Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Intensi Membeli Kembali Definisi Aspek dan Faktor yang Mempengaruhi

Pengertian Intensi Membeli Kembali - Sebelum terjadinya suatu perilaku, ada hal yang menjadi prediktor utama dalam menentukan perilaku, yaitu intensi. Hal ini sesuai dengan pernyataan Schiffman dan Kanuk (1994) (dalam Barata, 2007) yang mengatakan bahwa intensi adalah hal yang berkaitan dengan kecenderungan seseorang untuk melakukan suatu tindakan atau berperilaku tertentu. Intensi juga merupakan sebuah rencana sebelum melakukan sesuatu. Menurut Ajzen (2005), intensi merupakan kesiapan seseorang untuk menunjukkan perilaku. 


Definisi Intensi Membeli Kembali

Dalam referensi lainnya, Ajzen (dalam Teo & Lee, 2010), mengemukakan definisi intensi yaitu indikasi seberapa kuat keyakinan seseorang akan mencoba suatu perilaku, dan seberapa besar usaha yang akan digunakan untuk melakukan sebuah perilaku. Intensi memiliki korelasi yang tinggi dengan perilaku, oleh karena itu dapat digunakan untuk meramalkan perilaku (Ajzen, 2005).

Berdasarkan pernyataan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa pengukuran terhadap intensi adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memprediksi perilaku. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Engel, Blackwell dan Miniard (1995) yang mencatat bahwa sikap sejalan dengan intensi yang merupakan prediktor perilaku di masa yang akan datang.

Membeli adalah bagian dari perilaku konsumen yang selalu dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dilakukan dalam memenuhi kebutuhan individu. Howard dan Sheth (2004) (dalam Tirtiroglu & Elbeck, 2008) mendefenisikan intensi membeli sebagai kemungkinan seorang konsumen berencana membeli produk tertentu pada jangka waktu tertentu dan hal itu terjadi setelah konsumen menyimpan informasi yang relevan untuk menentukan keputusan membeli. Sedangkan menurut Spears dan Singhs (dalam Liu, Chu-Chi & Chen, 2006) intensi membeli adalah rencana yang dilakukan individu secara sadar yang merupakan usaha untuk membeli sebuah produk.

Intensi membeli kembali adalah penilaian individu tentang membeli kembali sebuah produk/jasa yang ditunjuk dari perusahaan/toko yang sama dengan mempertimbangkan situasi dan keadaan yang mungkin (Hellier, Geursen, Carr dan Rickard, 2003). Menurut Wathne, Kaynak dan Bolton (2003) (dalam Olaru, 2008) intensi membeli kembali tergantung pada nilai yang diperoleh dalam transaksi sebelumnya dan pengalaman sebelumnya. Konsumen yang melaporkan kegiatan membelinya di masa lalu dan terlibat kembali dalam perilaku pembelian kembali disebut juga dengan intensi membeli kembali (Seiders, 2005).

Konsumen yang memiliki intensi membeli kembali dimaksudkan untuk menjelaskan penilaian pribadi mengenai pembelian mengulang suatu produk tertentu (Hellier, 2003). Peneliti Anderson (1994) dan Hennig-Thurau & Klee (1997) telah mengakui bahwa pengalaman konsumen dalam membeli mempengaruhi pembelian kembali di masa yang akan datang (dalam Wangwiboolkij, 2011).

Jadi intensi membeli kembali dapat diartikan sebagai konsumen yang melakukan pembelian ulang pada suatu produk yang telah dibeli sebelumnya, dipengaruhi oleh evaluasi/pengalaman individu atas perilaku membeli. Oleh karena itu intensi membeli kembali ini dapat digunakan sebagai prediktor dari perilaku membeli.

Aspek Intensi Membeli Kembali 

Menurut Ajzen (2005), Intensi memiliki korelasi yang tinggi dengan perilaku, oleh karena itu dapat digunakan untuk meramalkan perilaku. Hal ini dapat juga berlaku pada perilaku membeli kembali. Dengan mengukur intensi membeli kembali pada konsumen, hal ini juga dirancang untuk menganalisis perilaku membeli kembali pada konsumen. Terdapat 3 aspek intensi membeli kembali menurut Ajzen dan Fishbein (2005), yaitu sebagai berikut:

a.  Sikap (Attitude)
Sikap mengacu pada perasaan/penilaian terhadap objek tertentu. Ini mengukur tingkat suka atau tidak suka terhadap objek tertentu (Ajzen dan Fishbein, 2001). Seseorang yang yakin bahwa sebuah tingkah laku dapat menghasilkan outcome yang positif, maka individu tersebut akan memiliki sikap yang positif, begitu juga sebaliknya. Sehingga apabila individu yakin perilaku membeli yang dia lakukan akan menghasilkan outcome yang positif, maka individu tersebut memiliki sikap yang positif terhadap perilaku membeli selanjutnya, begitupun sebaliknya. Contoh dari sikap adalah individu merasakan produk yang memuaskan (postif) maka ia akan membeli kembali produk tersebut pada waktu yang akan datang.

b.  Norma Subjektif (Subjective Norms)
Biasanya individu dalam melakukan pembelian kembali dipengaruhi oleh orang lain atau kelompok (significant others) seperti orang tua, pasangan, teman, media, status sosial. Sehingga individu yakin bahwa kebanyakan referensi akan mempengaruhi dirinya untuk melakukan pembelian kembali dan adanya motivasi untuk melakukan pembelian kembali pada suatu produk. Contoh dari norma subjektif adalah adanya pujian dari orang lain ketika membeli sebuah produk, pujian ini yang dapat mempengaruhi individu melakukan pembelian kembali.

c.  Kontrol Perilaku (Behavior Control)
Kontrol perilaku berupa ada atau tidaknya faktor-faktor yang memfasilitasi dan menghalangi individu untuk melakukan suatu perilaku. Dalam intensi membeli kembali, contoh dari faktor-faktor yang memfasilitasi adalah adanya kecepatan internet dalam mengakses produk yang ingin dibeli, adanya waktu yang memungkinkan untuk membeli kembali suatu produk. Sedangkan yang menghalangi individu antara lain, tidak adanya dana untuk membeli kembali sebuah produk, habisnya produk yang ingin dibeli kembali.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intensi Membeli Kembali

Menurut Ajzen dan Fishbein (2005) ada beberapa faktor yang mempengaruhi intensi membeli kembali pada konsumen yaitu:
a.  Faktor Individu
Faktor individu terdiri dari lima kategori yaitu sebagai berikut :
  1. Sikap
    Sikap adalah evaluasi individu secara positif atau negatif terhadap benda, orang, institusi, kejadian, perilaku atau minat tertentu. Intensi membeli kembali dipengaruhi secara kuat oleh sikap terhadap suatu produk.
  2. Kepribadian
    Setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda yang dapat mempengaruhi intensi membeli kembali. Kepribadian adalah karakteristik psikologis yang terdapat pada seseorang yang menyebabkan respon yang relatif konsisten terhadap lingkungannya (Kotler & Keller, 2012).
  3. Nilai
    Intensi membeli kembali konsumen juga dipengaruhi oleh nilai. Perbedaan nilai yang dianut oleh tiap konsumen akan menyebabkan adanya perbedaan dalam intensi membeli kembali.
  4. Emosi
    Respon individu tidak hanya didasarkan pada pengaruh kognitif dan rasional saja, tetapi juga dipengaruhi oleh emosi (Kotler & Keller, 2012).
  5. Intelijensi
    Intelijensi juga berpengaruh pada konsumen dalam intensi membeli kembali.


b.  Faktor Sosial
Selain faktor individu, faktor sosial juga mempengaruhi intensi membeli kembali, yaitu:

  1. Usia dan Jenis Kelamin
    Perbedaan umur dan jenis kelamin seseorang akan mempengaruhi intensi membeli kembali individu tersebut.
  2. Ras dan Etnis
    Ras dan etnis adalah bagian dari budaya. Perilaku seseorang dipelajari dari lingkungan sekitarnya. Sehingga nilai, persepsi, keinginan dan perilaku antara seseorang yang tinggal pada daerah tertentu dapat berbeda dengan orang lain yang berada di lingkungan yang lain pula (Kotler & Keller, 2012).
  3. Pendidikan
    Tingkat pendidikan seseorang mempengaruhi intensi membeli kembali pada konsumen.
  4. Pendapatan
    Keadaan ekonomi seseorang juga akan mempengaruhi pilihan produk yang akan dibelinya. Keadaan ekonomi terdiri dari penghasilan, tabungan dan aset, hutang, dan sikap terhadap membelanjakan uang atau menabung (Kotler & Keller, 2012).
  5. Agama
    Agama dipertimbangkan memegang peranan penting terhadap intensi membeli kembali seseorang
Pengertian Intensi Membeli Kembali


c.  Faktor Informasi
  1. Pengalaman
    Salah satu aspek dalam intensi membeli kembali adalah kontrol perilaku. Kontrol perilaku ditentukan oleh pengalaman masa lalu individu dan juga perkiraan individu mengenai seberapa sulit atau mudahnya untuk melakukan suatu perilaku.
  2. Pengetahuan
    Pengetahuan juga berperan dalam intensi membeli kembali pada konsumen. Pengetahuan didefinisikan sebagai informasi yang disimpan di dalam memori dan meliputi aturan-aturan yang luas mengenai ketersediaan dan karakteristik dari suatu produk, dimana membeli suatu produk dan bagaimana menggunakan suatu produk (Engel, Blackweel, dan Miniard, 1995).
  3. Paparan Media
    Paparan media mempengaruhi intensi membeli kembali pada konsumen untuk suatu produk.


Menurut Bhatnagar dan Ghose (2004), faktor dari informasi seperti pengalaman, pengetahuan mengenai suatu produk, paparan media mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian kembali melalui media internet. Faktor ini termasuk dalam perilaku konsumen pada dimensi intensi membeli kembali.

Menurut Shang, Chen, dan Shen (2005) berpendapat bahwa pengaruh sosial dari teman, keluarga, status sosial menjelaskan mengapa konsumen berbelanja melalui media internet. Hal ini termasuk ke dalam norma pada dimensi intensi membeli kembali.

Menurut Rohm dan Swaminathan (2004) berpendapat bahwa faktor individu seperti sikap, kepribadian, nilai, emosi dan intelegensi termasuk kedalam sikap terhadap perilaku membeli.

Daftar Pustaka Makalah Intensi Membeli Kembali

Schiffman, L & Kanuk, L.L. (1994).  Consumer Behaviors. Prentice Hall: New Jersey.

Ajzen, I. (2002). Perceived Behavioral Control, Self Efficacy, Locus of Control, and The Theory of Planned Behavior,  Journal of Applied Social Psychology. Vol.  32 (4): 665-683. 

Ajzen, I. (2005). Constructing a TRA and TPB Questionnaire: Conceptual and Methodological Consideration. 

Engel, James F., et al (1995). Perilaku Konsumen. Jilid I dan II. Edisi 6. Binarupa Aksara. Jakarta. 

Howard, J.A. (1973).  Theory of Buyer Behavior. Perspectives in Consumer Behavior. London: John Wiley and Sons, Inc. 

Liu, J., Chu-Chi., & Chen,J.S. (2006). Virtual Experiental Marketing on Online Purchase Intention, Proceedings of the 11th  Annual of Asia Pacific Decision Science Institue Hongkong. 

Hellier, Phillip K., Geursen, Gus M., Carr, Rodney A., Rickard, John A. (2003). Customer Repurchase Intenstion: A General Structural Equation Model. European Journal of Marketing. Vol. 37 (11/12): 1762-1800. 

Wathne, K., Biang, H., & Heide, J. (2001). Choice of Supplier in Embedded Markets: Relationship and Marketing Program Effects.  Journal of Marketing. Vol 65: 54-66. 

Olaru, Doina., Purchase, Sharon., & Peterson, Nathan. (2008). From Customer value to Repurchase Intentions and Recommendations.  Journal of Business and Industrial Marketing. Vol. 23 (8): 534-565. 

Seiders, K. (2005). Do Satisfied Customer Buy More?  Examining Moderating Influences in a Retailing Context.  Journal of Marketing. Vol. 69 (4): 26-43. 

Hennig-Thurau, T., & Klee, A. (1997). The Impact of Customer Satisfaction and Relationship Quality on Customer Retention: A Critical Reassessment and Model Development. Psychology and Marketing. Vol. 14 (8): 737-764. 

Wangwiboolkij, Rossarin. (2011).  Factors Influencing Repurchase Intention of Thai Female Customers Toward Korean Cosmetics in Bangkok. 18-26. 

Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975).  Belief, Attitude, Intention and Behavior: An Introduction to Theory and Research.  Philipines: Addison Wesly Publishing Company

Kotler, Phillip., & Keller, Kevin Lane. (2012). Marketing Management. 12th Ed. New Jersey:Prentice Hall. 


Pengertian Intensi Membeli Kembali Definisi Aspek dan Faktor yang Mempengaruhi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment