Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Thursday, 17 September 2015

Pengertian Pola Asuh Orang Tua Definisi, Jenis, Aspek dan Dimensi

Pengertian Pola asuh adalah pola interaksi antara anak dengan orang tua meliputi pemenuhan kebutuhan fisik (seperti makan, minum  dan lain-lain) dan kebutuhan psikologis (seperti rasa aman, kasih sayang, perlindungan, dan lain-lain), serta sosialisasi norma-norma yang berlaku dimasyarakat agar anak dapat hidup selaras dengan lingkungannya. Dengan kata lain, pola asuh juga meliputi pola interaksi orang tua dengan anak dalam pendidikan karakter anak (Latifah, 2008).   


Pola asuh menurut Handayani (2008) adalah konsep dasar tentang cara memperlakukan anak. Perbedaan dalam konsep ini adalah ketika anak dilihat sebagai sosok yang sedang  berkembang, maka konsep pengasuhan yang diberikan adalah konsep psikologi perkembangan. Ketika konsep pengasuhan mempertahankan cara-cara yang tertanam di dalam masyarakat maka konsep yang digunakan adalah tradisional.  

Definisi Pola Asuh Orang Tua

Menurut Nurani (2004) pola asuh  orang tua adalah pola perilaku yang diterapkan pada anak dan bersifat relatif konsisten dari waktu ke waktu. Pola perilaku ini dapat dirasakan oleh anak, dari segi negatif dan positif. Pola asuh yang benar bisa ditempuh dengan memberikan perhatian yang penuh serta kasih sayang pada anak dan memberinya waktu yang cukup untuk menikmati kebersamaan dengan seluruh anggota keluarga. Sementara pola asuh menurut Baumrind  (dalam Papalia, 2008) orang tua tidak boleh menghukum anak, tetapi sebagai gantinya orang tua  harus mengembangkan aturan-aturan bagi anak dan mencurahkan kasih sayang kepada anak. Orang tua melakukan penyesuaian perilaku mereka terhadap anak, yang didasarkan atas perkembangan anak karena setiap anak memiliki kebutuhan dan mempunyai kemampuan yang berbeda-beda. 

Dari Uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pola asuh adalah  pola interaksi antara orang tua dengan anak meliputi cara orang tua memberikan aturan, hukuman,   kasih sayang serta memberikan perhatian kepada anak.  

Dimensi pola asuh 

Menurut Baumrind (dalam Damon & Lerner, 2006)  pola asuh terbagi menjadi 2 dimensi, yaitu: 
1.  Parental responsiveness  
Orang tua bersikap hangat dan memberikan kasih sayang kepada anak. Orang tua dan anak terlibat secara emosi dan menghabiskan waktu bersama dengan anak.  

2.  Parental demanding 
Orangtua memberikan kontrol terhadap anak mereka. Orang tua menggunakan hukuman untuk dengan tujuan untuk mengontrol anak mereka. Orang tua bersikap menuntut dan memaksa anak dan orang tua akan memberikan aturan kepada anak ketika anak tidak memenuhi tuntutan dari orang tua.  

Aspek-aspek Pola Asuh 

Menurut Baumrind (dalam Damon & Lerner, 2006)  pola asuh terbagi beberapa aspek, yaitu: 
a.  Warmth 
Orang tua menunjukkan kasih sayang kepada anak, adanya keterlibatan emosi antara orang tua dan anak  serta menyediakan waktu bersama anak. Orang tua membantu anak untuk mengidentifikasi dan membedakan situasi ketika memberikan atau mengajarkan perilaku yang tepat 

b.  Control 
Orang tua menerapkan cara berdisiplin kepada anak, memberikan beberapa tuntutan atau aturan serta mengontrol aktifitas anak, menyediakan beberapa standar yang dijalankan atau dilakukan secara konsisten, berkomunikasi satu arah dan percaya bahwa perilaku anak dipengaruhi oleh kedisiplinan.  

c.  Communication 
Orang tua menjelaskan kepada anak mengenai standar atau aturan serta pemberian  reward  atau  punish  yang  dilakukan kepada anak. Orang tua juga mendorong anak untuk bertanya jika anak tidak memahami atau setuju dengan standar atau aturan tersebut  

Jenis – jenis  Pola Asuh 

Jenis-jenis pola asuh terdiri dari authoritative, authoritarian, permissive, dan  uninvolved  (Baumrind, Maccoby & Martin  dalam Papalia, 2008). Kategorisasi  setiap  jenis pola asuh berdasarkan tinggi atau rendahnya aspek pola asuh. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat melalui tabel berikut :  

Tabel 1. Kategorisasi jenis pola asuh 


Menurut Baumrind (dalam Papalia, 2008)  terdapat 3 jenis pola asuh, yaitu: 
a.  Pola asuh authoritharian 
Gaya yang membatasi, menghukum, memandang pentingnya kontrol dan kepatuhan tanpa syarat. Orang tua mendesak anak untuk mengikuti arahan dan menghormati pekerjaan dan upaya mereka. Menerapkan batas dan kendali yang tegas kepada anak dan meminimalisir perdebatan verbal serta memaksakan aturan secara kaku tanpa menjelaskannya, dan menunjukkan amarah kepada anak (Santrock, 2003). Cenderung tidak bersikap hangat kepada anak. Anak dari orang tua otoriter seringkali tidak bahagia, ketakutan, minder ketika membandingkan diri dengan orang lain, tidak mampu memulai aktifitas, memiliki kemampuan komunikasi yang lemah (Papalia, 2008).   

b.  Pola asuh authorithative 
Pola asuh  authorithative  adalah pola asuh yang memprioritaskan kepentingan anak, akan tetapi tidak ragu-ragu mengendalikan mereka. Orang tua dengan pola asuh ini bersikap rasional, selalu mendasari tindakannya pada rasio atau pemikiran-pemikiran. Bersikap realistis terhadap kemampuan anak, tidak berharap yang berlebihan yang melampaui kemampuan anak. Memberikan kebebasan kepada anak untuk memilih dan melakukan suatu tindakan, dan pendekatannya kepada anak bersifat hangat. Mendorong anak untuk mandiri namun menerapkan batas dan kendali pada tindakan mereka (Santrock, 2003). Orang tua memiliki keyakinan diri akan kemampuan membimbing anak-anak mereka, tetapi juga orang tua menghormati independensi keputusan, pendapat, dan kepribadian anak. Mereka mencintai dan menerima, tetapi juga menuntut perilaku yang baik, dan memiliki keinginan untuk menjatuhkan hukuman yang bijaksana dan terbatas ketika hal tersebut dibutuhkan. Tindakan verbal memberi dan menerima, orang tua bersikap hangat dan penyayang kepada anak. Menunjukkan dukungan dan kesenangan kepada  anak. Anak-anak merasa aman ketika mengetahui bahwa mereka dicintai dan dibimbing secara hangat (Papalia, 2008). Serta orang tua mengajarkan disiplin kepada anak agar anak dapat mengeksplorasi lingkungan dan memperoleh kemampuan interpersonal. Anak yang memiliki orang tua yang otoritatif bersifat ceria, bisa mengendalikan diri, berorientasi pada prestasi, mempertahankan hubungan dengan teman sebaya, bekerja sama dengan orang dewasa, dapat mengatasi stres dengan baik (Parke & Gauvain, 2009). 

c.  Pola asuh permissive 
Gaya pengasuhan dimana orang tua sangat terlibat dengan anak, namun tidak terlalu menuntut atau mengontrol. Membiarkan anak melakukan apa yang mereka inginkan. Anak menerima sedikit bimbingan dari orang tua, sehingga anak sulit dalam membedakan perilaku  yang benar  atau tidak. Serta orang tua menerapkan disiplin yang tidak konsisten sehingga menyebabkan anak berperilaku agresif. Anak yang memiliki orang tua  permissive  kesulitan untuk mengendalikan perilakunya, kesulitan berhubungan dengan teman sebaya, kurang mandiri dan kurang eksplorasi ( Parke & Gauvain, 2009).   

Kemudian Aleanor dan John Martin (dalam papalia,  2008) menambahkan satu jenis pola pengasuhan yaitu: 

d. Pola asuh Uninvolved 
Gaya pengasuhan dimana orang tua tidak terlibat dalam kehidupan anak mereka. Lebih mementingkan akan kebutuhan mereka sendiri dibandingkan dengan kebutuhan anak. Anak dari orang tua yang mengasuh dengan cara uninvolved maka memiliki keterampilan sosial yang rendah, kemandirian yang kurang baik, dan tidak termotivasi untuk berprestasi (Parke & Gauvain, 2009). 

Daftar Pustaka Makalah

Latifah,  M.  (2008).  Peranan  keluarga dalam pendidikan karakter anak. [terhubung berkala].http://www.tumbuh-kembang-anak.blogspot.com.html. [21 Januari 2012].   

Nurani, A. T. (2004). Pengaruh kualitas perkawinan, pengasuhan anak dan kecerdasan emosonal terhadap prestasi belajar anak [Tesis]. Bogo r: Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor  

Handayani,W. (2006). Psikologi keluarga. Jakarta : Pustaka Utama  

Damon, D.,  & Learner, R.M. (2006).  Handbook of child psychology. Sixth edition. Canada  : John Wliley & Son 

Santrock, J. W. (2003). Adolescent. Jakarta : Erlangga  

Papalia, D.  E., Wendkos, S.,  & Feldman, R. D. (2008).  Human development. Jakarta : Kencana  

Parke, R. D., & Gauvain, M. (2009). Child psychology a contemporary viewpoint. 7th. New York : McGraw-Hill 

Pengertian Pola Asuh Orang Tua Definisi, Jenis, Aspek dan Dimensi Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment