Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Persahabatan Definisi Perkembangan Karakteristik Kualitas Pentingnya Faktor yang Mempengaruhi

Pengertian Persahabatan adaalah - Menurut Rubin (2004), persahabatan adalah multidimensi dalam sifat dan melayani manusia dalam berbagai cara (seperti kesenangan, harapan dan ketakutan, menyediakan afeksi, dukungan dan keamanan emosi).
Persahabatan adalah hubungan dimana dua orang menghabiskan waktu bersama, berinteraksi dalam berbagai situasi, dan menyediakan dukungan emosional. (Baron & Bryne, 2006).

Teman dekat didefinisikan sebagai seseorang untuk berbicara, untuk bergantung, dan menyandarkan diri untuk mendapatkan pertolongan, dukungan, dan kepedulian, dan bersenang-senang dalam melakukan sesuatu (Rawlins, dalam Tillmann-Healy, 2003).

Menurut Weiss dalam Tillmann-Healy (2003), teman itu datang dan berkumpul bersama karena adanya kesenangan, rasa akan kebersamaan, dan afiliasi emosional. Persahabatan menurut Rawlins dalam Tillmann-Healy (2003) ”menunjukkan tali afektif (implies affective ties)”. Pada teman, kita mencari trust (kepercayaan), kejujuran, hormat, komitmen, keamanan, dukungan, kedermawanan, kesetiaan, kebersamaan, keteguhan, pengertian, dan penerimaan. (Rubin dalam Tillmann-Healy).

Dalam buku Child and Adolescent Development, Owens (2002) mengartikan persahabatan sebagai hal berkenaan dengan dibangunnya hubungan dyadic antara dua anak yang dikarakteristikkan dengan perasaan saling suka yang kuat.

Menurut Shaffer (2005), persahabatan diartikan sebagai sebuah hubungan yang kuat dan bertahan lama antara dua individu yang dikarakteristikkan dengan kesetiaan, kekariban, dan saling menyayangi.

Persahabatan adalah suatu bentuk hubungan yang dekat yang melibatkan kesenangan, penerimaan, percaya, respek, saling membantu, menceritakan rahasia, pengertian, dan spontanitas (Santrock, 2002).

Perkembangan Persahabatan

Pada anak usia di bawah 8 tahun, prinsip dasar untuk persahabatan adalah common activity (aktivitas bersama), dimana anak-anak memandang teman adalah seseorang yang menyukai mereka dan senang dengan aktivitas bermain yang sama. Pada anak usia 8-10 tahun, sudah ada kemampuan role-taking skill (keahlian mengambil peran), mulai melihat teman sebagai individu yang mempunyai psikologis yang mirip dengannya, dapat dipercaya, setia, baik, kooperatif, dan sensitif terhadap perasaan dan kebutuhan satu sama lain (Berndt dalam Shaffer, 2005). Walaupun pemikiran mengenai kesetiaan dan atribut psikologis yang sama yang ditunjukkan kepada teman juga terdapat pada remaja, tapi konsepsi remaja mengenai persahabatan lebih fokus pada reciprocal emotional commitment (saling berkomitmen secara emosional). Teman dipandang sebagai teman karib yang benar-benar memahami kekuatan satu sama lain, dapat menerima kelemahan satu sama lain, dan bersedia berbagi pemikiran dan perasaan mereka (Hartup dalam Shaffer, 2005).

Walaupun anak-anak mempunyai banyak teman, tapi sedikit dari pertemanan ini yang menjadi teman dekat. Dalam observasi Gottman (1983), beliau menemukan beberapa perbedaan penting ketika bermain antara eventual friends (sahabat) dan nonfriends (bukan teman). Pertama, walaupun sahabat tidak selalu setuju terhadap permainan mana yang akan dimainkan, tapi mereka dapat mengatasi konflik dengan lebih baik daripada yang bukan teman. Sahabat lebih berhasil dalam mengkomunikasikan sesuatu dan bertukar informasi satu sama lain. Beberapa informasi yang disampaikan sahabat bersifat personal, dan sahabat lebih mampu melibatkan self-disclosure (pengungkapan diri).

Pada remaja, yang ditekankan adalah kesetiaan mereka dalam persahabatan. Mereka percaya bahwa teman harus membela satu sama lain dan teman tidak boleh menipu atau meninggalkan satu sama lain. Penekanan pada kesetiaan dalam persahabatan remaja nampaknya juga sejalan dengan penekanan pada keakraban dimana jika teman tidak setia, remaja merasa takut akan terhina karena pemikiran dan perasaan karib mereka akan diketahui oleh banyak orang. Munculnya keakraban dalam persahabatan remaja menunjukkan bahwa teman adalah sumber dari dukungan sosial dan emosi (Kail & Cavanaugh, 2000).

Pentingnya Persahabatan

Persahabatan mempunyai enam fungsi (Gottman dan Parker, 1987):

  1. Companionship adalah persahabatan memberikan anak pasangan yang familier, seseorang yang mau menghabiskan waktu dengan mereka dan ikut dalam kegiatan yang memerlukan kerja sama. 
  2. Stimulation adalah persahabatan memberikan remaja informasi yang menyenangkan, kesenangan dan hiburan. 
  3. Physical support adalah persahabatan memberikan waktu, sumber, dan bantuan. 
  4. Ego support adalah persahabatan memberikan dukungan, dorongan, dan umpan balik yang dapat membantu anak-anak menjaga kesan mereka sebagai orang yang kompeten, menarik, dan individu yang berharga. 
  5. Social comparison adalah persahabatan memberikan informasi mengenai kapan mereka berhadapan sebagai lawan dan kapan mereka mengerjakan sesuatu dengan baik. 
  6. Intimacy/affection adalah persahabatan memberikan hubungan yang hangat, dekat, dapat mempercayai individu lain, sebuah hubungan yang mempunyai pengungkapan diri (self-disclosure). 

Dalam buku Child and Adolescent Development (2002), disebutkan bahwa fungsi persahabatan adalah:


  1. Persahabatan adalah tempat dimana anak-anak memperoleh keahlian sosial dasar seperti komunikasi dan kerjasama. 
  2. Persahabatan memberi pengetahuan mengenai diri sendiri seperti halnya memberi perngetahuan mengenai orang lain dan dunia. 
  3. Persahabatan memberi dukungan emosional ketika menghadapi stres 
  4. Persahabatan adalah awal untuk hubungan selanjutnya (percintaan, pernikahan, dan menjadi orang tua) dimana persahabatan memberikan pengalaman mengenai cara mengatasi kekariban dan saling mengatur (Hartup dalam Owens, 2002). 

Karakteristik Persahabatan

Parlee (dalam Santrock, 2002) mengkarakteristikkan persahabatan sebagai berikut:


  1. Kesenangan yaitu kita suka menghabiskan waktu dengan teman kita 
  2. Penerimaan yaitu kita menerima teman kita tanpa mencoba mengubah mereka 
  3. Percaya yaitu kita berasumsi bahwa teman kita akan berbuat sesuatu yang sesuai dengan kesenangan kita 
  4. Respek yaitu kita berpikiran bahwa teman kita membuat keputusan yang baik 
  5. Saling membantu yaitu kita menolong dan mendukung teman kita dan mereka juga melakukan hal yang demikian 
  6. Menceritakan rahasia yaitu kita berbagi pengalaman dan masalah yang bersifat pribadi kepada teman 
  7. Pengertian yaitu kita merasa bahwa teman kita mengenal dan mengerti kita dengan baik seperti apa adanya kita 
  8. Spontanitas yaitu kita merasa bebas menjadi diri kita ketika berada di dekat teman kita 

Pengertian Persahabatan

Kualitas Persahabatan

Ciri-ciri persahabatan adalah atribut atau karakteristik dari persahabatan itu sendiri. Beberapa contoh ciri-ciri persahabatan adalah keakraban (intimacy), persahabatan (companionship) dan konflik. Setiap persahabatan memiliki ciri-ciri yang beragam. Pada teman yang sama terdapat keakraban, terdapat juga kebersamaan dalam aktivitas dan terdapat juga konflik di dalamnya. Contoh persahabatan tersebut memberi gambaran bahwa persahabatan mempunyai ciri-ciri positif dan negatif sekaligus (Bukowski, Newcomb, & Hartup)

Berikut ini adalah aspek dari kualitas persahabatan (Bukowski dalam Cillesses, Jiang, West, Laszkowski, 2005):

a. Companionship 
Menghabiskan waktu bersama antar sahabat. 

b. Conflict 
Seseorang berselisih dan berargumen dengan temannya, mereka merasa jengkel satu sama lain dan ada ketidaksepakatan dalam hubungan persahabatan mereka. 

c. Help/aid 
Saling membantu, menolong dan melindungi. 

d. Security 
Kepercayaan bahwa mereka dapat mempercayai, bersandar pada temannya. 

e. Closeness 
Perasaan kasih sayang atau pengalaman spesial yang dialami olah seseorang dengan temannya dan memperkuat ikatan orang tersebut dengan temannya. 


Huyck (dalam Kail & Cavanaugh, 2000) mengatakan bahwa ada empat faktor yang dapat meningkatkan hubungan persahabatan, yaitu :

a. Kedekatan mereka satu sama lain (proximity) 
b. Kesamaan akan minat dan sikap mereka (similarity) 
c. Saling melengkapi kepribadian mereka (complementarity) 
d. Ketertarikan fisik (physical attractiveness) 

 Daftar Pustaka Makalah Persahabatan

Baron, A. Robert, Bryne, Donn, & Branscombe, Nyla R. (2006). Social Psychology (11th ed). United States of America: Pearson Education, Inc.

Kail, Robert V & Cavanaugh, John C. (2000). Human Developmant. A Lifespan View, Edisi Kedua. United States of America: Thomson Learning.

Shaffer, David R. (2005). Social and Personality Development. ( 5th ed). United States of America: Thomson Wadsworth.

Owens, Karen B. (2002). Child and Adolescent Development. An Integrated Approach. United States of America: Wadsworth Group.

Tillmann-Healy, Lisa M. (2003). Friendship as method. Qualitative Inquiry, 9, 729-749

Santrock, John W. (2002) A Topical Approach to Life-Span Development. New York: McGraw-Hill.

Rubin, Kenneth H., Dwyer, Kathleen M., Kim, Angel H., & Burgess, Kim B. (2004). Attachment, friendship, and psychological functioning in early adolescence. The Journal Early Adolescence, 24 (4), 326-356.

Pengertian Persahabatan Definisi Perkembangan Karakteristik Kualitas Pentingnya Faktor yang Mempengaruhi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment