Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 21 September 2015

Faktor Yang menyebabkan Ibu Memilih Persalinan dengan Tindakan Seksio Sesarea

Faktor – Faktor Yang menyebabkan Ibu Memilih Persalinan dengan Tindakan Seksio Sesarea 
Persalinan merupakan upaya melahirkan janin yang ada di dalam rahim ibunya. Jadi, apabila persalinan harus dilakukan dengan operasi menurut buku Obstetrics and Gynecology, ada empat alasan, yaitu untuk keselamatan ibu dan janin ketika persalinan harus berlangsung, tidak terjadi kotraksi, distosia (persalinan macet) sehingga menghalang persalinan alami, dan bayi dalam keadaan darurat sehingga harus segera dilahirkan tetapi jalan lahir tidak mungkin dilalui janin.Jadi penyebab dilakukannya operasi pada persalinan memiliki  beberapa faktor yaitu:


Riwayat dengan persalinan seksio sesarea adalah wanita yang pernah memiliki riwayat persalinan seksio sesarea (Williams,2013). Pada sebagian besar Negara ada kebiasaan yang diperaktikkan akhir-akhir ini yaitu setelah prosedur pembedahan seksio sesarea dikerjakan, maka semua kehamilan yang mendatang harus diakhiri dengan cara yang sama. Bahaya rupture lewat tempat insisi sebelumnya dirasakan terlalu besar. Akan tetapi, pada kondisi tertentu ternyata bisa dilakukan trial of labor dengan kemungkinan persalinan lewat vagina. Kalau upaya ini berhasil, baik morbiditas maternal maupun lamanya rawat tinggal akan berkurang (Harry & Williams,2010).

Adapun menurut buku Harry dan Williams syarat-syarat trial of labor sebelumnya pernah dilakukan seksio sesarea :

  1. Bekas insisi tunggal yang melintang dan pada bagian cervical bawah uterus (low cervical transverse uterine incision). 
  2. Indikasi untuk prosedur pertama bukan disporporsi. 
  3. Indikasi akan kelahiran dan persalinan yang mudah. 


Kontraindikasi untuk trial of labor sebelumnya pernah melakukan persalinan  seksio sesarea :

  1. Bekas insisi vertical tipe apapun. 
  2. Insisi yang tipenya tidak diketahui 
  3. Pernah seksio sesarea lebih dari satu kali 
  4. Saran untuk tidak melakukan trial of labor dari dokter bedah yang melaksanakan pembedahan pertama. 
  5. Panggul sempit 
  6. Presentasi abnormal, seperti presentasi dahi, bokong atau letak lintang 
  7. Indikasi medis untuk segera mengakhirin kehamilan, termasuk diabetes, toxemia gravidarum dan plasenta previa. 


b. Faktor ibu 
Kondisi kehamilan bisa pula sebagai penyebab dilakukannya operasi.Misalnya : tidak ada tanda persalinan, pada hal kehamilan harus diakhiri karena alasan janin atau ibunya, ibu menderita eklampsia atau ketuban pecah dini dan ingin dilakukan tindakan sterilisasi. Sebalikya, usia kehamilan belum cukup bulan (25 minggu), tetapi kehamilan harus diakhiri.

Namun, dari kondisi janin dan ibu tersebut tidak semuanya harus dilakukan persalinan dengan operasi. Tindakan operasi dilakukan dengan beberapa pertimbangan, yaitu : apabila persalinan pervaginam membahayakan keselamatan ibu dan bayinya.

Menurut buku Dini Kasdu ada beberapa faktor ibu yang menyebabkan harus dilakukan operasi seksio sesarea yaitu :
  1. Usia
    Ibu yang melahirkan untuk pertama kali pada usia sekitar 35 tahun, memiliki risiko melahirkan dengan operasi. Apalagi pada wanita dengan usia 40 tahun ke atas. Pada usia ini, biasanya seseorang memiliki penyakit yang berisiko, misalnya tekanan darah tinggi, penyakit jantung, kencing manis, dan preeklampsia. Eklampsia (keracunan kehamilan) dapat menyebabkan ibu kejang sehingga seringkali menyebabkan dokter memutuskan persalinan dengan operasi sesarea.

  2. Tulang Panggul
    Cephalopelvic disproportion (CPD) adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin yang dapat menyebabkan ibu tidak dapat melahirkan secara alami. Tulang panggul sangat menentukan mulus tidaknya proses persalinan. Tulang – Tulang panggul merupakan susunan beberapa tulang yang membentuk rongga panggul yang merupakan “jalan” yang harus dilalui ole janin ketika akan lahir seara alami. Bentuk tulang panggul ada empat jenis, yaitu : panggul ginekoid, android, platipeloid dan anthropoid. Jenis panggul yang dapat membantu memudahkan kelahiran bayi adalah jenis panggul ginekoid.Persalinan Sebelumnya dengan operasi sesarea.

  3. Hambatan Jalan Lahir
    Adanya gangguan pada jalan lahir, misalnya : jalan lahir yang kaku sehingga tidak memungkinkan adanya pembukaan, adanya tumor atau kelainan bawaan pada jalan lahir, tali pusat pendek, dan ibu sulit bernapas. Gangguan jalan lahir bisa juga terjadi karena ada mioma atau tumor.Keadaan ini menyebabkan persalinan terhambat atau macet, yang bisa disebut distosia.

  4. Kelainan Kontraksi Rahim
    Jika kontraksi rahim lemah dan tidak terkoordinasi (inkordinate uterine action) atau tidak elastisnya leher rahim sehingga tidak dapat melebar pada proses persalinan menyebabkan kepala bayi tidak terdorong dan tidak dapat melewati jalan lair dengan lancer. Untuk lemahnya kontraksi rahim, biasanya dapat ditolong dengan memberikan infus oksitoksin, tetapi untuk membuat elastisnya leher rahim sulit dilakukan intervensi. Apabila keadaan tidak memungkinkan maka dokter biasanya akan melakukan operasi sesarea.

  5. Ketuban Pecah Dini
    Air ketuban (amnion) adalah cairan yang mengelilingi janin dalam rahim.Robeknya kantung ketuban sebelum waktunya dapat meyebabkan bayi harus segera dilahirkan.Kondisi ini membuat air ketuban merembes keluar sehingga tinggal sedikit atau habis. Apabila air ketuban habissama sekali, pada hal bayi masi belum waktunya lahir, biasanya dokter akan berusaha mengeluarkan bayi dari dalam kandungan,baik melalui kelahiran biasa maupun operasi sesarea. Air ketubanyang peca sebelum waktunya akan membuka rahim sehingga memudakan masuknya bakteri dari vagina. Dengan masuknya bakteri lewat vagina, infeksi akan terjadi pada ibu hamil dan janin di dalam kandungan.

  6. Rasa Takut Kesakitan
    Seorang wanita yang melahirkan secara alami akan mengalami proses rasa sakit, yaitu berupa rasa mulas disertai rasa sakit di pinggang dan pangkal paha yang semakin kuat dan “menggigit”. Hal ini terjadi karena ketika berkontraksi, otot – otot rahim berkerut sebagai upaya membuka mulut rahim dan menolong kepala bayi kea rah panggul. Kondisi tersebut karena keadaan yang pernah atau baru akan terjadi dan sering menyebabkan seorang wanita yang akan melahirkan merasa ketakutan, khawatir, dan cemas menjalaninya. Akibatnya, untuk menghilangkan itu semua mereka berpikir melahirkan dengan cara operasi. Namun, bisa pula hal ini dilakukan berdasarkan pertimbangan dokter. Hal ini bisa karena alasan secara psikologi tidak tahan melahirkan dengan sakit. Kecemasan yang berlebihan juga akan menghambat proses persalinan alami berlangsung.


c. Gawat Janin
Gawat janin ditunjukkan dengan adanya bradycardia berat, irregularitas denyut jantung janin atau adanya pola deselerasi yang terlambat, kadang-kadang menyebabkan perlunya seksio sesarea darurat.Angka seksio sesarea tinggi pada pasien-pasien yang dimonitor.Hal ini tidak mengherankan karena indikasi utama untuk tindakan monitoring adalah kasus-kasus dengan predisposisi hipoksia janin.Namun demikian, gawat janin bukanlah alasan utama bagi meningkatkan angka seksio sesarea.Permasalahan yang disertai dystocia merupakan indikasi utama bagi persalinan per abdominam.Suatu indikasi seksio sesarea tersebut sebagai intoleransi janin pada persalinan (fetal intolerance of labor).Keadaan ini terlihat pada pasien-pasien yang persalinannya tidak menentu.Stimulasi dengan oxytocin menghasilkan abnormalitas pada frekuensi denyut jantung janin. Dikerjakan seksio sesarea dan dilahirkan bayi normal tanpa gejala kegawatan (Harry & Williams,2010).

Adapun menurut Dini Kasdu beberapa Faktor gawat janin yang menyebabkan persalinan dengan tindakan seksio sesarea, yaitu :

1)  Bayi terlalu besar
Besar bayi lahir sekitar 4.000 gram atau lebih (giant baby), menyebabkan bayi sulit keluar dari jalan lahir. Pertumbuhan janin yang berlebihan (makrosomial) karena ibu menderita kencing manis (diabetes mellitus). Keadaan ini dalam ilmu kedokteraan disebut bayi besar objektif.Apabila dibiarkan terlalu lama dijalan lahir dapat membahayakan keselamatan janinnya.

2) Kelainan Letak Bayi 
  • Letak sungsang
    Keadaan janin sungsang apabila letak janin di dalam rahim memanjang dengan kepala berada di bagian atas rahim, dan pantat berada dibagian bawah rongga rahim, sedangkan yang dimaksud dengan “posisi” adalah keadaan bagian terenda bayi. Risiko bayi lahir sungsang pada persalinan alami perkirakan 4 kali lebih besar dibandingkan lahir dengan letak kepala yang normal.Oleh karena itu, biasanya langkah terakhir untuk mengantisipasi hal terburuk karena persalinan yang tertahan akibat janin sungsang adalah operasi.
  • Letak Lintang
    Kelainan lain yang paling sering terjadi adala letak lintang atau miring (oblique). Letak yang demikian menyebabkan poros janin tidak sesuai dengan arah jalan lahir. Pada keadaan ini, letak kepala pada posisi yang satu dan bokong pada sisi yang lain. Pada umumnya, bokong akan berada sedikit lebih tinggi daripada kepala janin, sementara bahu berada pada bagian atas panggul. Punggung, dapat berada di depan, belakang atas, maupun bawah. Kelainan letak lintang ini hanya terjadi sebanyak 1%.Letak lintang ini biasanya ditemukan pada perut ibu yang menggantung atau karena adanya kelainan bentuk rahimnya.


Penanganan untuk kelahiran letak lintang ini juga sifatnya sangat individual. Apabila dokter memutuskan untuk melakukan tindakan operasi, sebelumnya ia sudah memperhitungan sejumlah factor demi keselamatan ibu dan bayinya.

3)  Ancaman gawat janin (fetal distress)
Keadaan gawat janin pada tahap persalinan, memungkinkan dokter memutuskan untuk segera melakukan operasi.Apalagi jika ditunjang oleh kondisi ibu yang kurang, menguntungkan.Seperti diketahui, sebelum lahir, janin mendapat oksigen dari ibunya melalui plasenta dan tali pusat. Apabila terjadi gangguan pada plasenta ( akibat ibu menderita tekanan darah tinggi atau kejang rahim), serta gangguan pada tali pusat (akibat tali pusat terjepit antara tubuh bayi) maka jata oksigen yang disalurkan kebayi pun jadi berkurang. Akibatnya, janin akan tercekik karena kehabisan napas. Kondisi ini bisa menyebabkan janin mengalami kerusakn otak, bakan tidak jarang meninggal dalam rahim. Apabila proses persalinan sulit dilakukan melalui vagina maka bedah sesarea merupakan jalan keluar satu – satunya.

4)  Bayi Kembar (Multiple Prenancy)
Kelahiran bayi kembar memiliki risiko terjadi komplikasi yang lebih tinggi dari pada kelahiran satu bayi. Faktor yang dapat terjadi misalnya : Lahir premature atau lebih cepat dari waktunya, bayi kembar bisa dapat mengalami sungsang atau letak lintang. Oleh karena itu, pada kelahiran kembar dianjurkan dilakukan di rumah sakit karena kemungkinan sewaktu –waktu dapat dilakukan tindakan operasi tanpa direncanakan. Meskipun dalam keadaan tertentu, bisa saja bayi kembar lahir secara alami.

5) Janin Abnormal 
Janin sakit atau abnormal.Misalnya gangguan Rh, kerusakan genetic, dan hidrosephalus (kepala besar karena otak berisi cairan), dapat menyebabkan dokter memutuskan dilakukan operasi.

d.  Kelainan plasenta
Ada beberapa menurut Dini Kasdu kelainan plasenta yang menyebabkan keadaan pada ibu atau janin sehingga harus dilakukan persalinan dengan operasi seksio sesarea, yaitu :
  1. Plasenta previa
    Posisi plasenta di bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh jalan lahir. Tentu saja, keadaan ini akan mengakibatkan kepala janin tidak bisa turun dan masuk ke jalan lahir. Janin dengan plasenta previa, umumnya juga akan memilih letak sungsang tau letak lintang. Keadaan ini menyulitkan janin lahir secara alami. Kelainan plasenta ada beberapa macam : Plasenta letak rendah, yaitu : Plasenta tidak sampai menutupi (1 -2 dari mulu rahim), plasenta previa marginalis (ujung plasenta terletak sangat dekat dengan mulut rahim), plasenta previa parsial (sebagian plasenta menutupi jalan lahir), plasenta previa totalis (seluruh jalan lahir atau mulut rahim benar – benar tertutup oleh plasenta). Tindakan persalinan pada dua jenis kelainan plasenta previa totalis, biasanya dilakukan dengan operasi.
  2. Plasenta lepas ( Solution Placenta)
    Plasenta lepas (Solution Placenta) merupakan keadaan plasenta yang lepas lebih cepat dari dinding rahim sebelum waktunya.Apabila plasenta sudah lepas, sementara janin masih lama lahir atau dalam keadaan tertentu maka operasi harus segera dilakukan.Persalinan dengan operasi dilakukan untuk menolong janin segera lahir sebelum janin mengalami kekurangan oksigen atau keracunan air ketuban.
  3. Plasenta Accreta
    Plasenta accrete merupakan keadaan menempelnya plasenta diotot rahim.Faktor resiko terjadinya plsenta accrete pada ibu yang mengalami persalinan yang berulang, ibu berusia > 35 tahun dan ibu yang pernah operasi (operasinya meninggalkan bekas yang menyebabkan menempelnya plasenta).
  4. Vasa Previa
    Vasa Previa adala keadaan pembuluh darah di selaput ketuban berada di mulut rahim (osteum uteri) jika pecah dapat menimbulkan perdarahan banyak yang membahayakan janin dan ibunya.Untuk menguraangi risiko pada ibu dan janin maka persalinan dilakukan dengan operasi.


e.  Permintaan pasien
Persalinan seksio sesarea atas permintaan ibu memiliki sejumlah konsep etika yang telah diperdebatkan.Menurut Bewley dan Cockburn, mereka membantah bahwa konsep persalinan sesarea dengan permintaan kurang memilki kepentingan etika dan medik. Ahli lain menyimpulkan bahwa bukti yang ada tidak mendukung permintaan persalinan seksio sesarea yang rutin. Namun, hal tersebut secara etis tidak mendukung keputusan obstetric untuk menyetujui permohonan pasien untuk permintaan pelahiran sesarea.Adapun alasan ibu meminta persalinan dengan seksio sesarea adalah untuk mengindari cedera dasar panggul saat persalinan pervaginam, menurunkan risiko cedera janin, menghindari ketidakpastian dan nyeri persalinan, serta rasa tidak nyaman.

Masa globalisasi dengan semakin meningkatnya ilmu pengetahuan dan tehnologi masyarakat ternyata diikuti

Daftar Pustaka Makalah
Oxorn, Harry dan William.(2010). Ilmu Kebidanan : Patologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica (YEM). 

Faktor Yang menyebabkan Ibu Memilih Persalinan dengan Tindakan Seksio Sesarea Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment