Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Belanja Melalui Media Internet (Online Shopping) Faktor-faktor yang dapat Mempengaruhi

Pengertian Belanja Melalui Media Internet - Haubl dan Trifts (2000) mendefinisikan belanja melalui media internet sebagai pertukaran/aktivitas jual-beli yang dilakukan seorang konsumen melalui alat penghubung komputer sebagai dasarnya, dimana komputer konsumen terhubung dengan internet dan bisa berinteraksi dengan retailer atau toko maya yang menjual produk atau jasa melalui jaringan.


Perilaku membeli melalui media internet (online shopping) adalah proses membeli produk atau jasa melalui internet (Liang & Lai, 2000). Kekhasan dari proses membeli melalui media internet adalah ketika konsumen yang berpotensial membutuhkan beberapa barang atau jasa, mereka menggunakan internet dan mencari informasi-informasi yang berkaitan dengan barang atau jasa yang mereka butuhkan.

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi belanja melalui media internet

Terdapat  beberapa  faktor  yang  mempengaruhi  belanja  melalui  media internet, yaitu: (Kotler & Amstrong, 2001; Hawkins, Mothersbaugh & Best,2007).

  1. Kenyamanan: konsumen tidak perlu bergelut dengan lalu lintas, tidak perlu mencari parkir dan berjalan ke toko. 
  2. Kelengkapan Informasi: konsumen dapat berinteraksi dengan situs penjual unutk mencari informasi, produk atau jasa yang benar-benar konsumen inginkan, kemudian memesan atau men-download informasi di tempat. 
  3. Waktu: Konsumen dapat memeriksa harga dan memesan barang dagangan selama 24 jam sehari dari mana saja. 
  4. Kepercayaan konsumen: efek penyesalan dan kekecewaan pembelian terhadap evaluasi pemilihan berikutnya, kejadian-kejadian dan tindakan konsumen yang mengawali perilaku membeli sebenarnya, keamanan pengiriman barang, kerahasiaan data-data pribadi termasuk penggunaan kartu kredit. 



Hubungan antara Penyesalan Pasca Pembelian dengan Intensi Membeli Kembali Melalui Media Internet


Mahasiswa banyak dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, karena karakteristik remaja yang cenderung labil dan mudah dipengaruhi sehingga mendorong munculnya berbagai gejala perilaku konsumsi yang tidak wajar seperti membeli suatu barang bukan atas dasar kebutuhannya (Zebua, Nurdjayadi, & Aryani, 2006). Selain itu, ketika mereka membutuhkan sesuatu mereka umumnya tidak melakukan survei terlebih dahulu. Alasan mereka adalah agar mereka tidak terlalu lama dalam memilih barang yang cocok dan sesuai dengan pilihan dan selera mereka (Handayani, 2003).

Menurut Lin & Huang (dalam Su, Chen & Zao, 2008) proses pasca pembelian merupakan evaluasi kualitas dari keputusan yang telah diambil. Evaluasi ini dilakukan sebagai bentuk pembelajaran yang dilakukan individu ketika akan melakukan proses pembelian di masa yang akan datang. Di saat
individu menyadari bahwa mereka tidak membutuhkan produk yang mereka beli, hal tersebut juga dapat mengarah pada terjadinya penyesalan (Nasiry & Popescu, 2009).

Ketika evaluasi yang dilakukan menghasilkan hasil yang tidak sesuai dengan harapan, akan muncul penyesalan pasca pembelian. Penyesalan pasca pembelian adalah emosi negatif yang dirasakan konsumen setelah melakukan evaluasi atas keputusan pembelian yang telah dibuat. Menurut komponen-komponen dari penyesalan pasca pembelian, individu dapat merasakan penyesalan terhadap hasil dari keputusan yang diambil atau dapat juga disebabkan oleh proses pembelian. Penyesalan terhadap proses yang dilalui oleh seorang individu dapat disebabkan karena individu tersebut merasa tidak puas dengan proses yang sudah dilaluinya dalam mengambil keputusan (Lee & Cotte,2009). Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya informasi yang dimiliki oleh individu tersebut disaat melakukan perilaku pembelian. Sebab, semakin banyak informasi yang diterima, lebih besar kemungkinan penyesalan dapat dicegah (Zeelenberg and Beattie, 1997). Mereka belajar untuk mencari lebih banyak informasi tentang produk atau barang yang mereka butuhkan untuk melakukan proses pembelian kembali yang disebut dengan intensi membeli kembali (Kumar, 2002).
Konsumen dapat membentuk intensi membeli kembali untuk mencari informasi, memberitahukan orang lain tentang pengalamannya dengan sebuah produk, membeli produk, memilih dan menggunakannya (Mowen & Minor, 2002). Intensi membeli kembali muncul setelah proses pembelian yang sebelumnya, dan setelah proses pembelian tersebut mereka akan mengevaluasi suatu produk yang dibelinya kemudian untuk pembelian selanjutnya mereka akan mencoba belajar dari pengalaman (Krech, 2002) (dalam Wangwibooklij, 2011).

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensi membeli kembali menurut Ajzen dan Fishbein (2005) yaitu faktor individu, faktor sosial, dan faktor informasi. Yang pertama faktor individu terdiri dari sikap, kepribadian, nilai, emosi, dan intelijensi. Yang kedua faktor sosial yang terdiri dari usia dan jenis kelamin, ras dan etnis, pendidikan, pendapatan, dan agama. Yang terakhir adalah faktor informasi yang terdiri dari pengalaman, pengetahuan, dan paparan media. Setiap faktor mempunyai pengaruh tersendiri dalam mempengaruhi perilaku membeli. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Szymanski dan Hise (2000), kualitas informasi merupakan faktor penentu yang paling kuat untuk menangani masalah pada pembelian melalui media internet.

Banyaknya informasi yang diketahui oleh konsumen tentang produk merupakan faktor penting sebelum melakukan pembelian. Ketika dihadapkan pada banyaknya produk dan banyaknya informasi, konsumen perlu mengetahui produk melalui informasi yang disampaikan (Chuang & Tsai,2005). Mencari dan mendapatkan informasi sebelum membeli memiliki tingkat penyesalan yang rendah daripada yang tidak sama sekali mencari dan mendapatkan informasi mengenai suatu produk (Darvasula, 2004).

Baca: Pengertian Intensi Membeli Kembali

Semakin menonjolnya berbelanja melalui media internet yang disertai dengan efisiensi, kenyamanan, kepercayaan akan mengubah perilaku konsumen di masa yang akan datang (Rush, 2004). Chau, Au, dan Tam (2000) menunjukkan bahwa model penyajian informasi yang berbeda seperti kombinasi teks dan gambar mempengaruhi konsumen untuk membeli sebuah produk di toko online.

Langkah pertama di dalam melakukan proses pembelian melalui media internet adalah transaksi awal. Konsumen akan mempertahankan kontak dengan penjual toko online jika adanya kepercayaan pada transaksi awal (Reichheld dan Schefter, 2000). Peneliti selanjutnya menyatakan bahwa konsumen melakukan pembelian kembali melalui media internet adalah rekomendasi dari status sosial, content website yang dipercaya, dan keamanan (Forsythe dan Shi, 2003).

Interaktivitas juga mempengaruhi seorang konsumen dalam melakukan pembelian kembali melalui media internet. Komunikasi antar personal dapat memenuhi kebutuhan konsumen dalam mencari informasi mengenai produk yang akan dibelinya melalui media internet (McMillan dan Hwang, 2002).


Belanja Melalui Media Internet

Menurut Belanger (2002) keamanan dan privasi pelanggan mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian kembali melalui media internet. Hal yang seringkali dialami oleh konsumen dalam pembelian melalui media internet adalah kekhawatiran mengenai pemberian informasi data pribadi termasuk kartu kredit melalui media internet (Turban, 2001).

Dari uraian diatas maka peneliti melihat bahwa mendapatkan informasi yang baik adalah salah satu faktor untuk konsumen berkeinginan untuk membeli kembali. Setelah konsumen merasakan penyesalan pasca pembelian maka konsumen akan sadar bahwa informasi yang didapatkan mengenai suatu produk kurang. Jadi untuk mengurangi penyesalan pasca pembelian maka diperlukan informasi yang kuat untuk membeli suatu produk.


Daftar Pustaka Makalah Belanja Melalui Media Internet (Online Shopping)

Haubl, G. & Trifts, V. (2000). Customer Decision Making in Online Shopping Environments: The Effects of Interactive Decision Aids.  Marketing Science. Vol.19 (1): 4-21 

Liang, T & Lai, H. (2000). Electronic Store Design and Consumer Choice: An Empirical Study.  Proceedings of The 33rd  Hawaii International Conference on System Science.

Kotler, Philip. & Amstrong, Gary. (2001). Pronciples of Marketing. 6th Edition. New Jersey: Prentice Hall 

Hawkins, D.L., Mothersbaugh, D.L., & Best, R.J. (2007).  Consumer Behavior: Building Marketing Strategy. New York: McGraw Hill.

Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975).  Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research.  Philipines: Addison Wesly Publishing Company

Chuang, Heng-Chiang., & Tasi, Hsein-Tung.  (2004).  Determinats of e.Repurchase Intentions: An Integrative Model of Quadruple  Retention Drivers. 231-239. 

Darvasula, S. (2004). Forging Relationship with Services: The Antecedents that have on Impact on Behavioral Outcomes in the Life Insurance Industry. Journal of Financial Services Marketing. Vol. 8. No. 4, 314-26. 

Zebua, A.S., Nurdjayadi, R.D., & Aryani, Gunita. (2001). Hubungan antara Konformitas dan Konsep Diri dengan Kecederungan Perilaku Konsumtif  pada Remaja Putri.  Jurnal Phronesis. Vol 3. Jakarta: Universitas Taruma Negara.

Lin, C.H., Huang, W.H. (2006). The Influence and Unawareness Set and Order Effect in Consumer Regret. Journal of Business and Psychology. 

Szymanski, D.A., & Hise, R.T. (2000).  E Satisfaction: An Initial Examination. Journal of Retailing. Vol 76. No.3: 309-322. 

Lee, S.H., Cotte, J. (2009). Post-Purchase Consumer Regret: Conceptualization and Development of the PPCR Scale.  Advances in Consumer Research. Vol. 36: 456-462. 

Kumar, P. (2002). The Impact of Performance, Cost, and Competitive Considerations and the Relationship Between Satisfaction and Repurchase Intention in Business Markets. Journal of Service Research. Vol 5 No. 1: 55-68. 

Zeelenberg, M., Beattie, J. (2007). Consequences of Regret Aversion. II. Additional Evidence of Effects of Feedback on Decision Making. Organizational Behavior and Human Decision Processes. 63-78. 

Mowen, John., & Minor, M. (2000).  Perilaku Konsumen. Edisi 5.  Jakarta: Erlangga. 

Wangwiboolkij, Rossarin. (2011).  Factors Influencing Repurchase Intention of Thai Female Customers Toward Korean Cosmetics in Bangkok. 18-26. 

Belanja Melalui Media Internet (Online Shopping) Faktor-faktor yang dapat Mempengaruhi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment