Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Tuesday, 15 September 2015

Prospek Kerja Lulusan Sarjana Keperawatan di Indonesia

Keperawatan sebagai profesi di Indonesia dirumuskan melalui Lokakarya Nasional Keperawatan, 1983. Keperawatan adalah suatu pelayanan  profesional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan meliputi aspek bioligi, psikologi, sosial, dan spiritual yang bersifat komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, dan masyarakat yang sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia untuk mencapai derajat kesehatan optimal. (Gaffar, 1999 ; Kusnanto, 2004) mengemukakan Perawat harus profesional dalam memberikan pelayanan keperawatan sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.


Profesional adalah seseorang yang memiliki kompetensi dalam suatau pekerjaan tertentu. Pembenahan dan pengembangan profesi keperawatan dapat tercapai dengan mengoptimalkan peran dan fungsi perawat terutama pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia yang dapat diupayakan melalui pendidikan formal dan informal.  \

Perawat adalah mereka yang memiliki kemampuan dan kewenangan melakukan tindakan keperawatan berdasarkan ilmu yang dimilikinya yang diperoleh melalui pendidikan keperawatan (UU Kesehatan No.23 tahun 1992 dalam Gaffar, 1999).  

Perawat profesional harus memiliki motivasi yang kuat atau panggilan sebagai landasan pemilihan karier profesionalnya dan mempunyai komitmen seumur hidup yang mantap atas kariernya (Kusnanto, 2004). Peningkatan pelayanan keperawatan yang berkualitas sangat terkait dengan karir keperawatan, karna karir keperawatan tersebut dapat meningkatkan komitmen profesional dan motivasi perawat.  


Fenomena yang muncul belakangan ini menimbulkan pertanyaan banyak pihak, khususnya insan keperawatan Indonesia. Fenomena tersebut diantaranya adalah rendahnya penyerapan lulusan keperawatan di instansi negeri maupun swasta sementara lulusan perawat yang lulus dari perguruan tinggi terus bertambah. Untuk saat ini, lulusan tenaga perawat hanya sekitar 20% yang dapat terserap untuk bekerja di dalam negeri (BPPSDM Depkes RI, 2008). Untuk dapat eksis dan berkembang di masa depan, perawat haruslah mempunyai daya saing dan nilai tawar yang tinggi, dengan adanya persaingan atau kompetisi. 

Kebutuhan yang tinggi dan Produksi yang rendah akan berimplikasi pada harga yang tinggi. Sebaliknya  Produksi  yang tinggi dengan  Kebutuhan  yang rendah akan mengakibatkan harga yang rendah. Dapat dipahami jika sekarang ini pekerjaan sebagai perawat di dalam negeri dikatakan tidak rewarding  (kurang mendapatkan penghargaan yang layak secara finansial).  Betapa tidak, hal ini dimungkinkan karena sekarang ini di Indonesia sangat banyak instansi yang menyelenggarakan pendidikan keperawatan yang menambah jumlah lulusan perawat (Produksi yang tinggi). Sementara itu, kemampuan pasar untuk menyerap (Kebutuhan) rendah dan tidak sesuai dengan jumlah lulusan. Sehingga sering kita dengar ada lulusan perawat yang mau bekerja di bawah standar kompetensinya dengan dibayar murah, karena sulitnya mencari pekerjaan (Setiawan, 2008).  

Dari uraian ini sangat jelas bahwa yang harus dilakukan oleh instansi yang terkait dalam mengambil kebijakan (organisasi profesi, pemerintah dan institusi pendidikan) untuk menjaga nilai tawar lulusan agar tetap tinggi adalah mengontrol Produksi  dengan menjaga kualitas pendidikan untuk menjamin lulusan yang berkualitas juga menjadi sangat penting misalnya melalui proses akreditasi secara berkala dan jujur. Berkualitas artinya memenuhi standar yang sudah ditentukan. 

Prospek Kerja Lulusan Sarjana Keperawatan  

Prospek lulusan PSIK juga terbuka lebar baik di dalam negeri maupun luar negeri. Di luar negeri, negara-negara di Timur Tengah dan Malaysia adalah negara yang masih kekurangan tenaga kerja di bidang keperawatan.  

Peluang kerja berdasarkan peran dan fungsi perawat yang mencakup perawat sebagai pendidik (educator, advocator), perawat sebagai pelaksana (care giver), perawat sebagai pengelola, dan perawat sebagai peneliti masih terbuka luas bagi lulusan Sarjana Keperawatan seperti perawat sebagai pendidik dapat bekerja sebagai dosen Akademi Keperawatan (AKPER), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) di Negeri atau di Swasta. Perawat sebagai pelaksana dapat bekerja di lingkungan pemerintahan seperti departemen kesehatan untuk penempatan di dinas kesehatan, rumah sakit, puskesmas, dan perusahaan komersial sebagai tenaga keperawatan. Perawat sebagai pengelola dapat bekerja sebagai Supervisor, Kepala Ruangan. Perawat juga dapat bekerja di Asuransi Kesehatan, perawat di luar negeri. Peluang kerja lulusan Sarjana Keperawatan yang masih terbuka luas tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa keperawatan untuk lebih giat belajar guna meningkatkan kompetensi yang dimiliki untuk menghadapi dan bersaing di dunia profesi maupun dunia kerja terutama di era globalisasi saat ini.  (Gaffar,1999; Martono, 2007 ;  PPNI, 2008 ; Setiawan, 2008). 


Daftar Pustaka Makalah Prospek Kerja Lulusan Sarjana Keperawatan
Zulkarnain, S. (2008).  Hubungan Kontrol Diri dengan Kreativitas Pekerja.    Dibuka pada   tanggal 18 April 2009.  Diakses dari  http://duniapsikologi.dagdigdug.com/files/2008/12/kontrol-diri-dan-  kreativitas-kerja.pdf  

Gaffar. L. O. (1999). Pengantar keperawatan Profesional. Jakarta: EGC. 

Depdiknas. (2007). Dibuka pada tanggal 04 september 2008.  Diakses dari http://akreditasi.unair.ac.id/folderfile/standar%202.doc 

Setiawan, A. (2008).  Info Lowongan Kerja. Dibuka pada tanggal 18 April 2009.   Diakses dari  http://www.kerjakarir.info/2009/04/lowongan-kerja-perawat-  terbaru-2009/ 

Prospek Kerja Lulusan Sarjana Keperawatan di Indonesia Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment