Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 29 May 2016

Pengertian Dosen Wanita Tugas Peran Keluarga dan Pekerjaan Dinamika Work Family Conflict dan Burnout

Pengertian Dosen Adalah - Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 mengenai Guru dan Dosen dijelaskan bahwa dosen adalah pendidik professional dan ilmuan yang memiliki tugas untuk mentranformasi, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.


Tugas-tugas Dosen

Dosen dalam menjalankan tugas profesionalnya diharapkan memiliki pengetahuan, keterampilan yang dikuasai dengan baik (Pedoman Beban Kerja Dosen (BKD) dan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi bagi Dosen di

Lingkungan Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI), 2010). Tugas utama dosen adalah melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan/ pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat.

a. Pendidikan/ Pengajaran
Tugas pendidikan dan pengajaran adalah kegiatan yang wajib dilakukan oleh setiap dosen pada jenjang strata 1. Dosen yang sudah meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar atau profesor tetap harus melakukan tugas pendidikan dan pengajaran pada jenjang Strata1.


b. Penelitian
Merupakan kegiatan yang wajib dilakukan oleh dosen, baik secara perorangan maupun berkelompok, dibiayai secara mandiri maupun oleh lembaga. Tugas penelitian dan pengembangan ilmu yang wajib dilakukan dosen dengan bentuk kegiatan seperti menghasilkan karya penelitian, menerjemahkan buku ilmiah, menyunting karya ilmiah, membuat rancangan, karya teknologi dan karya seni, menyampaikan orasi ilmiah, dan sebagai pembicara seminar.

c. Pengabdian Masyarakat
Kegiatan yang dilakukan dosen dalam bentuk pengabdian masyarakat seperti melaksanakan pengembangan hasil pendidikan dan penelitian yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, memberi penyuluhan atau ceramah kepada masyarakat, memberi pelayanan secara langsung kepada masyarakat, menulis karya pengabdian kepada masyarakat.

Dosen Wanita

Dosen wanita merupakan wanita yang merupakan pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Sholichin, 2011).

Saat ini, dengan semakin tingginya tingkat pendidikan wanita dan kebutuhan ekonomi keluarga maka semakin banyak pula wanita yang memilih untuk berperan ganda sebagai pekerja dan istri/ ibu dalam keluarga. Terjadi pergeseran nilai dari single career family dimana dalam sebuah rumah tangga hanya pria (suami) yang bekerja menjadi dual career family, dimana pria (suami) maupun wanita (istri) sama-sama bekerja (Alteza & Hidayati, 2011).

Salah satu pilihan pekerjaan yang menarik bagi wanita adalah bekerja sebagai dosen. Profesi dosen dianggap sebagai profesi yang ideal, memiliki fleksibiltas waktu, tuntutan yang tidak terlalu tinggi dan kesejahteraan yang memadai sehingga akan lebih mudah bagi wanita untuk menjalankan peran ganda (Saptari & Holzner, 1997). Peran ganda wanita dapat menimbulkan implikasi positif dan negatif dimana wanita dapat mengaktualisasikan dirinya secara penuh di lingkungan pekerjaan, namun disisi lain tetap harus menjalankan peran sebagai istri dan ibu rumah tangga.

Dinamika Work Family Conflict dan Burnout dikalangan Dosen Wanita

Banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi wanita dengan peran ganda menimbulkan konflik yang menyebabkan tekanan (Greenhaus & Beutell). Tekanan yang muncul akibat dari konflik berkelanjutan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Wood (1981) menyatakan bahwa, pengajar (dosen) mengalami konflik keluarga-pekerjaan dengan permasalahan yang berbeda saat di rumah dengan peran sebagai suami/ istri atau ayah/ ibu, dan dilingkungan pekerjaan/sekolah.

Leiter & Maslach (1997) menyatakan konflik terjadi akibat tuntutan dari keluarga dan pekerjaan harus dipenuhi dalam waktu yang bersamaan. Tidaklah mudah bagi wanita untuk berperan ganda disebabkan tanggung jawab sebagai istri, ibu dan pekerja cukup besar dan kadangkala menimbulkan konflik. Tuntutan yang harus dipenuhi baik di dalam keluarga maupun pekerjaan membuat seseorang dapat mengalami kelelahan baik secara fisik, emosional, maupun mental yang jika dialami dalam waktu yang lama dapat menyebabkan burnout (Pines & Maslach, 1993).

Menurut Jackson, Schuler dan Schwab (1986) mengemukakan burnout terjadi akibat adanya kesenjangan antara harapan dengan kenyataan. Berdasarkan perspektif teori belajar, burnout muncul akibat pengharapan yang salah terhadap reinforcement, outcome, dan efficacy (Schaufelli & Buunk, 1996). Dengan kata lain, burnout dapat

Pengertian Dosen Adalah

dikatakan sebagai respon dari tekanan (Leatz & Stolar, 1996; Stanley, 2004). Penelitian yang dilakukan oleh Amalia (2008) menyatakan bahwa wanita yang memiliki peran ganda lebih sering mengalami tekanan dibandingkan dengan wanita yang hanya memiliki satu peran.

Menurut Greenhause dan Butell (1985) konflik yang terjadi pada wanita yang bekerja adalah konflik antar peran (inter-role conflict). Konflik ini terjadi ketika pekerjaan dan keluarga sama-sama membutuhkan perhatian, tuntutan pada keluarga dan pekerjaan sama-sama harus dipenuhi. Work family conflict yang terjadi juga dikarenakan tanggung jawab peran dari keluarga dan pekerjaan bertentangan, sehingga akan sulit bagi untuk memenuhi tuntutan (Netmeyer, Mc Murrian & Boles, 1996). Selain itu work family conflict terjadi karena waktu yang dihabiskan pada satu peran membuat seseorang sulit untuk memenuhi kebutuhan peran lainnya (Greenhaus & Beutell, 1985). Waktu yang dihabiskan untuk peran tertentu dapat memberikan efek negatif bagi keluarga atau pekerjaan.

Carlson dan Kacmar (2000) pekerja yang lebih terlibat di dalam keluarga akan mengalami tekanan yang lebih tinggi. Greenhaus, Parasuraman, dan Collins (2001) menunjukkan adanya hubungan positif antara keterlibatan dalam keluarga dan work family conflict. Bagi wanita yang sudah menikah, fokus pada pertumbuhan anak cenderung mengalami masa sulit dalam bekerja (Greenberger & O’Neal, 1990).


Menurut Widyarini (1998) burnout yang terjadi pada ibu yang bekerja dapat menurunkan kesehatan fisik dan mental. Hal ini dapat mempengaruhi kinerjanya baik di keluarga maupun di pekerjaan. Pekerja professional memiliki tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja non professional (Duxbury & Higgins, 2003). Valdez dan Gutek (1987) menyatakan ibu yang bekerja dengan status professional dan manajerial mempunyai tekanan yang lebih tinggi dibandingkan dengan status pekerjaan yang lebih rendah. Tenaga kerja professional termasuk tenaga pengajar perguruan tinggi atau dosen.

Daftar Pustaka Makalah Dosen Wanita

Valdez, R.L., & Gutek, B.A. (1987). Family Roles a help or hindrance for working woman? In B. A. Gutek & L. Larwood (Eds),  Women’s  Career Development (pp157-169). Newbury Park, CA: Sage

Duxbury, L & Higgins, C. (2003). Work-life conflict in Canada in the new millenium: A status report. Ottawa : Health Canada

Widyarini, N.  (1998). Work family conflict  pada wanita  bekerja dalam manajemen. Tesis. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Greenberger, E., & O’Neil, R. (1990). Parents’  concerns about their child’s development: Implications for fathers’ and mothers’ well being and attitudes toward work. Journal of Marriage and the Family, 52, 621-635.

Greenhaus, J. H., Parasuraman, S., & Collins, K. M. (2001). Career involvement and family involvement as moderators of relationships between work-family conflict and withdrawal from a profession. Journal of Occupational Health Psychology, 6, 91-100.

Carlson, D. S., & Kacmar, K. M. (2000). Work-family conflict in the organization: Do life role values make a difference? Journal of Management, 26(5), 1031-1054.

Greenhaus, J., & Beutell, N. (1985). Sources of conflict between work and family roles. Academy of Management Review, 10, 76-88.

Netmeyer, R. G., Boles, J. S., & Mc. Murrian, R. (1996). Development and validation of work family conflict and work family scales.  Journal of Applied Psychology, 81, 400-410.

Leatz, C.A., & Stolar, M. W., (1996). When work gets to be to much.  World Executive Digest. 14 (11), 40-55.

Stanley, T.L., (2004). Burnout : A manager is worst nightmare. Supervision, 65  (5), 11.

Jackson, S.E., Schuler, R.S., & Schwab, R.L. (1986). Toward understanding of burnout phenomenon. Journal of Applied Psychology. 71(4), 630-640.

Pines, A.  &  Maslach C. (1993) Characteristics of staff burnout in mental health settings. Hospital Community Psychiatry, 29, 233-237.

Leiter & Maslach, C. (2005). Banishing burnout: six strategies for improving your relationship with work. USA: Jossey Bass

Woods, P. (1998). Strategies, commitment and identity: Making and breaking the teacher role. In L. Barton & S. Walker (Eds.), Schoolteachers and teaching (pp. 197). London: Falmer.

Saptari,  R.,  & Holzner, (1997).  Perempuan kerja dan perubahan sosial. Jakarta  : Pustaka Utama Grafiti.

Alteza & Hidayati. (2011). Work family conflict pada wanita bekerja: Studi tentang penyebab, dampak, dan strategi coping.  Tesis. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta

Sholichin, S. (2011). Dewi motik : Profil wanita karir. Jakarta : Kuningmas  

Pengertian Dosen Wanita Tugas Peran Keluarga dan Pekerjaan Dinamika Work Family Conflict dan Burnout Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment