Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 29 May 2016

Pengertian Pasangan Infertil Definisi Penyebab, Dampak Upaya Medis

Pengertian Pasangan Infertil adalah - Menurut Papalia & Olds (1998) keadaan infertil merupakan suatu keadaan  dimana pasangan yang meskipun sudah menikah dalam kurun waktu relatif lama/lebih dari dua belas bulan lamanya tanpa menggunakan alat kontrasepsi akan tetapi belum juga mendapatkan anak. Hal tersebut juga senada dengan penjelasan (Carroll, 2005 ; Pasch, 2001) yang mendefenisikan infertilitas sebagai kegagalan setelah satu tahun melakukan hubungan seksual tanpa menggunakan kontrasepsi. Ida Bagus (2009) juga mendefenisikan pasangan infertil sebagai pasangan yang telah kawin dan hidup harmonis serta telah berhubungan seks selama satu tahun tetapi belum terjadi kehamilan.


Definisi Pasangan Infertil

Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas maka disimpulkan bahwa pasangan infertil adalah pasangan yang sudah menikah dalam kurun waktu setidaknya satu tahun tanpa menggunakan alat kontrasepsi namun belum terjadi kehamilan.

Penyebab Infertilitas 

Menurut  DeGenova  (2005)  hampir  40%  ketidaksuburan  disebabkan  oleh masalah pria dan 40% disebabkan karena faktor wanita dan 20% disebabkan oleh faktor lainnya. Hal ini disebabkan adanya sejumlah masalah psikologis dan fisiologis. Untuk mampu membuahi/hamil wanita, lelaki harus :

  1. Mampu mempertahankan ereksi untuk mengejekulasi sperma ke dalam vagina
  2. Mampu melewati vas deferens dan uretra sehingga sperma dan semen bisa masuk
  3. Mengeluarkan semen dalam jumlah yang tepat agar sperma tetap hidup untuk sampai pada ovum.
  4. Menghasilkan sperma yang baik dalam jumlah yang cukup.



Faktor umum penyebab infertilitas adalah penurunan produksi sperma yang disebabkan oleh racun dari lingkungan, panas, masalah kelainan, obat-obatan, demam yang berkepanjangan dan gangguan kelenjar endokrin yang mempengaruhi produksi hormon seksual. Gagalnya sperma sampai ke dalam vagina dikarenakan impoten fungsional dan organik atau ejakulasi dini (DeGenova, 2005).

Adapun penyebab ketidaksuburan pada wanita diantaranya adalah gangguan organ reproduksi, vaginitis, penyakit menular seksual, gangguan endokrin pada pituitary, tiroid, dan adrenal, penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, gangguan genetik, penyebab immunologis (DeGenova, 2005).

Ketidaksuburan/infertility20% juga disebabkan oleh faktor yang melibatkan kedua pasangan. Faktor negatif meliputi intercourse terlalu sering/tidak, penggunaan protelium jelly atau lubricant lainnya yang merusak sperma, intercourse yang hanya selama periode infertil setiap bulan dan bertambahnya usia atau kesehatan yang buruk (DeGenova, 2005).

Dampak Infertilitas 

Infertilitas menyebabkan stresss dan berpengaruh negatif terhadap kesehatan pria dan wanita. Pasangan seringkali mengalami depresi, rasa bersalah, cemas, ketegangan dalam hubungan dan isolasi selama proses fertility treatment

(DeGenova, 2005). Semakin tinggi stress, semakin rendah self-esteem pasangan dan kontrol internalnya serta semakin tinggi konflik interpersonal (Abbey, Andrews, dan Halman, 1994). Mereka merasa bahwa mereka telah gagal, saling menyalahkan satu sama lain dan mereka sangat cemas ketika berusaha untuk hamil. Banyak orang yang infertil merasakan emosi seperti marah, panik, putus asa dan sedih yang nantinya dapat berpengaruh terhadap aktivitas seksual mereka (Read, 2004).

Pengertian Pasangan Infertil

Upaya Medis Untuk Pasangan Infertil 

DeGenova  (2005)  menjelaskan  bahwa  treatment  untuk  menghasilkan  keturunan tergantung pada penyebabnya. Pembedahan dan hormonal adalah cara yang umum dilakukan. Ada juga pasangan yang dianjurkan dengan metode fertility kemudian mereka dapat melakukan intercourse ketika kemungkinan besar pihak wanita ovulasi. Jika tidak berhasil pasangan boleh mempertimbangkan metode alternatif lain yang tersedia.

  1. Artificial insemination adalah penyuntikan sperma ke dalam vagina atau uterus wanita untuk tujuan menghasilkan kehamilan (Cushner, 1986). 
  2. In vitro fertilization (IVF) melibatkan pengeluaran sel telur dari seorang wanita, membuahi sel telur itu dengan sperma dalam laboratorium, tumbuh selama 3 atau 4 hari dan kemudian menanamkan satu atau lebih blastosit  berikutnya (pre-embrio) pada dinding rahim.
  3. Embryo transplant dimana embrio dikembangkan lebih dari 14 hari. Tidak melibatkan pembedahan, proses transfer dari donor ke resipien dicapai dengan melalui chateter yang dirancang secara special (pipa ke dalam saluran tubuh). 
  4. Gamete intrafallopian transfer (GIFT), sel telur dan sperma dimasukkan secara langsung ke dalam tuba fallopi dimana pembuahan normal terjadi. 
  5. Ovum transfer, dimana donor wanita diinseminasi buatan oleh sperma dari pasangan infertile wanita lainnya. Zigot (dibuahi sel telur) dikeluarkan setelah 5 hari dan ditransplasi ke dalam calon ibunya yang akan membawa anak tersebut selama dalam kandungan. 


Daftar Pustaka Makalah

Carrol, J. L. (2005).  Sexuality now ; Embracing diversity.  Belmont, CA:  Wadsworth. 

Cushner,L.M. (1986).Reproductive technologies: New choices, new hopes, new  dilemmas. Family Planning Perspective, 18.129-132 

Degenova, M. K,  (2005).Intimate Relationships, Marriages & Families.Seventh   Edition. Boston: McGraw-Hill. 

Read, J. (2004). Sexual problems associated with infertility, pregnancy and agein.    BMJ: British Medical Journal, 329, 559-561. 

Abbey, A., Andrews, F. M., & Halman, L. J. (1994). Provision and receipt of  social support and disregard: What is their impact on the marital life  quality of infertile and fertile couples?  Journal of Personality and Social  Psychology, 68(3), 455-469. 

Ida Bagus. (2009). Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : EGC Ihromi, T. (1999).  Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. Jakarta: Yayasan Obor  Indonesia Anggota IKAPI. 

Papalia, D., & Olds, S. (1998). Human Development. (7th ed). New York: Mc.  Graw Hill. 

Pengertian Pasangan Infertil Definisi Penyebab, Dampak Upaya Medis Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment