Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 21 September 2015

Pengertian Model Pembelajaran NHT Numbered Head Together Tujuan Langkah Kelebihan dan Kekurangan

Pengertian Model Pembelajaran Numbered  Head  Together  (NHT)   atau  penomoran  berpikir bersama merupakan  salah  satu  jenis pembelajaran  kooperatif  yang  dirancang  untuk mempengaruhi pola interaksi mahasiswa dan sebagai alternative terhadap kelas tradisional. Teknik  belajar mengajar  Numbered  Head  Together  (NHT) dikembangkan oleh Spencer Kagan (1992). 


Teknik ini dirancang dengan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk saling membagikan ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling tepat. Dengan melibatkan lebih banyak lebih banyak mahasiswa di dalam metode ini, metode ini juga bertujuan untuk menggali setiap pemahaman mahasiswa terhadap isi pelajaran. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan semua tingkatan usia anak didik (Trianto, 2010 ; Lie, 2010).

Tujuan Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Menurut Muslimin (2010) tiga tujuan yang hendak dicapai dalam model pembelajaran NHT yaitu: hasil belajar akademik stuktural bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik. Pengakuan adanya keragaman bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai berbagai latar belakang.

Pengembangan keterampilan sosial bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa. Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok dan sebagainya.

Langkah-langkah Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Dalam mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, dosen menggunakan struktur empat fase sebagai sintaks NHT :
  • Fase 1: Penomoran. Dalam fase ini, dosen membagi mahasiswa ke dalam kelompok 3-5 orang dan kepada setiap anggota kelompok diberi nomor antara 1 sampai 5.
  • Fase 2 : Mengajukan pertan yaan.Dosen mengajukan sebuah pertanyaan kepada mahasiswa. Pertanyaan dapat b ervariasi. Pertanyaan apat amat spesifik dan dalam bentuk kalimat tanya.
  • Fase 3 : Berpikir Bersama. Mahasiswa menyatuka n pendapat terhadap jawaban pertanyaan itu dan meyakini tiap anggota d alam timny a mengetahui jawaban tim
  • Fase 4: Menjawab. Dosen me manggil su atu nomor tertentu, ke mudian m hasiswa yang nom ornya ses uai mengac ungkan tangannya d n mencoba untuk menjawab pertanyaan untuk sel uruh kelas (Lie, 2010).


Langkah-langkah Model Pembelajaran NH T 
Pengertian Model Pembelajaran NHT




Kelebihan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Menurut Ibrahim (2009) kelebihan model pembelajaran NHT : Saling Ketergantungan Positif. Dalam pembelajaran kooperatif, dosen dituntut utuk dapat menciptakan suasana belajar yang mendorong mahasiswa untuk aktif dalam bekerja melakukan sesuatu bersama-sama dan saling membutuhkan antar sesama lainnya. Hubungan saling membutuhkan antara mahasiswa yang satu dengan mahasiswa yang lain disebut saling ketergantungan positif. Di dalam pembelajaran kooperatif, setiap anggota kelompok sadar bahwa mereka perlu bekerja sama dalam mencapai suatu tujuan.

Tanggung Jawab Perseorangan. Tanggung jawab dalam pembelajaran cooperative learning, setiap mahasiswa akan merasa bertanggug jawab untuk melakukan yang terbaik. Persiapan dosen dalam penyusunan tugas merupakan kunci keberhasilan dalam metode cooperative learning. Seorang dosen yang masuk ke kelas dan langsung membagi kelompok tanpa membuat sebuah persiapan bukanlah dosen yang menerapkan cooperative learning. Seorang dosen yang efektif dalam cooperative learning harus membuat persiapan dan menyusun tugas agar masing-masing anggota kelompok melaksanakan tanggung jawabnya sendiri agar tugas selanjutnya dalam kelompok dapat dilaksanakan. Dengan metode ini kita dapat mengetahui, mahasiswa yang tidak melaksanakan tugasnya.

Tatap Muka. Dalam setiap kelompok diberikan kesempatan yang sama untuk bertemu dan mendiskusikan setiap tugas yang diberikan. Kegiatan berdiskusi secara bersama-sama akan lebih menigkatkan hasil pemikiran dibandingkan secara individu. Setiap anggota kelompok memiliki latar belakang pengalaman, sosial ekonomi yang berbeda satu dengan yang lainnya. Di dalam kelompok, para anggota kelompok perlu diberi kesempatan untuk saling mengenal dan menerima satu sama lain dalam kegiatan tatap muka dan interaksi pribadi (Warsono, 2013).

Komunikasi Antar Anggota. Keberhasilan suatu kelompok juga ditentukan oleh kesediaan setiap anggota dalam mengemukakan pendapatnya dengan berkomunikasi secara tepat. Di dalam komunikasi anatar anggota ini, setiap mahasiswa diajarkan cara berkomunikasi yang baik antar sesama kelompok, cara memberi tanggapan, memberi jawaban, dan menghargai orang lain. Proses tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk memperkaya pengalaman belajar dan pembinaan perkembangan mental dan emosional para mahasiswa.

Evaluasi Proses Kelompok. Setiap dosen seharusnya menjadwalkan waktu yang tepat untuk mengevaluasi proseskerja kelompok dan hasil kerja sama agar lebih efektif. Waktu evaluasi bisa diadakan setelah beberapa waktu dalam kegiatan pembelajaran cooperative learning. Format evaluasi bisa bermacam-macam sesuai tingkat pendidikan (Lie, 2010).

Kekurangan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT)

Mahasiswa yang sudah terbiasa dengan cara konvensional akan sedikit kewalahan sehingga dosen harus bisa memfasilitasi mahasiswa dalam setiap pembelajaran dan lebih sering untuk menggunakan model pembelajaran NHT supaya mahasiswa terbiasa belajar mandiri, aktif dalam proses belajar.

Model Pembelajaran NHT ini tidak terlalu cocok untuk jumlah mahasiswa yang banyak karena membutuhkan waktu yang lama dan tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh dosen dalam praktiknya (Barkley, 2013).

Daftar Pustaka Makalah Model Pembelajaran NHT Numbered Head Together 

Barkley, E. E., Cross, P. K., Howell, Claire. (2012). Collaborative Learning Techniques, edisi 2, Bandung: Nusa Media.

Lie, A. (2010). Cooperative Learning. edisi ketujuh, Jakarta: Gramedia.

Warsono, Hariyanto. (2013). Pembelajaran Aktif Teori dan Assement, edisi 2, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muslimin. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Surabaya: Unesa University Press.

Trianto. (2009) Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif, edisi 4, Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Pengertian Model Pembelajaran NHT Numbered Head Together Tujuan Langkah Kelebihan dan Kekurangan Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment