Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 16 September 2015

Pengertian Air Sumber Kualitas Kaporit Klorin dan Desinfeksi . Penentuan Kadar Chlorine

Pengertian Air adalah zat yang tudak mempunyai rasa, warna, dan bau yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimia H2O. Air merupakan suatu larutan yang bersifat universal (Linsley, 1991). 


Definisi Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan bagi kehidupan Manusia, karena air diperlukan untuk bermacam-macam kegiatan seperti minum, pertanian, industri dan perikanan. Air yang dapat diminum adalah air yang bebas dari bakteri berbahaya  dan ketidak murnian secara kimiawi. Air minum harus bersih dan jernih, tidak berbau dan tidak berwarna, dan tidak mengandung bahan tersuspensi atau kekeruhan (Adiono, 1987). 

Manusia sejak dahulu kala sudah menyadari betapa pentingnya peranan air. Secara global tubuh manusia dewasa mengandung air sebanyak 50  –  70 % dari bobot tubuhnya. Bila tubuh air kehilangan air sebanyak 15 % dari bobot tubuhnya akan mengakibatkan kematian. Dalam tubuh manusia air diperlukan untuk melarutkan berbagai jenis zat yang diperlukan tubuh. Sebagai contoh, oksigen perlu dilarutkan dahulu, sebelum dapat memasuki pembuluh-pembuluh darah yang ada disekitar alveoli. Demikian pula dengan zat makanan yang hanya dapat diserap apabila dapat larut dalam cairan yang meliputi selaput lendir  usus. Air sebagai bahan pelarut, membawa segala jenis makanan keseluruh tubuh dan mengambil kembali segala  buangan untuk dikeluarkan dari tubuh (Soemirat, 1994 ) 

Karena kebutuhan air sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, maka penyediaan air baik dari segi kuantitas maupun dari segi kualitas mutlak diupayakan ditengah-tengah kehidupan manusia baik secara individu maupun kelompok. Dari kualitasnya air dapat memenuhi kriteria atau standar air minum. Kualitas air minum perlu diperhatikan sebelum dikonsumsi, sebab air yang tidak bersih atau kualitas rendah dapat merugikan kesehatan manusia (Mahida, 1986) 

Syarat-syarat air  

Air yang digunakan harus memenuhi persyaratan air minum yaitu : 
1.  Syarat Fisik 
Menurut azwar (1996) syarat fisik dari air ialah : 
-  Tidak boleh berwarna 
-  Tidak boleh berasa 
-  Tidak boleh berbau  
-  Harus jernih 
-  Suhu sebaiknya dibawah suhu udara, sejuk (± 250 C) 

2.  Syarat Kimia 
Air minum yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia dan mineral, terutama oleh zat-zat kimia dan mineral yang berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya diharapkan pula zat ataupun bahan kimia yang terdapat didalam air minum, tidak sampai menimbulkan kerusakan pada tempat penyimpanan air, sebaliknya zat ataupun bahan kimia dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh, hendaknya harus terdapat dalam kadar yang sewajarnya dalam sumber air minnum tersebut. (Azwar., 1996). 

3.  Syarat Biologi 
Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri penyakit (patogen) sama sekali tidak boleh mengandung bakteri golongan coli melebihi batas-batas yang telah ditetukan yaitu 1 coloni/100 ml  air. Bakteri golongan coli ini berasal dari usus besar dan tanah. Air yang mengandung golongan coli dengan kadar yang melebihi batas yang telah ditentukan, dianggap telah terkontaminasi dengan kototan manusia. Dengan demikian dalam pemeriksaan bakteriologi, tidak langsung diperiksa apakah air itu mengandung bakteri pathogen, tetapi diperiksa dengan indikator bakteri golongan coli. (Sutrisno,2002). 

Mengingat bahwa pada dasarnya tidak ada air yang seratus persen murni dalam air sesuai dengan syarat air yang baik untuk kesehatan, oleh karena itu air yang ada dipersyaratan yang telah ditentukan atau paling tidak mendekati syarat-syarat yang dikehendaki. Pada umumnya, persyaratan air minum pada beberapa negara berbeda-beda, tergantung kepada kondisi negara masing-masing, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Pengertian Kaporit 

Menurut Surbakti (1987), kalsium hipoklorit, [Ca(ClO)2] disebut pula kaporit. Di Indonesia untuk mendensifeksi air minum banyak digunakan kaporit. Harga lebih murah selain itu kaporit lebih stabil dan dapat disimpan lebih lama dari pada serbuk pengelantang. 

Pada desinfektan dengan kaporit, pH air yang didesinfeksikan harus diatur agar desinfeksi dari kaporit dapat maksimal. Diketahui bahwa dalam larutan kaporit, terdapat HClO. HClO akan mengeluarkan atom-atom oksigen. Makin banyak HClO yang terbentuk, makin banyak pula atom oksigen yang lepas. Ini berarti daya desinfeksi makin besar. 

Bila kaporit dilarutkan dalam  air, maka reaksi kimianya berlangsung bertahap sebagai berikut : 


Jadi bila kaporit dilarutkan kedalam air maka akan menghasilkan atom-atom oksigen. Atom-atom oksigen inilah yang sebenarnya aktif membunuh bakteri-bakteri, karena bakteri-bakteri dioksidasi. 

Sifat umum kaporit cair : 
Kaporit cair (NaOCl) merupakan bahan oksidasi yang kuat, berwarna kuning kehijau-hijauan, berbau, dapat dilarutkan dalam airdan diuraikan dengan air panas. Biasanya mengandung kadar khlorin (dalam berat) sebesar 14  –  15 %, bersama-sama dalam sejumlah kecil kaustik soda. Kaporit cair berasal dari pengenceran larutan sodium hydroxid  karena NaOCl tidak stabil dalam udara jika tidak bercampur dengan sodium hydroxid. 

Kaporit cair bersifat korosif yang tinggi pada kulit, paling banyak pada logam. Senyawa ini harus tersimpan dalam lubang kaca atau kotak barang pecah belah, dan dalam ruangan pendingin, ruangan gelap dan jauh dari asam atau bahan makan, karena dengan perlahan-lahan menguraikan senyawa dalam tempat penyimpanan dan diubah dengan mempergunakan cahaya panas, dan juga dari logam dengan senyawa asam. Kaporit cair digunakan sebagai pembasmi kuman, menghilangkan bau dan juga sebagai pemutih. 

Khlorin banyak digunakan pada pengolahan air limbah sebagai oksidasi dan mengontrol bau dan rasa serta menghilangkan warna. Pembubuhan kaporit cair bertujuan membasmi mikroba, diantaranya untuk mencegah akibat adanya pertumbuhan mikroba. 

Khlorin telah terbukti hanya merupakan desinfektan yang ideal. Bila dimasukkan dalam air akan mempunyai pengaruh yang segera membinasahkan kebanyakan mikroba. yang berkurang dalam air. Secara umum kebanyakan air mengalami desinfeksi yang cukup baik bila residu khlorin bebas sebanyak kira-kira 0,2 mg/L diperoleh setelah khlorinasi selama 10 menit. Residu yang lebih besar dapat menimbulkan bau yang tidak enak, sedangkan yang lebih kecil tidak dapat diandalkan. Khlorin akan sangat efektif bila pH air rendah. 

Pengertian Klorin 

Klorin bebas memiliki warna khas (hijau) dan bau yang tajam. Sudah sejak lama klorin dikenal sebagai deodorant dan desinfektan yang sangat baik, yang dijadikan standard an pengolahan air minum diseluruh lingkungan. 

Menurut linsley (1991), klorin telah terbukti merupakan desinfektan yang ideal, bila di masukkan kedalam air akan mempunyai pengaruh yang segera akan membinasakan kebanyakan makhluk mikroskopis. 

Dua jenis reaksi akan terjadi bila klorin dimasukkan kedalam air, yaitu hidrolisis dan ionisasi. 

Reaksi hidrolisisnya adalah : 



Reaksi ionisasi adalah : 



Asam hipoklorit ion hipoklorit 
Menurut Santika (1991), ion klorida (CI-) tidak aktif sedangkan CuI2, HOCI, dan OCI-  dianggap sebagai bahan yang aktif. HOCI yang tidak terionisasi adalah zat pembasmi yang paling efisien bagi bakteri. 

Secara umum, kebanyakan air akan mengalami desinfeksi cukup baik bila residu klorin bebas banyak sebanyak kira-kira 0,2 mg/ I diperoleh setelah klorinasi selama 10 menit. Residu klorin yang lebih besar dapat menimbulkan bau yang tidak enak, sedangkan yang lebih kecil tidak dapat diandalkan. Klorin akan sangat efektif bila PH air rendah. (Linsley, 1991). 

Dampak Negatif Dari Chlorine Di Dalam air 
Chlorine merupakan senyawa desinfektan, yang banyak digunakan dalam proses pengolahan air. Desinfektan ini bekerja dengan baik untuk membunuh bakteri, fungi dan virus. Namun desinfektan ini juga dapat menimbulkan efek negative terhadap kesehatan manusia selain dapat menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak pada air. Sebagai contoh Chlorine dapat bersifat merusak atau korosif pada kulit dan peralatan, selain itu Chlorine juga berpotensi merusak sistem pernafasan manusia dan hewan. 

Pengertian Desinfeksi 

Yang dimaksud dengan desinfeksi adalah pembunuhan terhadap semua mikroba yang membahayakan. Zat-zat yang dipergunakan untuk usaha desinfeksi ini dinamakan desinfektan. (Surbakti., 1987) 

Lebih dari 50 persen bakteri pathogen di dalam air akan mati dalam waktu 2 hari dan 90 persen akan mati dalam satu minggu. Oleh karena itu, waduk-waduk penampung sebenarnya cukup efektif untuk mengendalikan bakteri. Walaupun demikian, beberapa jenis bakteri patogen mungkin masih tetap hidup selam adua tahun atau lebih, karena itu dibutuhkan desinfeksi. (Linsley., 1995) 

Desinfekasi merupakan salah satu proses dari pengolahan air, yang mana proses desinfeksi adalah suatu proses atau usaha agar kuman patogen yang ada didalam air punah atau hilang. 

Bahan  –  bahan desinfeksi yang dipakai tadak boleh membahayakan, dapat diterima masyarakat pemakai, serta mempunyai efek desinfeksi untuk waktu yang cukup lama. Beberapa cara desinfeksi yang dapat dilakukan yaitu dengan : 
-  Penggunaan ozon (ozonisasi) 
-  Penyinaran dengan sinar ultra violet 
-  Perebusan 
-  Penambahan senyawa klor (klorinasi) 

Cara-cara desinfeksi yang dikemukakan diatas tidak semuanya efektif untuk skala industri, hanya klorinasi yang umum digunakan, terhadap air minum dalam kemasan secara ekonomis. 

1. Klorinasi 
Klorinasi merupakan desinfeksi yang paling umum digunakan. Klorin yang digunakan dapat berupa bubuk, cairan atau tablet. Bubuk klorin biasanya berisi kalsium hipoklorit, sedangkan cairan klorin, berisi natrium hipoklorit. Desinfeksi air minum yang mempergunakan gas chlorine atau preparat chlorine disebut klorinasi. Sasaran klorinasi terhadap air minum adalah penghancuran bakteri melalui daya germisidal dari klorin terhadap bakteri.  

 Menurut santika (1991), senyawa-senyawa klor yang biasanya digunakan adalah : 
-  Gas klor  
-  Senyawa hipoklorit, dapat berbentuk : 
-  Ca(OCI)2 / kaporit 
   - CaOCI / serbuk kelantang  

 Menurut Hammer (1986) sifat-sifat klor adalah : 
-  Klor lebih berat dari udara 
-  Bersifat racun 
-  Bila bereaksi dengan air akan bersifat korosif 
-  Klor berbau merangsang dan spesifik 

2. Tahap Pelaksanaan Klorinasi 
 Tahap pelaksanaan klorinasi pada pengolahan air, yaitu : 

a. Tahap Pre Chorinasi 
 Yaitu tahap pemberian liquid chlorine yang bertujuan untuk : 
-  Menghilangkan polutan dalam air seperti rasa dan bau 
-  Semua zat yang dioksidasi teroksidasi seperti besi, mangan. 
-  Mencegah molekul organic seperti warna 
-  Mencegah pertumbuhan jamur 
-  Mencegah pertumbuhan alga (ganggang) 

b. Tahap post Chlorinasi 
Yaitu tahap pemberian  liquid chlorine yang bertujuan untuk membunuh mikroba yang masih terikat dalam air terutama mikroba pathogen. Konsentrasi klor yang ditambahkan adalah 0,5  mg/ml. Sisa klor yang diinginkan dalam reservoir agar memenuhi syarat kesehatan sebagai air yang layak diminum berkisar antara 0,2  – 0,5 mg/I. (Moersidik, 1999) 

Penentuan Kadar Chlorine  

 Adapun pemeriksaan  Chlorine  dalam air dapat dianalisa dengan cara sebagai berikut : 

Dengan menggunakan alat komperator 
Pemeriksa klor dilakukan dengan menggunakan alat yang bernama komperator. Air yang akan diperiksa diambil sebanyak 10 cc dan ditempatkan didalam dua tabung yang terpisah. Salah satu dari tabung ini diberikan tablet N-dietil-p-penilendiamin (DPD) dan kemudian didiamkan beberapa menit, sedangkan yang lain tidak diberikan perlakuan. Lihat perubahan warna yang terjadi pada tabung yang telah diberikan N-dietil-p-penilendiamin (DPD) dan kemudian sesuaikan warna ini dengan warna yang ada pada komperator mulai dari warna merah muda sampai warna merah tua. Bila warna tersebut sama dengan warna yang ada pada komperator dan menunjukkan angka misalnya 0,2 ppm maka kadar klor yang ada dalam air adalah 0,2 ppm.


=======================

Air merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan untuk kebutuhan manusia, karena air diperlukan  untuk bermacam-macam kegiatan seperti minum, masak, mandi, mencuci, pertanian, industri, perikanan, rekreasi, dll. Air meliputi 70% dari permukaan bumi, tetapi di banyak negara persediaan air terdapat dalam jumlah terbatas. Bukan hanya jumlahnya yang penting, tetapi juga mutu air diperlukan untuk penggunaan tertentu, seperti air yang cocok digunakan dalam industri atau untuk diminum. Oleh karena itu penanganan air tertentu diperlukan untuk persediaan air yang didapat dari sumber dibawah tanah atau sumber-sumber dipermukaan. Kegunaan air yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum (termasuk untuk masak), air harus mempunyai persyaratan khusus agar air tersebut tidak menimbulkan penyakit bagi manusia. (Notoatmodjo, 2003).

Air murni adalah zat cair yang tidak memiliki rasa, bau, warna, yang terdiri dari hidrogen dan oksigen dengan rumus kimiawi H2O, karena air suatu larutan yang bersifat universal, maka zat-zat yang paling alamiah ataupun buatan manusia hingga tingkat tertentu terlarut didalamnya. (Linsley, 1995).

Masalah air baku untuk industri air minum menjadi sangat penting karena kualitas air minum yang dipengaruhi oleh kualitas air baku tersebut akan berpengaruh kepada kesehatan masyarakat yang mengkonsumsinya. Air minum memerlukan persyaratan yang ketat karena air minum itu langsung berhubungan dengan proses biologis tubuh yang dapat menentukan kualitas kehidupan manusia. Lebih dari 70% tubuh terdiri dari air dan lebih dari 90% proses biokimiawi tubuh memerlukan air sebagai mediumnya. Bila air minum manusia itu tidak berkualitas baik, maka jelas akan mengganggu proses biokimiawi tubuh dan mengakibatkan gangguan fungsional.

Sebagian besar, air baku untuk penyediaan air bersih diambil dari air permukaan seperti sungai, danau, dan sebagainya. Salah satu langkah penting pengolahan untuk mendapatkan air bersih adalah menghilangkan kekeruhan dari air baku tersebut. Kekeruhan disebabkan oleh adanya partikel-partikel kecil dan koloid yang berukuran sangat kecil. Partikel-partikel koloid tersebut tidak lain adalah tanah liat, sisa tanaman, ganggang, dan sebagainya. (Alaerts, 1987).

Sumber-Sumber Air 

1.  Air Hujan
Bagi daerah yang tidak memiliki sumber air atau hanya memiliki sedikit sumber air tanah maupun sumber air permukaan, maka air hujan merupakan sumber  air yang sangat penting. Air hujan dapat dipercaya kemurniannya, karena sudah memenuhi syarat-syarat bakteriologi, fisik, dan kimia.

2.  Air Laut
Mempunyai rasa asin karena mengandung garam NaCl. Kadar garam NaCl dalam air laut 3%, dengan keadaan ini maka air laut tidak memenuhi syarat untuk air minum.

3.  Air Permukaan
Adalah air hujan yang mengalir dipermukaan bumi. Pada umumnya air permukaan sudah mengalami pencemaran, dan pada umumnya air permukaan ini akan mendapat pengotoran selama pengalirannya.

4.  Air Tanah
Terbagi atas air tanah dangkal, air tanah dalam, dan mata air. Air tanah dangkal terjadi karena daya proses peresapan air dari permukaan tanah. Lumpur akan tertahan, demikian pula dengan sebagian bakteri. Lapisan tanah disini berfungsi sebagai saringan. Air tanah dangkal dimanfaatkan untuk sumber air minum melalui sumur-sumur dangkal. Air tanah dalam, harus menggunakan bor dan memasukkan pipa kedalam tanah  sehingga dalam suatu kedalaman  tanah  (biasanya antara 100-300 m) akan didapatkan suatu lapis air. Jika  tekanan air tanah ini besar, maka air ini dapat menyembur ke luar dan ke dalam, sumur ini disebut dengan sumur artesis. Mata air adalah air tanah yang keluar dengan sendirinya ke permukaan tanah. (Sutrisno, 2004).

Kualitas Air 

1.  Karakteristik Fisik.
−  Air tidak boleh berwarna.
−  Air tidak boleh berasa.
−  Air tidak boleh berbau.
−  Air harus jernih.
−  Tidak mengandung zat padatan.
−  Suhu air hendaknya dibawah sela udara (sejuk kira-kira 250C).

2.  Karakteristik Kimia.
−  Tidak boleh mengandung racun, zat-zat mineral atau zat-zat kimia tertentu dalam jumlah melampaui batas yang telah ditentukan.
−  pH normal.
−  Kesadahan rendah.

3.  Karakteristik Biologi.
−  Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri pathogen.
−  Tidak boleh mengandung bakteri-bakteri golongan Coli  melebihi batas-batas yang telah ditentukannya yaitu 1 Coli/100 ml air. (Sutrisno, 2004).

Daftar Pustaka Makalah Air Sumber Kualitas

Linsley, R. K., (1991),”TEKNIK SUMBER DAYA AIR”, Edisi III, Jilid 2, Erlangga, Jakarta.  

Adiono, H. P., (1987), “ILMU PANGAN”, UI Press, Jakarta. 

Mahida, U. N, (1986),”PENCEMARAN AIR DAN PEMANFAATAN LIMBAH INDUSTRI”, Jakarta.    
Azwar, A, MHP., (1996),  “PENGANTAR ILMU KESEHATAN  LINGKUNGAN”,   Cetakan-8, Mutiara Sumber Widya, Jakarta.   

Sutrisno, C.T., (2002), “TEKNOLOGI PENYEDIAAN AIR BERSIH”, Renika Cipta, Jakarta. 

Selamet Soemirat, J, MPH., (1994), “KESEHATAN LINGKUNGAN”, Cetakan I, Gajah Mada Universitas Press, Yogyakarta

Moersidik, S, (1999),”ANALISIS KUALITAS AIR”, Universitas terbuka, Jakarta.

Sutrisno, T., ( 2004 ), Teknologi Penyediaan Air Bersih, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta.

Linsley, R. K. (1995). Teknik Sumber Daya Air. Edisi Ketiga. Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Notoatmodjo, S. (2003). Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cetakan Kedua. Jakarta: Rineka Cipta.


Pengertian Air Sumber Kualitas Kaporit Klorin dan Desinfeksi . Penentuan Kadar Chlorine Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment