Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 16 September 2015

Pengertian Besi Fe besi dalam tubuh manusia Akibat Kelebihan dan Kekurangan Zat Besi

Pengertian  Besi (Fe) adalah logam transisi dan memiliki nomor atom 26. Bilangan oksidasi Fe adalah +3 dan +2. Fe memiliki berat atom 55,845 g/mol, titik leleh 1.538° C, dan titik didih 2.861° C. Besi adalah logam dalam kelompok makromineral di dalam kerak bumi, tetapi masuk kelompok mikro dalam sistem biologi. Definisi Besi juga merupakan logam transisi yang memiliki sifat sangat kuat, tahan panas, mudah dimurnikan, tetapi mudah korosi sehingga memerlukan logam lain untuk melindungi besi dari korosi. Fe adalah logam esensial bagi tubuh yang dalam dosis tinggi bersifat toksik. (Widowati, 2008) 


Pengaruh besi dalam tubuh manusia. 

Adanya unsur-unsur besi dalam air diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan  unsur tersebut. Zat besi merupakan suatu unsur yang penting dan berguna untuk metabolisme tubuh. Untuk keperluan ini tubuh membutuhkan 7-35mg unsur tersebut perhari, yang tidak hanya diperoleh dari air. Konsentrasi unsur ini dalam air yang melebihi ± 2 mg/L akan menimbulkan noda-noda pada peralatan dan bahan-bahan yang berwarna putih. Adanya unsur ini dapat menimbulkan bau dan menimbulkan warna pada air minum, dan warna koloid pada air.  

Selain itu, konsentrasi yang lebih besar dari 1 mg/L dapat menyebabkan warna air menjadi kemerah-merahan, menimbulkan rasa yang tidak enak pada minuman, dan dapat membentuk endapan pada pipa logam dan bahan cucian. 

Atas dasar pertimbangan tersebut di atas, maka ditetapkanlah standart konsentrasi maksimum besi dalam air minum oleh Dep.Kes. R.I. sebesar 0,1-1,0 mg/L. 

Dengan dipenuhinya standard tersebut oleh air minum, diharapkan berbagai hal yang tidak diinginkan tersebut di atas tidak dapat terjadi. (Sutrisno, 2004) 

Fe yang dalam keadaan tereduksi kehilangan 2 elektron memiliki 2 sisa muatan positif, yaitu bentuk fero (𝐹𝑒+2). Keadaan teroksidasi Fe kehilangan 3 elektron memiliki  sisa 3 muatan positif, yaitu bentuk feri (𝐹𝑒+3). Fe dalam 2 bentuk sangat menguntungkan sehingga bisa berperan dalam proses respirasi sel serta sebagai kofaktor enzim yang terlibat dalam reaksi oksidasi dan reduksi untuk produksi energi yang terdapat pada semua sel tubuh. 

Fe memiliki berbagai fungsi esensial dalam tubuh, yaitu 
1.  Sebagai alat angkut oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh. 
2.  Sebagai alat angkut elektron dalam sel. 
3.  Sebagai bagian terpadu dari berbagai reaksi 
(Widowati, 2008) 

Tubuh manusia hanya mengandung besi sebanyak 4 gram. Adanya unsur besi di dalam tubuh berfungsi untuk memenuhi kebutuhan akan unsur tersebut dalam mengatur metabolisme tubuh. Di dalam tubuh sebagian besar unsur besi terdapat dalam haemoglobin, pigmen merah yang, terdapat didalam sel darah merah karena itulah masukan besi setiap hari sangat diperlukan untuk mengganti zat besi yang hilang melalui tinja, air kencing, dan kulit. Namun masukan zat besi yang dianjurkan juga harus dipengaruhi dua faktor yaitu kebutuhan fisiologis perseorangan dan persediaan zat besi di dalam makanan yang disantap. 

Tubuh manusia kehilangan zat besi setiap harinya kira-kira 14 mikrogram perkilogram berat badan, atau hampir sama dengan 0,9 miligram zat besi yang hilang pada laki-laki dewasa, 0,8 miligram pada wanita biasa, bagi wanita usia subur, kehilangan zat besi menjadi bertambah melalui darah haid yaitu sekitar 1,25 miligram perhari, selama masa haid. Bagi bayi, anak-anak, dan remaja zat besi dibutuhkan untuk menambah massa sel darah merah dan pertumbuhan jaringan tubuh. Bayi membutuhkan zat besi 0.96 mg/ hari, anak-anak membutuhkan zat besi 0,70 mg/hari dan anak remaja zat besi yang diperlukan berkisar antar 1,17-2,02 mg/hari 

Ada dua jenis zat besi yang berada didalam makanan 

01. Zat besi yang berasal dari hem (dari hewan) 
Zat besi yang berasal dari hem merupakan penyusun hemoglobin dan mioglobin. 

Zat besi jenis ini terkandung dalam daging,  ikan dan unggas, serta hasil olahan darah. Zat besi jenis hem terhitung sebagai fraksi yang relatif kecil dari seluruh masukan zat besi, biasanya kurang dari 1-2 mg/hari 

02. Zat besi yang berasal dari no-hem (dari tanaman) 
Zat besi non-hem merupakan sumber yang lebih penting, yang di temukan dalam tingkat yang berbeda-beda pada seluruh makanan yang berasal dari tumbuhan. Zat besi no-hem ini dapat dibagi menjadi tiga yaitu: 

1.  Zat besi makanan 
Berasal dari sayuran dan kacang-kacangan 

2.  Zat besi cemaran 
Berasal dari tanah, debu, air, panic, besi, dan lainnya 

3.  Zat besi fortifikasi 
Suatu  Zat  yang berasal dari  campuran zat besi yang di gunakan  bervariasi dalam potensi penyediaannya 

Dari seluruh sumber besi yang ada, dua sumber besi yang terbaik bagi tubuh terdapat pada hati dan ginjal. (De Maeyer, 1995) 

Pengertian Besi

Akibat kelebihan dan kekurangan zat besi bagi manusia 

Kelebihan zat besi di dalam tubuh manusia akan menimbulkan efek samping pada seluruh gastrointestinal pada setiap orang, seperti rasa tidak enak pada ulu hati, muntah, dan diare. Frekuensi efek samping ini berkaitan langsung dengan dosis zat besi. Dan tidak bergantung pada senyawa zat besi yang digunakan, tidak satupun senyawa yang di tolerir lebih baik dari pada senyawa lain. 

Akibat defisiensi zat besi adalah anemia yang dapat merugikan kesehatan. Akibat lain dari defisiensi zat besi yang lain adalah: 

Bayi dan anak-anak: 
•  Gangguan perkembangan motorik dan kordinasi 
•  Gangguan perkembangan bahasa dan kemajuaan belajar 
•  Berpengaruh pada psikologis dan prilaku 
•  Penurunan aktifitas fisik 

Orang dewasa pria dan wanita: 
•  Penurunan kerja fisik dan daya pendapatan 
•  Penurunan daya tahan terhadap keletihan 

Wanita hamil: 
•  Peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu 
•  Peningkatan angka kesakitan dan kematian janin 

Kuncinya adalah bahwa hemoglobin  berperan mengangkut oksigen kejaringan sehingga kemampuan bekerja dan prestasi fisik orang-orang yang kadar hemoglobinnya menurun akan berkurang. Dasar biokimiawi gangguan perkembangan dan perubahan perilaku masih belum jelas tapi mungkin berhubungan dengan perubahan enzim-enzim tertentu yang mengandung zat besi. (Soemantri, 1982) 

Efek Toksik Logam Fe 

Tempat pertama dalam tubuh yang mengontrol pemasukan Fe ialah didalam usus halus. Bagian usus ini berfungsi untuk absorbsi dan sekaligus juga sebagai ekskresi Fe yang tidak diserap. Toksisitas terjadi bilamana terjadi kelebihan Fe (kejenuhan) dalam ikatan tersebut. (Darmono, 2001) 

Kadar Fe yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan kerusakan selular akibat radikal bebas. Sementara itu, wanita menopause lebih beresiko terserang penyakit jantung koroner karena tidak lagi terjadi proses menstruasi dalam tubuh sehingga pembuangan Fe berlebih dalam tubuh tidak terjadi. Para pekerja penambang Fe dan industri yang menggunakan bahan Fe bisa  terserang kanker paru-paru, tuberkulosis, dan fibrosis bila kadar Fe melebihi 10 mg/m3. Orang yang sering mengkonsumsi minuman beralkohol bisa menderita kerusakan hati karena terjadi penimbunan Fe. (Widowati, 2008) 

Mengonsumsi Fe dalam dosis tinggi  atau berlebih karena obat atau makanan yang difortifikasi zat besi (Fe)  bisa menyebabkan toksisitas, dan menyebabkan kematian pada anak-anak berusia kurang dari 6 tahun. Toksisitas ditandai dengan gejala muntah disertai dengan darah. Terjadi ulkerasi alat pencernaan, diikuti gejala shock dan asidosis, kerusakan hati, gagal ginjal, dan serosis hati. (Widowati, 2008) 

Atas dasar pertimbangan tersebut maka ditetapkanlah standar konsentrasi maksimum besi dalam air minum oleh Dep. Kes. R.I. sebesar 0,1  –  1,0 mg/l. Dengan dipenuhi standar tersebut oleh air minum, maka tidak lagi terjadi toksisitas dan defisiensi Fe dalam tubuh. (Sutrisno, 2004) 

Salah satu cara penurunan kadar Fe dalam air adalah menggunakan saringan pasir aktif. Daya kerja saringan pasir aktif tersebut diantaranya diperngaruhi oleh jenis pasir dan ketebalan lapisan pasir. Penanggulangannya bisa juga dilakukan dengan menaikkan pH sehingga medium air berubah menjadi hidroksida yang mudah mengendap. Larutan yang mengandung Fe sebesar 10 mg/l akan berkurang menjadi 2 mg/l. (Widowati, 2008) 

Daftar Pustaka: 

Widowati, W., dkk, 2008, Efek Toksik Logam, Penerbit ANDI Yogyakarta 

Darmono., ( 2001 ), Lingkungan Hidup dan Pencemaran : Hubungannya dengan Toksikologi Senyawa Logam, Jakarta : Penerbit Universitas Indonesia. 

De Maeyer, E.M. 1995. Pencegahan Dan Pengawasan Anemia Defisiensi Besi, Jakarta: Penerbit Widya Medika. 

Sutrisno, T., ( 2004 ), Teknologi Penyediaan Air Bersih, Jakarta : Penerbit Rineka Cipta. 

Pengertian Besi Fe besi dalam tubuh manusia Akibat Kelebihan dan Kekurangan Zat Besi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment