Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Wednesday, 16 September 2015

Proses Pengolahan Air Soft Water dan Treated Untuk Air Produksi dan Mencuci

Proses Pengolahan Air 

Air merupakan salah satu bahan baku utama dalam pembuatan minuman pada PT.Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Unit Medan. Proses pengolahan air dibagi menjadi 2 jenis, yaitu  proses pengolahan  Treated Water dan Soft Water. Treated Water  memakai  Deep Well  3 dengan kedalaman 250-255 meter yang digunakan untuk produksi, laboratorium, keperluan air kantin,  dan kantor. Sedangkan Soft Water memakai Deep Well 5 dengan kedalaman 125-150 meter yang digunakan untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus), pencucian tangki, dan proses pencucian botol (bottle washer). 


Proses Pengolahan Treated Water Untuk Air Produksi 

a. Deep Well (Air Sumur) 
Air dari sumur bor diambil dengan menggunakan pompa raw meter yang berkapasitas 40 m3/jam. Air untuk pencucian botol menggunakan Deep Well  3, sebelum memasuki Degasifier, diinjeksikan dengan H2SO4 3,5-4% pada pipa inlet ke Degasifier. Air yang telah terinjeksi ini  akan memiliki pH sekitar 4  –  5 dan terjadi proses penurunan alkalinitas air. 

b. Degasifier 
Dalam Degasifier air akan dicurahkan dan melewati strainer sehingga menjadi aliran yang terbagi rata dalam curahan-curahan air yang kecil.  Dengan kondisi dicurahkan, tertampung oleh saringan dan dengan udara dari blower, CO2  yang terlarut dalam air akan terlepas ke udara menjadi gas CO2.  Gas CO2  ini akan terbang ke lingkungan melalui ventilasi pada bagian atas Degasifier. 

c. Floculator 
  Di  dalam Floculator air akan ditampung untuk mengalami proses pengendapan, tetapi sebelum ke Floculator Air dalam pipa yang menuju ke Floculator diinjeksikan terlebih dahulu dengan Kapur dan PAC (Poly Aluminium Clorida) dimana Kapur berfungsi sebagai koagulan dan PAC sebagai floculan. Dan dalam proses ini pH sudah netral sekitar 6,5-7,5 

d. Sand Filter 
didalam Sand Filter ini  air akan mengalami penggendapan  padatan terlarut, yang sebelumnya air dalam pipa yang menuju ke Sand Filter harus diinjeksikan dengan Kaporit 5-10%, berfungsi sebagai disinfektan, juga berfungsi sebagai oksidator yang akan mengoksidasi ion-ion Ferro menjadi ion Ferri.  

e. Storage Tank 
Air Treated yang telah terklorinasi ditampung dalam bak penampungan. Selain itu untuk menambah waktu kontak dengan Klorin, juga  untuk menjaga proses produksi yang berkelanjutan. 

f. Hidrophore Tank (Tangki Bertekanan) 
Air yang telah mengalami pengolahan di Treated akan ditransfer ke Buffer Tank  dibagian depan wilayah produksi dengan menggunakan tangki bertekanan (Hydrophore Tank). Sebelum ditampung dalam Buffer Tank.  

Pengolahan Air untuk mencui

g. Buffer Tank 
Air Treated  dari Hidrophore  Tank  dipompa ke bagian depan (wilayah produksi) untuk ditampung kembali dalam Buffer Tank. 

h. Carbon Filter (Penyaring Karbon) 
 Air bersih yang masih terklorinasi akan dilewatkan ke Carbon Filter untuk pengurangan/penghilangan klorin, bau, rasa,  dan bahan organik. Media penyaringan menggunakan batok kelapa yang telah dihaluskan yang berguna untuk mengikat Klorin. 

i. Catridge Filter 
Tahap ini untuk memastikan air yang digunakan benar-benar bersih, jernih dan layak digunakan, serta layak digunakan untuk kegiatan utilitas dengan sandard kekeruhan maksimal 0,5 NTU. (PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, 2000). 

Proses Pengolahan Soft Water Untuk Pencucian Botol 

a. Deep Well (Air Sumur) 
 Air dari sumur bor diambil dengan menggunakan pompa Raw Meter yang berkapasitas 40 m3/jam. Air untuk pencucian botol menggunakan Deep Well  5, sebelum memasuki Degasifier, diinjeksikan dengan H2SO4 3,5-4% pada pipa inlet ke Degasifier. Air yang telah terinjeksi ini akan memiliki pH sekitar 4  –  5 dan terjadi proses penurunan alkalinitas air. Setelah mengalami penurunan pH, air dalam pipa yang menuju ke Degasifier juga diinjeksikan dengan Kaporit 5-10%, berfungsi sebagai disinfektan, juga berfungsi sebagai oksidator yang akan mengoksidasi ion-ion Ferro menjadi ion Ferri. 

b. Degasifier dan Catchman Tank 
  Degasifier 
Dalam Degasifier air akan dicurahkan dan melewati Strainer sehingga menjadi aliran yang terbagi rata dalam curahan-curahan air yang kecil.  Dengan kondisi dicurahkan, tertampung oleh saringan dan dengan udara dari Blower, CO2  yang terlarut dalam air akan terlepas ke udara menjadi gas CO2.  Gas CO2  ini akan terbang ke lingkungan melalui ventilasi pada bagian atas Degasifier. 

  Catchman Tank 
Air dari Degasifier akan ditampung dalam Catchman Tank dengan kadar alkalinitas dan Fe yang telah berkurang dan terklorinasi. 

c. Multi Media Filter (MMF) 
Selanjutnya air dari Catchman Tank dipompa menuju Multi Media Filter untuk proses pemisahan partikel-partikel padat dalam air, sehingga diperoleh air bersih/jernih atau dengan kata lain turbidity air menjadi rendah (< 0,5 NTU). Adapun media penyaring menggunakan antrasit, batu, pasir kasar, dan pasir halus. 

d. Carbon Filter (Penyaring Karbon) 
Air bersih yang masih terklorinasi akan dilewatkan ke Carbon Filter untuk pengurangan/penghilangan klorin, bau, rasa,  dan bahan organik. Media penyaringan menggunakan batok kelapa yang telah dihaluskan yang berguna untuk mengikat Klorin. 

e. Resin Filter 
Selanjutnya air memasuki Resin  Softener  yang akan mengambil ion-ion penyebab kesadahan air [Ca2+, Mg2+] sehingga diperoleh air lunak (Soft Water). Air lunak  yang telah terklorinasi ditampung dalam bak penampungan. Selain untuk menambah waktu kontak dengan Klorin, juga untuk menjaga proses produksi (Bottle Washer dan Boiler) yang kontinu. Keluar dari Softener, aliran air lunak  dalam pipa akan diinjeksikan dengan Klorin 2,5% sehingga diperoleh kandungan Klorin sebesar  1 – 3 ppm. 

f. Storage Tank 
Air lunak (Soft Water) yang telah terklorinasi ditampung dalam bak penampungan (Storage Tank). Selain itu  juga untuk menambah waktu kontak air dengan Klorin, juga untuk menjaga proses produksi yang berkelanjutan. 

g. Hidrophore Tank (Tangki Bertekanan) 
Air yang telah mengalami pengolahan di Softener akan ditransfer ke Buffer Tank  dibagian depan wilayah produksi dengan menggunakan tangki bertekanan (Hydrophore Tank). Sebelum ditampung dalam Buffer Tank,  air lunak diberikan injeksi Klorin sehingga diperoleh kandungan Klorin sebesar 1–3 ppm untuk antisipasi kontaminasi mikroba karena jalur pengaliran air yang panjang. 

h. Buffer Tank 
  Air lunak  dari reservoir dipompa ke bagian depan (wilayah produksi) untuk ditampung kembali dalam Buffer Tank. 

i. Catridge Filter 
Tahap ini untuk memastikan air yang digunakan benar-benar bersih, jernih dan layak digunakan untuk keperluan pencucian botol, serta layak digunakan untuk kegiatan utilitas dengan sandard kekeruhan maksimal 0,5 NTU. (PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, 2000). 


Daftar Pustaka Makalah Proses Pengolahan Air Soft Water

PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, (2000). Water Treatment. Medan. Soemantri, A.G.Mt. Hubungan Anemia Kekurangan Zat Besi Dengan Konsentrasi Dan Prestasi Belajar, Jakarta : CV. Perta Jaya. 

Proses Pengolahan Air Soft Water dan Treated Untuk Air Produksi dan Mencuci Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment