Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 26 September 2015

Pengertian Barang Produksi dan Faktor Produksi Serta Jenis Barang Produksi

Pengertian Barang Produksi dan Faktor-Faktor Produksi Serta Jenis Barang Produksi 
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, produk diartikan sebagai barang dan  jasa yang dibuat dan ditambah gunanya atau nilainya dalam proses produksi dan menjadi hasil akhir dari proses produksi itu. Agnes Toar mengartikan produk adalah semua benda bergerak atau tidak bergerak.
Kedua pengertian produk di atas dapat disimpulkan bahwa produk adalah semua benda baik bergerak maupun tidak bergerak atas jasa yang dihasilkan melalui proses produksi oleh pengusaha. Jadi, benda yang tidak dihasilkan melalui proses produksi yang dimaksudkan bukanlah merupakan produk. Proses produksi yang dimaksudkan di sini harus dihasilkan oleh pabrik dengan menggunakan suatu teknologi tertentu. ( Tan Kamello, Op.cit., hal. 8.)

Pengertian Produksi

Produksi adalah setiap kegiatan yang ditujukan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dalam pengertian yang lebih luas, produksi didefinisikan sebagai setiap tindakan yang ditujukan untuk menciptakan atau menambah ‘nilai’ guna suatu barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dengan demikian, tidak semua kegiatan/ proses produksi adalah berupa perubahan bentuk suatu barang.

Nilai-nilai barang dan jasa dibedakan menjadi :

  1. Nilai Penggungaan Subjektif atau guna ialah kesanggupab barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan manusia. 
  2. Nilai Penggunaan Objektif yaitu arti yang diberikan seseorang kepada suatu barang atau jasa tertentu untuk memuaskan kebutuhannya. 
Menciptakan dan atau menambah nilai guna suatu barang dapat ditempuh melalui:

  1. Mengubah suatu bentuk barang menjadi barang baru (kegunaan bentuk/ form utility) 
  2. Memindahkan suatu barang dari suatu tempat ke tempat lain (kegunaan tempat/ place utility) 
  3. Mengatur  waktu  penggunaan  suatu  barang  (kegunaan  waktu/time  utility)
  4. Menciptakan suatu jasa (kegunaan jasa/ service utility)

Barang-barang yang dihasilkan dalam suatu proses produksi dapat dibedakan menjadi:

  1. Barang konsumsi, yakni barang-barang yang langsung dapat memuaskan pemakai (konsumen)  
  2. Barang Produksi, yakni barang-barang yang disengaja diproduksi untuk proses produksi selanjutnya atau untuk menghasilkan barang-barang lain.

Perbedaan antara barang produksi dan barang konsumsi tidak selalu jelas. Hal ini dikarenakan pada kondisi tertentu suatu barang dapat digolongkan sebagai barang konsumsi, tetapi disaat lain justru digolongkan sebagai barang produksi.

Barang dan jasa akan terus mengalir, namun untuk memenuhi kebutuhan akan kedua hal itu akan selalu mempunyai batas. Hal ini dikarenakan proses produksi memerlukan sumber-sumber ekonomi, dan dari sebagian sumber-sumber ekonomi yang tersedia selalu terbatas jumlahnya.

Mansfield mengungkapkan sumber daya adalah materi/ bahan atau jasa yang digunakan untuk menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang dapat digunakan untuk memuaskan berbagai keinginan manusia. Seluruh sumber daya yang keberadaannya langka disebut sebagai sumber daya ekonomi tidak peduli sekaya apapun suatu masyarakat, dia tetap saja memiliki keterbatasan jumlah sumber dayanya. Menurut Melotte dan Moore, sumber daya ekonomi merupakan sumber-sumber atau faktor-faktor produksi yang bersifat langka yang digunakan dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan seoptimal mungkin.

John Jacson dan Campbell R. McConnell mengelompokkan faktor produksi ke dalam empat kategori: land, capital, labour, dan entrepreneurial ability atau enterprise.

1. Land (Sumber Daya Alam)Jacson dan McConnell berpendapat, land atau alam berkaitan dengan seluruh sumber daya yang bersifat alami –semua yang sudah tersedia di bumi yang dapat digunakan dalam proses produksi. Tanah, air, matahari, hutan, mineral, dan minyak bumi termasuk primary faktor (faktor utama) bagi produksi di samping tenaga kerja. Seluruh sumber daya alam merupakan faktor produksi asli karena sudah tersedia dengan sendirinya tanpa harus diminta oleh manusia. 

2. Capital (Modal) 
Jackson dan McConnell menyatakan, modal atau barang-barang investasi berkaitan dengan keselutuhan bahan dan alat yang dilibatkan dalam proses produksi seperti alat (perkakas), mesin, perlengkapan, pabrik, gudang, pengangkutan, dan fasilitas distribusi yang digunakan memproduksi barang dan jasa bagi konsumen akhir. 

Mansfield berpendapat senada, kapital berhubungan dengan bangunan, peralatan, persediaan, dan sumber daya produksi lainnya yang memberikan kontribusi pada aktivitas produksi, pemasaran, dan pendistribusian barang-barang.Modal tidak hanya terbatas pada uang tetapi lebih mengarah pada keseluruhan kolektivitas  atau akumulasi barang-barang modal yang oleh Jackson dan McConnell disebut sebagai investasi. Investasi hanya bisa terwujud jika ada tabungan masyarakat. Kegiatan ini akan sangat sulit dilakukan bila tingkat pendapatan masyarakat rendah.

3. Labour (Tenaga Kerja) 
Menurut Spencer, tenaga kerja merupakan istilah yang luas yang digunakan para ahli ekonomi yang menunjuk pada bakat mental yang dimiliki laki-laki maupun perempuan yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa. 

Ahli ekonomi Marxisme, Mao Ze Dong, memandang tenaga kerja dalam proses produksi merupakan unsur yang paling mendasar. Pengetahuan yang dimiliki seseorang akan banyak bergantung pada aktivitas yang dilakukan orang tersebut dalam proses produksi. Singkatnya, keterlibatan dalam produksi merupakan sumber utama pengetahuan seseorang.Sebagai salah satu faktor produksi, tenaga kerja dapat digolongkan:

  • Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu golongan tenaga kerja yang telah mengikuti jenis dan jenjang pendidikan tertentu, 
  • Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu golongan tenaga kerja yang telah mengikuti pelatihan dan memiliki pengalaman tertentu, 
  • Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih (unskilled labour), yaitu golongan tenaga kerja yang menangani pekerjaan yang tidak memiliki keahlian khusus. 

4. Entrepreneurial ability (kewirausahaan) 
Wirausaha walaupun sama-sama merupakan human resources seperti labour, namun dalam pembahasan faktor produksi dipisahkan karena dalam diri seorang wirausaha terdapat seperangkat bakat.(www.google.faktor produksi.com di akses pada 4 Desember 2011)

Proses  produksi memerlukan pula  pengenalan  terhadap  jenis  barang  yang  diproduksi, jenis barang produksi dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok yaitu:

  • Bahan Mentah adalah, zat atau benda dari mana sesuatu dapat dibuat darinya, atau barang yang dibutuhkan untuk membuat sesuatu. 
  • Barang setengah jadi, adalah barang yang digunakan sebagai bahan masukkan produksi barang lain. Suatu perusahaan dapat membuat selanjutnya menggunakan barang setengah jadi, atau membuat selanjutnya menjual, atau membeli barang setengah jadi atau diubah sampai tak dikenali. 
  • Barang jadi yaitu, barang yang langsung dikonsumsi dan bukan dipergunakan untuk produksi barang lain.
    http://www.google.faktor/ 

Daftar Pustaka Makalah Barang Produksi 

Pengertian Barang Produksi dan Faktor Produksi Serta Jenis Barang Produksi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment