebutuhan manusia untuk mengembangkan diri sepenuhnya, merealisasikan potensi-potensi yang dimilikinya. 
  6. Mengetahui dan mengerti 
    Kebutuhan manusia untuk memuaskan rasa ingin tahunya, untuk mendapatkan pengetahuan, untuk mendapatkan keterangan-keterangan, dan untuk mengerti sesuatu 
  7. Kebutuhan estetik 
    Kebutuhan akan keteraturan, keseimbangan, dan kelengkapan dari suatu tindakan (Slameto, 2003). 


c.  Teori Psikoanalitik 
Setiap tindakan manusia karena adanya unsur pribadi manusia yakni  id  dan ego.  Motivasi yang ada pada diri set iap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 
  1. Tekun menghadapi tugas (dapat bekerja terus-menerus dalam waktu yang    lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai). 
  2. Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan   dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas   dengan prestasi yang telah dicapainya). 
  3. Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah. 
  4. Lebih senang bekerja mandiri. 
  5. Cepat bosan pada tugas-tugas yang rutin. 
  6. Dapat mempertahankan pendapatnya. 
  7. Tidak mudah melepaskan hal-hal yang telah diyakini. 
  8. Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal. 


Apabila seseorang memiliki ciri-ciri seperti di atas, berarti orang itu selalu \memiliki motivasi yang cukup kuat. Ciri-ciri motivasi yang seperti itu akan sangat penting dalam kegiatan belajar-mengajar. Kegiatan belajar-mengajar akan berhasil baik kalau pelajar tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan hambatan secara mandiri. Pelajar yang belajar dengan baik tidak akan terjebak pada sesuatu yang rutin. 


Peranan Motivasi dalam Belajar 

  • Peran Motivasi dalam Menentukan Penguatan Belajar 
    Motivasi dapat berperan dalam penguatan belajar apabila  seorang anak yang belajar diharapkan pada suatu masalah yang memerlukan pemecahan, dan hanya dapat dipecahkan berkat bantuan hal-hal yang pernah dilaluinya. 
  • Peran Motivasi dalam Memperjelas Tujuan Belajar  
    Peran motivasi dalam memperjelas tujuan belajar  erat kaitannya dengan kemaknaan belajar. Anak akan tertarik untuk belajar sesuatu, jika yang dipelajari itu sedikitnya sudah dapat diketahui atau dinikmati manfaatnya bagi anak. 
  • Motivasi Menentukan Ketekunan Belajar 
    Seorang anak yang telah termotivasi untuk belajar sesuatu, akan berusaha mempelajarinya dengan baik dan tekun, dengan harapan memperoleh hasil yang baik. Dalam hal itu, tampak bahwa motivasi untuk belajar menyebabkan seseorang kurang atau tidak memiliki motivasi untuk belajar, maka dia tidak tahan lama belajar. Dia mudah tergoda untuk mengerjakan hal yang lain dan bukan belajar. Itu berarti motivasi sangat berpengaruh terhadap ketahanan dan ketekunan belajar (Uno, 2006). 


--------------------------- Tambahan

Motivasi berasal dari kata “motiv” yang berarti daya penggerak yang akan menjadi aktif jika disertai dengan kebutuhan yang akan dipenuhi. Jadi, motivasi adalah serangkaian suatu usaha untuk menyediakan kondisi – kondisi tertentu sehingga individu mau melakukan tindakan dalam mencapai tujuan (Setiawati, et al, 2008). 

a)  Motivasi instrinsik 
Motivasi intrinsik adalah motif-motif yang menjadi aktif atau fungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam setiap diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu. 

b)  Motivasi ekstrinsik 
Motivasi ekstrinsik adalah kebalikan dari motivasi intrinsik. Motivasi ekstrinsik adalah mot if-motif yang aktif dan berfungsi karena adanya perangsang atau pengaruh dari luar. 

Menurut Ibrahim et al, 2003, motivasi adalah motif atau dorongan atau kebutuhan yang merupakan suatu tenaga yang berada pada diri individu atau siswa yang mendoronanya untuk berbuat mencapai suatu tujuan. 

Motivasi belajar adalah  usaha-usaha seseorang (siswa) untuk menyediakan segala daya (kondisi-kondisi) untuk belajar sehingga ia mau atau ingin melakukan proses pembelajaran. Tanpa adanya motivasi tidak akan mungkin terjadi belajar. Jadi, perhatiannya akan lebih intensif dengan adanya motivasi dalam diri seseorang untuk mempelajari materi pelajaran tersebut sehingga seorang siswa menaruh minat terhadap materi pelajaran (Achmad , 2007).  

Motivasi adalah sumber untuk mempertahankan minat terhadap kegiatan dan menjadikan kegiatan sangat menyenangkan (excitement) (Ginting, 2005).


Daftar Pustaka Makalah Motivasi Belajar 
Manullang, M. (1982). Manajemen dan Personalia. Jakarta : Ghalia Indonesia.  

Moekijat. (1984). Kamus Manajemen. Alumni : Bandung. 

Purwanto. (1999).  Pengantar Perilaku Manusia untuk Keperawatan.  Jakarta :   EGC. 

Nursalam. (2002).  Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam Praktik    Keperawatan Profesional. Jakarta : Salemba Medika.

Sardiman A.M, 2007, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, Jakarta, Raja Grafindo. 

Uno, H.  B. (2006).  Teori Motivasi dan Pengukurannya.  Jakarta : Bumi   Aksara. 

Astaqauliyah.  (2006).  Dibuka pada tanggal 04 september 2008.  Diakses dari http://astaqauliyah.com/2006/05/20/peranan-organisasi-pembelajaran-dalam-meningkatkan-kompetensi-kerja/ 

Djamrah S.B, 2008, Psikologi Belajar, Edisi 2, Jakarta, Rineka Cipta. 

Azwar, S. (1995).  Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya.  (Edisi ke-2). Yogyakarta : Pustaka Belajar. 

Swanburg, R. C. (2001).  Pengantar Kepemimpinan dan Manajemen  Keperawatan. Jakarta : EGC. 

Setiawati. S, et al, 2008, Proses Pembelajaran DalamPendidikan Kesehatan, Jakarta, Trans Info Media. 

Pengertian Motivasi Belajar Menurut Definisi Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment