Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Depresi Definisi Gejala Penyebab dan Pengukuran

Pengertian Depresi dapat dialami oleh setiap orang yang dapat dilihat melalui emosi, fungsi tubuh, perilaku, dan pikiran (dalam Nolen-Hoeksema, 2001). Oleh sebab itu, untuk lebih jelasnya berikut terdapat beberapa definisi depresi yang dikemukakan oleh beberapa orang ahli.


Definisi Depresi Adalah

APA (Association Psychologist American) (dalam Aditomo & Retnowati, 2004) mendefinisikan depresi sebagai gangguan yang terutama ditandai oleh kondisi emosi sedih dan muram serta terkait dengan gejala-gejala kognitif, fisik, dan interpersonal. Davison, dkk, (2005), menyatakan bahwa depresi merupakan kondisi emosional yang biasanya ditandai dengan kesedihan yang amat sangat, perasaan tidak berarti dan bersalah, kehilangan minat serta kesenangan dalam aktivitas yang biasa dilakukan.

Pengertian lainnya mengenai depresi dikemukakan oleh Rubenstein, Shaver, & Peplau (Brehm, 2002) yang mengatakan bahwa depresi merupakan perasaan emosional yang tertekan secara terus-menerus yang ditandai dengan perasaan bersalah, menarik diri dari orang lain. Chaplin (2002) mendefinisikan depresi pada dua keadaan, yaitu pada orang normal dan pada kasus patologis. Pada orang normal, depresi merupakan keadaan kemurungan (kesedihan, kepatahan semangat) yang ditandai dengan perasaan tidak pas, menurunnya kegiatan, dan pesimisme menghadapi masa yang akan datang. Pada kasus patologis, depresi merupakan ketidakmauan ekstrim untuk mereaksi terhadap perangsang, disertai menurunnya nilai diri, delusi ketidakpasan, tidak mampu dan putus asa.

Berdasarkan beberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa depresi adalah gangguan emosional yang ditandai dengan perasaan tertekan, perasaan bersalah, kesedihan, kehilangan minat, dan menarik diri dari orang lain yang dapat berpengaruh pada hubungan interpersonal.

Pengukuran Depresi

Pengukuran depresi dilakukan dengan mengadaptasi The Center for Epidemiological Studies-Depression Scale (CES-D) yang dikembangkan oleh Radloff melalui National Institute of Mental Health. Skala ini terdiri dari 20 aitem yang disusun berdasar empat faktor, yaitu :
  • Depressed affect/negative affect (blues, depressed, lonely, cry sad). 
  • Somatic symptoms (bothered, appetite, effort, sleep, get going). 
  • Positive affect (good, hopeful, happy, enjoy). 
  • Interpersonal relations (unfriendly, dislike). 


Faktor-faktor di atas diperoleh melalui analisis faktor (Radloff,1977). 

Aitem-aitem CES-D dipilih dari sekelompok aitem dari skala depresi sebelumnya. Komponen utama gejala depresi ditemukan dari literatur klinis dan penelitian analisis faktor. Komponen-komponen ini termasuk depressed mood, perasaan bersalah dan tidak berharga (feelings of guilt and worthlessness), perasaan tidak tertolong dan tidak memiliki harapan (feelings of helplessness and hopelessness), retardasi psikomotor (psychomotor retardation), kehilangan nafsu makan (loss of appetite), dan gangguan tidur (sleep disturbance).

Pengertian Depresi

Gejala Depresi

Dalam DSM-IV-TR (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders fourth edition Text Revision) dituliskan kriteria depresi mayor yang ditetapkan apabila sedikitnya 5 dari gejala di bawah ini telah ditemukan dalam jangka waktu 2 minggu yang sama dan merupakan satu perubahan pola fungsi dari sebelumnya, paling tidak satu gejalanya ialah salah satu dari mood tertekan atau hilangnya minat atau kesenangan (tidak termasuk gejala-gejala yang jelas yang disebabkan kondisi medis umum, atau mood delusi atau halusinasi yang tidak kongruen).
  1. mood tertekan hampir sepanjang hari, hampir setiap hari, sebagaimana ditunjukkan oleh laporan subjektif atau pengamatan dari orang lain. 
  2. ditandai dengan berkurangnya minat dan kesenangan dalam semua, atau hampir semua aktivitas hampir sepanjang hari, hampir setiap hari  (ditunjukkan baik oleh perimbangan subjektif atau pengamatan dari orang lain).
  3. berkurangnya berat badan secara signifikan tanpa diet atau bertambahnya berat badan (seperti perubahan lebih dari 5% berat badan dalam sebulan), atau berkurang atau bertambahnya nafsu makan hampir setiap hari (pada kanak-kanak, pertimbangkan juga kegagalan untuk mendapatkan tambahan berat badan).
  4. insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari.
  5. agitasi atau retardasi psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, tidak hanya perasaan subjektif tentang kegelisahan atau terasa terhambat). 
  6. lelah atau kehilangan tenaga hampir setiap hari. 
  7. perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak sesuai (yang mencapai taraf delusional) hampir setiap hari (tidak hanya menyalahkan diri sendiri atau rasa bersalah karena sakitnya). 
  8. menurunnya kemampuan berpikir atau konsentrasi, atau ragu-ragu, hampir setiap hari (baik atas pertimbangan subjektif atau hasil pengamatan orang lain). 
  9. pikiran tentang kematian yang berulang (tidak hanya takut akan kematian), gagasan ingin bunuh diri yang berulang tanpa rencana yang spesifik, atau usaha bunuh diri atau adanya suatu rencana spesifik untuk bunuh diri. 

Penyebab Depresi

Terdapat tiga kategori penyebab dari gejala depresi menurut Nolen-Hoeksema dan Girgus (dalam Krenke & Stemmler, 2002). Tiga kategori penyebab dari gejala depresi tersebut adalah:
  1. Faktor kepribadian, seperti orang yang dependent, memiliki harga diri yang rendah, tidak asertif, dan menggunakan ruminative coping. 
    Nolen-Hoeksema dan Girgus juga mengatakan bahwa ketika seseorang merasa tertekan akan cenderung fokus pada tekanan yang mereka rasa dan secara pasif merenung daripada mengalihkannya atau melakukan aktivitas untuk merubah situasi. 
  2. Faktor biologis, seperti perubahan hormonal dan hal-hal yang berkaitan dengan kensekuensi psikologis, seperti ketidakpuasan pada bentuk tubuh. 
  3. Faktor sosial, seperti negative life event dan adanya pengharapan dari orangtua dan teman sebaya. 


 Daftar Pustaka Makalah Depresi

Davison, T.E., & McCabe, M.P. (2006). Adolescent Body Image And Psychosocial Functioning. The journal of social psychology, 146(1), 15-30.

Krenke, I.S., & Stemmler, M. (2002). Factors Contributing to Gender Differences in Depressive Symptoms:A Test of Three Developmental Models. Journal of Youth and Adolescence, 31(6), 405-417).

Radloff, L.S. (1977). The CES-D Scale: A Self-Report Depression Scale for Research in the General Population. Applied Psychological Measurement, 1, 385-401.

Chaplin, J.P. (2002). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Brehm, S. (2002). Intimate Relationship. New York: Mc. Graw Hill. 

Aditomo, A. & Retnowati, S. (2004). Perfeksionisme, harga diri, dan kecenderungan depresi pada remaja akhir. Jurnal Psikologi(1) , 1-15.

Pengertian Depresi Definisi Gejala Penyebab dan Pengukuran Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment