Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Akademik Anak

Faktor yang mempengaruhi prestasi akademik 

Menurut Sobur (2003) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, yaitu:  

1)  Faktor Endogen 
Merupakan faktor yang berasal dari individu itu sendiri atau personal, meliputi :  

a.  Fisik 
Faktor fisik dikelompokkan menjadi beberapa kelompok antara lain faktor kesehatan dan anak yang mengalami kebutuhan khusus. Anak yang kurang sehat memiliki daya tangkap yang kurang dalam belajar dibandingkan dengan anak yang sehat. Pada anak yang mengalami kebutuhan khusus, misalnya mengalami bisu, tuli dan menderita epilepsi menjadi hambatan dalam perkembangan anak untuk berinteraksi terhadap lingkungan dan menerima mata pelajaran, terutama pada anak yang duduk di bangku sekolah dasar. 


b. Psikis 
Terdapat beberapa faktor psikis, yaitu: 
1.  Intelegensi atau Kemampuan 
Anak yang memiliki intelegensi yang rendah mengalami kesulitan dalam mengikuti pelajaran dan dapat tertinggal dari teman-temannya yang lain. Karena anak ini membutuhkan proses belajar yang lebih lambat dan membutuhkan lebih banyak waktu untuk belajar. Sebaliknya anak yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih mudah untuk menangkap dan memahami pelajaran, lebih mudah untuk mengambil keputusan dan kreatif.  

2.  Perhatian atau minat 
Bagi seorang anak, mempelajari sesuatu hal yang menarik bagi dirinya akan lebih mudah untuk diterima dan dipahami. Dalam hal minat, seseorang yang menaruh minat pada suatu bidang akan mudah dalam mempelajari bidang tersebut.  

3.  Bakat 
Bakat adalah kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam bidang tertentu. Misalnya anak yang memiliki bakat dalam bidang studi matematika akan lebih mudah dalam memahami bidang studi tersebut. Kendalanya terkadang orang tua kurang memperhatikan bakat yang dimiliki anak, sehingga orang tua memaksakan anak untuk masuk pada keahlian atau bidang tertentu tanpa mengetahui bakat yang dimiliki anak.  

4. Motivasi 
Faktor motivasi memiliki peranan dalam  proses belajar. Ketiadaan motivasi baik internal maupun eksternal akan menyebabkan kurang semangatnya anak dalam melakukan proses pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah. Jika orang tua atau guru memberikan motivasi kepada anak, maka timbul dorongan pada diri anak untuk belajar dan anak akan mengetahui manfaat belajar dan tujuan yang hendak dicapai.   

5.  Kematangan 
Kematangan adalah tingkat perkembangan yang dialami oleh individu sehingga sudah berfungsi sebagaimana mestinya. Dalam belajar, kematangan sangat menentukan. Oleh karena itu setiap usaha belajar akan lebih berhasil bila dilakukan bersamaan dengan tingkat kematangan individu.  

6.  Kepribadian 
Kepribadian mempengaruhi keadaan anak dalam belajar. Dalam proses pembentukan kepribadian, terdapat beberapa fase yang harus dilalui sesuai dengan tahap perkembangan anak. Seorang anak yang belum mencapai fase tertentu akan mengalami kesulitan jika orang tua menagajarkan sesuatu yang belum sesuai dengan fase tersebut kepribadinnya. 

2)  Faktor Eksogen 
Merupakan faktor yang berasal dari luar individu atau  lingkungan, meliputi :  
a.  Keluarga 
Keluarga merupakan lingkungan yang pertama bagi anak dan juga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan anak karena keluarga merupakan tempat anak belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial dalam hubungannya dengan interaksi sosial.  Dalam hubungan dengan belajar, faktor keluarga memiliki hubungan yang sangat penting. Keadaan keluarga dapat menentukan berhasil atau tidaknya anak dalam belajar dan juga kondisi atau suasana keluarga menentukan bagaimana anak dalam belajar dan usaha yang dicapai oleh anak.  Faktor keluarga dapat dibagi menjadi 3 faktor, yaitu : 
  1. Kondisi ekonomi keluarga 
    Keluarga yang memiliki kondisi ekonomi yang kurang baik menjadi salah satu penyebab kebutuhan anak tidak dapat terpenuhi. Selain itu, faktor ekonomi membuat suasana rumah menjadi kurang nyaman yang menyebabkan anak malas untuk belajar. Tetapi terkadang masalah ekonomi menjadi dorongan anak untuk berhasil. 
  2. Hubungan emosional orang tua dan anak 
    Hubungan emosional antara orang tua dan anak dapat mempengaruhi terhadap keberhasilan anak dalam belajar. Suasana rumah yang selalu ribut dalam pertengkaran dapat mengakibatkan terganggunya konsentrasi anak dalam belajar, sehingga anak tidak dapat belajar dengan baik. Orang tua yang terlalu keras kepada anak dapat menyebabkan jauhnya hubungan antara keduanya yang dapat menghambat proses belajar anak. 
  3. Cara mendidik anak 
    Setiap keluarga memiliki caranya tersendiri dalam mendidik anak. Ada keluarga yang mendidik anak secara diktator militer, demokratis, pendapat anak diterima oleh orang tua tetapi ada keluarga yang kurang perduli dengan anggota keluarganya yang lain. Cara mendidik ini baik secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi belajar anak. 
Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Akademik Anak

b.  Faktor Sekolah 
Faktor lingkungan sekolah seperti guru dan kualitas hubungan antara guru dan murid mempengaruhi semangat anak dalam belajar. Pada faktor guru, guru yang menunjukkan sikap dan perilaku yang rajin dapat mendorong anak untuk melakukan hal yang sama. Selain itu juga cara mengajar guru seperti sikap dan kepribadian guru, tinggi rendahnya pengetahuan yang dimiliki, bagaimana cara guru mengajarkan pengetahuan dapat menentukan keberhasilan anak dalam belajar.  Disisi lain, hubungan antara guru dan murid juga dapat menentukan keberhasilan dalam belajar. Seorang anak yang dekat dan mengagumi guru akan lebih mudah untuk menangkap pelajaran dan memahaminya.  

c.  Faktor Lingkungan Lain 
Faktor lingkungan lain seperti kondisi keluarga, guru dan fasilitas sekolah. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang baik, bersekolah di sekolah yang memiliki guru dan fasilitas pelajaran yang baik belum tentu menjamin anak untuk dapat belajar dengan baik. Masih ada faktor lain yang mempengaruhi hasil belajar anak di sekolah. Selain itu juga, teman-teman anak di sekolah dan aktivitas yang dilakukan anak dapat mempengaruhi kegiatan belajarnya. Aktivitas di luar sekolah dapat membantu perkembangan anak akan tetapi tidak semua aktivitas tersebut bisa membantu. Apabila anak banyak menghabiskan waktu pada aktivitas di luar sekolah dan diluar rumah, sementara anak kurang mampu dalam membagi waktu belajar, dengan sendirinya aktivitas tersebut dapat menghambat anak dalam belajar. 

Ditambah dengan pendapatnya Jimerson, Egeland & Teo (dalam papalia, 2008) bahwa faktor yang mempengaruhi prestasi akademik, yaitu:  
  1. Keyakinan akan kecakapan diri dan motivasi akademik. 
    Anak yang memiliki kecakapan diri yang tinggi yakin bahwa mereka menguasai materi akademik dan mampu mengatur pembelajaran mereka sendiri yang cenderung berprestasi lebih besar dan sukses. 

    Anak mampu menentukan target yang menantang dan menggunakan strategi yang tepat untuk mencapainya, berusaha keras, bertahan dihadapan kesulitan, dan mencari bantuan. Sebaliknya, anak yang tidak yakin untuk sukses cenderung frustasi dan tertekan. 

    Terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi yaitu keyakinan, pengasuhan orang tua,  status sosioekonomi dan teman sebaya dapat mempengaruhi prestasi anak. Orang tua yang secara ekonomi baik dan memiliki aspirasi yang tinggi untuk anak cenderung memiliki  anak dengan prestasi yang tinggi
  2. Penggunaan waktu. 
    Motivasi akademik dan keyakinan akan kecakapan  diri mempengaruhi anak menggunakan waktu mereka. Anak yang berprestasi di sekolah memiliki rencana untuk pendidikan dikemudian hari, pernikahan, pekerjaan, dibandingkan dengan anak yang kurang berprestasi. Anak yang kurang aktif dan kurang terlibat dalam aktifitas kegiatan sekolah cenderung memiliki pendidikan dan rencana pekerjaan yang kurang baik dan kurang optimis.
  3. Status sosioekonomis dan lingkungan keluarga. 
    Status sosioekonomi menjadi faktor yang kuat dalam prestasi akademik melalui pengaruhnya terhadap iklim keluarga, lingkungan keluarga, dan cara membesarkan anak  (National Council dalam Papalia, 2008). Status sosioekonomi mempengaruhi kemampuan orang tua untuk menyediakan lingkungan yang mendukukung pembelajaran.  Selain itu juga faktor orang tua yang selalu memberikan dorongan kepada anak memiliki motivasi intrinsik yang lebih baik dibandingan dengan anak yang kurang diberikan dorongan oleh orang tua. 
  4. Keterlibatan orang tua dan gaya pengasuhan. 
    Orang tua dapat mempengaruhi prestasi pendidikan anak dengan melibatkan diri dalam pendidikan anak: bertindak sebagai penasehat bagi anak dan memberi kesan pada guru dengan keseriusan terget pendidikan keluarga  (Bandura dalam Papalia, 2008). Anak dengan orang tua yang amat terlibat biasanya menjadi siswa yang terbaik. 
  5. Faktor sekolah. 
    Faktor sekolah  seperti kepala sekolah dan guru. Guru yang memiliki harapan yang tinggi kepada siswa, lebih menekankan akan kegiatan akademik dibandingkan dengan aktivitas kurikuler (Linney & Seidman dalam Papalia, 2008). Siswa yang menyukai lingkungan sekolah memiliki prestasi akademik lebih baik dan sekolah yang mampu menyesuaikan pengajaran sesuai kemampuan siswa akan mendapatkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sekolah yang mencoba mengajar seluruh siswa dengan cara yang sama. 
  6. Harapan Guru 
    Harapan guru menjadi suatu hal yang penting ketika anak mendekati dan memasuki masa remaja. Harapan guru yang tinggi memprediksi secara signifikan motivasi, tujuan, dan minat siswa. Persepsi siswa terhadap umpan balik yang negatif dan kurangnya dorongan memprediksi secara konsisten masalah akademik dan sosial. 
  7. Sistem Pendidikan 
    Sistem pendidikan berpusat pada anak, artinya berfokus kepada minat anak. Sejumlah pendidikan dan pemerintah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dimulai dengan memperbanyak pekerjaan rumah hingga organisasi dan kurikulum. Pendidikan pengajaran pada tingkat awal berfokus terhadap bidang berdasarkan minat dan bakat yang dimiliki oleh anak.  



Daftar Pustaka Makalah 

Papalia, D.  E., Wendkos, S.,  & Feldman, R. D. (2008).  Human development. Jakarta : Kencana  

Sobur, A.  (2003). Psikologi Umum. Bandung : Pustaka Setia    

Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Akademik Anak Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment