Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Faktor yang Menyebabkan Anggota Exit dari Straight Edge Dinamika Kompenen Identitas Sosial pada Kelompok

Faktor yang Menyebabkan Anggota Exit dari Straight Edge


Sama seperti kelompok atau pergerakan, identitas kolektif Straight Edge tidaklah stabil stabil. Justru berubah-ubah, tidak pasti, dan dapat bersifat sementara (Snow, dalam Juliana 2010). Meskipun awalnya sXers memiliki gagasan bahwa mereka akan "true til’ death” (“benar hingga mati") partisipasi mereka tidak berlangsung seumur hidup, seperti komitmen yang mereka janjikan. (Lahickey, dalam Juliana 2010).


Dalam merefleksikan identitas kolektifnya, straight edger dapat mengalami pengalaman yang disebut Giddens (dalam Juliana, 2010), sebagai “fateful moment”, di mana mereka mencapai titik kesadaran diri dan mengevaluasi kembali " inner wishes (keinginan batin)" mereka. Momen ini bisa menjadi titik transisi di mana sXer mungkin menyadari “ketidakpuasan” pada scene straight edge (Haenfler, 2004).

Haenfler (2004) juga berargumen bahwa pada masa muda, gerakan straight edge membantu individu melalui waktu yang penting dan sulit ketika pertama kali ter-ekspos minuman keras, obat-obatan, dan perilaku seksual. Straight edger yang sudah dewasa menghabiskan bertahun-tahun di dalam subkultur, dan mungkin mulai merasa dibatasi dalam pilihannya, sehingga sebagian besar sXers mencela identitas kolektif mereka dalam tahun-tahun terakhir masa muda mereka.

Menurut Polletta & Jasper (dalam Juliana, 2010), penyebab signifikan dalam berhentinya partisipasi sXe adalah, bahwa makna dari identitas kolektif tidak lagi terkait dengan identitas pribadi sXer. Dengan kata lain, "[mereka]” berhenti percaya bahwa gerakan 'mewakili’ [mereka] (Lahickey, dalam Juliana 2010).

Straight edge merupakan desired self, pergeseran ideologi kemudian dicari karena melemahnya sense of belonging, sehingga menambah tekanan teman sebaya, dan konotasi konstriktif dari Straight Edge, sehingga pada akhirnya berakhir pada keluarnya individu dari kelompok straight edge (Juliana, 2010).

Dinamika Kompenen Identitas Sosial pada Kelompok Straight Edge


Kelompok tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Bergabungnya individu dalam sebuah kelompok tidak terlepas dari proses adaptasi terhadap perilaku, norma, dan budaya kelompok itu sendiri. Termasuk pula dalam kelompok straight edge.

Moreland & Levin (dalam Burn, 2004) mengasumsikan, seiring berjalannya waktu, perubahan juga terjadi pada hubungan antara kelompok dan tiap-tiap anggotanya, ini disebut group socialization. Tiga proses yang terjadi dalam menguraikan group socialization menurut Burn (2004) adalah evaluation, commitment, dan role transition.

Adapun tahapan sosialisasi kelompok menurut Levine dan Moreland (dalam Burn, 2004) terdiri dari 5 tahap, yaitu investigation, socialization, maintance, presocialization, dan remembrance. Proses dimulai saat individu mencari kelompok yang mampu memenuhi kebutuhannya, bersosialisasi dengan nilai kelompok, dan mempertahankan kepuasan dirinya akan kelompok. Penyesuaian terus terjadi, dan ketidakpuasan baik individu terhadap kelompok, ataupun kelompok pada individu, menyebabkan anggota kelompok untuk keluar dari kelompok.
Jika kelompok menawarkan manfaat bagi individu, misalkan saja tempat berlindung dari peer pressure, akan menumbuhkan “commitment” pada individu untuk bergabung dan tetap bertahan pada kelompok. Namun menurut Burn (2004), jika kelompok pada akhirnya menawarkan sesuatu yang tidak menguntungkan, pada akhirnya akan menurunkan komitmen anggota untuk bertahan pada kelompok. Perubahan yang terjadi peran pada individu, disebut dengan role transition yang terjadi sejalan dengan menurunnya komitmen pada anggota. Peralihan peran sangat dinamis mulai dari bukan anggota (non member), menjadi anggota penuh (full member), menjadi anggota yang belum sepernuhnya diterima (quasi-members) atau sebaliknya dari full member menjadi non member.

Pergeseran peran dalam kelompok straight edge jika ditinjau dari pernyataan,

Levine dan Moreland (dalam Hogg 2002) melalui model proses sosialisasi kelompok dapat mendeskripsikan dan memahami individu dalam kelompok. Teori model proses sosialisasi kelompok ini berfokus pada dinamika hubungan antara individu dan anggota kelompok. Model sosialisasi kelompok dapat digunakan untuk kelompok formal ataupun informal, kelompok besar atau kecil, serta untuk kelompok yang bersifat jangka panjang atau sementara.

Perubahan peran pula yang mendiskripsikan ketidakstabilan peran dan identitas pada member straight edge. Sesuai dengan pernyataan Snow (dalam Juliana, 2010), identitas straight edge tidak stabil. Justru berubah-ubah, tidak pasti, dan dapat bersifat sementara. Terlepas dari itu, walaupun beberapa straight edger mengalami perubahan ideologi ataupun pergeseran ideologi terkait dengan identitas straight edge yang terkesan “membatasi”, namun ada pula member straight edge yang merasa semakin terikat dengan kuat pada identitasnya.

Straight Edge

Dengan kata lain, sosialisasi membantu kita menemukan identitas diri kita. Juliana (2010) menyatakan bahwa pemuda (sadar atau tidak sadar) mencari identitas di lingkungan straight edge. Dengan kata lain, partisipasi subkultur menyebabkan pemuda secara umum mengubah identitas mereka.

Straight Edge menciptakan tempat untuk eksperimen identitas, bagi pemuda untuk mengeksplorasi pertanyaan, "Siapakah aku?" (Haenfler, 2004). Tajfel (dalam Taylor, Peplau & Sears, 2009) menambahkan bahwa dengan berpartisipasi dalam aktifitas kelompok, terbentuklah social identity, dimana ini merupakan bagian dari konsep diri individu yang berasal dari keanggotaannya dalam satu kelompok sosial (atau kelompok-kelompok sosial) dan nilai serta signifikasi emosional yang dilekatkan dalam keanggotaan itu.

Snow (dalam Juliana, 2010) menyatakan bahwa identitas sosial tidaklah stabil. Sosialisasi kelompok dapat merubah peran (role) individu pada kelompok, dan keberhasilan dalam memperoleh identitas sosial dalam kelompok. Maka proses sosialisasi dan proses pencarian identitas tidak bisa dipisahkan dalam pencarian identitas sosial. Pengetahuan tentang diri berasal dari banyak sumber, dan banyak dari pengetahuan diri kita berasal dari sosialisasi (Taylor, Peplau, Sears, 2009).


Daftar Pustaka Makalah Straight Edge 

Taylor, Shelley E & Peplau Letita Anne & Sears David O. (2009). Psikologi Sosial. Edisi Kedua Belas. Jakarta: Kencana

Juliana, Arnold. (2010). Ex-XXX: Making Sense Of The Straight Edge Subculture And Communicating An Ex-Straight Edge Identity. Thesis: Faculty of San Diego State University

Haenfler, Ross. (2004). Rethinking Subcultural Resistance : Core Values of the Straight Edge Movement. Journal of Contemporary Ethnography, Vol. 33 No. 4, August 2004 406-436.

Levine, John M & Moreland Richard L. (1994). Group Socialization: Theory and Research. European Review of Social Psychology, Vol. 5. University of Pittsburgh

Burn, Shawn Meghan. (2004). Groups Theory and Practice. Canada: Wadsworth, a division of Thomson Learning.

Faktor yang Menyebabkan Anggota Exit dari Straight Edge Dinamika Kompenen Identitas Sosial pada Kelompok Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment