Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Gay Jenis Tipe Hubungan Perkembangan Seseorang Menjadi Homoseksual dan Kecemburuan dalam berpacaran

Pengertian Gay adalah - Istilah gay digunakan secara umum untuk menggambarkan seorang pria yang tertarik secara seksual dengan pria lain dan menunjukkan komunitas yang berkembang diantara orang-orang yang memiliki orientasi seksual yang sama. Caroll (2005) mengatakan bahwa orientasi seksual merupakan ketertarikan seseorang pada jenis kelamin tertentu secara emosional, fisik, seksual dan cinta.


Caroll kemudian menambahkan bahwa teori-teori yang berhubungan dengan orientasi seksual dapat dibagi dalam dua tipe yang dasar : yaitu essential dan constructionist. Pada paham esentialisme menekankan bahwa homoseksual secara pembawaan berbeda dengan heteroseksual, hasil dari faktor biologis dan proses perkembangan. Teori essential mula-mula mengimplikasikan bahwa homoseksualitas merupakan sebuah abnormalitas dalam perkembangan., yang memberikan kontribusi bahwa homoseksual ini adalah suatu penyakit. Sedangkan paham constructionist sebaliknya menekankan bahwa homoseksulitas merupakan suatu peran sosial yang telah berkembang secara berbeda dalam kebudayaan yang berbeda dan waktu yang berbeda juga dan untuk ini dapat dikatakan bahwa homoseksualitas secara pembawaan, tidak berbeda dengan heteroseksualitas.

Jenis-Jenis Gay

Bell dan Weinberg (dalam Masters, 1992) mengelompokkan homoseksual ke dalam 5 kelompok, yaitu:

a. Close-couple 
Homoseksual yang hidup dengan pasangannya, dan melakukan aktifitas yang hampir sama dengan pernikahan yang dilakukan oleh kaum heteroseksual. Homoseksual jenis ini memiliki masalah yang lebih sedikit, pasangan seksual yang lebih sedikit, dan frekuensi yang lebih rendah dalam mencari pasangan seks dibandingkan jenis homoseksual yang lain. 

b. Open-couple 
Homoseksual jenis ini memiliki pasangan dan tinggal bersama, tetapi memiliki pasangan seksual yang banyak, dan menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk mencari pasangan seks. Homoseksual ini memiliki permasalahan seksual yang lebih banyak dibandingkan close-couple homoseksual. 

c. Functional 
Homoseksual jenis ini tidak memiliki pasangan, dan memiliki pasangan seks yang banyak, tetapi dengan sedikit masalah seksualitas. Individu homoseksual ini kebanyakan individu muda, yang belum menerima orientasi seksualnya, dan memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap seksualitas. 

d. Dysfunctional 
Tidak memiliki pasangan menetap, memiliki jumlah pasangan seksual yang banyak, dan jumlah permasalahan seksual yang banyak. 

e. Asexual 
Ketertarikan terhadap aktifitas seksual rendah pada kelompok ini, dan cenderung untuk menutup-nutupi orientasi seksualnya. 


Tipe Hubungan Pada Gay


Berdasarkan pendekatan sosiokultural, David Sonenschein (dalam Hogan, 1980) mengidentifikasikan ada enam tipe hubungan sosioseksual yang terdapat pada gay. Adapun keenam tipe tersebut anatara lain :

a. Permanent Social Relationship 
Pada bentuk hubungan ini, tidak terdapat adanya aktifitas seksual. Individu-individu akan menjelasakan diri mereka sebagai ” teman atau sahabat dekat ” yang dimana persahabatan ini dijaga dari waktu ke waktu. 

b. Nonpermanent Social Relationship 
Pada bentuk hubungan ini, individu-individu menyatakan diri mereka sebagai teman baik, tetapi di luar kelompok (clique) tidak ada kontak yang berlanjut. Hubungan seksual/genital sangat jarang terjadi pada bentuk hubungan ini 

c. Permanent Sexual Relationship 
Permanent Sexual Relationship mencakup ”dipertahankan” dan hubungan didasarkan kepada sifat materialisitik. Keterlibatan seksual dan emosional dengan pasangan tidaklah terlalu dalam dan sifatnya terpakasa. Bentuk  hubungan ini mungkin mencakup seorang individu yang lebih muda ’dipelihara’ oleh individu yang lebih tua, yang memiliki kekayaan yang lebih yang mengharapkan permanensi dalam hubungan tersebut. Bentuk hubungan ini sangat tidak stabil daan kemungkinan untuk terjadinya ketidaksetiaan oleh individu yang lebih muda tersebut lebih besar.

d. Nonpermanent Sexual Relationship 
Nonpermanent Sexual Relationship (”one night stand”) merupakan tipe hubungan yang paling sering terjadi. Individu akan melakukan hubungan seksual dengan orang yang tidak terlalu mereka kenal dan tujuan utama mereka hanyalah aktifitas seksual dan orgasme. Perilaku promiscuous ini bisa disebabkan karena faktor psikodinamik seperti penghindaran terhadap komitmen interpersonal seperti keintiman dan tanggung jawab serta faktor sosiologis. 

e. Permanent Sociosexual Relationship 
Literatur psikologi menunjukkan bahwa mempunyai pasangan seksual yang tetap merupakan tujuan yang paling banyak dimiliki pada banyak gay. Seiring dengan bertambahnya umur (sekitar 30 tahun) menemukan pasangan menjadi hal yang sangat penting. Hubungan ini didasarkan pada konsep cinta, bukan hanya seksual. Individu mulai berbagi dan dan menyamakan nilai-nilai dan minat masing-masing. 

f. Nonpermanent sociosexual Relationship 
Pada tipe hubungan ini, individu mengidentifikasikan dirinya sebagai ”teman” tetapi juga sebagai pasangan seksual yang potensial. Berbeda  dengan nonpermanent sexual relationship, dimana aktivitas seksual terjadi terlebih dulu, sedangkan pada nonpermanent sociosexual relationship, interaksi sosial terjadi terlebih dahulu sebelum aktifitas seksual.

Perkembangan Seseorang Menjadi Homoseksual

Salah satu model teori mencoba menjelaskan perkembangan seseorang hingga menjadi kaum homoseksual. Tahapan perkembangan tersebut menurut Papalia, Olds, dan Feldam (2007) adalah : 1) Kesadaran akan adanya ketertarikan pada sesama jenis, antara umur 8-11 tahun. 2) Perilaku seksual sesama jenis, antara umur 12-15 tahun. 3) Identifikasi sebagai gay atau lesbian, antara umur 15-18 tahun. 4) Kedekatan dengan sesama jenis, antara umur 17-19 tahun. 5) Pengembangan hubungan romantis sesama jenis, antara umur 18-20 tahun.

Namun model ini tidak bisa secara akurat mereflesikan pengalaman yang mungkin saja dialami oleh kaum homoseksual yang lebih muda. Banyak diantara mereka yang merasa lebih bebas daripada masa sebelumnya untuk mendeklarasikan identitasnya (Diamond, 1998 dalam Papalia, 2007).

Pengertian Gay adalah

Pacaran pada gay

Mengingat keberadaan kaum gay yang lebih sedikit dibandingkan dengan kaum straight, menemukan pasangan bagi gay dapat menjadi hal yang sulit. Gay dewasa dapat bertemu dengan gay lainnya di klub gay ataupun tempat-tempat yang dikhususkan untuk pasangan sesama jenis, kelompok diskusi gay, organisasi gay dan juga melalui internet (Caroll, 2005) Jika dibandingkan dengan pasangan heteroseksual, pasangan gay memiliki jumlah yang terbatas dalam pemilihan pasangan, oleh sebab itu, gay bekerja lebih keras untuk menjaga hubungan mereka terutama pada saat krisis. Tidak seperti pasangan heteroseksual, yang berpikir bahwa masih banyak orang lain di luar sana, pasangan gay bekerja lebih keras untuk mempertahankan hubungan mereka agar tetap bersama (Kurdek, dalam Caroll 2005)

Pada umumnya, gay secara seksual lebih aktif dan cenderung memiliki lebih banyak pasangan seksual dibandingkan dengan lesbian dan pasangan heteroseksual lainya (Saghir dan Robins, dalam Master 1992) Walaupun beberapa gay terlibat dalam hubungan intim singkat dengan orang lain/orang asing, beberapa gay memilih untuk membangun hubungan jangka panjang yang penuh kasih sayang. Weinberg (dalam Master, 1992) menyatakan bahwa hubungan homoseksual jangka panjang kurang stabil, hal ini dikarenakan bahwa hubungan tersebut tidak didukung secara sosial oleh masyarakat ataupun secara hukum negara. Tetapi bagaimanapun, beberapa pengamat memperhatikan bahwa epidemi AIDS telah mendorong para gay untuk membangun hubungan yang sifatnya

Menurut Silverstein, adanya pacaran pada gay akan membantu seorang gay dalam pencarian identitas diri, dan membuat gay merasa lebih lengkap sebagai gay (dalam Savin-Williams & Cohen, 1996). Gay yang memiliki pacar akan memiliki harga diri yang lebih tinggi, penerimaan diri yang lebih tinggi, dan akan lebih terbuka kepada lingkungan mengenai identitas diri sebagai seorang gay (Savin- Williams & Cohen, 1996). Kegiatan yang dilakukan sepasang gay yang berpacaran tidak jauh berbeda dengan pacaran yang dilakukan oleh pasangan straight. Pasangan gay melakukan aktifitas dalam pacaran secara bersama, contohnya, menonton atau berkencan. Perbedaan pacaran pada gay dengan pasangan straight hanya pada penerimaan lingkungan terhadap pasangan tersebut (Caroll, 2005). Pasangan straight tidak akan menghadapi masalah yang sama dengan pasangan gay saat memberitahu lingkungan mengenai hubungan yang mereka lakukan. Hal ini berhubungan dengan penolakan, stigma dan stereotip masyakarat terhadap hubungan sesama jenis.

Kecemburuan dalam berpacaran pada gay dewasa dini

Penelitian menemukan bahwa seorang gay juga akan melakukan pacaran dalam perkembangan kehidupannya (Savin-Williams & Cohen, 1996). Pacaran adalah saat dimanan suatu hubungan romantis dibangun dan dialami. Kecemburuan merupakan salah satu emosi yang paling sering muncul dianatara dua orang yang memang sudah terlibat dalam hubungan romantis (Hansen dalam Heindrick, 1992) Salovey (1991) menyatakan bahwa kecemburuan merupakan suatu pengalaman emosi ketika seseorang merasa terancam hilangnya suatu hubungan yang penting atau bermakna dengan orang lain (pasangannya). Sama hal nya dengan berpacaran, perasaan cemburu tidak hanya dialami oleh kaum straight saja, tetapi kaum gay juga dapat mengalami hal yang sama (Buss, 2001)

Jumlah gay yang sangat sedikit diabndingkan dengan kaum straight, membuat para gay harus bekerja keras dalam mempertahankan hubungan mereka (Kurdek, dalam Caroll,2005. Gay juga lebih susah untuk mengembangkan hubungan seksualitas mereka, karena adanya stigma mengenai gay dan tidak mudah bagi gay untuk menentukan pria mana yang memiliki potensi menjadi pasangan mereka (Caroll, 2005). Sehingga kecemburuan yang dirasakan oleh gay lebih besar daripada pasangan straight (Pines-Ayala Malakh, 1998)

Jika ditinjau dari stimulus terjadinya kecemburuan, Buss (2001) menyatakan bahwa gay memiliki tingkat kecemburuan seksual yang lebih rendah dibandingkan dengan kecemburuan emosional. Kecemburuan emosional memaksudkan bahwa kecemburuan yang timbul dikarenakan adanya ketidaksetiaan emosional yang dilakukan pasangan. Ketidaksetiaan emosional adalah ketidaksetiaan yang dilakukan pasangan terhadap pihak ketiga tanpa melibatkan hubungan fisik, melainkan lebih menekankan kepada keakraban suatu hubungan. Gay menyakini bahwa pasangannya pria nya dapat saja melakukan hubungan seksual dengan siapapun tanpa harus jatuh cinta, tetapi ketika pria tersebut jatuh cinta kepada laki-laki lainnya, maka pria tersebut sudah pasti akan melakukan hubugan seksual (Dijkstra, 2001) Kecemburuan emosional dirasakan lebih mengancam pada kebanyakan pasangan gay, tetapi hal ini tidak berlaku untuk semua pasangan gay yang ada (Buss, 2001)


Daftar Pustaka Makalah Gay

Papalia, Sally Wendkos Olds, Ruth Duskin F. (2007) Human Development. Tenth Edition.New York: Mc Graw Hill Companies

Caroll, Jamell L. (2005) Sexuality Now. Embaracing Diversity. Belmont : Thomson Wadsworth

Buss, David M. (2000). The Dangerous Passion :Why Jealousy Is as Necessary as Love and Sex. New York : The Free Press

Dijkstra, Pieternel, Hinke A. K, et al. Sex differences in the events that elicitjealousy among homosexual.  http://www.unc.edu/courses/2006spring/spcl/091p/016/JealousyInduction. pdfTanggal Akses : 14 Juli 2009 Waktu Akses : 14:02:07 WIB

Pines, Ayala Malakh. (1998) Romantic Jealousy. New York : Guilford Press Preifer, Susan.M, Paul T.P. Wong. Multidimensional Jealousy.http://spr.sagepub.com/cgi/reprint/6/2/181.pdfTanggal Akses : 20 Agustus 2009 Waktu Akses : 14:05:35 WIB 

Salovey, Peter. (1991) The Psychology of Jealousy and Envy. New York : Guilford Press

Hendrick, Susan S & Clyde Hendrick (1992). Liking, Loving and Relating.California : Brooks/Cole Publishing Company

Savin-William, Ritch C. & Cohen, Kenneth M (1996) The Lives of Lesbian, Gays and Bisexual. Children to Adult. Belmont : Thomson Wadsworth

Master, William H. Johnson, Virginia E. Kolodny (1992). Human Sexuality. Forth Edition. New York : Harper Colins Publishers

Pengertian Gay Jenis Tipe Hubungan Perkembangan Seseorang Menjadi Homoseksual dan Kecemburuan dalam berpacaran Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment