Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengaruh Gambaran Tubuh terhadap Depresi pada Remaja Awal

Pengaruh Gambaran Tubuh terhadap Depresi pada Remaja Awal

Masa remaja adalah masa transisi atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Keadaan ini diawali dengan terjadinya pubertas. Pubertas menurut Santrock (1998) adalah masa atau periode yang singkat dalam pematangan fisik yang melibatkan perubahan hormonal dan tubuh yang dimulai sejak awal masa remaja.


Pada masa remaja, khususnya remaja awal terjadi perubahan fisik yang pesat sehingga menimbulkan respon tersendiri bagi remaja yang berupa tingkah laku yang sangat memperhatikan perubahan bentuk tubuhnya (Hurlock, 1999). Pertumbuhan anggota-anggota badan pada masa ini lebih cepat daripada badan, hal ini membuat remaja memiliki proporsi tubuh yang tidak seimbang. Tangan dan kakinya lebih panjang dalam perbandingan dengan badannya (Monks, 2001).

Menurut Monks (2001), seringkali penyimpangan dari bentuk badan khas perempuan atau khas laki-laki menimbulkan kegusaran batin yang cukup mendalam karena pada masa ini perhatian remaja sangat besar terhadap penampilan dirinya. Dacey & Kenny (Davison & McCabe, 2006) menjelaskan bahwa karakter fisik menjadi pusat dari sense of self bagi remaja. Bagaimana mereka memandang diri mereka sangat berperan dalam fungsi sehari-hari mereka. Mereka memiliki pandangan sendiri mengenai tubuh mereka. Pandangan inilah yang disebut dengan gambaran tubuh oleh Hughes & Noppe (1985). Menurut Cash & Deagle (dalam Jones, 2002) gambaran tubuh dapat juga didefinisikan sebagai derajat kepuasan seseorang terhadap dirinya secara fisik meliputi bentuk, ukuran, dan penampilan umum. Pada masa ini, hanya sedikit remaja yang merasa puas dengan tubuhnya (Hurlock, 1999).

Simons, Rosenberg, & Rosenberg (Davison & McCabe, 2006) juga mengatakan bahwa remaja awal dikarakteristikkan dengan adanya kesadaran dan kepedulian yang tinggi mengenai bagaimana evaluasi teman sebaya mengenai mereka. Pendapat ini didukung oleh Hili dan Monks (dalam Monks, 2001) yang menyatakan bahwa remaja sendiri merupakan salah satu penilai yang penting terhadap badannya sendiri sebagai rangsang sosial.

Kejadian-kejadian yang terjadi dengan teman sebaya memiliki pengaruh bagi remaja, termasuk yang berkaitan dengan keadaan fisik mereka. Davison (2002) mengatakan bahwa remaja mendapati penampilan fisik mereka menjadi fokus percakapan yang tidak menyenangkan dari teman-teman sebaya. Hal ini membuat remaja sangat sensitif terhadap penampilan fisik dan juga terhadap persepsi dari teman-teman mereka, sehingga mereka sangat memperhatikan daya tarik mereka dan secara kritis menilai tubuh mereka.

Evaluasi negatif mengenai penampilan dapat membuat mereka mengalami kesulitan dalam hubungan interpersonal karena yang dinilai menariklah yang akan mendapat penerimaan dalam interaksi sosial (Davison & McCabe, 2006). Mereka menyadari bahwa daya tarik fisik berperan penting dalam hubungan sosial dan bahwa mereka yang menarik biasanya diperlakukan dengan lebih baik daripada mereka yang kurang menarik (Hurlock, 1999). Mereka akan sangat menderita manakala suatu saat tidak diterima atau bahkan diasingkan oleh kelompok teman sebayanya (Ali & Asrori, 2004). Teman sebaya lebih besar pengaruhnya dalam lingkungan sekolah. Hal ini disebabkan karena para remaja lebih banyak menghabiskan waktunya di sekolah daripada di tempat lain di luar rumah (Yusuf, 2004). Dalam pergaulan di sekolah, terdapat kelompok tertentu yang dipandang populer dan terdapat banyak kegiatan seperti dalam organisasi dan olahraga. Respon negatif dari orang lain juga dapat merusak pembentukan diri, tidak kompeten, dan perasaan inferior (Breakey, 199. Keadaan ini mengarah pada terjadinya depresi.
Penolakan dari teman-teman sebaya juga dapat memicu skema negatif yang menurut teori Beck berperan penting dalam depresi (Davison, 2002). Pendapat ini didukung oleh Nolen-Hoeksema dan Girgus (dalam Krenke & Stemmler, 2002) yang mengatakan bahwa perubahan hormonal dan hal-hal yang berkaitan dengan kensekuensi psikologis seperti ketidakpuasan pada bentuk tubuh dan faktor sosial pada remaja awal, seperti negative life event dapat menyebabkan depresi. Ali dan Asrori (2004) juga menyatakan bahwa tidak setiap remaja dapat menerima perubahan kondisi tubuhnya, sehingga tidak jarang menyebabkan remaja cenderung menyendiri, merasa terasing, kurang perhatian dari orang lain, atau bahkan merasa tidak ada yang mau mempedulikannya. Hal ini terlihat sebagai munculnya gejala depresi, yaitu depressed/negative affect atau perasaan-perasaan negatif. 

Pengaruh Depresi pada Remaja

Beberapa penelitian seperti penelitian yang dilakukan oleh Konstanski & Gullone pada tahun 1998 (dalam Davison & McCabe, 2006) juga mengindikasikan bahwa terdapat hubungan antara gambaran tubuh dengan depresi pada remaja. Menurut Monks (2001), pada remaja yang mengerti bahwa badannya memenuhi persyaratan, maka hal ini berakibat positif terhadap penilaian dirinya. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh Hurlock (1999) bahwa bagi remaja yg menerima perubahan fisik yg terjadi pada dirinya, menganggap hal tersebut merupakan suatu hal yang wajar karena memang akan dialami oleh semua orang yang melalui masa pubertas

Berdasarkan pemaparan di atas, dapat diketahui bahwa gambaran tubuh memiliki pengaruh terhadap depresi pada remaja awal. Gambaran tubuh yang negatif akan berdampak terjadinya depresi pada remaja awal.

 Daftar Pustaka Makalah Gambaran Tubuh terhadap Depresi

Hurlock, E.B. (1999). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi ke-5). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Davison, T.E., & McCabe, M.P. (2006). Adolescent Body Image And Psychosocial Functioning. The journal of social psychology, 146(1), 15-30.

Davison, G.C., Neale, J.M., & Kring, A.M. (2002). Psikologi Abnormal. Edisi 9. Rajawali Pers.

Ali, M., & Asrori, M. (2004). Psikologi Remaja: Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Jones, D.C. (2002). Social comparison and body image: Attractiveness comparisons to models and peers among adolescent girls and boys. Sex Roles; Academic Research Library, 45(9/10), 645-664.

Cash, T.F., & Pruzinsky, T. (2002). A Handbook of Theory, Research, and Clinical Practice. Guildford Press. Akses: 20 September 2007

Hughes, F.P., & Noppe, L.D. (1985). Human development: Across the Life Span. St. Pau, Minnesota: West Publishing CO.

Santrock, J.W. (1998). Adolescence (7th ed). USA: McGraw-Hill.

Monks, F.J., Knoers, A. M. P., Haditono, S.R. (2001). Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam Berbagai Bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press 

Pengaruh Gambaran Tubuh terhadap Depresi pada Remaja Awal Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment