Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Pengambilan Keputusan Definisi Proses dan Pertimbangannya

Pengertian Pengambilan Keputusan - Menurut Terry (Syamsi, 1995) pengambilan keputusan adalah pemilihan alternatif perilaku dari dua alternatif atau lebih, tindakan untuk memecahkan masalah yang dihadapi melalui pemilihan satu diantara alternatif-alternatif yang memungkinkan. Hal ini didukung oleh pernyataan Siagian (dalam Syamsi, 1995) bahwa pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.


Definisi Pengambilan Keputusan

Shull, Delbecq & Cummings (dalam Taylor, 1994) mendefinisikan pengambilan keputusan sebagai suatu kesadaran dalam proses manusia, menyangkut individu dan fenomena sosial, berdasarkan hal-hal yang fakta dan aktual yang menghasilkan pilihan dari satu aktivitas perilaku yang berasal dari satu atau lebih pilihan.

Definisi di atas senada dengan pernyataan Morgan (1986) bahwa pengambilan keputusan merupakan salah satu jalan dari penyelesaian masalah dimana kita dihadapkan dengan berbagai pilihan yang harus kita pilih. Menurut Baron & Byrne (2005) pengambilan keputusan merupakan tindakan menggabungkan dan mengintegrasikan informasi yang ada untuk memilih satu dari beberapa kemungkinan tindakan.

Dari pengertian-pengertian tentang pengambilan keputusan di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah tindakan yang diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan, dengan memilih berbagai alternatif yang tersedia dengan penentuan yang matang dengan tujuan menyelesaikan suatu permasalahan.

Proses pengambilan keputusan

Janis (1987) mengemukakan lima tahapan dalam mengambil keputusan, yaitu:

1. Appraising the Challenge
Ketika individu dihadapkan pada suatu informasi atau kejadian yang menyita perhatian tentang sebuah keyataan bahwa ia akan kehilangan, individu cenderung tetap menggunakan suatu sikap yang tidak memperdulikan serangkaian kegiatan yang diikuti untuk mendapatkan kepuasan dalam dirinya sendiri. Informasi yang menantang menghasilkan krisis sementara, jika individu memulai untuk menimbang kebijakan untuk melanjutkan masalah. Pada tahap individu mulai merasa tidak nyaman berada dalam kondisi tertentu dan ia menyadari adanya kesempatan dan tantangan untuk berubah. Individu mulai memahami tantangan serta apa manfaat tantangan tersebur bagi dirinya.

Pemahaman yang baik akan tantangan yang dihadapi penting, agar pengambil keputusan terhindar dari asumsi-asumsi yang salah atau sikap terlalu memandang remeh masalah yang kompleks.

2. Surveying Alternatives
Ketika individu telah percaya diri (yakin) dalam menentukan kebijakan yang dipilih, maka individu akan mulai memfokuskan perhatian pada satu atau lebih pilihan. Menerima permasalahan, individu mulai mencari pilihan-pilihan tindakan yang akan dilakukan di dalam memorinya, mencari saran dan informasi dari orang lain mengenai bagaimana cara untuk mengatasi ancaman tersebut. Individu biasanya mencari saran dari apa yang diketahui orang yang ia kenal baik dan menjadi lebih perhatian pada informasi yang berkaitan pada media massa. Individu lebih menaruh perhatian pada rekomendasi berupa saran-saran untuk menyelesaikan permasalahan, meskipun saran tersebut tidak sesuai dengan keyakinannya sekarang ini.

3. Weighing Alternatives
Individu yang mengambil keputusan pada tahap ini melakukan proses pencarian dan evaluasi dengan teliti, berfokus pada mendukung atau tidaknya pillihan-pilihan yang ada untuk menghasilkan tindakan terbaik. Dengan waspada individu membicarakan keuntungan dan kerugian dari masing-masing pilihan hingga individu tersebut merasakan percaya diri dan yakin dalam memilih satu yang dinilai objektif. Individu berusaha memilih alternatif yang terbaik di antara pilihan alternatif yang tersedia baginya. Ia mempertimbangkan keuntungan, kerugian serta kepraktisan dari tiap-tiap alternatif hingga ia merasa cukup yakin untuk memilih satu alternatif yang menurutnya paling baik dalam upayanya mencapai tujuan tertentu. Adakalanya saat ia mempertimbangkan alternatif-alternatif secara bergantian, ia merasa tidak puas dengan semua alternatif yang ada. Ia menjadi stress dan dapat kembali ke tahap dua.

4. Deliberating About Commitment
Setelah memutuskan, individu akan mengambil sebuah perencanaan tindakan tertentu untuk dilaksanakan, pengambil keputusan mulai memikirkan cara untuk mengimplementasikannya dan menyampaikan keinginannya tersebut kepada orang lain. Disamping itu, ia juga mempersiapkan argumen-argumen yang mendukung pilihannya tersebut khususnya bila ia berhadapan dengan orang-orang yang menentang keputusannya tersebut, dikarenakan pengambil keputusan menyadari bahwa cepat atau lambat orang-orang pada jaringan sosialnya yang tidak secara langsung terkena dampak seperti; keluarga, teman, akan mengetahui tentang keputusan tersebut.

5. Adhering Despite Negative Feedback
Banyak keputusan memasuki periode ”Honeymoon”, dimana pengambil keputusan sangat bahagia dengan pilihan yang ia ambil dan menggunakannya tanpa rasa cemas. Tahapan kelima ini menjadi setara dengan tahapan pertama, dalam rasa dimana masing-masing kejadian atau komunikasi yang tidak diinginkan membangun negative feedback yang merupakan sebuah permasalahan potensial untuk mengambil kebijakan yang baru. Tahap kelima menjadi berbeda dengan tahap pertama dalam kejadian ketika sebuah masalah sangat berpengaruh atau sangat kuat dan memberikan respon postitif pada pertanyaan pertama, fokus pada resiko serius ketika tidak dibuat perubahan, pengambil keputusan hanya tergoncang sesaat meskipun permasalahan lebih ia pilih diselesaikan dengan keputusan sebelumnya.
Pengertian Pengambilan Keputusan

Pertimbangan Dalam Proses Pengambilan Keputusan.

Pengambilan keputusan melibatkan pertimbangan-pertimbangan. Menurut Janis & Mann (1987) pertimbangan-pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan dapat dibagi dalam 2 (dua) kelompok, yaitu :

1. Pertimbangan-pertimbangan Utilitarian
Merupakan  pertimbangan  yang  berhubungan  dengan  manfaat  dari  suatu  keputusan.

Pertimbangan ini terdiri dari :
  • Pertimbangan keuntungan dan kerugian bagi diri sendiri, didalamnya mencakup antisipasi pengaruh keputusan terhadap kesejahteraan pribadi pengambilan keputusan.
  • Pertimbangan keuntungan dan kerugian bagi orang lain, termasuk hal-hal yang diantisipasikan akan berpengaruh terhadap orang lain atau significant others.


2. Pertimbangan-pertimbangan Nonutilitarian Pertimbangan ini terdiri dari :
  • Penerimaan dan penolakan dari diri sendiri. Emosi/perasaan dan harga diri termasuk di dalamnya.
  • Penerimaan dan penolakan dari orang lain.


Kritik atau penghargaan yang akan diberikan oleh orang lain sehubungan dengan alternatif yang dipilih.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas mempengaruhi proses pengambilan keputusan yan dilakukan serta aternatif yang akan dipilih oleh pengambil keputusan. Selain pertimbangan-pertimbangan di atas, terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi proses pengambilan keputusan yaitu :

1.  Lingkungan luar (External circumstances)
Pada pengambilan keputusan yang bersifat pribadi, proses pengambilan keputusan tidak hanya menuntut kerja dari aspek kognitif semata, namun berkaitan juga dengan lingkungan dan konteks saat keputusan itu dibuat..

2. Pentingnya keputusan yang dibuat
Ada keputusan-keputusan yang dianggap kurang penting yang hanya membutuhkan sedikit pemikiran, sebaliknya ada keputusan-keputusan yang dianggap penting yang membutuhkan pemikiran yang aktif untuk mencapai hasil yang memuaskan bagi pengambil keputusan. Suatu keputusan dianggap penting karena berbagai alasan, diantaranya adanya biaya tinggi atau konsekuensi dari keputusan tersebut berdampak jangka panjang. Selain itu, keputusan juga dianggap penting jika keputusan tersebut berhubungan dengan opini tertentu atau nilai-nilai emosional tertentu dari pengambil keputusan. Penting tidaknya suatu keputusan berpengaruh terhadap keterlibatan (involvement), hal ini berkaitan erat dengan motivasi yang dimiliki seseorang yang juga mempengaruhi usaha kognitif yang dilakukan seseorang untuk memecahkan permasalahan serta strategi yang digunakan dalam pengambilan keputusan.

3. Tekanan (stres)
Tekanan-tekanan yang berupa keterbatasan waktu, tanggung jawab yang berlebihan, kekurangan atau kelebihan informasi serta adanya ancaman sosial atau ancaman fisik dapat menimbulkan stres dan dapat mempengaruhi kualitas keputusan yang dibuat.

4. Preferensi dan nilai-nilai
Suatu keputusan sangat ditentukan oleh preferensi dan nilai-nilai yang dipegang oleh pengambil keputusan. Kedua hal ini terutama akan mengarahkan pengambil keputusan dalam menentukan alternatif tindakan yang dipilihnya.

5. Waktu
Waktu dan sumber daya yang dimiliki oleh pengambil keputusan akan mempengaruhi proses pengumpulan informais dan penelusuran alternatif-alternatif.


Daftar Pustaka Makalah Pengambilan Keputusan

Syamsi, I. S. U. (1995). Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta : Bumi Aksara.

Janis, I. L., & Mann, L. (1987). Decision making : A Psychological analysis of conflict, choice, and commitmen. New York: Free Press.

Baron & Byrne. (2005). Social Psychology (10th ed). Pearson Education, Inc.

Morgan, C. T. (1986). Introduction to Psychology 7th ed. Singapore : Mc. Graw Hill Inc.

Taylor, R. N. (1994). Behavioral Decision Making. London : Scott, Foresman Company

Pengertian Pengambilan Keputusan Definisi Proses dan Pertimbangannya Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment