Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Lanjut Usia Definisi dan Perubahan Yang Dialami

Pengertian Lanjut usia adalah periode penutup dalam rentang kehidupan individu, yaitu suatu periode dimana individu telah ”beranjak jauh” dari periode terdahulu yang lebih menyenangkan, atau beranjak dari waktu yang penuh dengan manfaat, yang dimulai pada usia 60-an. Hurlock (1999), membagi tahap terakhir dalam rentang kehidupan individu ini menjadi: 

  • Lanjut usia dini, yang berkisar antara 60 sampai 70 tahun 
  • Lanjut usia, yang dimulai pada usia 70 sampai akhir kehidupan individu 

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, lanjut usia meliputi: 

  • Lanjut usia (elderly) = antara 60 dan 74 tahun 
  • Lanjut usia tua (old age) = antara 75 dan 90 tahun 
  • Usia sangat tua (very old age) = di atas 90 tahun 

Menurut UU No. 13/Th.1998 tentang kesejahteraan lanjut usia, BAB I Pasal 1 Ayat 2, lanjut usia adalah individu yang mencapai usia 60 (enam puluh) tahun ke atas. 

Undang-undang ini menggunakan bentuk definisi presisi yang lebih baik dibandingkan definisi orang jompo. 

Berdasarkan uraian di atas, lanjut usia didefinisikan sebagai individu yang mencapai usia 60 tahun ke atas. 

Perubahan-perubahan yang Dialami Lanjut Usia 

Menurut Hurlock (1999), lanjut usia mengalami berbagai perubahan dalam hidup, yaitu: 

a.  Perubahan Fisik 
Sebagian besar perubahan kondisi fisik pada lanjut usia terjadi ke arah yang memburuk dimana proses dan kecepatannya sangat berbeda untuk masing-masing individu meskipun usia individu tersebut sama.  Berbagai perubahan terbesar yang terjadi pada masa lanjut usia adalah sebagai berikut (Hurlock, 1999): 

  • Perubahan penampilan, yaitu perubahan pada daerah kepala (rambut menipis, mata kelihatan pudar, kulit berkerut dan kering, bentuk mulut berubah akibat hilangnya gigi), daerah tubuh (bahu membungkuk, perut membesar, pinggul tampak mengendor, garis pinggang melebar, payudara bagi wanita menjadi kendur), dan daerah persendian (pangkal tangan menjadi kendor dan terasa berat, kaki menjadi kendor dan pembuluh darah balik menonjol, tangan menjadi kurus kering). 
  • Perubahan bagian dalam tubuh, yaitu perubahan pada sistem syaraf (berat otak berkurang, bilik-bilik jantung melebar), isi perut (perubahan posisi jantung, perubahan elastisitas jaringan) 
  • Perubahan pada fungsi fisiologis, yaitu memburuknya pengaturan organ-organ, menurunnya fungsi pembuluh darah pada kulit, perubahan pada pencernaan, ketahanan dan kemampuan bekerja menurun. 
  • Perubahan panca indera, yaitu perubahan pada penglihatan (penurunan kemampuan mata untuk melihat, menurunnya sensitivitas terhadap warna), pendengaran (kehilangan kemampuan mendengar nada yang sangat tinggi), perasa (berhentinya pertumbuhan syaraf perasa), penciuman (daya penciuman kurang tajam), perabaan (indera perabaan di kulit semakin kurang peka), dan menurunnya sensitivitas terhadap rasa sakit. 

b.  Perubahan Psikologis 
Lanjut usia mengalami berbagai perubahan secara psikologis, atau perubahan secara mental atau kejiwaan individu, yaitu:  

1)  Perubahan Persepsi 
Kapasitas persepsi individu menurun secara bertahap, meskipun beberapa perubahan hanya sedikit dan dapat diatasi. Semakin besarnya kesulitan dalam persepsi bicara pada lanjut usia lebih disebabkan oleh masalah pada pendengaran daripada karena penurunan kognitif. Lanjut usia menjadi lebih sulit mengulang percakapan secara detail bila berada ditempat ramai (Siyelman & Rider, 2003). 

2)  Kemampuan Motorik 
Lanjut usia mengalami penurunan kekuatan, kecepatan dalam bergerak, lebih lambat dalam belajar, cenderung menjadi canggung, yang menyebabkan sesuatu yang dibawa dan dipegang tertumpah dan jatuh, melakukan sesuatu dengan tidak hati-hati dan dikerjakan secara tidak teratur (Hurlock, 1999).  

3)  Kecerdasan 
Lanjut usia memang mengalami penurunan intelektual, meskipun sedikit, apalagi bila lanjut usia tersebut jarang melakukan latihan terhadap otak (Santrock, 2002). 

4)  Belajar 
Lanjut usia lebih berhati-hati dalam belajar, memerlukan waktu yang lebih banyak untuk mengintegrasikan jawaban, kurang mampu mempelajari hal-hal baru yang tidak mudah diintegrasikan dengan pengalaman masa lalu, dan hasilnya kurang tepat dibanding individu yang masih muda (Hurlock, 1999).  

5)  Daya Ingat  
Individu lanjut usia cenderung lemah dalam mengingat hal-hal yang baru dipelajari dan sebaliknya baik terhadap hal-hal yang telah lama dipelajari (Hurlock, 1999). 

6)  Kreativitas 
Kapasitas atau keinginan yang diperlukan untuk berpikir kreatif bagi lanjut usia cenderung menurun (Hurlock, 1999).

Pengertian Lanjut Usia

7)  Kepribadian 
Lanjut usia cenderung lebih puas ketika gaya hidup pensiun lanjut usia sesuai dengan kepribadian dan kesenangan individu (Siyelman & Rider, 2003). 
Lanjut usia juga menjadi cenderung meningkatkan ketidaksetujuan, mengalami penurunan keterbukaan terhadap dunia di luar dirinya (Papalia & Old, 2004). 

8)  Rasa Humor 
Pendapat umum yang sudah klise tetapi  banyak dipercaya, bahwa individu lanjut usia kehilangan rasa dan keinginannya terhadap hal-hal yang lucu (Hurlock, 1999). 

9)  Perbendaharaan Kata 
Perbendaharaan kata lanjut usia menurun sangat kecil karena individu secara konstan menggunakan sebagian besar kata yang pernah dipelajari sebelumnya (Hurlock, 1999). 

10) Mengenang 
Kecenderungan untuk mengenang sesuatu yang terjadi di masa lalu meningkat semakin tajam sejalan dengan bertambahnya usia (Hurlock, 1999). 

c.  Perubahan Sosial 
Banyak individu lanjut usia menghadapi diskriminasi dari lingkungannya. Individu lanjut usia menjadi tidak dipekerjakan untuk pekerjaan-pekerjaan yang baru atau dikeluarkan dari pekerjaan lama karena dipandang terlalu kaku, lemah pikiran, atau karena efektivitas biaya. Lanjut usia ditolak secara sosial karena dipandang sudah pikun atau membosankan (Santrock, 2002). Sikap sosial terhadap individu lanjut usia yang tidak menyenangkan, mendorong individu untuk mengundurkan diri dari kegiatan sosial (Hurlock, 1999)

Individu lanjut usia disingkirkan dari kehidupan keluarga lanjut usia tersebut oleh anak-anak yang melihat lanjut usia sebagai sosok yang sakit, jelek dan parasit. Singkatnya, individu lanjut usia dipandang tidak mampu berpikir jernih, mempelajari sesuatu yang baru, menikmati seks, memberi kontribusi terhadap komunitas, dan memegang tanggung jawab pekerjaan. Persepsi tersebut tentu saja tidak berperikemanusiaan, tetapi seringkali terjadi secara nyata dan menyakitkan (Santrock, 2002). 

Berdasarkan uraian di atas, maka perubahan-perubahan yang dialami lanjut usia ada tiga, yaitu perubahan fisik meliput i perubahan penampilan, bagian dalam tubuh, fungsi fisiologis, dan panca indera; perubahan psikologis meliputi perubahan persepsi, kemampuan motorik, kecerdasan, belajar, daya ingat, kreativitas, kepribadian, rasa humor, perbendaharaan kata, dan mengenang; dan perubahan sosial yang meliputi diskriminasi dari lingkungannya. 

Daftar Pustaka Makalah Lanjut Usia

Santrock, J.W. (2002).  Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup jilid II. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Hurlock, E.B. (1999).  Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Siyelman, C.K. & E.A. Rider. (2003).  Life-Span Human Development. (4th Ed). United States of America: Wadswort Thomson Learning, Inc.

 Papalia, D. (2003). Human Development. (9th Ed). New York: Mc Graw Hill. 

Pengertian Lanjut Usia Definisi dan Perubahan Yang Dialami Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment