Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Keputusan Membeli Pada Department Store Diitinjau dari Citra

Keputusan Membeli Pada Department Store Diitinjau dari Citra Department Store

Penentu pemilihan department store berhubungan dengan citra department store yang dipengaruhi oleh kuatnya penarik. Akibatnya, pedagang membutuhkan pengertian tentang kriteria evaluasi konsumen yang digunakan dalam memilih department store, seberapa penting masing-masing kriteria, citra konsumen tentang department store, dan bagaimana citra tersebut dibandingkan dengan citra ideal dan citra kompetitor (Loudon dan Bitta, 1993). Citra dapat mempengaruhi proses pembelian suatu produk atau jasa. Oleh karena itu, citra menjadi faktor penting bagi keberhasilan pemasaran (Suryandari, 2003).


Karakteristik pembeli mempengaruhi citra toko. Citra toko pada gilirannya mempengaruhi pilihan toko dan produk akhirnya adalah pembelian. Jika pengalaman masa lalu memuaskan, maka pilihannya akan bersifat kebiasaan, kecuali jika faktor-faktor lain telah berubah semenjak kunjungan terakhir (Engel, Blackwell, Miniard, 1995).

Citra toko di mata pengunjung dapat menjadi stimuli untuk masuk ke dalam toko, yang berlanjut pada proses interaksi hingga pembelian (Kusumowidagdo, 2005). Jika sebuah department store mampu memberikan daya tarik tertentu pada konsumen sehingga minat berkunjung konsumen semakin kuat, maka kemungkinan realisasi pembelian yang dilakukan konsumen adalah semakin besar (Mish, dalam Handoko, 2006). Grewal (dalam Heijen dan Verhagen, 2003) menyatakan bahwa terdapat hubungan positif antara citra toko dan intensi pembelian.

Menurut Assael (1998) rangsangan dalam toko merupakan hal yang penting dalam mempengaruhi keputusan membeli khususnya untuk pembelian yang tidak direncanakan. Hal ini menunjukkan bahwa situasi yang baik dalam toko dapat mempengaruhi konsumen dalam membuat keputusan untuk melakukan pembelian, dengan kata lain situasi yang baik tersebut dapat menjadikan suatu rangsangan bagi konsumen untuk melakukan pembelian.

Citra toko yang baik di mata konsumen menciptakan nama toko yang baik pula. Nama toko merupakan persepsi terhadap toko. Jika persepsi konsumen positif terhadap toko maka akan menciptakan penerimaan kualitas yang berlanjut kepada penerimaan nilai dan produk akhirnya adalah keinginan untuk membeli (Dodds, Monroe, Grewal, dalam Schiffman dan Kanuk, 2004).

Buckley (dalam Yildirim, 2007) menemukan hubungan antara citra toko dan intensi pembelian. Beberapa peneliti berpendapat bahwa konsumen yang menerima citra toko yang positif, sebagai hasilnya adalah pengaruh yang lebih positif terhadap toko. Retailer harus memastikan bahwa citra toko mereka sepositif mungkin di mata konsumen sehingga harapan konsumen terhadap kepribadian toko dapat ditemui.

Berdasarkan penelitian Dewi (2008) citra supermarket berpengaruh positif pada attitudinal loyalty, behavioral loyalty, dan composite royalty. Selain itu, citra supermarket juga berpengaruh positif pada kepuasan pelanggan.

Sularko (2004) melakukan penelitian mengenai pengaruh atribut toko terhadap minat beli. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa :
  1. Kelengkapan barang mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan memiliki hubungan yang signifikan 
  2. Harga mampu mempengaruhi dan memiliki hubungan yang signifikan terhadap minat beli konsumen 
  3. Lokasi toko mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan memiliki hubungan yang signifikan, sehingga lokasi toko memiliki peranan yang cukup besar dan dengan tersedianya sarana tempat parkir serta keamanan yang memadai bagi para pengunjung toko, dengan sendirinya akan memberikan rasa aman bagi pengunjung 
  4. Kualitas barang mampu mempengaruhi minat beli konsumen dan memiliki hubungan yang signifikan, sehingga apabila kualitas barang itu rendah maka minat beli konsumen akan rendah dan sebaliknya apabila kualitas barang itu tinggi, maka minat beli konsumen juga akan tinggi. 
Keputusan Membeli


Yusoff (dalam Mardalis, 2005) menyatakan bahwa suatu toko maupun perusahaan akan dilihat melalui citranya baik citra itu negatif atau positif. Citra yang positif akan memberikan arti yang baik terhadap produk toko atau perusahaan tersebut dan seterusnya dapat meningkatkan jumlah penjualan. Sebaliknya penjualan produk suatu toko atau perusahaan akan jatuh atau mengalami kerugian jika citranya dipandang negatif oleh masyarakat.

Sunter (dalam Mardalis, 2005) berkeyakinan bahwa pada masa akan datang hanya dengan citra, maka pelanggan akan dapat membedakan sebuah produk dengan produk lainnya. Oleh karena itu, bagi toko dan perusahaan jasa memiliki citra yang baik sangatlah penting. Dengan konsep citra toko dan citra perusahaan yang baik ia dapat melengkapkan identitas yang baik pula dan pada akhirnya dapat mengarahkan kepada kesadaran yang tinggi, loyalitas, dan reputasi yang baik. Pengaruh citra terhadap loyalitas juga ditemukan dalam hasil penelitian Andreassen dan Linestad (dalam Mardalis, 2005). Hasil penelitian mereka, ada yang menyimpulkan bahwa citra produk mempunyai dampak langsung yang signifikan terhadap loyalitas pelanggan.


Daftar Pustaka Makalah Keputusan Membeli Pada Department Store Diitinjau dari Citra

Engel, J. F., Blackwell, R. D., & Miniard, P.W. (1995). Perilaku konsumen, Edisi keenam (terjemahan). Jakarta: Binarupa Aksara

Kusumowidagdo, A. (2005). Peran Penting Perancangan Interior Pada Store Based Retail. Surabaya : Jurnal Interior Vol 3 No.1 [Online]. Diakses pada tanggal 18 September 2008 melalui http : //puslit.petra.ac.id/journal/interior

Heijden, H, Verhagen, Tibert. (2002). Measuring and Assesing Online Store Image : A Study of Two Online Bookshop in the Benelux. Amsterdam [Online] diakses pada tanggal 19 Agustus 2008 melalui http://www.scanyours.com/index.php?option=com_docman&task=doc_downl oad&gid=17&Itemid=125.

Dewi, A. S. (2008). Variety Seeking Sebagai Variabel Moderator Pengaruh Citra Supermarket dan Kepuasan Pelanggan Pada Loyalitas Pelanggan. [OnLine]. Diakses pada tanggal 5 Agustus 2008 melalui http://lib.feb.ugm.ac.id/ebdl/gdl42/gdl.php?mod=browse&op=read&id=pfeug m--dewiaminas-977

Mardalis, A. (2005). Meraih Loyalitas Konsumen. Surakarta: Benefit Jurnal Manajemen dan Bisnis [Online]. Diakses pada tanggal 18 September 2008 melalui http://eprints.ums.ac.id/238/1/BENEFIT_V9_N2,_DES_2005.pdf

Yildirim, Kemal, Baskaya, Aysu Akalin, Hidayetoglu, M. Lutfi. (2007). The Effect of Store Window Type on Consumers’Perception and Shopping Attitude Through the Use of Digital Pictures. Journal of Science 20(2): 33-40 (2007). [Online]. Diakses pada tanggal 22 September 2008 melalui http://www.fbe.gazi.edu.tr./dergi/tam/20(2)/2.pdf

Schiffman, L. G, Kanuk, L.L. (2004). Consumer Behavior 8th edition. Singapura : Prentice Hall.

Assael, H. (1998). Consumer Behavior and Marketing Action 6th edition. New York : International Thomson Publishing.

Handoko, J. (2006). Pengaruh Brand Image Dan Store Image Dari Sogo Department Store Sebagai Anchor Tenant Terhadap Minat Pengunjung Untuk Datang di Tunjungan Plasa IV Surabaya. [Online]. Diakses pada tanggal 12 September 2008 melalui http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/mpar/2006/jiunkpe-ns-s1-2006-35402092-4537-brand_image-abstract_toc.pdf 

Suryandari, R.I. (2003). Analisis Pengaruh Citra Supermarket Terhadap Loyalitas Konsumen. [Online]. Diakses pada tanggal 19 Juli 2008 melalui http://mm.uns.ac.id/jurnal.php?ket=detail&did=451

Loudon, D.L, Bitta, A. J. D. (1993). Consumer Behavior 4th edition. Singapura : Mc Graw Hill.

Keputusan Membeli Pada Department Store Diitinjau dari Citra Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment