Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 29 September 2015

Pengertian Bandar Udara Definisi Menurut Para Ahli Asas Fungsi Tujuan Penerbangan dan Kebandarudaraan

Pengertian Bandar Udara adalah Menurut kamus besar Bahasa Indonesia.Hasan Sadily, Kamus Bahasa Indonesia, Gramedia, Jakarta, 1986, Hlm 124. 
Bandar Udara adalah Sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas dan mendarat. Bandar Udara yang paling sederhana minimal memiliki sebuah landas pacu namun bandara-bandara besar biasanya dilengkapi berbagai fasilitas lain, baik untuk operator pelayanan penerbangan maupun bagi penggunanya.


Definisi Bandar Udara

Menurut  Anex  14  dari  ICAO  (  International  Civil  Aviation  Organization ).H. K. Martono, Op.cit, Hlm 51. 
Bandar Udara adalah Area tertentu di daratan atau perairan (termasuk bangunan, instalasi dan peralatan) yang diperuntukkan baik secara keseluruhan atau sebagian untuk kedatangan, keberangkatan dan pergerakan pesawat.

Menurut PT Angkasa Pura II (Persero).
Bandar Udara adalah Lapangan udara, termasuk segala bangunan dan peralatan yang merupakan kelengkapan minimal untuk menjamin tersedianya fasilitas bagi angkutan udara untuk masyarakat.

Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 70 tahun 2001 tentang Kebandarudaraan.
Bandar Udara adalah Lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara, dan naik turunnya penumpang atau bongkar muatan kargo atau pos, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan penerbangan.

Menurut Pasal 1 angka 33 UURI No. 1 Tahun 1999 tentang Penerbangan.
Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antar moda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas pokok dan fasilitas penunjang lainnya.

Rumusan usul Pasal 1 angka 11 RUU Penerbangan berasal dari Pasal 1 angka 11 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1992. Pengertian Bandar Udara disini mempunyai pengertian umum yang dapat berarti pula dalam bahasa Inggrisnya airport atau aerdrome atau landing area atau airfield atau air strip. Pengertian Bandar Udara dalam pasal 1 angka 11 UURI No. 15 Tahun 1992, ini mempunyai kelebihan dibandingkan  dengan  pengertian  Bandar  Udara  menurut  bahasa

Inggris (airport),  sebab  dalam  pengertian  “Bandar  Udara” mengandung unsusr sistem transportasi nasioanl dengan menggunakan kata-kata “sebagai tempat pemindahan antar moda”. Kalimat tersebut dimaksudkan sebagai keterkaitannya dengan moda darat atau moda perairan. H.K. Martono, Hukum Penerbangan Berdasarkan UURI No. 1 Tahun 2009 Bagian Pertama, Mandar Maju, Bandung, 2009, hlm 65.

Bandar Udara Umum adalah Bandar Udara yang dipergunakan untuk melayani kepentingan umum sedangkan Bandar Udara khusus adalah Bandar Udara yang penggunaannya hanya untuk menunjang kegiatan tertentu dan tidak dipergunakan untuk umum, penyelenggaranya adalah unit pelaksana teknis/satuan kerja Bandar Udara atau badan usaha kebandarudaraan. Pasal 1 ayat (7) (8) PP No. 70 Tahun 2001 tentang Kebandarudaraan.

Bandar Udara domestik (Pasal 1 angka 36 UURI No. 1 Tahun 2009) adalah Bandar udara yang ditetapkan sebagai Bandar Udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri. Didalam konsep RUU Penerbangan tidak terdapat usulan mengenai pengertian Bandar Udara Domestik, di dalam UURI No. 15 Tahun 1992 juga tidak ditemui pengaturan mengenai Bandar Udara Domestik. Ketentuan baru yang sebelumnya tidak dapat diusulkan dalam RUU Penerbangan, namun demikian dipandang perlu ditambahkan dalam UURI No.1 Tahun 2009, mengingat di dalam pasal-pasalnya akan menemui pengaturan berkenaan dengan penyelenggaraan Bandara.

Bandar Udara Internasional (Pasal 1 angka 37 UURI No. 1 Tahun 2009) adalah Bandar Udara yang ditetapkan sebagai Bandar Udara yang melayani rute penerbangan dalam negeri dan rute penerbangan dari dan ke luar negeri. Di dalam konsep RUU Penerbangan juga tidak terdapat usulan mengenai pengertian Bandar Udara Internasional, ketentuan tersebut merupakan ketentuan baru yang sebelumnya tidak diusulkan dalam RUU Penerbangan, namun demikian dipandang perlu ditambahkan dalam UURI No.1 Tahun 2009, mengingat di dalam pasal-pasalnya akan menemui pengaturan berkenaan dengan penyelenggaraan Bandar Udara. H.K. Martono, Op.Cit, hlm 67. 

Fungsi bandar Udara

Disamping pengertian dan sejarah Bandar Udara, maka fungsi Bandar Udara adalah sebagai tempat pemindahan moda transportasi dari darat ke udara, sebagai pusat kegiatan ekonomi wilayah dan pusat, memberi fasilitas bagi pesawat terbang mendarat dan landas.

Pengaturan Bandar Udara meliputi memberi pelayanan kepada pengguna jasa, merawat fasilitas yang ada, sehingga tetap terjaga, pengembangan Bandar Udara sangat diperlukan dalam menigkatkan pelayanan kepada para pengguna jasa Bandar Udara,*H. K. Martono, Hukum Angkutan Udara, PT RajaGrafindo Persada, Jakarta ,  2011, hlm 178. jika pengembangan tidak segera dilakukan akan berpotensi:

  1. Menyulitkan pengaturan operasional penerbangan baik darat maupun di udara; 
  2. Akan terjadinya penambahan biaya operasional bagi airlines; 
  3. Mengakibatkan berkurangnya tingkat pelayanan jasa pengguna jasa Bandar Udara.


Asas Penerbangan dan Kebandarudaraan

Penerbangan dan Kebandarudaraan diselenggarakan berdasarkan beberapa asas sebagai berikut, yaitu: Indonesia Legal Center Publishing, Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, CV Karya Gemilang, Jakarta, 2009, hlm 7.

  1. Manfaat; 
  2. Usaha Bersama dan Kekeluargaan; 
  3. Adil dan Merata; 
  4. Keseimbangan, Keserasian, dan Keseimbangan; 
  5. Kepentingan Umum; 
  6. Keterpaduan; 
  7. Tegaknya Hukum; 
  8. Kemandirian; 
  9. Keterbukaan dan Anti Monopoli; 
  10. Berwawasan Lingkungan Hidup; 
  11. Kedaulatan Negara; 
  12. Kebangsaan; 
  13. Kenusantaraan. 


Tujuan Penerbangan  dan  Kebandarudaraan

Penerbangan  dan  Kebandarudaraan  juga  diselenggarakan dengan tujuan:

  1. Mewujudkan penyelenggaraan yang tertib, teratur, selamat, aman, nyaman, dengan harga yang wajar dan menghindari praktek persaingan usaha yang tidak sehat; 
  2. Memperlancar arus perpindahan orang dan/atau barang melalui udara dengan mengutamakan dan melindungi angkutan udara dalam rangka memperlancar kegiatan perekonomian nasional; 
  3. Membina jiwa kedirgantaraan; 
  4. Menjunjung kedaulatan Negara; 
  5. Menciptakan daya saing dengan mengembangkan teknologi dan industri angkutan udara nasional; 
  6. Menunjang, menggerakkan, dan mendorong pencapaian tujuan pembangunan nasional; 
  7. Memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa dalam rangka perwujudan Wawasan Nusantara; 
  8. Meningkatkan ketahanan nasional; 
  9. Mempererat hubungan antar bangsa. 


Penetapan Lokasi Bandar Udara

Penetapan lokasi Bandar Udara dalam UURI No. 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, ditetapkan oleh Menteri. Penetapan lokasi Bandar Udara ini memuat titik koordinat Bandar Udara dan rencana induk Bandar Udara. Ibid, hlm 64.

Penetapan lokasi Bandar Udara dilakukan dengan memperhatikan:

  1. Rencana induk nasional Bandar Udara; 
  2. Keselamatan dan keamanan penerbangan; 
  3. Keserasian dan keseimbangan dengan budaya setempat dan kegiatan lain terkait di lokasi Bandar Udara; 
  4. Kelayakan ekonomis, finansial, sosial, pengembangan wilayah, teknis pembangunan, dan pengoperasian serta; 
  5. Kelayakan lingkungan. 


Pembangunan Bandar Udara sebagai bangunan gedung dengan fungsi khusus, pembangunannya wajib memperhatikan ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan, mutu pelayanan jasa kebandarudaraan, kelestarian lingkungan, serta keterpaduan intermoda dan multimoda.

Izin mendirikan bangunan Bandar Udara ditetapkan oleh Pemerintah setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Izin mendirikan bangunan Bandar Udara diterbitkan setelah memenuhi syarat bukti kepemilikan dan/atau penguasaan lahan, rekomendasi yang diberikan oleh instansi terkait terhadap utilitas dan aksesibilitas dalam penyelenggaraan Bandar Udara, bukti penetapan lokasi Bandar Udara, rancangan teknik terinci fasilitas pokok Bandar Udara, dan kelestarian lingkungan.

Setiap Bandar Udara yang dioperasikan wajib memenuhi ketentuan keselamatan dan keamanan penerbangan, serta ketentuan pelayanan jasa Bandar Udara. Menteri memberikan sertifikat Bandar

Udara untuk Bandara yang melayani pesawat udara dengan kapasitas lebih dari 30 (tiga puluh) tempat duduk atau dengan berat maksimum tinggal landas lebih dari 5.700 (lima ribu tujuh ratus) kilogram atau register Bandara untuk Bandar Udara yang melayani pesawat udara dengan kapasitas maksimum 30 (tiga puluh) tempat duduk atau dengan berat maksimum tinggal landas lebih dari 5.700 (lima ribu tujuh ratus) kilogram kepada Bandara yang telah memenuhi ketentuan keselamatan penerbangan. http://eprints.undip.ac.id/15619/Hendro_Prawoto.pdf diakses tanggal 16 mei 2013 pukul 15.34

Sertifikat dan register Bandara diberikan setelah Bandara memiliki buku pedoman pengoperasian Bandar Udara (aerodrome manual) yang memenuhi persyaratan teknis tentang personel, fasilitas, prosedur operasi Bandara dan system manajemen keselamatan operasi Bandara.

Setiap orang yang mengoperasikan Bandar Udara tidak memenuhi ketentuan pelayanan jasa Bandar Udara maka akan dikenakan sanksi administratif berupa peringatan, penurunan tariff jasa Bandar Udara dan/atau pencabutan sertifikat.

Daftar Pustaka Makalah Bandar Udara

Pengertian Bandar Udara Definisi Menurut Para Ahli Asas Fungsi Tujuan Penerbangan dan Kebandarudaraan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment