Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Friday, 27 May 2016

Pengertian Panti Wredha Bentuk Karakteristik dan Kondisi Yang Mempengaruhi Pilihan Pola Hidup

Pengertian Panti Wredha - Menurut Hardywinoto (1991), panti wredha adalah panti yang didalamnya ada personel keperawatan yang profesional, dan hanya lanjut usia yang lemah dan tidak mampu mengurus dirinya sendiri serta mempunyai kondisi ketergantungan dapat diterima atau dirawat.

Definisi Panti Wredha  - Hurlock (1999) menggambarkan bahwa seseorang tinggal di panti wredha apabila kesehatan, status ekonomi, atau kondisi lainnya tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan hidup di rumah masing-masing, dan jika mereka tidak mempunyai sanak saudara yang dapat atau sanggup merawat mereka. 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa panti wredha merupakan suatu panti yang di dalamnya adalah para lanjut usia yang kondisinya tidak memungkinkan mereka untuk melanjutkan hidup di rumah masing-masing. 

Bentuk-bentuk Panti Wredha dan Karakteristik Panti Wredha 

Di dalam aspek keperawatan lanjut usia, ada tingkat perawatan lanjut usia yaitu perawatan di rumah sendiri oleh keluarga, panti wredha, panti petirahan dan rehabilitasi, pusat pelayanan dan lembaga hospitium (Hardywinoto, 1991). Menurut Hurlock (1999), lembaga hunian lanjut usia ada dua yaitu rumah untuk pensiunan dan rumah perawatan. 

Santrock (2002) menyebutkan ada tiga jenis pelayanan atau tingkatan dari perawatan di panti wredha yaitu perawatan yang trampil (skilled), perawatan yang menengah (intermediate), dan perawatan di rumah (residential). 

Menurut Gardner (2002), terdapat dua dimensi panti wredha, yaitu: fisik dan psikososial. 

Karakteristik Fisik termasuk faktor-faktor seperti ukuran, rasio pegawai-pasien, banyaknya aktivitas dan tipe-tipe aktivitas, dan syarat-syarat sertifikat. Semua karakteristik ini berbeda-beda pada setiap badan-badan pemerintahan. Satu lagi yang kita kenal adalah psikososial  well-being. Dimana pendekatan yang beraneka ragam kepada interaksi orang dengan lingkungan menyediakan struktur yang berguna untuk  mengerti aspek-aspek psikososial dari panti wredha. 

Menurut Hurlock (1999), ada beberapa alasan seorang lanjut usia memilih untuk tinggal di panti wredha yaitu: 

a.  Status Ekonomi 
Jika seorang lanjut usia secara ekonomi memungkinkan untuk memilih, maka kebanyakan orang lanjut uisa akan meneruskan hidupnya di rumahnya sendiri atau pindah ke rumah yang lebih kecil, yang lebih menyenangkan dan di lingkungan tetangga yang hampir sama. Jika status ekonomi mereka semakin berkurang mereka terpaksa harus pindah kehidupan yang kurang diingini atau pindah ke rumah anaknya yang berkeluarga. 

b.  Status Perkawinan 
Jika kedua anggota pasangan masih hidup, pengaturan hidup mereka pada umumnya ditentukan oleh status ekonomi dan kesehatannya. Tetapi bagi pria dan wanita lanjut usia yang telah ditinggal oleh pasangan mereka akan menetapkan aturan untuk tinggal hidup sendiri, tinggal dengan anggota keluarga atau kerabat, di perkumpulan atau tinggal di lembaga khusus orang-orang lanjut usia. 

c.  Kesehatan 
Jika kondisi kesehatan mereka tidak memungkinkan orang lanjut usia untuk memelihara rumah mereka maka mereka harus tinggal dengan kerabat keluarga atau teman, atau di panti wredha. 

d.  Kemudahan Dalam Perawatan 
Apabila orang lanjut usia tidak mampu untuk memelihara rumah mereka lagi, dan jika kesehatan mereka tidak memungkinkan untuk merawat rumah sendiri, kondisi ekonomi juga tidak memungkinkan untuk memiliki pembantu rumah tangga, maka dengan terpaksa mereka harus pindah ke apartemen. 

e.   Jenis Kelamin 
Wanita lanjut usia yang telah janda biasanya akan tinggal di rumah sendiri atau tinggal bersama dengan anaknya, sedangkan pria lanjut usia yang duda lebih suka tinggal di klub, hotel, atau di panti wredha. 

f.  Anak-anak 
Jika para lanjut usia mempunyai anak, biasanya mereka tinggal dekat dengan salah satu dari anaknya atau tinggal bersama salah satu anaknya. Janda yang tidak mempunyai anak dan yang hidup sendiri tanpa suami umumnya tinggal di panti wredha jika mereka tidak sanggup merawat tempat tinggalnya. 

g.  Keinginan untuk Mempunyai Teman 
Bagi orang lanjut usia yang kondisi fisik dan mentalnya sehat, dan ingin bersahabat, mungkin mereka akan berpindah ke rumah baru yang dekat dengan tempat tinggal anaknya atau kerabat keluarga atau yang dekat dengan lingkungan masyarakat, di mana mereka dapat melakukan kontak sosial secara temporer dengan orang seusianya. Jika kondisi kesehatan mereka buruk, para lanjut usia lebih suka hidup di panti wredha agar mereka dapat berhubungan dengan orang-orang seusianya atau tinggal bersama anaknya yang telah menikah. 

h.  Iklim 
Orang lanjut usia lebih menyukai lingkungan tempat tinggal yang memiliki iklim yang lebih hangat. Karena dapat menghilangkan atau mengurangi kondisi yang tidak menyehatkan bagi orang  lanjut usia dan dapat juga melakukan sosialisasi sepanjang tahun. 

Menurut Gardner (2002), ada beberapa karakteristik individu yang bertempat tinggal di Panti Wredha, yaitu: 


  • Berumur 85 tahun ke atas. 
  • Wanita. 
  • Sering ke rumah sakit. 
  • Tidak menikah atau tinggal sendiri. 
  • Tidak memiliki anak atau saudara kandung. 
  • Terdapat masalah kesadaran. 
  • Memiliki satu atau lebih masalah-masalah dengan aktivitas instrumental di kehidupan sehari-hari. 
Pengertian Panti Wredha
Hurlock (1999) menyatakan beberapa kerugian apabila tinggal di panti wredha adalah biaya lebih mahal daripada tinggal di rumah sendiri, makanan di panti wredha biasanya kurang menarik daripada makanan di rumah sendiri, pilihan makanan terbatas dan sering kali diulang-ulang, berhubungan dekat dan menetap dengan orang-orang yang tidak menyenangkan, letak panti wredha seringkali jauh dari tempat pertokoan, hiburan dan organisasi masyarakat, dan tempat tinggal di panti wredha cenderung lebih kecil daripada rumah yang dulu. 

Selain beberapa kerugian tinggal di panti wredha, Hurlock (1999) juga mengemukakan beberapa keuntungan yang diperoleh berupa perawatan dan perbaikan panti wredha dan perlengkapannya dikerjakan oleh panti wredha, semua makanan mudah didapat dengan biaya yang memadai, perabotan dibuat untuk rekreasi dan hiburan, terdapat kemungkinan untuk berhubungan dengan teman seusia yang mempunyai minat dan kemampuan yang sama, kesempatan yang besar untuk dapat diterima secara temporer oleh teman seusia daripada dengan orang yang lebih muda, menghilangkan kesepian karena orang-orang di panti wredha dapat dijadikan teman, pelayanan hari libur bagi para lanjut usia yang tidak mempunyai keluarga keluarga tersedia di panti wredha, dan ada kesempatan untuk berprestasi berdasarkan prestasi di masa lalu. Kesempatan ini tidak mungkin terjadi dalam kelompok orang-orang muda. 

Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ketika para lanjut usia memutuskan untuk tinggal di panti wredha, maka mereka akan memperoleh beberapa kerugian dan keuntungan tinggal di panti wredha.


Daftar Pustaka Makalah Panti Wredha

Hurlock, E.B. (1999).  Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Hardywinoto. (1991). Panduan Gerontologi: Tinjauan dari Berbagai Aspek. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Santrock, J.W. (2002).  Life-Span Development Perkembangan Masa Hidup jilid II. Edisi kelima. Jakarta: Erlangga.

Gardner, M.R. (2002).  Applied To Everyday Life.  United States of America: Wadswort Thomson Learning, Inc.

Pengertian Panti Wredha Bentuk Karakteristik dan Kondisi Yang Mempengaruhi Pilihan Pola Hidup Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment