Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 27 September 2015

Pengertian Lisensi Definisi Menurut Undang Undang Sebagai Perjanjian Hak Cipta

Pengertian Lisensi adalah  - Sejalan dengan hak cipta sebagai hak eksklusif dan hak ekonomi, pihak pencipta/ pemegang hak cipta mempunyai hak untuk memberi izin kepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atas ciptaannya dan pemberian izin tersebut tidak dapat dilepaskan dari masalah keuntungan dari penggunaan hak cipta. Pemberian izin dari pencipta/ pemegang hak cipta kepada orang lain itulah yang disebut dengan lisensi. (Gatot Supramono, op.cit.,hlm. 47.)


Definisi Lisensi Menurut Undang Undang

Dalam Pasal 1 angka 20 Undang-Undang Hak Cipta 2014 disebutkan, Lisensi adalah izin tertulis yang diberikan oleh pemegang hak cipta atau pemilikhak terkaitkepada pihak lain untuk melaksanakan hak ekonomi atasciptaannya atau produk hak terkait dengan syarat tertentu.

Dari rumusan tersebut yang menjadi objek lisensi bukan hanya hak cipta tetapi juga hak lain yang terkait dengan hak cipta. Hak cipta yang dimaksudkan misalnya hak cipta di bidang lagu atau musik, dimana lagu berkaitan dengan suara yang dapat direkam sehingga menimbulkan hak di bidang rekaman. Kemudian apabila ciptaan itu disiarkan kepada masyarakat juga menimbulkan hak siar. Hak rekam dan hak siar merupakan hak yang menjadi ruang lingkup objek lisensi.(Ibid)

Lisensi Hak Cipta Sebagai Perjanjian

a. Termasuk perjanjian obligatoire 
Pada dasarnya lisensi di bidang Hak Kekayaan Intelektual tidak semata-mata hanya sekedar perbuatan pemberian izin saja, akan tetapi perbuatan tersebut menimbulkan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang saling timbal balik antara pihak satu dengan pihak lain. Atas hal tersebut maka lisensi merupakan perjanjian yang mengikat mereka. Dalam ilmu hukum perjanjian yang demikian disebut perjanjian obligatoire. (Ibid)

Perjanjian lisensi hak cipta juga merupakan perjanjian konsensualisme, karena terjadinya perjanjian itu dilandasi dengan sebuah konsensus atau kata sepakat. 

Kemudian lahirnya perjanjian lisensi hak cipta mengikuti asas kebebasan berkontrak, bahwa setiap orang dapat membuat perjanjian apa saja, kapan saja, dan berisi apa saja asal tidak bertentangan dengan hukum, kebiasaan, dan kepatutan. Batasan-batasan yang diberikan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta terhadap kebebasan dalam melakukan perjanjian lisensi adalah seperti yang disebutkan dalam Pasal 82 bahwa: perjanjian lisensi dilarang memuat ketentuan yang mengakibatkan kerugian perekonomian Indonesia; isi perjanjian lisensi dilarang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; perjanjian lisensi dilarang menjadi sarana untuk menghilangkan atau mengambilalih seluruh hak pencipta atas ciptaannya. 

b. Wajib memenuhi syarat sahnya perjanjian 

Dalam Pasal 80 Undang-Undang Hak Cipta 2014 disebutkan, bahwa lisensi hak cipta dibuat dengan dasar perjanjian. Karena bentuknya  berupa perjanjian maka untuk syarat sahnya wajib memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh Pasal 1320 KUHPerdata, yaitu:
  1. Adanya kata sepakat
    Memiliki kecakapan 
  2. Hal tertentu 
  3. Sebab yang halal 


c. Perjanjiannya harus tertulis 

Selain harus memenuhi keempat syarat dalam Pasal 1320 KUHPerdata, perjanjian lisensi hak cipta juga harus dibuat secara tertulis. Syarat tertulis ini secara tegas disebutkan dalam Pasal 1 angka 20 yaitu terdapat pada kata ‘izin tertulis’ artinya perjanjian lisensi ini harus dalam bentuk tertulis tidak bisa lisan. 

Sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 83 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014, maka suatu perjanjian lisensi wajib dicatatkan pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang kemudian dimuat dalam Daftar Umum dengan membayar biaya yang besarnya ditetapkan dengan Keputusan Menteri. Namun, jika perjanjian lisensi tidak dicatatkan, maka perjanjian lisensi tidak mempunyai akibat hukum terhadap pihak ketiga. 

Dafatar Pustaka Makalah Lisensi

Pengertian Lisensi Definisi Menurut Undang Undang Sebagai Perjanjian Hak Cipta Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment