Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 17 September 2015

Kanker Payudara: Prevalensi Penggunaan Pengobatan Alternatif dan Komplementer dan Alasan Dominan

Definisi pengobatan alternatif dan komplementer 

The National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM), merupakan biro pemerintahan yang merupakan bagian  dari  Institusi Kesehatan Nasional (National Institutes of Health). The National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) mendefinisikan pengobatan alternatif dan komplementer sebagai: “ sekelompok sistem, praktek dan produk perawatan kesehatan dan medis yang terdiri dari beberapa jenis dan bukan merupakan bagian dari pengobatan konvensional (Silver, 2006). 

Beberapa wanita penderita kanker payudara menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer (Complementary and Alternative Medicine) atau yang biasa disingkat dengan CAM (Bellenir, 2009). Pengobatan alternatif dan komplementer  berbeda antara satu dengan yang lainnya. Pengobatan komplementer diartikan untuk menambah atau melengkapi pengobatan utama pada umumnya.(medis); pengobatan alternatif diartikan untuk menggantikan pengobatan medis dengan pengobatan yang berbeda (Lyons, 2007).   

Pasien mungkin akan memilih menggunakan pengobatan komplementer disamping menjalani pengobatan medisnya  seperti pembedahan, radiasi, kemoterapi ataupun terapi biologis untuk meredakan gejala dari kanker dan efek samping dari terapi kanker yang dijalani. Pengobatan komplementer dapat terdiri dari meditasi, pemijatan, yoga, diet dan  konsumsi  suplemen berupa vitamin, mineral ataupun  jamu. Di lain hal, pasien mungkin akan memilih menggunakan terapi alternatif daripada terapi kanker medis. Beberapa pengobatan alternatif identik dengan pengobatan komplementer. Pengobatan alternatif lainnya dapat berupa pengobatan yang menggunakan peralatan kimiawi ataupun elektris. Perbedaan antara pengobatan  alternatif dan komplementer  adalah pasien menggunakan  pengobatan alternatif  dengan tujuan mengobati kanker dan  sama sekali tidak menggunakan pengobatan medis. (Lyons, 2007). 

Prevalensi penggunaan pengobatan alternatif dan komplementer.

Pengobatan alternatif dan komplementer telah meningkat popularitasnya dalam beberapa tahun belakangan ini (Bellenir, 2009). Penggunaan CAM lebih umum terjadi diantara pasien-pasien kanker daripada pasien-pasien penyakit lainnya (Shumay dkk, 2002). Pasien kanker yang menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer mengalami peningkatan  (Aloui-Jamali, 2010). Sebanyak 90% pasien penderita kanker pernah menggunakan beberapa bentuk dari pengobatan CAM (Aloui-Jamali, 2010).  

Morris dkk. (2000) melaporkan bahwa pasien penderita kanker payudara cenderung untuk menggunakan sejumlah tipe CAM dan cenderung untuk menjalaninya secara teratur dibandingkan penderita jenis kanker lainnya (Shumay dkk, 2002). Prevalensi penggunaan CAM pada penderita kanker payudara bervariasi yang mengindikasikan sekitar 63% sampai 83% pasien kanker payudara menggunakan setidaknya satu tipe dari CAM (Digianni, Garber, & Winner, 2002). Dengan meningkatnya ketakutan akan sakit  dan kematian, wanita penderita kanker payudara akan mencoba berbagai jenis pengobatan CAM (VandeCreek, Rogers, & Lester, 1999 dalam Lengacher, 2002). 

Domain Pengobatan Alternatif dan Komplementer 

Pengobatan alternatif dan komplementer dikategorisasikan ke dalam beberapa jenis. The National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) membaginya ke dalam lima domain (Kelvin, 2011): 
  1. Whole medical systems of theory and practice
    Pengobatan ini telah diterapkan dan digunakan oleh banyak budaya yang berbeda di berbagai belahan dunia. Pengobatan ini berfungsi untuk merangsang atau mendorong kemampuan tubuh untuk menyembuhkan dirinya sendiri atau untuk  memulihkan keseimbangan  yin  dan  yang dan sirkulasi  qi  (energi kehidupan). Contohnya termasuk  homeopathic medicine, naturopathic medicine, pengobatan tradisional Cina (contoh: akupuntur), dan Ayurveda dari India.
  2. Mind–body medicine
    Teknik ini membantu pikiran untuk meningkatkan fungsi tubuh dan mengurangi gejala penyakit. Contohnya termasuk meditasi,  guided imagery, hipnosis, berdoa, dan creative therapies.
  3. Biologically based practices
    Pengobatan ini menggunakan bahan-bahan yang didapat dari alam seperti jamu, makanan, vitamin, dan produk biologis lainnya (contohnya tulang rawan ikan hiu).
  4. Manipulative and body-based practices
    Teknik ini mencakup manipulasi atau pergerakan tubuh seperti yang biasa digunakan oleh chiropractor  (orang yang mengurut tulang penderita penyakit tulang punggung) dan terapi pemijatan.
  5. Energy medicine
    Teknik ini memanipulasi energi didalam atau diluar tubuh.  Contohnya termasuk  terapi sentuh (touch therapy),  penggunaan magnet, atau  Reiki  (suatu metode penyembuhan alami yang memanfaatkan energi dari alam, dan disalurkan kedalam tubuh pasien untuk menormalkan kembali organ tubuh yang sakit). 


Ada banyak pengobatan berbeda yang digolongkan sebagai komplementer akan tetapi yang paling banyak digunakan kanker payudara adalah akupuntur (dan acupressure), aromaterapi,  creative therapies,  pengobatan  herbal,  homeopathy, hipnoterapi, relaksasi dan visualisasi serta refleksologi (Odgen, 2004). 

Alasan Penggunaan Pengobatan Alternatif dan Komplementer 

Adanya kemajuan dalam perawatan kesehatan pada abad-abad terakhir ini membuat angka harapan hidup manusia lebih tinggi sementara mereka yang menderita penyakit kronis masih menemukan bahwa pengobatan konvensional tidak mampu untuk menyembuhkan atau mengurangi rasa sakit secara efektif (Michaud, 2000). Dengan globalisasi informasi dan sumber yang mudah didapat, banyak orang yang menggunakan pengobatan alternatif dan komplementer untuk memuaskan kebutuhan perawatan kesehatan pribadi (Michaud, 2000). Pasien kanker khususnya, cenderung lebih terbuka terhadap pengobatan CAM. Sebagian alasannya adalah dikarenakan persepsi, benar atau salah, bahwa pengobatan tersebut alami, aman, efektif, dan lebih mudah diterima oleh tubuh (Aloui-Jamali, 2010). 

Penderita kanker payudara menggunakan pengobatan komplementer dengan alasan yang berbeda-beda. (Odgen, 2004). Beberapa orang melakukannya karena mereka merasa bahwa proses medis yang konvensional berada diluar kontrol mereka sedangkan menggunakan pengobatan komplementer memberikan cukup kontrol untuk penyembuhan diri mereka sendiri. (Odgen, 2004). Beberapa penderita lainnya menggunakan pengobatan tersebut untuk memperbaiki kualitas hidup mereka dengan mengurangi efek samping dari kemoterapi.  Penderita lainnya juga merasakan bahwa pengobatan komplementer memberikan mereka harapan yang lebih bahwa mereka akan dapat bertahan melalui semuanya (Odgen, 2004). 

Pasien kanker payudara menyatakan berbagai alasan dalam menerapkan CAM kedalam  perawatan kesehatan mereka. Boon dkk (dalam  Digianni, Garber, & Winner, 2002) menanyakan kepada sejumlah sampel acak  dari penderita kanker payudara di Kanada untuk memahami motivasi dibalik penggunaan CAM. Wanita-wanita tersebut menyatakan bahwa mereka  menggunakan pengobatan tersebut untuk meningkatkan sistem kekebalan (63%), meningkatkan kualitas hidup (53%), mencegah kambuhnya kanker (42%), memberikan perasaan kontrol akan hidup mereka (38%), dan untuk melengkapi pengobatan medis konvensional yang mereka lakukan (38%). Richardson dkk melaporkan hasil yang mirip tentang pengobatan CAM dari sekelompok pasien kanker di sebuah pusat kanker. Pasien berharap dapat memperbaiki kualitas hidup (77%), menaikkan sistem kekebalan (71%), dan memperpanjang usia (62%). 

Bagaimanapun, peningkatan pengobatan  alternatif dan komplementer menggambarkan  keadaan yang menyedihkan pada banyak penderita kanker sehingga membuat mereka berkeinginan untuk mencoba segala  cara yang dapat membantu mereka mengatasi hal tersebut (Kelvin, 2011). 


Daftar Pustaka Makalah Kanker Payudara

Bellenir, K. (2009).  Breast cancer sourcebook. USA:  Springer Publishing Company, Inc.  

Odgen, J. (2004). Understanding breast cancer. England: John Willey & Sons, Ltd. 

Kanker Payudara: Prevalensi Penggunaan Pengobatan Alternatif dan Komplementer dan Alasan Dominan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment