Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Monday, 21 September 2015

Pengertian Pijat Definisi Massage Manfaat, Faktor, Pertimbangan, Kontraindikasi Terhadap Hipertensi

Pengertian Massage/Pijit disebut juga dengan pijatan yang berarti sentuhan yang dilakukan dengan sadar (Nanayakkara, 2006). Menurut Fallows dan Russel (2003), pijit adalah hal yang dilakukan dengan rasa tenang dan rileks yang diikuti saling bercengkrama.

Sentuhan merupakan bahasa universal bagi umat manusia (Aslani, 2003). Sentuhan merupakan perilaku manusia yang azasi (Sanderson et al 1991) dan maknanya yang penting bagi kesehatan rohani serta jasmani sudah diteliti dengan baik (Montagu, 1986 dalam Price, 1997).

Manfaat Pijit/Masage

Pijit  merupakan teknik integrasi sensori yang mempengaruhi aktivitas sistem saraf otonom. Apabila seseorang mempersepsikan sentuhan sebagai stimulus rileks maka akan muncul respon relaksasi (Meet, 1993 dalam Perry&Potter, 2005).

Menurut Price tahun 1997, massage secara luas diakui sebagai tindakan yang memberikan manfaat sebagai berikut:

  1. Relaksasi
    Menimbulkan relaksasi yang dalam sehingga meringankan kelelahan jasmani dan rohani dikarenakan sistem saraf simpatis mengalami penurunan aktivitas yang akhirnya mengakibatkan turunnya tekanan darah (Kaplan,2006).
  2. Mengurangi nyeri
    Memperbaiki sirkulasi darah pada otot sehingga mengurangi nyeri dan inflamasi, dikarenakan massage meningkatkan sirkulasi baik darah maupun getah bening (Price, 1997).
  3. Memperbaiki organ tubuh
    Memperbaiki secara langsung maupun tidak langsung fungsi setiap organ internal berdasarkan filosofi aliran energi meridian massage mampu memperbaiki aliran peredaran energi (meridian) didalam tubuh menjadi positif sehingga memperbaiki energi tubuh yang sudah lemah (Thie, 2007; Dalimartha, 2008).
  4. Memperbaiki postur tubuh
    Mendorong kepada postur tubuh yang benar dan membantu memperbaiki mobilitas (Price, 1997). Menurut George Goodheart (1960), otot yang tegang menyebabkan nyeri dan bergesernya tulang belakang keluar dari posisi normal sehingga postur tubuh mengalami perubahan, massage berfungsi untuk menstimulasi saraf otonom yang dapat mengendurkan ketegangan otot (Perry&Potter,2005).
  5. Latihan pasif
    Sebagai bentuk dari suatu latihan pasif yang sebagian akan mengimbangi kurangnya latihan yang aktif karena massage meningkatkan sirkulasi darah yang mampu membantu tubuh meningkatkan energi pada titik vital yang telah melemah (Price, 1997; Dalimartha, 2008).


Faktor-faktor Pertimbangan dalam Pijit/Massage

Menurut Price (1997), berbagai jenis gerakan bukan hanya bagian dari massage, yang sama pentingnya adalah cara bagaimana gerakan tersebut dilakukan. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan adalah tekanan, kecepatan, irama, durasi, frekuensi.

1. Tekanan
Ketika menggunakan keseluruhan tangan untuk mengurut suatu daerah yang luas, tekanan harus selalu dipusatkan di bagian telapak tangan. Jari-jari tangan harus dilemaskan sepenuhnya karena tekanan jari tangan pada saat ini tidak menghasilkan relaksasi yang diperlukan. Tekanan telapak tangan hanya boleh diberikan ketika melakukan gerakan mengurut ke arah jantung dan harus dihilangkan ketika melakukan gerakan balik (Price, 1997).

2.  Kecepatan
Sampai taraf tertentu kecepatan gerakan massage bergantung pada efek yang ingin dicapai. Umumnya, masse dilakukan untuk menghasilkan relaksasi pada orang yang dipijat dan frekuensi gerakan massage kurang lebih 15 kali dalam semenit (Price, 1997).

3.  Irama
Gerakan yang tersentak-sentak tidak akan menghasilkan relaksasi sehingga kita harus berhati-hati untuk mempertahankan irama yang tidak terputus-putus (Price, 1993).

4.  Durasi
Durasi atau lamanya suatu terapi massage bergantung pada luasnya tubuh yang akan dipijat. Rangkaian massage yang dianjurkan berlangsung antara 5 sampai 15 menit dengan mempertimbangkan luas daerah yang dipijat (Price, 1997).

5.  Frekuensi
Price (1997) mengemukakan, umumnya diyakini bahwa massage paling efektif jika dilakukan tiap hari, beberapa peneliti mengemukakan bahwa terapi massage akan lebih bermanfaat bila dilakukan lebih sering dengan durasi yang lebih singkat. Menurut Breakey (1982) yang dikutip oleh Price (1997), massage selama 10 menit harus sudah menghasilkan relaksasi.

Kontraindikasi Pijit/Massage Terhadap Hipertensi

Kontraindikasi massage sangat bergantung pada tipe keadaan yang diderita pasien (Price, 1997). Ketika seseorang mengalami hipertensi, tekanan yang berlebihan merupakan usaha yang bertentangan terhadap dinding pembuluh darah. Suatu aktivitas yang mungkin meningkatkan tingginya tekanan intra-vascular yang beresiko membuat ruptur pembuluh darah. Salah satu efek fisiologis dari pijat, terutama pada daerah yang dipijat, hal ini merupakan aktivitas yang mampu meningkatkan sirkulasi darah. Peningkatan sirkulasi darah dapat meningkatkan tekanan intra-vascular. Ini adalah alasan di balik yang diwaspadai terapi massage dengan klien hipertensi (Cutler, 2007).

Meskipun banyak terapis massage yang mematuhi kontraindikasi, terdapat banyak bukti yang bertentangan. Banyak bukti menunjukkan bahwa pijat dapat mengurangi tekanan darah, salah satunya adalah para peneliti dari Touch Research Institute, University of Miami School of Medicine dan Nova Southeastern University awal tahun 1999 di Florida dilakukan studi tekanan darah tinggi dan gejala terkait telah dikurangi dengan pijat. Dalam studi ini, para peserta dengan hipertensi yang dikontrol secara acak ditugaskan ke salah satu grup terapi massage (pijat) atau grup relaksasi progresif. Hasil menunjukkan bahwa kedua kelompok telah mengalami penurunan tingkat kecemasan dan tingkat depresi, namun hanya grup terapi pijat yang menunjukkan penurunan tekanan darah diastol dan sistol serta tingkat cortisol-stress hormone.
Menurut Aslani (2003), melakukan massage pada otot-otot besar pada kaki dapat memperlancar sirkulasi darah dan saluran getah bening serta membantu mencegah varises. Pada saat melakukan massage pada otot-otot kaki maka tingkatkan tekanan ke otot ini secara bertahap untuk mengendurkan ketegangan sehingga membantu memperlancar aliran darah ke jantung. massage pada kaki diakhiri dengan massage pada telapak kaki yang akan merangsang dan menyegarkan kembali bagian kaki sehingga memulihkan sistem keseimbangan dan membantu relaksasi.

Pemijatan ini dilakukan dengan persiapan terlebih dahulu, adapun langkah yang harus dilakukan menurut Aslani (2003) adalah sebagai berikut:

1. Menyediakan tempat yang nyaman
Lingkungan tempat massage harus membuat suasana rileks dan nyaman, pemijat harus memperhatikan suhu ruangan yang tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin, penerangan yang cukup, permukaan tempat massage yang rata dan nyaman jika diperlukan gunakan karpet dengan busa karet agar menambah suasana nyaman pada klien.

2. Menyeimbangkan diri
Ketenangan dan kenyamanan diri adalah hal yang penting jika ingin memberikan pijatan yang baik. Kenakan pakaian yang tidak membatasi gerak saat memijat, rilekskan diri dengan meletakkan kedua tangan dibawah pusar dan rasakan hangat tangan masuk memasuki daerah pusar kemudaian bukalah mata perlahan-lahan.

3. Effleurage
Effleurage adalah istilah untuk gerakan mengusap yang ringan dan menenangkan saat memulai dan mengakhiri massage, gerakan bertujuan untuk meratakan minyak esensial dan menghangatkan otot agar lebih rileks.

4. massage pada klien
Setelah persiapan diatas dilakukan maka klien telah siap untuk dilakukan massage (pijat). Prosedur massage ini dilakukan dengan posisi berbaring dengan menutup bagian klien dengan handuk besar mulai dari pinggang sampai kaki. Teknik pelaksanaan massage ini terdapat dalam lampiran.

Daftar Pustaka Makalah Pijat/Massage

Dalimartha, S. (2008). Care yourself, hipertensi. Jakarta: Penebar Plus+.

Aslani, M. (2003). Teknik Pijat untuk Pemula. Jakarta: Erlangga.

Cutler, N. (2007). Hypertension: Massage Indication or Contraindication?. Dibuka pada tanggal 04 Maret 2009 dari  http://www.integrative- healthcare.org/mt/archives/2007/01/Hypertension .html.

Price, S. (1997). Aromaterapi bagi profesi kesehatan. Jakarta: EGC.

Potter & Perry. (2005). Buku ajar fundamental keperawatan; konsep, proses dan praktik Edisi 4 Volume 2. Jakarta: EGC.

Hidayat, A. A. A. (2007). Riset Keperawatan dan teknik penulisan ilmiah edisi kedua. Jakarta: Salemba Medika.

Thie, J. DC. (2007). Touch for Health; Petunjuk Praktis untuk Kesehatan yang Alami dengan Sentuhan Akupresur: Jakarta. Grasindo.

Kaplan. (2006). Kaplan’s Clinical Hypertension, Ninth Edition, Lippincott: Williams & Wilkins.

Pengertian Pijat Definisi Massage Manfaat, Faktor, Pertimbangan, Kontraindikasi Terhadap Hipertensi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment