Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 27 September 2016

Pengertian Pornografi dan Definisi Pornoaksi Menurut Para Ahli

Pengertian Pornografi dan Pornoaksi - Thomas Bombadil (2007) menyebutkan pornografi adalah segala bentuk tindakan melihat orang lain sebagai sesuatu yang digunakan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Undang-undang Anti Pornografi dan Pornoaksi, Pasal 1 menyatakan Pornografi adalah substansi dalam media atau alat komunikasi yang dibuat untuk menyampaikan gagasan-gagasan yang mengeksploitasi seksual, kecabulan, dan/atau erotika.


Definisi Pornografi

Menurut American Heritage Dictionary pornografi adalah gambar, tulisan atau material lain yang memiliki tujuan utama memenuhi hasrat seksual Hal ini didukung dengan pernyataan dari


Greek word pornographia bahwa pornografi adalah tulisan atau gambar yang berbau prostitusi (Larson, 2007)

The Council of Europe mendefinisikan pornografi sebagai segala bentuk materi audio visual dalam konteks seksual. International Criminal Police Organisation (INTERPOL) delegates mendefinisikan pornografi sebagai bentuk gambaran dari eksploitasi seksual, yang berfokus pada perilaku seksual atau alat kelamin.

Menurut Family English Dictionary karya Collin, pornografi adalah tulisan-tulisan, gambar atau film yang didisain untuk keperluan kepuasan atau kesenangan seksual. Pendapat ini didukung oleh Risman (2007) yang mendedinisikan pornografi meliputi gambar atau tayangan naked/nudity (ketelanjangan), orang yang berbusana tidak pantas/minim, situasi seksual, kissing, touching antar lawan/sejenis, dan humor porno.

Risman menambahkan pornografi merupakan hasil dari tindakan pornoaksi, dimana pornoaksi merupakan tindakan melakukan eksploitasi seksual. Lebih lanjut pornoaksi menurut Risman (2007) adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan dan/atau erotika dimuka umum maupun melalui sarana seperti media cetak dan elektronik.

Definisi Pornoaksi

The President`s Commission on Obscenity and Pornography (Coleman & Cressey, 1998) menyatakan bahwa pengertian pornoaksi merupakan kegiatan mengekploitasi material dan informasi erotis mengenai seks dan hiburan. Pernyataan tersebut didukung oleh definisi pornoaksi dari Gagnes & Simon (dalam Julian & Kornblun, 2002) yaitu sebagai tindakan mengeksploitasi segala sesuatu hal yang berkaitan dengan kegiatan seksual yang bertujuan untuk meningkatkan rangsangan seksual.

Berdasarkan beberapa definisi di atas maka pornografi dapat diartikan sebagai segala bentuk materi baik audio, visual, dan audiovisual yang berada dalam konteks seksual berupa tulisan, gambar, tayangan yang berfokus pada alat kelamin dan perilaku seksual seperti kissing, touching antar lawan jenis maupun sesama jenis untuk keperluan kepuasan atau kesenangan seksual dan pornoaksi adalah perbuatan mengeksploitasi seksual, kecabulan dan/atau erotika dimuka umum maupun melalui sarana seperti media cetak dan elektronik.

Mini video pornografi

Tumbuh berkembangnya teknologi handphone berkamera mempermudah setiap orang untuk mengekspresikan rasa seni dan eksplorasi peralatan audio visual yang murah, ringan dan instant. Teknologi yang tertanam dalam peralatan telepon terbagi menjadi beberapa tingkatan pemrosesan data dengan sandi G-Technology

Berdasarkan informasi tersebut Sony (2007) bahwa mini video adalah hasil rekaman berdurasi singkat (kurang dari 10 menit) dalam format 3GP yang dibuat menggunakan handphone berkamera dengan fasilitas multimedia 3G, yang beredar maupun disebarkan dengan teknologi Bluetooth dan

GPRS. Mini video pornografi merupakan media yang paling banyak digunakan pelajar dan mahasiswa untuk mengabadikan momen kebersamaan mereka dengan kekasihnya (Sony, 2007).

Alasan mengapa remaja membuat mini video porno

Berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Sony (2007) ditemukan beberapa alasan mengapa anak muda Indonesia membuat film porno, yaitu :
  1. Iseng
    Video porno dibuat atas dasar iseng, demi kepentingan dan kesenangan pribadi.
  2. Rasa sayang berlebihan dengan alasan pengorbanan
    Sebagian besar pasangan muda-mudi yang melakukan hubungan seks pranikah dan mendokumentasikan ekspresi seksual mereka memiliki alasan bahwa video seks yang dibuat adalah bukti cinta dan pengorbanan.
  3. Komersial


Beberapa pelaku pembuat video porno bertindak atas nama uang. Sebagian besar pria melakukan hal tersebut untuk bisnis, mereka berusaha membujuk pasangannya agar bersedia direkam dengan tubuh telanjang dan menjual hasil rekaman tersebut ke situs-situs seks komersial. Sementara para wanita yang dibayar untuk rekaman video porno tersebut mengatakan bahwa mereka melakukan hal tersebut karena membutuhkan uang.

Daftar Pustaka Makalah Pornografi dan Pornoaksi

Sony, S. (2007). 500 Gelombang Video Porno Indonesia “Jangan Bugil di Depan Kamera!”. Yogyakarta : C. V Andi Offset.

Risman, E. (2007). Penyalahgunaan Teknologi di Kalangan Pelajar. http ://www. (Tanggal akses 10 maret 2008).

Julian, J & Kornblun, W. (2002). Social Probems 5th ed. New Jersey : Prentice Hall, Engelewood Cliffs.

Coleman, J. W & Cressey, D. R. (1998). Social Problems 3th ed. New York : Harper & Row Publisher.

Larson, E. M. (2007). The Evil Of Pornography. www.cvillechurch.com. (Tanggal akses 20 Maret 2008).

Bombadil, T. (2007). Personality and Social Psychology. http://www.bnp.org.uk/articles/pornography_violence.htm. (Tanggal akses 10 Maret 2008).

Pengertian Pornografi dan Definisi Pornoaksi Menurut Para Ahli Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment