Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Musisi Definisi Aliran dan Kombinasi Alat Musik Bentuk Kreativitas

Pengertian musisi adalah individu yang memainkan ataupun menulis musik, serta memiliki kemampuan dalam salah satu atau lebih alat musik, menghabiskan sejumlah waktu untuk mempelajari hal-hal berkaitan dengan musik, menampilkan pertunjukan musik, dan mendengarkan musik dengan seksama (Fredrickson, 2000). Menurut  The American Heritage Dictionary of the English Language (2000), musisi adalah sesorang yang menciptakan, memimpin, dan menampilkan musik.

Musisi dapat mempelajari keahliannya secara otodidak melalui pengalaman-pengalaman pribadi, ataupun dengan pendidikan formal bersama seorang instruktur pribadi atau guru dalam suatu lembaga Musisi dapat bersifat amatir maupun professional, hal ini memiliki definisi yang meluas. Musisi memiliki level aktivitas dan ambisi dalam bermusik, yang seringkali membuat musik menjadi sebuah hobby maupun profesi. Musisi professional menganggap kegiatan bermusik sebagai suatu hal yang bersifat “menyatu” dengan musik, yang menggambarkan hubungan yang berkelanjutan dan aktif, terutama setelah menyelesaikan pendidikan formal. 

Musisi amatir bukanlah suatu hal yang berkebalikan dengan musisi professional. Amatir berasal dari bahasa latin “amo” yang berarti mencintai. Deverich (2009) menyatakan bahwa musisi amatir adalah sesorang yang menyukai atau mencintai memainkan musik. 

Definisi Musisi

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) juga menjelaskan definisi musisi, yang merupakan sinonim dari kata musikus, yaitu orang yg mencipta, memimpin, atau menampilkan musik; pencipta atau pemain musik. 

Band  merupakan sekelompok musisi yang menampilkan pertunjukan musik (The American Heritage Dictionary of the English Language, 2000) Melengkapi definisi tersebut, Wikipedia (2010) menjelaskan  Band  sebagai sekelompok musisi yang terdiri dari 2 individu atau lebih yang menampilkan pertunjukan musik maupun vocal. Dalam setiap gaya bermusik yang berbeda, dibangun aliran bermusik yang merupakan cirri khas dan menentukan jenis komposisi alat musik yang digunakan. 

Berdasarkan penjelasan tersebut, disimpulkan bahwa musisi band merupakan sekolompok individu yang menampilkan pertunjukan musik maupun vokal  dan terdiri dari minimal 2 individu. 

a)  Band Klasik 
Dalam musik klasik, digunakan kombinasi berbagai alat musik petik seperti biola, cello, banjo, ukelele, bass, serta alat musik tiup seperti klarinet, oboe, flute, bassoon, trombone, dan klarinet bass. 

b)  Band Jazz 
Pada musik jazz, umumnya formasi pemain alat musik menggunakan piano, drum, dan bass. Beberapa band menambahkan alat musik gitar listrik dan alat musik tiup seperti saxophone, trombone, dan terompet. 

c)  Band Rock dan Pop 
Pada band rock dan pop, umumnya alat musik yang digunakan hampir sama.  Band  dengan aliran ini menggunakan kombinasi alat musik seperti; gitar, rithym gitar, bass, drum, keyboard, dan harmonika. 

Bentuk Kreativitas Bermusik 

Kreativitas dalam seni musik berbentuk usaha individu untuk menemukan hal-hal yang baru dengan latar belakang apresiasi dan proses belajar didalam memainkan dan bekerja dalam musik itu sendiri. Dengan memainkan alat musik, seseorang akan menemukan bagaimana cara memainkan yang benar, mencari nada yang pasti, teknik bermain yang baik hingga penghayatan dari sebuah alat yang dimainkan (Zufriady, 2009).  

Proses seperti ini akan memberikan stimulus untuk berkreativitas dan juga membangkitkan rasa untuk berinovasi dengan pengalaman-pengalama yang sudah ada dan menemukan ide-ide baru didalam beraktifitas seni (Zufriady, 2009). 

Menurut saud (2006) Inovasi ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) baik itu berupa hasil peningkatan maupun penemuan baru. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau untuk memecahkan suatu masalah tertentu. 

Kreativitas dalam bermusik juga dapat tergambar dalam improvisasi. Kreativitas dan improvisasi (komposisi spontanitas) adalah sebuah istilah yang secara luas dapat digunakan bergantian. Dengan kata lain, tidak ada improvisasi tanpa kreativitas. Begitu juga, improvisasi adalah salah satu bentuk kreativitas (Aditya, 2010). 

Getzel, Jakson dan Gough (2002) menyatakan kreativitas dipengaruhi oleh berbagai faktor emosi seperti humor, rasa bertanggung jawab, percaya diri, motivasi, minat, rasa ingin tahu dan lainnya. Pendapat lain mengatakan bahwa kreativitas juga dipengaruhi oleh  faktor dari luar diri individu seperti hambatan sosial, organisasi dan kepemimpinan dan dari dalam diri individu seperti motivasi (Kusumah, 2008). Berdasarkan Goleman (2009), kemampuan memotivasi diri merupakan salah satu aspek kecerdasan emosional. 

Pengendalian emosi dibutuhkan dalam setiap bidang seni, terutama dalam hal performa yang membutuhkan kreativitas untuk menciptakan hal-hal baru. Kondisi emosi yang tidak baik serta ketidakmampuan individu mengendalikan emosi dapat menghalangi kemampuan individu berkreasi. Fenomena yang terjadi pada musisi adalah kurangnya kemampuan pengendalian emosi yang baik dalam melakukan berbagai kegiatan untuk dapat mewujudkan suatu kreativitas. Penelitian Eckart Altenm├╝ller  dan  Hans-Christian Jabusch (2009) menemukan fakta adanya kasus kehilangan kontrol gerakan secara tiba-tiba yang sering terjadi pada musisi yang tidak mampu mengendalikan emosi yang meluap-luap.  

Keterkaitan antara emosi dan kreativitas pada musisi juga tergambar pada penelitian Lund dan Kranz (1994) yang menyatakan bahwa terdapat keterlibatan emosional dalam tahap kreativitas musisi. Para musisi yang menjadi subjek penelitian melaporkan adanya pengaruh emosi yang kuat yang terjadi selama proses kreatif, seperti keadaan emosi yang tidak beraturan dan meluap-luap yang menghambat kreativitas. Kemampuan untuk mengendalikan emosi merupakan salah satu aspek kecerdasan emosional yaitu mengelola emosi..

Pengertian Musisi

Munandar (2009) menyatakan bahwa faktor emosional merupakan salah satu kendala dalam mencapai kreativitas.  Kendala emosional tersebut dapat berupa semangat yang berlebih yang cenderung terjadi pada musisi, ketakutan dalam mengambil resiko dan kesalahan, serta kesulitan untuk rileks atau inkubasi. Davis (1999) dalam  Encyclopedia of Creativity  juga menyebutkan adanya halangan emosional yang menghambat kreativitas, seperti rasa marah, takut, cemas, benci, bahkan cinta. 

Pada musisi yang tergabung dalam sebuah kelompok, atau seringkali disebut sebagai  band,  pengendalian emosi masing-masing anggota memiliki dampak menyeluruh terhadap berbagai aspek, seperti:  chemistry  antar personel, kesatuan visi dan misi, kebersamaan, serta harmonisasi, yang jika terganggu akan menyulitkan suatu kelompok menciptakan karya kreatif. Aspek-aspek tersebut tergambar dalam dimensi “membina hubungan” pada kecerdasan emosional yang terdiri dari kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, serta kemampuan memahami keinginan individu lain (Goleman, 2009). Hal tersebut sejalan dengan pendapat Livingstone (2007) yang menyatakan bahwa emosi merupakan kunci mencapai kreativitas. 

Emosi juga diperlukan dalam hal mengekspresikan suatu karya seni yang kreatif.  Suatu pertunjukan seni selalu memiliki muatan emosional dengan porsi yang berbeda-beda (Deboer, 2008). Pada musisi yang memainkan musik rock dibutuhkan  muatan emosi yang lebih besar dibandingkan dengan musik jazz, seperti luapan emosi dengan porsi sesuai untuk member nyawa pada musik yang dibawakan. Untuk dapat maksimal, dibutuhkan kecerdasan emosi pada musisi agar dapat mengatur porsi emosi yang dikeluarkan agar tidak berlebihan mapun kurang. 

Daftar Pustaka Makalah Musisi 

Fredrickson, W. E. (2000). Perception of Tension in Music: Musician versus Nonmusician. Journal of Musik Therapy, Vol. XXXVII No.1 

Wikipedia, 2010. Musical ensemble. Tersedia [online]:< http://en.wikipedia.org/wiki/Musical_ensemble>. Diakses pada tanggal 23 November 2010. 

Zufriady. 2009. Pendidikan seni musik sebagai bentuk pengembangan kepribadian Anak. Tersedia [online]:< http://zufriady.blogspot.com/2009/11/pendidikan-seni-musik-sebagai-bentuk.html> Diakses pada tanggal 20 September 2010 

Aditya, R. M. (2010). Improvisasi, kreativitas??. Tersedia [online]:< http://rmaditya.blogspot.com/2010/04/improvisasi-kreativitas.html>. Diakses pada tanggal 20 September 2010] 

Kusumah, W. 2008. Kupas tuntas kreativitas. Tersedia [online]:< http://wijayalabs.wordpress.com/2008/06/19/kupas-tuntas-kreativitas/> Diakses pada tangal 20 September 2010 

Gough, H. G. (1979).  A creative personality scale for the adjective check list. Journal of Personality and Social Psychology, 37, 1398-1405. 

Altenm├╝ller, E. & Jabusch, H. (2009). Focal hand dystonia in musicians: phenomenology, etiology, and psychological trigger factors. <http://www.sciencedirect.com/science?_ob=ArticleURL&_udi=B7CPJ-4VT5CJ83&_user=10&_coverDate=06%2F30%2F2009&_rdoc=1&_fmt=high&_orig=search&_sort=d&_docanchor=&view=c&_searchStrId=1408930901&_rerunOrigin=google&_acct=C000050221&_version=1&_urlVersion=0&_userid=10&md5=670000f36c2be8cc23191a29f5631346>. Diakses pada tanggal 22 Juli 2010. 

Lund, N.L & Kranz P.L, 1994.  Notes on emotional components of musical creativity and performance. <http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/7815377>. Diakses pada tanggal 22 September 2010. 

Davis, G. A. (1999). Barriers to creativity and creative Attitudes.  Encyclopedia of Creativity. London: Academic Press 

Pengertian Musisi Definisi Aliran dan Kombinasi Alat Musik Bentuk Kreativitas Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment