Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Saturday, 28 May 2016

Pengertian Sosialisasi Kelompok Definisi Proses dan Fase Group

Pengertian Sosialisasi Kelompok menurut Levine dan Moreland (dalam Hogg & Vaughan, 2002) adalah hubungan yang dinamis antara kelompok dan anggotanya yang menggambarkan perjalanan anggota melalui sebuah kelompok melalui komitmen dan perubahan peran di sepanjang rentang kehidupan kelompok. Sosialisasi kelompok merupakan perubahan pada hubungan antara kelompok serta anggotanya (Burn, 2004).


Definisi Sosialisasi Kelompok

Sheldon Stryker dan Ann Statham (dalam Myers, 2008) menyatakan bahwa sosialisasi terjadi ketika seorang pendatang menjadi bagian dari pola aktivitas pada kelompok. Menurut Dion (dalam Myers, 2008), sosialisasi terjadi saat individu cukup belajar untuk berkontribusi secara keahlian dan secara kompeten dalam kelompok. Setiap budaya kelompok berubah ketika seorang anggota bergabung ke dalam kelompok karena mungkin dipengaruhi oleh anggota lain untuk mengadopsi cara baru dalam berkomunikasi dan berfungsi sebagai sebuah kelompok. Sosialisasi adalah proses yang mempengaruhi individu dan kelompok secara keseluruhan.

Proses sosialisasi kelompok

Tiga proses yang terjadi dalam menguraikan group socialization menurut Johnson & Johnson (dalam Burn, 2004) adalah evaluation, commitment, dan role transition.

a. Evaluation
Evaluasi mengacu pada perbandingan atau pertimbangan manfaat yang terus menerus dipertimbangksn oleh individu pada masa lalu, masa sekarang, serta masa depan, dengan manfaat hubungan alternatif yang potensial (Thibaut & Kelley (dalam Hogg & Vaughan, 2002). Secara simultan, kelompok mengevaluasi individu mengenai kontribusi mereka pada kehidupan kelompok. Dalam proses ini, terdapat asumsi bahwa individu memiliki goal dan need, yang menciptakan harapan. Dan harapan akhirnya menghasilkan penerimaan sosial (social approval). Mengantisipasi harapan aktual atau kegagalan dari penolakan sosial dan tindakan memodifikasi perilaku atau menolak individu atau kelompok.

b. Commitment
Evaluasi menghasilkan komitmen individu pada kelompok dan kelompok pada individu dengan cara yang relatif mudah. Bagaimanapun, pada waktu tertentu, ketidakseimbangan komitmen mungkin terjadi. Misalnya individu lebih komit terhadap kelompok atau kelompok lebih komit pada individu. Hasilnya, anggota lebih berkomitmen dengan kekuatan yang lebih besar. Namun ini juga tidak stabil, karena terdapat tekanan pada keseimbangan komitmen. Komitmen menghasilkan persetujuan pada nilai dan tujuan kelompok, ikatan yang positif antara individu dan kelompok, kemauan untuk mengerahkan usaha pada individu atau pada kelompok, dan hasrat untuk melanjutkan keanggotaan.

c. Role transition
Role transition mengacu pada ketidaklanjutan dalam hubungan peran antara individu dan kelompok. Ketidakberlanjutan ini, menjadi sebuah penutup dari sebuah kontinum dari variasi sementara dalam komitmen dan didahului oleh kriteria keputusan kelompok dan individu untuk terjadinya sebuah transisi.

Ada tiga jenis peran yang umum :
  1. Non-member, yaitu calon anggota yang tidak bergabung atau ex-member yang telah meninggalkan kelompok.
  2. Quasi member, yaitu new member yang belum mencapai status full member dan marginal member yang telah kehilangan statusnya.
  3. Full member, yaitu anggota yang paling lekat diidentifikasikan dengan kelompok dan anggota yang memiliki hak istimewa serta tanggung jawab yang berhubungan dengan keanggotaan.


Role transition dapat terjadi sangat halus dan mudah, dimana individu dan kelompok sama-sama berkomitmen dan berbagi kriteria keputusan yang sama. Bagaimanapun, ketidakseimbangan komitmen dan kriteria keputusan yang tidak dibagi dapat menyebabkan konflik mengenai apakah role transition tidak harus, atau harus terjadi.

Fase Group Socialization

Untuk melengkapi proses ini, Moreland & Levine (dalam Hogg & Vaughan, 2002) memberikan penjelasan detil mengenai perjalanan individu dalam kelompok. Terdapat lima fase berbeda dari sosialisasi kelompok, melibatkan evaluasi kembali dan pengaruh kelompok serta individu, semua digambarkan dan disimpulkan oleh transisi peran (role transition) yang jelas.

1. Investigation
Kelompok merekrut calon anggota kelompok. Proses ini juga bisa melibatkan proses formal yang melibatkan wawancara dan angket. Juga bisa berlangsung secara informal. Investigation yang sukses mengarah pada role transition yang menandai masuknya individu ke dalam kelompok (Moreland & Levine, dalam Hogg & Vaughan, 2002). Kemudian individu juga meninjau dan mencari kelompok yang sesuai dengan kebutuhan mereka (Burn, 2004).

2. Socialisation
Membaurnya anggota baru dengan kelompok, membuat kelompok mengajarkan anggota baru mengenai cara-cara dalam kelompok. Sebagai gantinya, anggota baru berusaha untuk mengakomodasi kelompok melalui pandangan nya.

Sosialisasi mungkin tidak terstruktur dan informal, namun juga bisa cukup formal. Proses sosialisasi yang berhasil, ditandai oleh penerimaan (acceptance) (Moreland & Levine, dalam Hogg & Vaughan, 2002). Dengan kata lain, kelompok dan individu saling memeriksa satu sama lain sebelum menjadi anggota penuh (Burn, 2004).

Pengertian Sosialisasi Kelompok

3. Maintaince
Ketidakpuasan peran dapat mengarahkan transisi peran yang yang tidak diharapkan, dan tidak direncanakan, yang disebut divergence. Hal ini merupakan ciri khas yang cukup umum pada kelompok (Moreland & Levine, dalam Hogg & Vaughan, 2002). Kelompok dan individu bernegosiasi sebagai usaha untuk menemukan peran khusus yang memaksimalkan kepuasan individu dan dapat meraih tujuan kelompok. Jika hal ini tidak terpenuhi, akan menurunkan komitmen kelompok terhadap individu, dan individu terhadap kelompok (Burn, 2004).

4. Resocialisation
Pada beberapa kasus “unexpected divergence”, ada sedikit usaha pada saat resosialisasi (Moreland & Levine, dalam Hogg & Vaughan, 2002). Individu kembali ingin berubah dalam kelompok (accomodation), sementara kelompok berusaha membuat anggota untuk bergaul dengan cara mereka (assimilation). Sekali lagi, jika individu memiliki “bottom line” dalam kasus ini, hal yang terjadi adalah exit criteria (Burn, 2004).

5. Remembrance
Setelah individu meninggalkan kelompok, kedua belah pihak (individu dan kelompok) terlibat akan kenangan (Moreland & Levine, dalam Hogg & Vaughan, 2002). Pada fase ini, individu dan kelompok, dan sebaliknya mengevaluasi pengalaman mereka. Kenangan tentang ex-member mungkin menjadi pengetahuan bagi kelompok. Dalam beberapa kasus, ex-member memelihara hubungan dengan kelompok, dan beberapa komitmen bersama yang rendah terus berlanjut (Burn, 2005).


Gambar 1 Proses Psikologis dalam Group Socialization

Sumber: Levine dan Moreland, 1994; Hal 307



Gambar 2 Model Proses Group Socialization


Sumber: Levine dan Moreland, 1994; Hal 310

Setiap budaya kelompok berubah ketika seorang anggota bergabung ke dalam kelompok karena mungkin dipengaruhi oleh anggota lain untuk mengadopsi cara baru dalam berkomunikasi dan berfungsi sebagai sebuah kelompok. Sosialisasi adalah proses yang mempengaruhi individu dan kelompok secara keseluruhan.


Daftar Pustaka Makalah  Sosialisasi Kelompok

Levine, John M & Moreland Richard L. (1994). Group Socialization: Theory and Research. European Review of Social Psychology, Vol. 5. University of Pittsburgh

Burn, Shawn Meghan. (2004). Groups Theory and Practice. Canada: Wadsworth, a division of Thomson Learning.

Myers, Scot A & Anderson Carolyn M. (2008). The Fundamentals of Small Group Communication. California: Sage Publication. [On-line] http://www.amazon.com/dp/141295939X. Diakses pada 7 Juni 2013.

Pengertian Sosialisasi Kelompok Definisi Proses dan Fase Group Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment