Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 21 September 2015

Pengertian Persalinan Seksio Sesaria Definisi Istilah, dan Jenis Operasi Abdominalis

Pengertian Persalinan adalah proses alami yang akan berlangsung dengan sendirinya, tetapi persalinan pada manusia setiap saat terancam penyulit yang membahayakan ibu maupun janinnya sehingga memerlukan pengawasan, pertolongan, dan pelayanan dengan fasilitas yang memadai (Manuaba,2009).


Persalinan berlangung secara alamiah, tetapi tetap diperlukan pemantauan khusus karena setiap ibu memiliki kondisi kesehatan yang berbeda-beda, sehingga dapat mengurangi risiko kematian ibu dan janin pada saat persalinan.Selain itu, selama kehamilan ataupun persalinan dapat terjadi komplikasi yang mungkin dapat terjadi karena kesalahan penolong dalam persalinaan, baik tenaga non-kesehatan seperti dukun ataupun tenaga kesehatan khususnya bidan (Sondakh, 2013).

Persalinan merupakan proses dramatis dari kondisi biologis dan psikologis yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil. Sebagian besar wanita menganggap hal tersebut sebagai salah satu hal yang kodrat. Banyak persiapan yang dilakukan sejak awal kehamilan dan banyak faktor yang dapat mempengaruhi, serta yang akan mendukung lancarnya proses persalinan (Sondakh, 2013). Proses persalinan dapat terbagi menjadi dua yaitu persalinan normal (pervaginam) dan persalinan abnormal (seksio sesarea), dalam bab ini akan membahas tentang persalinan abnormal dengan tindakan seksio sesarea. Dimana kejadian seksio sesarea sudah meningkat dikalangan masyarakat (Williams, 2009).

Defenisi Seksio Sesaria

Seksio sesaria adalah persalinan melalui sayatan pada dinding abdomen dan uterus yang masih utuh dengan berat janin >1000 gr atau kehamilan >28 minggu (Manuaba,2012)

Seksio sesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut atau vagina atau seksio sesaria adalah suatu histerotomia untuk melahirkan janin dari dalam rahim (Mochtar,2012).

Istilah Persalinan Seksio Sesaria

Menurut Mochtar (1998) persalinan seksio sesarea memiliki beberapa istilah yaitu:

  • Seksio Sesaria primer (Efektif) 
    Dari semula telah direncanakan bahwa janin akan dilahirkan secara seksio sesaria, tidak diharapkan lagi kelahiran biasa, misalnya : pada panggul sempit ( CV kecil dari 8 cm). 
  • Seksio Sesaria Sekunder 
    Dalam hal ini kita bersikap mencoba menunggu kelahiran biasa (partus percobaan), bila tidak ada kemajuan persalinan atau partus percobaan gagal, baru dilakukan seksio sesaria. 
  • Seksio Sesaria ulang (repeat caesarean section) 
    Ibu pada kehamilan yang lalu mengalami seksio sesaria (previous caesarea section) dan pada kehamilan selanjutnya dilakukan seksio sesaria ulang. 
  • Seksio Sesaria Histerektomi (Caesarean section hysterectomy) 
    Adalah suatu operasi dimana setelah janin dilahirkan dengan seksio sesaria, langsung dilakukan histerektomi oleh karena sesuatu indikasi. 
  • Operasi Porro (Porro operation) 
    Adalah suatu operasi tanpa mengeluarkan janin dari kavum uteri (tentunya janin sudah mati), dan langsung dilakukan histerektomi, misalnya : pada keadaan infeksi rahim yang berat. 



Jenis – Jenis Operasi Seksio Sesaria Abdominalis 

Menurut Harry dan William persalinan seksio sesaria abdominal memilki beberapa jenis yaitu : 

1  Insisi Melintang

Insisi melintang segmen bawah uterus memungkinkan kelahiran perabdominam yang aman sekalipun dikerjakan pada saat persalinan dan rongga rahim terinfeksi. Insisi melintang segmen bawah rahim bawah rahim merupakan prosuder pilihan, dengan cara sebagai berikut :
  • Abdomen dibuka dan uterus disingkapkan. 
  • Lipatan versicouterina periteoneum (bladder flap) yang terletak dekat sambungan segmen atas dan bawah uterus ditentukan dan disayat melintang, lipatan ini dilepaskan dari segmen bawah dan bersama-sama kandung kemih didorong ke bawah serta ditarik agar tidak menutupi lapangan pandangan. 
  • Pada segmen bawah uterus dibuat insisi melintang kecil, luka insisi dilebarkan kesamping dengan jari-jari tangan dan berhenti didekat daerah pembuluh darah uterus. 
  • Kepala janin yang pada sebagian besar kasus terletak dibalik insisi diekstraksi atau didorong, diikuti oleh bagian tubuh yang lainnya dan kemudian plasenta serta selaput ketuban. 
  • Insisi melintang tersebut ditutup dengan jahitan catgut bersambung satu lapis atau dua lapis. Lipatan vesicouterina kemudian dijahit kembali pada dinding  uterus sehingga seluruh luka insisi terbungkus dan tertutup dari rongga peritoneum generalisata. Dinding abdomen ditutup lapis demi lapis.


a) Keuntungan dilakukannya Insisi Melintang yaitu : 
  1. Insisinya ada pada segmen bawah uterus. Namun demikian, kita harus yakin bahwa tempat insisi ini berada pada segmen bawah yang tipis dan bukannya pada bagian inferior dari segmen atas yang muskuler. 
  2. Otot tidak dipotong tetapi dipisah ke samping, cara ini mengurangi perdarahan. 
  3. Insisi jarang terjadi sampai placenta. 
  4. Lapisan otot yang tipis dari segmen bawah rahim lebih mudah dirapatkan kembali dibanding segmen atas yang tebal. 
  5. Keselurahan luka insisi terbungkus oleh lipatan vesicouterina sehingga mengurangi perembasan ke dalam cavum peritonei generalisata. 
  6. Ruptura jaringan cicatrix yang melintang kurang membahayakan jiwa ibu dan janin karena : 
    • Insidensi rupture tersebut lebih rendah. 
    • Kejadian ini jarang terjadi sebelum aterm. Dengan demikian pasien sudah dalam pengamatan ketat di rumah sakit. 
    • Perdarahan dari segmen bawah yang kurang mengandung pembuluh darah itu lebih sedikit dibandingkan perdarahahan dari corpus. 
    • Ruptura bekas insisi melintang yang rendah letaknya kadang – kadang saja diikuti dengan ekspulsi janin atau dengan terpisahnya placenta, sehingga masih ada kesempatan untuk menyelamatkan bayi. 


b). Kerugian dilakukannya Insisi Melintang yaitu :
  1. Jika insisi terlampau jauh ke lateral, seperti terjadi pada kasus yang bayinya terlalu besar, maka pembuluh darah uterus dapat terobek sehingga menimbulkan perdarahan hebat. 
  2. Prosedur ini tidak dianjurkan kalau terdapat abnormalitas pada segmen bawah, seperti fibroid atau varices yang luas. 
  3. Pembedahan sebelumnya atau pelekatan yang padat menghalangi pencapaian segmen bawah akan mempersulit operasi. 
  4. Kalau segmen bawah belum terbentuk dengan baik, pembedahan melintang sukar dikerjakan. 
  5. Kadang – kadang vesica urinaria melekat pada jaringan cicatrix yang terjadi sebelumnya sehingga vesica urinaria dapat terluka. 


Insisi Membujur

Insisi Membujur dilakukan dengan cara membuka abdomen dan menyingkirkan uterus sama seperti pada insisi melintang. Insisi membujur dibuat dengan scalpel dan dilebarkan dengan gunting tumpul untuk menghindari cedera pada bayi. Adapun keuntungan dari inisisi membujur yaitu :
  1. Luka insisi bisa diperlebar ke atas. Pelebaran ini diperlukan kalau bayinya besar, pembentukan segmen bawah jelek, ada malposisi janin seperti letak lintang atau kalau ada anomaly janin seperti kehamilan kembar yang menyatu (conjoined twins). 
  2. Sebagian ahli kebidanan menyukai jenis insisi ini untuk placenta previa. 


Dan terdapat juga kerugian utama pada insisi membujur yang dapat terjadi pendarahan dari tepi sayatan yang lebih banyak karena terpotongnya otot, juga sering luka insisi tanpa di kehendaki meluas kesegmen atas sehingga nilai penutupan retroperitoneal yang lengkap akan hilang. Pada jenis operasi seksio sesarea insisi membujur terdapat 3 teknik yaitu :

a)  Seksio sesarea klasik
Seksio sesarea klasik memiliki indikasi bila terjadi kesukaran dalam memisahkan kandung kemih untuk mencapai segmen bawah rahim, misalnya karena adanya perlekatan – perlekatan akibat pembedahan seksio sesarea yang lalu, atau adanya tumor – tumor di daerah segmen bawah rahim, keadaan janin yang besar dalam letak lintang dan plasenta previa dengan insersi plasenta di dinding depan segmen bawah rahim (Hanifa,2005).

b)  Seksio Sesarea Extraperitoneal
Seksio sesarea extraperitonel dikerjakan untuk mengindari perlunya histerektomi pada kasus – kasus yang mengalami infeksi luas dengan mencegah peritonitis generalisata yang sering bersifat fatal.Ada beberapa metode seksio sesarea extraperitoneal, seperti metode Waters, Latzko, dan Norton.

Teknik pada prosuder ini relative sulit, sering tanpa sengaja masuk ke dalam cavum peritonei, dan insidensi cedera vesira urinaria meningkat.Perawatan prenatal yang lebih baik, penurunan insidensi kasus yang terlantar, dan tersedianya darah serta antibiotic telah mengurangi perlunya.teknik extraperitoneal. Metode ini tidak boleh dibuang tetapi tetap di simpan sebagai cadangan bagi kasus – kasus tertentu (Harry & William,2010).

c) Seksio sesarea Histerektomi 
Seksio sesarea histerektomi merupakan seksio sesarea yang dilanjutkan dengan pengeluaran uterus.Kalau mungkin histerektomi harus dikerjakan lengkap disebut histerektomi total. Akan tetapi, karena pembedahan subtotal lebih mudah dan dapat dikerjakan lebih cepat, maka pembedahan subtotal menjadi prosuder pilihan kalau terdapat pendarahan hebat dan pasiennya shock, atau kalau pasien dalam keadaan jelek akibat sebab-sebab lain. Pada kasus-kasus seperti ini, tujuan pembedahan adalah menyelesaikannya secepat mungkin.

Daftar Pustaka Makalah

Oxorn, Harry dan William.(2010). Ilmu Kebidanan : Patologi dan Fisiologi Persalinan. Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica (YEM). 

Sondakh, Jenny J.S.(2013). Asuhan Kebidanan Persalinan dan Bayi Baru Lahir.Jakarta : Erlangga.

Wiknjosastro, Hanifa.(2005). Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 

Manuaba, Ida Bagus.(2012). Teknik Operasi Obstetri dan Keluarga Berencana.Jakarta : CV.Trans Info Media.

Pengertian Persalinan Seksio Sesaria Definisi Istilah, dan Jenis Operasi Abdominalis Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment