Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Hubungan Antar Saudara Kandung Definisi dan Dimensi

Pengertian Hubungan Antar Saudara Kandung adalah - Cicirelli (1996) mengemukakan pengertian dari hubungan antar saudara kandung (sibling relationship), sebagai berikut : 
”Sibling relationship refers to the total of the interactions (actions, verbal and nonverbal communication) of two (or more) individuals who share comman biological parents, as well as their knowledge, perceptions, attitudes, beliefs, and feelings regarding each other from the time when one sibling first became aware of the other” (Cicirelli, 1996) 


Hubungan saudara kandung merupakan interaksi total (fisik maupun komunikasi verbal dan nonverbal) dari dua atau lebih individu yang berasal dari orangtua biologis yang sama, mencakup sikap, persepsi, keyakinan dan perasaan terhadap satu sama lain sejak mereka menyadari keberadaan saudara kandung mereka. 

Definisi Hubungan Antar Saudara Kandung

Furman dan Buhrmester (dalam  Criss & Shaw, 2005) mengartikan hubungan antar saudara kandung sebagai hubungan yang dikarakteristikkan dengan empat dimensi, yaitu  relative status/power, rivalry (persaingan), warmth/closeness (kedekatan) dan conflict (konflik). Berdasarkan penelitian Criss dan Shaw (2005), ditemukan bahwa dimensi konflik dan kehangatan/kedekatan memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan perilaku seseorang, dibandingkan dengan dua dimensi yang lainnya. 

Hubungan antar saudara kandung  memiliki pengaruh yang besar pada suasana rumah dan seluruh anggota keluarga. Bila hubungan antar saudara kandung  baik, suasana di rumah menyenangkan dan bebas dari perselisihan. Sebaliknya, bila hubungan antar saudara kandung penuh perselisihan dan ditandai rasa iri, permusuhan dan gejala ketidakharmonisan lainnya, hubungan ini merusak hubungan keluarga dan suasana rumah (Hurlock, 1999).  

Patterson (dalam Parke, 1996), mengungkapkan bagi kebanyakan anak, saudara yang lebih tua merupakan seseorang yang memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan mereka, khususnya dalam memberikan dukungan, kerjasama dan petunjuk, tetapi juga menjadi sumber dari konflik dan model peran yang negatif. Cicirelli (1996), menyatakan bahwa hubungan antar saudara kandung dapat mengarah pada perasaan positif dan perasaan negatif. Perasaan positif meliputi rasa kasih sayang, melindungi dan saling membantu. Perasaan negatif meliputi rasa iri, benci, marah sehingga dapat menimbulkan persaingan dan permusuhan. Ikatan emosional yang positif atau negatif akan memunculkan reaksi perilaku yang berbeda terhadap saudara kandungnya. Kehadiran saudara kandung dapat bertindak sebagai pendukung secara emosional, saingan dan kawan komunikasi. Ikatan emosional antar saudara kandung memiliki pengaruh yang sangat besar, dapat positif dan negatif (Furman & Giberson, dalam Scharf, Shulman & Spitz, 2005). 

Berdasarkan beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan hubungan antar saudara kandung merupakan interaksi total (fisik maupun komunikasi verbal dan nonverbal) dari dua atau lebih individu yang berasal dari orangtua biologis yang sama. Mencakup sikap, persepsi, keyakinan dan perasaan terhadap satu sama lain, yang dapat mengarah ke positif maupun negatif, dan dikarakteristikkan dari empat dimensi, yaitu yaitu relative status/power, rivalry (persaingan), warmth/closeness (kedekatan) dan conflict  (konflik). Dimensi  warmth/closeness  (kedekatan) dan conflict  (konflik) merupakan dua dimensi yang memiliki pengaruh besar dengan terbentuknya perkembangan perilaku sosial pada anak, khususnya perilaku delinkuensi yang terkait dengan penelitian ini. 

Dimensi Hubungan Antar Saudara Kandung 

Furman dan Buhrmester (dalam Criss & Shaw, 2005) menyatakan bahwa dimensi hubungan antar saudara kandung meliputi yaitu  relative status/power, rivalry (persaingan), warmth/closeness (kedekatan) dan conflict (konflik). Namun, dua dimensi yang memiliki pengaruh yang besar terhadap perkembangan perilaku yaitu dimensi   warmth/closeness  (kedekatan) dan  conflict  (konflik) (Criss & Shaw, 2005).  Penelitian Criss dan Shaw (2005), menemukan bahwa dua dimensi hubungan antar saudara kandung kehangatan/kedekatan dan konflik memiliki kaitan yang terbesar dibandingkan dengan dua dimensi lainnya terhadap terbentuknya perilaku merusak. Penelitian lain yang  dilakukan oleh Rinaldi dan Howe (1998), menemukan konflik berkorelasi positif dengan kemampuan menyelesaikan masalah secara destruktif, sedangkan kehangatan/kedekatan berkorelasi positif dengan perilaku prososial dan kemampuan menyelesaikan masalah secara konstruktif. 

Stormshak (dalam Volling & Blandon, 2003), menemukan bahwa kedua dimensi hubungan antar saudara kandung, yaitu kehangatan/kedekatan dan konflik merupakan dimensi yang sangat perlu diperhitungkan bersama-sama dalam memahami pengaruhnya secara utuh terhadap perkembangan perilaku sosial. Konflik yang terjadi antar saudara kandung tanpa adanya kehangatan/kedekatan sedikitpun memiliki pengaruh yang berbeda, salah satunya membuat seseorang kesulitan dalam menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.  
Furman dan Buhrmester (dalam Criss & Shaw, 2005), mengungkapkan bahwa setiap dimensi hubungan antar  saudara kandung memiliki indikator-indikator masing-masing. Indikator-indikator dimensi  warmth/closeness (kedekatan) dan conflict (konflik), antara lain  : 

1. Dimensi kehangatan/kedekatan (warmth/closeness), meliputi : 
Kedekatan  (intimacy), meliputi sikap keterbukaan dan kedekatan dalam hubungan.  
  • Dukungan emosional (emotional support), berhubungan dengan pemberian dukungan perasaan dan perhatian. 
  • Afeksi  (affection),  berhubungan dengan perasaan kasih sayang dan cinta yang mendalam. 
  • Informasi  (knowledge),  berhubungan dengan cakupan informasi yang diketahui mengenai satu sama lain. 
  • Dukungan instrumental  (instrumental support),  berhubungan dengan dukungan bantuan dan pertolongan yang berbentuk non-emosional, seperti keuangan, barang, dan lain-lain. 
  • Kesamaan  (similarity),  berhubungan dengan kesamaan atau kemiripan dalam kepribadian, sifat, gaya hidup, pendapat, keyakinan, kebiasaan dan persepsi. 
  • Kekaguman  (admiration),  berhubungan dengan rasa kagum dan bangga yang dirasakan satu sama lain, baik prestasi, penampilan maupun kepribadian. 
  • Penerimaan  (acceptance), berhubungan dengan rasa penerimaan terhadap kehadiran, kepribadian, pendapat.  


2. Dimensi konflik (conflict), meliputi : 
  • Dominansi  (dominance),  berhubungan dengan sikap menekan, mengatur dan menguasai antara satu dan yang lainnya. 
  • Kompetisi/persaingan  (competition),  berhubungan dengan sikap saling mengungguli, memperebutkan posisi yang paling menonjol yang diikuti perasaan tidak suka dan keiginan untuk menjatuhkan. 
  • Permusuhan  (antagonism), berhubungan dengan sikap bermusuhan, tidak bersahabat. 
  • Pertengkaran  (quarreling),  berhubungan dengan perkelahian baik secara fisik maupun verbal. 
Pengertian Hubungan Antar Saudara Kandung

Persaingan dalam hubungan antar saudara kandung dapat memberikan pengaruh negatif dan positif. Persaingan yang diikuti dengan adanya konflik dapat mempengaruhi terbentuknya perilaku agresi, perilaku merusak dan perilaku bermusuhan yang akan mengarah pada perilaku kenakalan atau delinkuensi. Sebaliknya, persaingan tanpa adanya  konflik, akan dapat mempengaruhi perkembangan perilaku prososial, selain itu juga dapat meningkatkan motivasi untuk menjadi yang terbaik dan menyelesaikan masalah secara konstruktif (Volling & Blandon, 2003). 
   
Berdasarkan uraian di atas, mengenai dimensi-dimensi hubungan antar saudara kandung, maka dapat disimpulkan bahwa dimensi hubungan kehangatan/kedekatan dan konflik memiliki pengaruh yang lebih besar dalam perkembangan perilaku merusak dan menyimpang  serta terbentuknya perilaku menyelesaikan masalah secara destruktif. Dimensi kehangatan/kedekatan mengungkap mengenai kedekatan  (intimacy), dukungan emosional  (emotional support,  afeksi  (affection),  informasi (knowledge),  dukungan intrumental (instrumental support),  kesamaan  (similarity),  kekaguman (admiration),  dan penerimaan  (acceptance).  Dimensi konflik mengungkap mengenai dominansi (dominance), kompetisi/persaingan  (competition), permusuhan  (antagonism), dan pertengkaran (quarreling). 

Daftar Pustaka Makalah Hubungan Antar Saudara Kandung

Parke, H., (1996). Child Psychology A Contemporary Viewpoint  (5th ed.). New York: McGraw Hill Inc 

Hurlock, Elizabeth B. (1999).  Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi Kelima. Jakarta: Penerbit Erlangga 

Volling, B. L., & Blandon, A. Y. (2003). Positive Indicators of Sibling Relationship Quality: Psychometric Analyses of The Sibling Inventory of Behavior (SIB).   Child Trends Positive Outcomes Conferences [On-line]. FTP: http://www.childtrends.org/Files/VollingBlandon.pdf (13 Januari 2007) 

Criss, M. M., & Shaw, D. S. (2005).  Sibling Relationship as Context for Deliquency Training in Low-Income Families.  Journal of Family Psychology  [On-line],  Vol. 19, 592-600. FTP: http://www.pitt.edu/~momchild/publications/criss%20and%20shaw%20j.%20of%20family%20psychology%20dec%202005.pdf (13 Januari 2007) 

Furman, W., & Lanthier, R. P. (1996). Personality and Sibling Relationships. Dalam G. H. Brody (Ed.),  Advances in Applied Developmental Psychology: Sibling Relationships  (pp. 127- 146). Norwood: New Jersey, Ablex 


Cicirelli, Victor, G. (1996). Siblings Relationships in Middle and Old Age. Dalam G. H. Brody (Ed.),  Advances in Applied Developmental Psychology: Sibling Relationships (pp. 47- 73). Norwood: New Jersey, Ablex 

Pengertian Hubungan Antar Saudara Kandung Definisi dan Dimensi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment