Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 24 September 2015

Faktor yang Mempengaruhi Kebakaran Hutan di Kawasan ASEAN

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kebakaran Hutan di Kawasan ASEAN
Kebakaran hutan bisa terjadi karena tiga hal yaitu :
  • Kedatangan musim kemarau
  • Karena ada sumber api buatan manusia
  • Karena ada bahan bakar. (Poskas Sagala, Loc.cit.)


a. Kedatangan Musim Kemarau
Cuaca yang cukup panas akan menyulut reaksi oksidasi reranting pohon kering yang saling bergesekan, akibat gesekan inilah yang akan menimbulkan percikan api dan terjadilah kebakaran tersebut dan terdapat juga perubahan musim kemarau dan musim hujan yang kadang tidak teratur kadang datang lebih cepat dan berakhir lebih lama, hal ini berkaitan dengan gejala El Nino-Southern Oscillation atau ENSO.

b. Karena ada Sumber Api Buatan Manusia
Kebakaran hutan semula dianggap terjadi secara alami, tetapi kemungkinan manusia mempunyai peran dalam memulai kebakaran di milenium terakhir ini, pertama untuk memudahkan perburuan dan selanjutnya untuk membuka petak-petak pertanian di dalam hutan. Meskipun kebakaran telah menjadi suatu ciri hutan-hutan di Indonesia selama beribu-ribu tahun, kebakaran yang terjadi mula-mula pasti lebih kecil dan lebih tersebar dari segi frekuensi dan waktunya dibandingkan dua dekade belakangan ini. (Annas,Sebab Kebakaran Hutan, http://insidewinme.blogspot.com/2007/11/sebab-kebakaran-hutan.html diakses Sabtu 11 Februari 2012.)

c. Karena ada Bahan Bakar
Faktor-faktor terjadinya suatu kebakaran hutan dan lahan adalah karena adanya unsur panas, bahan bakar dan udara/oksigen. Penyebaran api bergantung kepada bahan bakar dan cuaca. Bahan bakar berat seperti log, tonggak dan cabang-cabang kayu dalam keadaan kering bisa terbakar, meski lambat tetapi menghasilkan panas yang tinggi. Bahan bakar ringan seperti rumput dan resam kering, daun-daun pinus dan serasah, mudah terbakar dan cepat menyebar, yang selanjutnya dapat menyebabkan kebakaran hutan. (Rioardi,Faktor Ketersedian dan jenis Bahan Bakar Terhadap Terjadinya Kebakaran Hutan, http://rioardi.wordpress.com/2009/02/26/faktor-ketersediaan-dan-jenis-bahan-bakar-terhadap-terjadinya-kebakaran-hutan/ diakses Sabtu 11 Februari 2012.)

Pembakaran pada dasarnya merupakan reaksi oksidasi yang cepat dari suatu bahan. Dibanding dengan proses oksidasi yang lain misalnya penguraian, pemabakaran berlangsung jauh lebih cepat. Untuk itu setiap proses kebakaran, faktor-faktor bahan bakar, oksigen (udara) dan panas merupakan prasyarat yang harus ada dalam kondisi dan perbandingan yang tepat. (Sumardi dan SM Widyastuti, Dasar-Dasar Perlindungan Hutan, (Jakarta : Gajah Mada University Press,2004) hal 2)

Kebakaran hutan pada dasarnya merupakan penyalaan bahan-bahan organik kering yang ada didalam hutan, namun demikian tipe kebakaran yang terjadi sangat bervariasi. Jumlah, kondisi dan penyebaran bahan-bahan yang potensial dapat terbakar, kondisi cuaca, kondisi topografi, sangat menentukan tipe kebakaran dan akibat kerusakan yang terjadi.

Apabila kondisi bahan bakar dan cuaca memungkinkan terjadinya penyalaan api dan kebakaran hutan terjadi, dikenal tiga tipe kebakaran hutan yaitu api permukaan, api tajuk dan api dalam tanah. (Sumardi dan SM Widyastuti, Op.Cit hal.167-170)

1. Kebakaran Permukaan (surface fire)
Kebakaran permukaan membakar bahan-bahan yang tersebar pada permukaan lantai hutan, misalnya serasah, cabang dan ranting mati yang gugur, dan tumbuhan bawah. Dengan keberadaan O2 (air) Sangat melimpah, terlebih dibantu adanya angin, kebakaran permukaan bergerak relatif cepat sehingga tidak membakar semua bahan yang ada terutama humus.

2. Kebakaran Dalam Tanah (ground fire)
Kebakaran dalam tanah terjadi pada jenis tanah yang mempunyai lapisan bahan organik tebal, misalnya gambut. Bahan bakar berupa tumpukan bahan organik yang tebal ini pada musim kemarau dapat menurun kadar airnya sehingga mudah terbakar bila ada api. Kebakaran yang terjadi tidak disertai adanya nyala api, sehingga yang tampak hanya asap mengepul pada permukaan lapisan gambut.

3. Kebakaran Tajuk (crown fire)
Kebakaran dapat terjadi pada lantai hutan dengan lapisan tumbuhan bawah yang tebal dan kering. Seringkali ditambah banyaknya sisa kayu penebangan atau bahan mati lainnya. Kebakaran hutan ini akan sangat dengan cepat membakar bagian-bagian atas hutan, yang mengakibatkan kebakaran tajuk.

Sebab-sebab timbulnya kebakaran hutan sangat penting untuk diketahui guna merencanakan dan menentukan cara pencegahan serta pengendalian kebakaran hutan. Tiap-tiap daerah hutan mempunyai penyebab terjadinya kebakaran yang berbeda, tetapi pada umumnya secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu: (Dodik Ridho Nurrochmat, Strategi Pengelolaan Hutan, (Jakarta :Pustaka Pelajar,2005)hal.45)

Faktor Kebakaran Hutan di Asean

a. Kegiatan Manusia
  • Sengaja dibakar
    Seringkali kebakaran hutan  disebabkan oleh  ulah  dan  kelalaian manusia seperti penebangan hutan secara  liar, membuka lahan dengan cara membakar yang   dilakukan oleh perusahaan pemilik Hak Pengusahaan Hutan (HPH) dalam Hutan
    Tanaman Industri (HTI), dan masyarakat pendatang yang tidak tahu cara penanganan lahan.
  • Sisa Pembakaran
    Api berasal dari suatu pembakaran yang biasa dilakukan petani pada ladangnya yang terletak berdekatan dengan hutan.
  • Api Rokok
    Api dari korek api dan puntung rokok orang-orang yang lewat di dekat hutan, biasanya terjadi sepanjang jalan kaki orang atau mobil.
  • Api dari Kendaraan
    Misalnya api yang berasal dari kereta api yang menggunakan bahan bakar batu bara, dapat menyebabkan keluarnya api atau batu bara dari cerobong asap.
  • Perladangan berpinda
    Di dalam perladangan berpindah, para peladang dengan sengaja menebangi pohon secara sporadis sebagai cara untuk menyiapkan lahan ladang. Pohon-pohon yang ditebangi ini setelah kering akan menjadi sumber bahan bakar yang siap untuk disulut api dan akan membakar seluruh areal yang akan dijadikan ladang, bahkan areal diluar bakal ladang pun ikut terbakar apabila tidak ada usaha pengendalian api.
  • Reboisasi Padang Alang-alang
    Di kawasan reboisasi padang alang-alang, penyiapan jalur ilar atau sekat bakar merupakan prasarana penting apalagi pada kawsan ini dijumpai masyarakat peladang berpindah atau kegiatan perburuan. Perburuan tidak legal sering memanfaatkan api untuk menjebak satwa-satwa yang berlarian menghindari api.
  • Rekreasi, Berkemah dan Pembalakan
    Kegiatan rekreasi dan berkemah maupun pembalakn sering membuat perapian untuk keperluan memasak atau acara api unggun. Karena keteledoran atau belum dipahaminya sadar bahaya api-api yang mereka buat tidak dimatikan pada saat mereka meninggalkan lokasi tersebut. Pada musim kemarau disaat lantai hutan penuh dengan serasah kering akan sangat berbahaya bila meninggalkan api yang masih menyala.
  • Penggembalaan
    Demikian pula dengan pengembalaan, keteledoran atau tangan usil penggembala sering membuat api didalam hutan tempat mereka menggembala ternaknya. Ada juga pemikiran membuat kebakaran dengan maksud mempermudahkan rumput hijauan ternak.


b. Faktor Alam
  • Petir
    Kebakaran hutan dapat terjadi secara langsung karena ada pohon yang terbakar karena sambaran petir, atau secara tak langsung karena pohon mati yang tersambar petir menyediakan bahan bakar yang mudah terbakar.
  • Aktivitas Gunung Berapi
    Di daerah khatulistiwa, kebakaran hutan yang disebabkan oleh letusan gunung berapi sangat terbatas, kecuali pada daerah-daerah yang mempunyai aktivitas vulkanis yang aktif dan itu terbatas di sekitar puncak gunung.
  • Faktor Perubahan Alam
    Secara umum kita memiliki musim kemarau dan musim hujan yang datangnya relatif teratur. Siklus ini kadang-kadang mengalami gangguan karena datang lebih cepat dan berakhir lebih lama dari biasaya. Hal in berkaitan dengan gejala El Nino-Southern Oscillation atau ENSO yang datang secara tidak beraturan dan dengan intensitas yang tidak sama pula.


Daftar Pustaka Makalah Faktor yang Mempengaruhi Kebakaran Hutan

Faktor yang Mempengaruhi Kebakaran Hutan di Kawasan ASEAN Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment