Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 30 September 2015

Hak Kewajiban Para Pihak dalam Kontrak Leasing dan Berakhirnya

Hak dan Kewajiban Para Pihak dalam Kontrak Leasing
Apabila terjadi kesepakatan antara pihak lessor, lessee dan supplier telah tercapai, maka akan menimbulkan hak dan kewajiban di antara para pihak. Perjanjian leasing juga sama seperti   perjanjian-perjanjian lain pada umumnya menimbulkan hak dan kewajiban bagi masing-masing pihak yang menandatangani perjanjian tersebut, karena setelah perjanjian leasing ditandatangani oleh kedua belah pihak, yakni lessor  dan lesse, maka  perjanjian tersebut berlaku  sebagai  undang-undang bagi mereka dan melahirkan hak dan kewajiban bagi lessor dan lesse. Eddy P. Soekadi, Op Cit, hal.155


Secara  umum  mengenai  hak  dan  kewajiban    lessor  dan  lesse  yang  berkenaan dengan tindakan leasing saat ini masih berpedoman pada  Pasal 1548-1580   KUHPerdata   sedangkan   sebagai   dasar kontrak   antara   para   pihak dipergunakan Pasal 1338 KUHPerdata yang menganut asas kebebasan berkontrak (fredoom  of contract).  Pengaturan  hak  dan kewajiban  telah ditentukan  dalam perjanjian pembiayaan leasing yang telah dibuat antara pihak lessor dan lesse.

Beberapa hak dan kewajiban lessor menurut Sri Suyatmi dan Sudiarto adalah sebagai berikut: Sri Suyatmi dan Sudiarto, Problematika Leasing di Indonesia, (Jakarta : Arikha Media Cipta, 1992), hal. 64. 

a. Hak Lessor
  1. Menerima pembayaran secara berkala dari lesse, sebagai imbalan atas penyerahan kenikmatan ekonomis atas barang modal sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak dalam perjanjian.
  2. Dapat menarik  kendaraan   secara  paksa  dari konsumen/lesse  apabila setelah  disomasi  tidak  melakukan  pembayaran  agsuran,  bunga,  dan denda keterlambatan
  3. Menentukan alokasi dari pembayaran yang diterima lesse
  4. Melakukan penyesuaian jumlah angsuran pokok pembiayaan
  5. Menetapkan jaminan atau biaya leasing di muka
  6. Berhak atas ganti rugi asuransi
  7. Meminta  laporan-laporan  sehubungan  dengan  penggu naan     barang modal  tersebut, terutama  terhadap  barang-barang  industri  berat,  dan lessor setiap saat dapat mengadakan pemeriksaan atas keadaan barang modal yang disewakan oleh lesse.
  8. Dapat menghentikan secara sepihak perjanjian leasing tersebut apabila terjadi   kelalaian   /cidera janji,   baik   dari   konsumen/lesse   ataupun penjamin.


b.   Kewajiban Lessor
  1. Menyerahkan barang modal tersebut kepada lesse  dalam keadaan baik
  2. Memberi kenikmatan ekonomis atas barang modal tersebut kepada lesse selama janngka waktu yang ditentukan.
  3. Memberi jaminan kepada lesse, bahwa lesse dapat memakai barang modal tersebut dengan bebas tanpa khawatir akan gangguan dari pihak ketiga
  4. Menjamin barang tersebut bebas dari segala pembebanan hukum
  5. Menyerahkan uang sebagai biaya barang yang dibeli kepada supplier.


Selain itu yang menjadi hak dan keajiban lesse adalah sebagai berikut:

a. Hak Lesse
  1. Mendapatkan barang dari supplier dan menikmati barang yang di-lease- nya tersebut tanpa gangguan.
  2. Memperoleh   hak    pilih   (optie),   yaitu    hak   untuk    membeli   atau memperpanjang barang objek leasing.
  3. Memakai barang leasing sesuai dengan kontrak yang dibuat antara pihak lessor dan lesse


b.  Kewajiban Lesse
  1. Membayar uang sewa secara berkala
  2. Menanggung segala risiko yang timbul dalam hal   pemakaian barang modal tersebut. Oleh karena itu lesse wajib untuk mengasuransikan barang tersebut selama jangka waktu leasing agar dapat terjamin keberadaannya.
  3. Membayar pajak
  4. Melunasi seluruh biaya sewa apabila lesse membeli barang leasing
  5. Menanggung  biaya  dan ongkos yang  dikeluarkan oleh lessor  karena dirugikan, dilanggar atau diancam oleh lesse
  6. Menanggung biaya asuransi


Dari berbagai hak dan kewajiban yang disajikan   di atas yang paling menonjol  adalah  hak  dari kreditor  (lessor)  atau  lembaga  pembiayaan  dan kewajiban debitor (lesse). Hak yanng paling ditakuti lesse adalah hak lessor untuk menarik kendaraan yang menjadi objek pembiayaan. Penarikan ini dilakukan karena lesse tidak melaksanakan prestasinya. Dalam kontrak leasing kewajiban lesse yang paling utama adalah melakukan pembayaran angsuran dan bunga setiap bulannya. Apabila hal itu tidak diindahkan maka akibatnya objek perjanjian akan  ditarik oleh lessor baik secara sukarela maupun secara paksa.Salim H.S, Perkembangan Hukum Kontrak di Luar KUHPerdata, (Jakarta : PT RajaGrafindo Persada, 2008), hal.147  Oleh karena itu diharapkan  kepada  para  pihak  khususnya  lesse  untuk  dapat  melaksanakan prestasinya sebagaimana yang ditentukan dalam kontrak.

Selain hak dan kewajiban lessor dengan lesse di atas supplier sebagai penyedia barang juga memiliki kewajiban yang harus dipenuhi dalam kontrak, kewajiban tersebut adalah sebagai berikut :Salim, Perjanjian Dalam Praktek, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2004), hal.54. 
  1. Menyerahkan barang kepada lesse. Penyerahan adalah suatu pemindahan barang yang telah dijual kedalam kekuasaan kepunyaan si pembeli sewa
  2. Untuk barang yang harus dibalik nama, mengurus balik nama atas barang yang   di-lease.
  3. Khusus untuk kendaraan bermotor, supplier mempunyai kewajiban memperpanjang   Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan selama dalam masa leasing.


Hal di atas sesuai dengan ketentuan Pasal 1513 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang menyatakan ”Kewajiban utama sipembeli ialah membayar harga pembelian, pada waktu dan tempat sebagaimana ditetapkan menurut perjanjian” dan bilamana hal itu tidak ditetapkan dalam perjanjian, maka menurut Pasal 1514 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang bunyinya adalah ”Jika pada waktu membuat perjanjian tidak ditetapkan tentang itu, si pembeli harus membayar di tempat dan waktu dimana penyerahan harus dilakukan.”

Dalam  hal tidak ada ketentuan mengenai penyerahan, maka penyerahan dilakukan di tempat dimana barang berada pada saat perjanjian sewa guna usaha dibuat, atau pembayaran dilakukan di tempat dimana perjanjian dibuat. Selain itu lesse mempunyai kewajiban antara lain merawat barang yang di-leasing dengan biaya sendiri.

Berakhirnya Kontrak Leasing

Seperti   juga   perjanjian  pada   lainnya,   tentu   perjanjian   leasing   dapat diputuskan kapan saja jika para pihak dalam perjanjian tersebut saling sepakat untuk  itu.  Ini  memang  prinsip  yang berlaku umum  dalam  hukum  kontrak. Biasanya, hak salah satu pihak untuk memutuskan kontrak dengan persetujuan pihak lain disebutkan secara eksplisit dalam kontrak yang bersangkutan.

Pada  prinsipnya  ada  4  (empat)    macam    alasan  berakhirnya  perjanjian leasing, yaitu : Munir Fuady, Op. Cit, hal.43 

a. Berakhirnya  Kontrak Leasing Karena Konsensus
Dalam praktek,  pemutusan kontrak  leasing  secara    konsensus  ini sangat jarang terjadi. Hal ini disebabkan karena  karakteristik dari kontrak leasing salah dimana satu pihak berprestasi tunggal, yaitu pihak lessor. Artinya pihak lessor cukup sekali berprestasi yaitu menyerahkan dana untuk pembelian barang leasing tertentu. Sekali dana dicairkan, maka pada prinsipnya selesailah tugas substansial dari lessor. Tinggal pihak supplier kemudian berkewajiban menyerahkan barang kepada  lesse,  dan sebaliknya  pihak  lesse  harus mengembalikan   uang  cicilan kepada lessor.

Setelah lessor  mencairkan dana  selesailah tugas substansial dari   lessor, maka sangat sulit bagi lessor untuk setuju jika pihak lesse ingin memutuskan kontrak  di  tengah  jalan,  karena  apabila  kontrak  putus  di  tengah  jalan  lalu bagaimana dengan dana yang telah dicairkan itu.

Jika kemudian lesse  harus  menyerahkan kembali dana leasing di tengah jalan kepada lessor (prepayment), biasanya dalam kontrak ditegaskan bahwa lesse diharuskan juga membayar bunga ditambah biaya-biaya lainnya. Seandainya hal ini terjadi, maka kontrak leasing yang bersangkutan  balum dapat dikatakan putus, tetapi pelaksanaannya dipercepat. Di dalam praktek, mempercepat waktu kontrak dari semula yang berjangka lebih lama, dapat saja dilakukan, bahkan sering juga hal tersebut diatur tegas dalam perjanjian.

Kadang-kadang terdapat juga kontrak dimana kedua belah pihak dapat bebas memutuskannya di tengah jalan, dengan atau tanpa  sebab sama sekali. Model kontrak seperti ini jarang dipraktekkan dan tidak sesuai dengan karakteristik kontrak leasing  sebagai kontrak prestasi tunggal dari pihak lessor. Sebab sekali lessor  telah  berprestasi  maka  kontrak  tidak  mungkin diputus  di tengah jalan. Kecuali terhadap  transaksi  leasing  dimana  lessor  belum  sempat  memberikan prestasinya  dalam bentuk apapun, ataupun dalam leasing dengan mana  lessor dengan mudah dapat menjual barang modal dan dengan harga yang mencukupi.

Sementara itu, apabila kontrak leasing diakhiri dengan cara konsensus para pihak justru belum ada satu pihak pun yang melakukan prestasi, misalnya pihak lessor  pun  belum  ada  mencairkan dananya, maka  yang  terjadi  itu  bukan pemutusan  kontrak,  tetapi  lebih  tepat  dikatakan  sebagai pembatalan kontrak. 

Akibatnya kontrak dianggap tidak pernah ada sama sekali. Hanya saja dengan adanya pasal 1266 KUHPerdata, yang akan diterangkan selanjutnya, maka terjadi kekaburan antara kontrak yang dibatalkan  dengan kontrak yang diputuskan.

b.  Berakhirnya  Kontrak  Leasing  Karena    Habis  Waktu  atau  Habisnya  Masa

Kontrak
Perjanjian leasing berakhir pada masa akhir kontrak leasing, sesuai dengan jangka  waktu  yang  telah diperjanjikan  dalam  perjanjian  leasing.  Berakhirnya perjanjian leasing yang demikian menimbulkan beberapa hak bagi lesse untuk:Amin Widjaja Tunggal & Arif Djohan Tunggal, Op.cit, hal .46
  1. mengakhiri kontrak dengan mengembalikan barang yanng menjadi objek leasing  kepada lessor
  2. mengadakan kontrak leasing yang baru dengan harga yang baru dengan nilai pasar
  3. menggunakan  hak  pilihnya  (optie)  untuk  membeli  barang  yang  di leasekan.


Wanprestasi atau breach of contract merupakan salah satu sebab sehingga berjalannya kontrak menjadi terhenti, dalam hal ini yang dimaksud sebagai wanprestasi adalah salah satu pihak atau lebih tidak melaksanakan prestasinya sesuai dengan kontrak. Suryodiningrat, Hukum Perjanjian, (Yogyakarta : Bintang Terang, 1982), hal.26. 

Di dalam KUHPerdata pasal 1239 menentuka n bahwa dalam hal suatu pihak  melakukan wanprestasi, maka  pihak  lainnya dapat menuntut   diberikan ganti rugi berupa biaya, rugi dan bunga.

Alternatif  lain selain tuntutan ganti rugi oleh pihak yang dirugikan, maka dapat juga dituntut pelaksanaan perjanjian itu sendiri dengan atau tanpa ganti rugi. d.  Putusnya Kontrak Leasing Karena Force Majure

Walaupun hak milik belum beralih kepada lessee sebelum hak opsi beli dilaksanakan oleh pembeli, tetapi karena lessor memang dari semula bertujuan hanya sebagai penyandang dana, bukan sebagai pemilik, maka sudah selayaknya jika beban resiko dari suatu leasing yang dalam keadaan force majure dibebankan kepada lesse.

Dalam kontrak-kontrak leasing, memang jelas kelihatan bahwa lessor tidak ingin mengambil risiko. Jadi, pengaturan risiko pada transaksi leasing lebih condong ke risiko yang ada pada transaksi jual beli dari pada sewa menyewa.

Hanya  saja  dalam   praktik,   isu   risiko  ini  tidak   begitu  dipersoalkan berhubung  biasanya barang leasing  yang  bersangkut an  telah  diasuransikan. Bahkan  sering  juga  dalam  bentuk  asuransi  "all risk."  Di  mana  hak  untuk menerima ganti kerugian dari asuransi ini telah dialihkan kepada lessor (dilakukan cessie  asuransi).  Namun demikian pengaturan tentang  risiko  ini  tetap  penting mengingat jika terjadi sesuatu dan lain hal yang menyebabkan pihak asuransi tidak  dapat  atau  tidak mau  membayar  seluruhnya  atau  sebagian  dari  ganti kerugian jika terjadi force majeure, misalnya dengan alasan bahwa asuransi buka n untuk  "all  risk",  atau  perusahaan  asuransi  jatuh  pailit, ataupun  karena  ada "dispute" dalam melihat sebabnya terjadi peristiwa force majeure tersebut oleh karena itu, dalam hal seperti ini, pihak lessee-lah yang akhirnya menjadi pihak yang harus menanggung risiko.

Daftar Pustaka Makalah  Hak Kewajiban Para Pihak dalam Kontrak Leasing

Hak Kewajiban Para Pihak dalam Kontrak Leasing dan Berakhirnya Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment