Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Facebook Keunggulan Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet Pada Remaja Pengguna Facebook

Pengertian Facebook adalah situs jejaring sosial yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna untuk saling mengenal dan berkomunikasi dalam berbagai keperluan


(Rizky & Wati, 2009). Facebook diluncurkan pada tanggal 4 Februari 2004 dan didirikan oleh Mark Zuckerberg, seorang lulusan Harvard dan mantan murid Ardsley High School. Keanggotaannya pada awalnya dibatasi untuk siswa dari Harvard College. Dalam dua bulan selanjutnya, keanggotaannya diperluas ke sekolah lain di wilayah Boston (Boston College, Boston University, MIT, Tufts), Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, dan semua sekolah yang termasuk dalam Ivy League. Banyak perguruan tinggi lain yang selanjutnya ditambahkan berturut-turut dalam kurun waktu satu tahun setelah peluncurannya. Akhirnya, orang-orang yang memiliki alamat surat-e suatu universitas (seperti .edu, .ac.uk, dan lain-lain) dari seluruh dunia dapat juga bergabung dengan situs ini.

Selanjutnya dikembangkan pula jaringan untuk sekolah-sekolah tingkat atas dan beberapa perusahaan besar. Sejak 11 September 2006, orang dengan alamat surat-e apa pun dapat mendaftar di Facebook. Pengguna dapat memilih untuk bergabung dengan satu atau lebih jaringan yang tersedia, seperti berdasarkan sekolah tingkat atas, tempat kerja, atau wilayah geografis.

Hingga Juli 2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. Dari September 2006 hingga September 2007, peringkatnya naik dari posisi ke-60 ke posisi ke-7 situs paling banyak dikunjungi, dan merupakan situs nomor satu untuk foto di Amerika Serikat, mengungguli situs publik lain seperti Flickr, dengan 8,5 juta foto dimuat setiap harinya.

Facebook kini telah berkembang pesat di Indonesia dan telah terkenal di kalangan remaja dan dewasa. Sekarang Facebook mudah diakses tidak hanya melalui komputer saja bahkan sudah banyak handphone atau mobilephone yang menyediakan layanan ini di webnya sehingga mudah mengaksesnya di manapun berada. Dengan kemudahan yang diberikan kepada penggunanya, Facebook menjadi situs jaringan sosial yang paling sering di kunjungi di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Keunggulan Facebook 

Keunggulan-keunggulan  yang  dimiliki  Facebook  antara  lain  (Wati  & Rizky, 2009):
  1. Lebih informatif. Pada Facebook telah tersedia beberapa fasilitas seperti News Feed, Status Update, Photos, dan lain sebagainya. Dengan demikian, kita dapat memantau apa saja yang terjadi dalam Facebook. 
  2. Kemudahan dalam pemeriksaan komunikasi kita dengan orang lain dalam jejaring tersebut. 
  3. Dapat memasang foto-foto tertentu, yang dapat diketahui dan dilihat oleh orang lain. 
  4. Sebagai media promosi, membangun komunitas, dan juga menghimpun massa untuk kepenngan politik serta tujuan-tujuan lain sesuai dengan kepentingannya.


Selain itu, Halim dan Wirawan (2009) juga menyatakan bahwa facebook juga memberikan aplikasi-aplikasi yang menarik didalamnya seperti aplikasi chatting dan juga aplikasi games.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa Facebook adalah salah satu jejaring sosial yang yang bisa dimanfaatkan oleh para pengguna untuk saling mengenal dan berkomunikasi dalam berbagai keperluan. Facebook juga memiliki beberapa keunggulan seperti lebih informatif, memberikan kemudahan dalam pemeriksaan komunikasi, dapat memasang foto-foto, dapat dijadikan sebagai media promosi, dan juga memberikan aplikasi chatting dan games.


Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet Pada Remaja Pengguna Facebook

Masa remaja dikarakteristikan dalam dua hal yang berbeda. Pertama, masa remaja sebagai suatu periode yang dipenuhi oleh ketertarikan, perkembangan, pengalaman, serta mengarah kepada dewasa muda yang produktif. Kedua, masa remaja merupakan periode yang penuh konflik dan juga bermasalah dalam keluarga yang memungkinkan terjadinya disfungsi dan juga pengasingan diri (Essau, 2008).

Hurlock (1990) menyatakan bahwa masa remaja merupakan masa dimana individu mulai mengembangkan hubungan interpersonal dengan lingkungannya dan mulai melepas diri dari ketergantungan terhadap keluarga. Remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Namun, komunikasi yang terjadi mengalami perubahan dimana komunikasi yang dahulunya bertatap muka secara langsung kemudian berubah menjadi komunikasi dunia maya atau internet, yaitu melalui jejaring sosial (Fa, 2009). Saat ini salah satu jejaring sosial yang digermari adalah Facebook.

Facebook menawarkan beberapa jenis fasilitas, mulai dari mengirimkan komentar, berbagi foto, video, dan catatan. Fasilitas-fasilitas yang diberikan oleh Facebook dianggap lebih lengkap dan memenuhi selera masyarakat sehingga banyak pengguna friendtster beralih ke Facebook (Gunawan, 2009). Melalui Facebook, individu dapat mencari teman-teman yang sudah lama tidak ditemuinya maupun menjalin hubungan dengan orang-orang dari berbagai belahan dunia.

Kebayakan pengguna facebook adalah kaum remaja (Gen, 2009). Banyak alasan remaja memilih Facebook sebagai bagian dari aktivitasnya, di antaranya adalah untuk memenuhi rasa ingin tahu agar dikatakan gaul dan tidak ketinggalan zaman. Selain itu, berkomunikasi melalui Facebook juga dapat dipandang sebagai strategi coping. Melalui Facebook remaja dapat curhat dengan teman-teman di dunia maya untuk meringankan beban yang dimiliki.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan Facebook ternyata membuat beberapa individu mengalami kecanduan internet. Individu yang mengalami kecanduan biasanya akan merasa bahwa dunia maya di layar komputernya lebih menarik dibandingkan dengan kehidupan nyata sehari-hari (Orzack dalam Mukodim, Ritandiyono & Sita, 2004). Durasi waktu yang digunakan bermain internet juga semakin bertambah. Berdasarkan penelitian Young (dalam Essau, 2008), orang yang mengalami kecanduan internet biasanya menghabiskan waktu selama 5 jam dalam sehari, dan biasanya durasi ini akan bertambah agar individu mendapat efek perubahan dari perasaan.

Individu yang telah kecanduan jejaring sosial, seperti Facebook, terlalu asyik dengan dunianya sendiri sehingga tidak perduli dengan orang lain dan lingkungan di sekitar. Remaja yang telah mengalami kecanduan akan merasakan ketidaknyamanan dan stress ketika perilaku ditunda atau dihentikan (Mark, Murray, Evans, & Willig, 2004). Remaja yang kecanduan tampak dari kegiatannya setiap hari yang selalu mencari-cari kesempatan agar dapat memainkan Facebook yang dimilikinya, sehingga lupa akan tugas, waktu, sekolah, dan kewajiban-kewajiban lain.

Pengertian Facebook Keunggulan

Kecanduan dipandang sebagai kelemahan yang dimiliki remaja karena kurang memiliki motivasi dan kontrol (Griffiths dalam Essau, 2008). Mark, Murray, Evans, & Willig (2004) juga menyatakan bahwa salah satu penyebab individu mengalami kecanduan disebabkan adanya kegagalan dalam melakukan kontrol terhadap perilaku. Kontrol diri merupakan kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa individu ke arah konsekuensi positif (Goldfried & Merbaum dalam Lazarus, 1976). Pada individu yang mengalami kecanduan, individu mengalami kurangnya kontrol diri sehingga mengabaikan kehidupan sosial maupun kewajiban-kewajiban lainnya. Hal ini sejalan dengan Young (1996) yang menyatakan bahwa penggunaan internet yang berlebihan dihubungkan dengan kerusakan yang signifikan terhadap bidang sosial, psikologis dan pekerjaannya.

Masa-masa  remaja ditandai dengan emosi yang mudah meletup atau cenderung untuk tidak dapat mengkontrol dirinya sendiri. Kontrol diri sangat diperlukan karena dorongan-dorongan dan nafsu keinginan-keinginan semakin menggejolak, terutama dorongan seksual dan agresivitas pada remaja. Jika seorang remaja tidak dapat mengontrol dirinya dengan baik, maka remaja akan dikuasasi oleh dorongan dan keinginan yang menyebabkan timbulnya kenakalan-kenakalan pada remaja. Elijati (dalam Dyah, 2009) berpendapat bahwa gangguan kontrol diri pada remaja yang menimbulkan kecanduan pada internet merupakan gangguan yang dideskripsikan sebagai gangguan kontrol pada hasrat atau keinginan untuk mengakses internet atau internet tanpa melibatkan penggunaan obat atau zat aditif.


Daftar Pustaka Makalah Pengertian Facebook

Essau, C.A.  (2008).  Adolescent  Addiction:Epidemiology,  Assessment  and Treatment. New York : Elsevier Inc.

Lazarus, R.S. (1976). Paterns of Adjustment. Tokyo : McGraw Hill Kogakusha,Ltd.

Dyah, Rahayuning. (2009).Hubungan Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet pada Siswa Sekolah Menengah Pertama.  http://etd.eprints.ums.ac.id/5980/1/F100040103.pdf [online: 9 Maret 2010 ]

Young, K.S., (1996). Internet Addiction: The Emergence of a New Clinical Disorder. hhtp://www.apa.org/releases/internet.html. [online : 3 April 2010].

Mark, D.F., Murray, M., Evans, B. & Willig, C. (2004). Health Psychology : Theory, Research and Practice. London : Sage Publication ltd.

Gunawan. (2009). Fenomena Facebook di Indonesia. http://  http://grelovejogja.wordpress.com/2009/03/29/fenomena-facebook-di- indonesia/[online:18 Februari 2010]

Griffiths, Mark .(1998). Does Internet and Computer 'Addiction' Exist? : Some Case Study Evidence.  http://www.intute.ac.uk/ socialsciences /archive/ iriss/papers/paper47.htm [online: 30 September 2010]

Mukodim, D., Ritandiyono, Sita H.R. (2004). Peranan Kesepian dan Kecenderungan Internet Addiction Disorder terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Gunadarma. http:// repository.gunadarma.ac.id:8000/Didin_111-120_864.pdf [ online : 18 Maret 2010]

Gen. (2009). 10 Dampak Negatif Facebook bagi Pelajar dan Remaja.  http://gen22.blogspot.com. [online : 13 Maret 2010 ]

Fa. (2009). Dampak Positif dan Negatif Facebook. http://  http://ganeshatama- byi.sch.id/berita-terkini/28-apa-dampak-facebook.pdf [online: 13 Maret 2010]

Hurlock, E.B. (1990). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (edisi kelima). Jakarta : Penerbit Erlangga.

Halim, C., Wirawan, A.R. (2009). Game terbaik Facebook. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Rizky & Wati. (2009). 5 Jam Belajar Cepat Menggunakan Facebook. Bandung: CV.YRAMA WIDYA.

Pengertian Facebook Keunggulan Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecanduan Internet Pada Remaja Pengguna Facebook Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment