Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Kreativitas Definisi dan Aspek Menurut Para Ahli

Pengertian Kreativitas adalah salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009). 

Menurut NACCCE (National Advisory Committee on Creative and Cultural Education) (dalam Craft, 2005), kreativitas adalah aktivitas imaginatif yang menghasilkan hasil yang baru dan bernilai. Selanjutnya Feldman (dalam Craft, 2005) mendefinisikan kreativitas adalah:  
“the achievement of something remarkable and new, something which transforms and changes a field of endeavor  in a significant way . . . the kinds of things that people do that change the world.” 
  
Menurut Munandar (1985), kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi atau unsur-unsur yang ada. Hasil yang diciptakan tidak selalu hal-hal yang baru, tetapi juga dapat berupa gabungan (kombinasi) dari hal-hal yang sudah ada sebelumnya. Selain itu, Csikszentmihalyi (dalam Clegg, 2008) menyatakan kreativitas sebagai suatu   tindakan, ide, atau produk yang mengganti sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru. 

Rhodes (dalam Munandar, 2009) menganalisis lebih dari 40 definisi tentang kreativitas, menyimpulkan bahwa pada umumnya kreativitas dirumuskan dalam istilah pribadi (person), proses, produk, dan lingkungan yang mendorong (press)  individu ke perilaku kreatif. Berikut beberapa definisi tentang kreativitas berdasarkan empat P, menurut para pakar: 

a)  Definisi Pribadi 
Menurut Hulbeck (dalam Munandar, 2009) Tindakan kreatif merupakan hal muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya. Definisi yang lebih baru tentang kreativitas diberikan dalam “three-facet model of creativity” oleh Stenberg (dalam Munandar, 2009), yaitu kreativitas merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis: inteligensi, gaya kognitif, dan kepribadian. 

b)  Definisi Proses 
Definisi proses dikemukakan oleh Torrance (dalam Munandar, 2009) yang pada dasarnya menyerupai langkah-langkah dalam metode ilmiah, yaitu proses merasakan kesulitan, permasalahan, kesenjangan, membuat  dugaan dan memformulasikan hipotesis, merevisi dan memeriksa kembali hibgga mengkomunikasikan hasil. 

c)  Definisi Produk 
Baron (dalam Munandar, 2009) menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan atau menciptakan sesuatu yang baru. Begitu  pula menurut Haefele (dalam Munandar, 2009) kreativitas adalah kemampuan membuat kombinasi-kombinasi baru. Rogers (Munandar,2009) menekankan produk kreatif harus bersifat observable,  baru, dan merupakan kualitas unik individu dalam interaksi dengan lingkungannya. 

d)  Definisi Press 
Definisi Simpson (dalam Munandar, 2009) merujuk pada aspek dorongan internal, yaitu kemampuan kreatif dirumuskan sebagai inisiatif yang dihasilkan individu dengan kemampuannya untuk mendobrak pemikiran yang biasa. 

Guilford (dalam Purwanto, 2008) menyatakan bahwa kreativitas merupakan salah satu operasi mental dalam model struktur intelektual yang dinamakan kemampuan berpikir divergen. Oleh karena intelegensi dalam struktur intelektual Guilford mempunyai tiga dimensi yaitu operasi, bahan dan produk 

a)  Operasi 
Proses atau operasi berpikir dalam struktur intelektual Guilford mempunyai lima faktor, yaitu kognisi, memori, berpikir konvergen, berpikir divergen, dan evaluasi. Dari segi operasi, kreativitas berpikir adalah kemampuan menghasilkan  secara divergen yang   merupakan salah satu operasi mental dalam model struktur intelektual Guilford. Kreativitas melibatkan berpikir divergen yang merupakan kemampuan untuk menyelesaikan masalah dengan jawaban baru dan tidak biasa. Kemampuan berpikir divergen merupakan kemampuan berpikir yang mampu menghasilkan jawaban yang bervariasi dari suatu masalah. Dalam berpikir divergen, pemikiran menyimpang dari jalan yang telah dirintis sebelumnya dan mencari variasi. Pemikiran melampaui dari apa yang jelas dan nyata, mempertimbangkan beberapa jawaban yang mungkin ada untuk suatu masalah, bukan hanya satu penyelesaian yang benar. Dalam memecahkan masalah, pemikir divergen mengajukan beberapa solusi. Dengan kemampuan itu, dia mampu menghasilkan sesuatu yang berbeda 

b)  Bahan 
Dalam model struktur intelektual Guilford, intelegensi mengolah bahan berupa figural, simbol, semantik dan perilaku. Proses berpikir divergen hanya mengolah bahan berupa figural dan simbolik, sehingga kreativitas berpikir mempunyai dua jenis konten yaitu figural atau visual dan simbolik atau verbal. Menurut Guilford (dalam Purwanto, 2008), tes untuk mengukur kreativitas berpikir akan berbentuk figural dan simbolik dengan indikator berupa unit, kelas, hubungan, sistem, transformasi dan implikasi. Menurut Good dan Brophy (dalam Purwanto, 2008) kreativitas berpikir merupakan proses berpikir divergen secara figural dan simbolik untuk menghasilkan enam jenis produk.  

c)  Produk 
Operasi kemampuan berpikir divergen yang mengolah bahan berupa figural dan simbolik menghasilkan enam jenis produk yaitu unit, kelas, hubungan, sistem, transformasi dan implikasi (Guilford dalam Purwanto, 2008).

  • Pertama, unit adalah pertanyaan tugas yang dilakukan dengan memberi bahan dasar yang darinya sebanyak mungkin objek nyata diminta dibuat. Dalam bentuk figural, pertanyaan dapat dilakukan dengan meminta peserta membuat sebanyak mungkin gambar objek nyata dari sebuah lingkaran dalam waktu tertentu. Dalam bentuk simbolik, kemampuan ini diukur dengan meminta peserta membuat sebanyak  mungkin kata dengan aturan tertentu. Misalnya, buatlah sebanyak mungkin kata yang berhuruf awalan p dan berhuruf akhir m dalam waktu satu menit. 
  • Kedua, kelas adalah kemampuan membuat perubahan dari satu kelas atau golongan ke kelas atau golongan lain. Secara figural kemampuan ini dapat diukur dengan memberikan dua atau lebih garis dan meminta peserta membuat kombinasi gambar sebanyak mungkin. Dalam bentuk simbol, kemampuan ini diukur dengan memasangkan beberapa hewan atau benda dengan sifat-sifatnya sebanyak mungkin dalam waktu tertentu. 
  • Ketiga, hubungan dilakukan dengan melengkapi struktur dan hubungan dari dua hal. Misalnya, dari angka 1, 2, 3, 4 dan 5, kombinasikan dengan sebanyak mungkin cara sehingga hasil jumlahnya 7. 
  • Keempat, sistem melibatkan urutan rasional dari langkah-langkah yang bermakna. Untuk mengukur kemampuan ini secara figural dapat dilakukan dengan meminta peserta tes mengorganisasikan beberapa gambar visual sehingga membentuk objek nyata. Misalnya, dari lingkaran, segi empat dan segi tiga, buatlah sebanyak mungkin gambar yang merupakan kombinasi ketiga bangun dan berilah nama. Pengukuran secara simbolik dapat dilakukan dengan meminta peserta tes menyusun kalimat sebanyak mungkin dengan kata-kata yang ditentukan huruf awalnya. Misalnya, buatlah dalam waktu satu menit sebanyak mungkin kalimat dengan tiga kata yang huruf awalnya M_ E_ P_.  
  • Kelima, transformasi melibatkan kemampuan mengubah strategi ketika suatu strategi mengalami jalan buntu. Kemampuan ini dapat diukur dengan meminta peserta memanipulasi objek yang diberikan kepadanya dengan sebanyak mungkin cara.  
  • Keenam, implikasi adalah kemampuan membuat antisipasi dan prediksi terhadap keadaan-keadaan tertentu di masa yang akan datang. Implikasi diukur secara figural dengan misalnya meminta peserta tes membuat dekorasi tambahan atas suatu bangun. Secara simbolik, kemampuan implikasi diukur misalnya dengan menghadapkan peserta tes dengan dua persamaan matematika dan memintanya membuat kombinasi sebanyak mungkin dua persamaan itu dalam persamaan baru. 

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa kreativitas adalah kemampuan individu untuk mencipta sesuatu baik yang bersifat baru maupun yang kombinasi, berbeda, unik tergantung dari pengalaman yang diperoleh berbentuk imajinasi yang menjurus prestasi dan dapat memecahkan masalah secara nyata untuk mempertahankan cara berpikir yang asli, kritis, serta mengembangkan sebaik mungkin untuk menciptakan hubungan antara diri individu dan lingkungannya dengan baik. 


Pada dasarnya manusia mempunyai potensi-potensi untuk kreatif, tergantung bagaimana engembangkan dan menumbuhkan potensi kreatif tersebut. Ciri individu yang kreatif menurut pendapat para ahli psikologi antara lain adalah imajinatif, mempunyai inisiatif, mempunyai minat luas, bebas dalam berpikir, rasa ingin tahu yang kuat, ingin mendapat pengalaman baru, penuh semangat dan energik, percaya diri, bersedia  mengambil resiko serta berani dalam pendapat dan memiliki keyakinan diri. (Munandar, 2009). 

Perbedaan ciri sifat antara individu satu dengan yang lain akan meyebabkan perbedaan cara penyesuaian terhadap lingkungan, misalnya cara pemecahan masalah. Pada individu yang kreatif akan tampak beberapa ciri sifat yang berbeda dibanding individu yang kurang kreatif, yang pada prinsipnya akan menunjukkan individualitas yang kuat. Ciri sifat tersebut diantaranya adalah sifat mandiri, keberanian mengambil resiko, minat yang luas serta dorongan ingin tahu yang kuat. 

Dalam kreativitas banyak aspek yang berpengaruh dalam mengembangkan kreativitas yang juga dapat membedakan antara individu satu dengan yang lainnya, seperti yang di kemukakan menurut Guilford (Munandar, 2009; 

Kauffman & Stenberg, 2006) meliputi ciri-ciri aptitude dan non-aptitude. Ciri-ciri aptitude yaitu ciri yang berhubungan dengan kognisi atau proses berpikir : 
  • Fluency, yaitu kesigapan, kelancaran, kemampuan untuk menghasilkan banyak gagasan secara cepat. Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.  
  • Flexibility, yaitu kemampuan untuk menggunakan bermacam-macam cara dalam mengatasi masalah, kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan  yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.  
  • Originality, yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau asli. 
  • Elaborasi, adalah kemampuan untuk melakukan hal yang detail. Untuk melihat gagasan atau detail yang nampak pada objek (respon) disamping gagasan pokok yang muncul, kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.  


Ciri-ciri non-aptitude yaitu ciri-ciri yang lebih berkaitan dengan sikap atau perasaan, motivasi atau dorongan dari dalam berbuat sesuatu : 
  1. Rasa ingin tahu 
  2. Bersifat imajinatif 
  3. Merasa tertantang oleh kemajemukan 
  4. Berani mengambil risiko 
  5. Sifat menghargai. 


Menurut Ellis dan Hunt, Woolfolk dan Nicolich, Good dan Brophy, Winkel dan Rakhmat, kreativitas diinterpretasikan berdasarkan tingkat kelancaran (fluency), keluwesan (flexibility) dan keaslian (originality) proses berpikir. Skor kreativitas adalah skor gabungan dari ketiga unsur tersebut (Purwanto,, 2008) 

Kelancaran menjawab berhubungan dengan kemampuan menghasilkan banyak gagasan alternatif pemecahan masalah dalam waktu yang singkat.Unsur ini mengukur kemampuan menguraikan banyak alternatif pemecahan masalah. Oleh karenanya kemampuan ini berhubungan dengan arus ide. Menurut Good dan Brophy (dalam Purwanto, 2008), kelancaran adalah kemampuan menghasilkan banyak gagasan pemecahan masalah dalam waktu singkat. Hal yang sama dinyatakan oleh Rakhmat (dalam Purwanto, 2008), kelancaran adalah kemampuan menyebutkan sebanyak mungkin.   

Kelancaran tidak hanya berhubungan dengan jumlah jawaban, tapi juga kesesuaian jawaban dengan masalahnya Menurut Ellis dan Hunt (dalam Purwanto, 2008), kelancaran adalah kemampuan menguraikan banyak alternatif pemecahan masalah sesuai dengan perangkat yang dipersyaratkan. 

Keluwesan adalah kemampuan yang berhubungan dengan kesiapan mengubah arah atau memodifikasi informasi. Keluwesan berhubungan dengan kemampuan mengubah dengan mudah pendekatan pemecahan masalah yang digunakan jika masalah atau kondisi baru membutuhkan pendekatan baru. Menurut Good dan Brophy (dalam Purwanto, 2008), keluwesan dapat mengubah dengan mudah pendekatan pemecahan masalah yang digunakan, jika masalah atau kondisi baru membutuhkan pendekatan atau perspektif baru. Pendapat sama dikemukakan oleh Ellis dan Hunt (dalam Purwanto, 2008) yang menyatakan bahwa keluwesan adalah kemampuan mengubah pendekatan dalam pemecahan masalah. Di samping itu, keluwesan memungkinkan seseorang melihat suatu masalah dari berbagai sudut tinjauan. 

Keaslian membuat seseorang mampu mengajukan usulan yang tidak biasa atau unik dan mampu melakukan pemecahan masalah yang baru atau khusus. Dengan kata lain, keaslian adalah kemampuan untuk menghasilkan jawaban yang jarang diberikan oleh peserta tes. Jawaban original adalah jawaban yang jarang diberikan oleh anak-anak  lain. Keaslian mengukur kemampuan peserta tes dalam membuat usulan yang tidak biasa atau unik. Menurut Winkel (dalam Purwanto, 2008), jawaban mempunyai orisinalitas apabila sangat sedikit orang yang menghasilkan pikiran seperti itu. Woolfolk dan Nicolich (dalam Purwanto, 2008) memberikan kriteria mengenai keaslian. Respons yang orisinal menurutnya diberikan oleh lebih sedikit dari 5 atau 10 dari 100 peserta pengambil tes. Ada pendapat yang memberikan kriteria lebih spesifik. Menurutnya, respons yang diberikan oleh 5% dari kelompok bersifat tidak biasa, dan respons yang hanya diberikan oleh 1% dari kelompok bersifat unik (Purwanto, 2008). Munandar (1999) mengungkapkan bahwa kriteria orisinalitas setidaknya diberikan oleh lebih sedikit dari 9% persen jumlah subjek penelitian. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, aspek yang digunakan untuk melihat kreativitas dalam penelitian ini yaitu fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), originality (keaslian), dan elaboration (elaborasi) 


Daftar Pustaka Makalah Kreativitas

Munandar, S.C.U. (2009).  Pengembangan kreativitas anak berbakat. Jakarta: PT Rineka Cipta dan Dep. Pendidikan dan Kebudayaan. 

Craft, A. (Ed). (2005).  Creativity in Schools Tensions and Dilemmas.  New York: Routledge. 

Munandar, S.C.U. (1985).  Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: PT Gramedia. 

Clegg, P. (2008). Creativity and Critical Thinking in The Globalised University. Innovations in Education and Teaching International Vol. 45, No. 3. Taylor & Francis. [On-Line]. Available FTP: http://web.ebscohost.com/ehost/detail?vid=1&hid=6&sid=faf35a0d-f565-4206-b7c2-5f7bf9b395b6%40sessionmgr4&bdata=JnNpdGU9ZWhvc3QtbGl2ZQ%3d%3d#db=a3h&AN=11360368. Diakses pada tanggal 20 September 2010. 

Kauffman, J. C. & Stenberg, R. J. (2006).  The international handbook of creativity. Cambridge University Press. 

Pengertian Kreativitas Definisi dan Aspek Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment