Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 5 August 2015

Pengertian Pendidikan Tujuan Menurut Definisi Para Ahli dan Jalurnya

Pengertian Pendidikan - Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. Dalam perkembangnya, istilah pendidikan atau  paedagogie  berarti bimbingan atau pertolongan yang di berikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi orang dewasa. Selanjutnya, pendidikan diartikan sebagai usaha manusia yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar mencapai dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental (Hasbullah, 2008:1).  


Menurut Langeveld  dalam Hasbullah, Pendidikan ialah:  “Setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak yang tertuju kepada anak itu, atau lebih tepat membantu agar anak cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa seperti buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa” (Langeveld, dalam Hasbullah, 2008:2).  

Pendidikan menurut UU No.20 tahun 2003 ialah: “ Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa, dan Negara (Hasbullah, 2005:4). 

Tujuan Pendidikan  

Setiap kegiatan apapun bentuk dan jenisnya, sadar atau tidak sadar, selalu diharapkan kepada tujuan yang ingin dicapai. Bagaimanapun segala sesuatu atau usaha yang tidak mempunyai tujuan tidak akan mempunyai arti apa-apa. Dengan demikian, tujuan merupakan factor yang sangat menentukan (Hasbullah, 2005:10). 

Pendidikan sebagai suatu bentuk kegiatan manusia dalam kehidupannya juga menempatkan tujuan sebagai  sesuatu yang hendak dicapai, baik tujuan yang dirumuskan itu bersifat abstrak sampai pada rumusan-rumusan yang dibentuk secara khusus untuk memudahkan pencapaian tujuan yang lebih tinggi. Begitu juga dikarenakan pendidikan merupakan bimbingan terhadap perkembangan manusia menuju ke arah cita-cita tertentu, maka yang merupakan masalah pokok bagi pendidikan ialah memilih arah atau tujuan yang ingin dicapai.  (Hasbullah, 2005:10).  Pendidikan berlangsung dalam suatu proses panjang yang pada akhirnya mencapai tujuan umum atau akhir, yaitu kedewasaan atau pribadi dewasa susila. Tujuan yang bersifat umum ini akan dicapai melalui pencapaian tujuan-tujuan dekat (Hasbullah, 2005:13). 

Seorang ahli pendidikan, Langeveld mengemukakan macam-macam tujuan pendidikan, yaitu: 

1. Tujuan Umum (lengkap atau tujuan total) 
Tujuan  Umum (lengkap atau tujuan total)ialah tujuan yang pada akhirnya akan dicapai oleh pendidik terhadap anak didik. Ialah membawa anak ke arah dewasa dan jasmani (Hasbullah, 2005:14). 

2. Tujuan Khusus (bagian dari tujuan total) 

Tujuan umum tentu saja mempunyai sifat-sifat yang khusus. Berarti tidak semua anak itu sama dalam menuju ke tujuan umum (total). Hal ini tergantung dari beberapa hal : 
  • Tergantung dari sifat atau bakat dari pada anak didik.  
  • Tergantung dari kemungkinan-kemungkinan yang ada di dalam keluarga itu atau alam sekitar dari pada anak didik.  
  • Tergantung daripada tujuan kemasyarakatan anak didik, 
  • Tergantung daripada kesanggupan-kesanggupan yang ada pada pendidik.  
  • Tergantung daripada tugas lembaga pendidikan (sekolah, gereja, dan lain-lain) (Hasbullah, 2005:14).. 


3.  Tujuan Insidentil (tujuan seketika) 
Tujuan Insidentil merupakan tujuan tersendiri bersifat seketika. Misalnya:  Pada suatu ketika pendidik memanggil anak-anak  untuk makan bersama, diusahakan sungguh-sungguh harus datang. Pada ketika  itu mempunyai tujuan supaya anak-anak dapat makan bersama dengan secara baik-baik 
(Hasbullah, 2005:15).  

4. Tujuan Sementara 
Tujuan Sementara seolah-olah merupakan tempat berhenti atau tempat istirahat di dalam perjalanannya menuju ke tujuan umum.  Misalnya: belajar berbicara, belajar bersih, dan lain-lain. Tujuan sementara ini mempunyai hubungan yang erat dengan masa perkembangan anak, yaitu: waktu kita memberi pelajaran kepada anak harus mengingat akan masa peka daripada anak tersebut. Umur berapakah anak itu mudah sekali diberi pelajaran membaca.  Dan Seakan-akan waktu pendidik memberi pelajaran untuk bersih itu tidak ada hubungannya dengan tujuan umum (total). Yang sebetulnya sangatlah erat hubungannya. Sebab anak didik akan dapat bertanggung jawab dan berdiri sendiri apabila tidak diberi pendidikan sementara tersebut (Hasbullah, 2005:15). 

5. Tujuan tidak lengkap 
Tujuan tidak lengkap mempunyai hubungan dengan aspek kepribadian manusia sebagai fungsi kerohanian pada bidang: etika, keagamaan, estetika, dan sikap sosial daripada orang itu (Hasbullah, 2005:14)   .  

6. Tujuan Intermerdisir (tujuan perantara).  
Alat yang sangat bermacam-macam yang harus dicapai untuk pelaksanaan tehnis dari pada tugas belajar. Misalnya: membaca, menulis yang terlepas dari tujuan akhir sehingga seolah-olah belajar mengeja tidak terikat pandangan hidup tertentu (Hasbullah, 2005:15). 

Keenam tujuan menurut Langeveld tersebut sebetulnya dapat kita sederhanakan dan memang kesemuanya tercakup di dalam tujuan  umum (total). Adapun Tujuan lain dari pendidikan ialah:  
  • Mampu untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk,  
  • Mampu  dan bebas untuk mengembangkan diri sendiri sesuai dengan pebawaan dan cita-citanya,
  • Mampu  untuk berhubunganan kerjasama dengan orang lain,  
  • Mampu membedakan  dirinya dengan orang lain (Langeveld dalam Hasbullah, 2005:15). 

  

Jalur-jalur Pendidikan 

Pendidikan yang sangat penting itu dapat diperoleh melalui berbagai jalur pendidikan Kehidupan di dunia pendidikan adalah jembatan bagi anak yang menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak. Menurut Undang-Undang No.2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebut bahwa penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu: 
1. Jalur pendidikan formal  
Pendidikan Formal disebut juga jalur pendidikan yang kegiatan pendidikannya dilaksanakan di dalam sekolah-sekolah atau fasilitas-fasilitas yang telah ditetapkan pemerintah. Dimana kegiatan belajar dan mengajarnya dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan. 

a.  Pendidikan Dasar 
Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang melandasar jenjang pendidikan menengah. Setiap warga Negara yang berusia 7 sampai dengan 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar. Pemerintah dan pemerintah daerah menjamin terselenggaranya wajib belajar bagi setiap warga Negara yang berusia 6 tahun pada jenjang pendidikan dasar tanpa memungut biaya.. Pendidikan dasar berbentuk:  SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat., SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) atau bentuk lain yang sederajat 
(Hasbullah, 2005:53).  

b.   Pendidikan Menengah  
Pendidikan Menengah merupakan kegiatan pendidikan dasar. Pendidikan menengah berbentuk: SMA, Madrasah Aliyah (MA), SMK, atau Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) (Hasbullah, 2005:53). 

2. Jalur pendidikan non formal  
Pendidikan non formal disebut juga Jalur Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Jalur Pendidikan Luar Sekolah merupakan pendidikan yang diselenggarakan di luar sekolah melalui kegiatan belajar mengajar yang tidak harus berjenjang dan berkesinambungan (Sismanto, 1984:7).  

Pendidikan nonformal diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan yang berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan  pelengkap pendidikan formal dalam rangka mendukung pendidikan sepanjang hayat (Sismanto, 1984:7).  

Pendidikan nonformal berfungsi mengembangkan potensi peserta didik dengan penekanan pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional.. Pendidikan nonformal berbentuk: pendidikan kecakapan  hidup, pendidikan anak usia dini,  pendidikan kepemudaan, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik. Satuan pendidikan nonformal terdiri atas: lembaga kursus, lembaga pelatihan, kelompok belajar, pusat kegiatan belajar masyarakat, dan majelis taklim, serta satuan pendidikan yang sejenis. Kursus dan pelatihan diselenggarakan bagi masyarakat yang memerlukan bekal pengetahuan, keterampilan, kecakapan hidup, dan sikap untuk mengembangkan diri, mengembangkan profesi, bekerja, usaha mandiri, dan/atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hasil pendidikan nonformal dapat dihargai setara  dengan hasil program pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan (Sismanto, 1984:8).  

Daftar Pustaka:

Hasbullah. 2005. “Dasar-dasar Ilmu Pendidikan”. PT. Raja Grafindo Persada : Jakarta. 

Sismanto, 1984.  Pendidikan Luar Sekolah dalam upaya mencerdaskan bangsa. CV. Era Swasta. Jakarta.  

Pengertian Pendidikan Tujuan Menurut Definisi Para Ahli dan Jalurnya Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment