Landasan Teori Hukum, Manajemen Keuangan, Kesehatan, Internasional, Ekonomi

Sunday, 20 September 2015

Taksonomi Streptococcus Mutans Adalah Biokimia dan Morfologi Klasifikasi Ciri

Klasifikasi Streptococcus Mutans Adalah
Sampai saat ini, delapan serotip yang berbeda dari Streptococcus mutans telah diidentifikasi melalui tes biokimia dan serologi yaitu serotipe a (Streptococcus cricetus), serotipe b (Streptococcus rattus), serotipe c, e, dan f (Streptococcus mutans), serotipe d dan g (Streptococcus sobrinus) dan serotip h (Streptococcus downei). Semua serotipe Streptococcus mutans kecuali Streptococcus rattus memproduksi antigen I/II, antigen B, Streptococcus protein A (Sp A) atau antigen PI.


Walaupun bermacam-macam subspesiesnya, Streptococcus mutans tetap dapat diisolasi dari plak gigi manusia, kecuali serotip a dan b. Serotip c merupakan subspesies Streptococcus mutans yang paling umum ditemukan pada plak gigi manusia. (Darout IA, Albandar JM, Skaug N, Au RW. Salivary microbiota levels in relation to periodontal status, experience of caries and miswak use in. Sudanese adults. J. Clin Periodontal 2002; 411-20 )

Ciri-ciri umum Streptococcus Mutans

Bakteri ini merupakan bakteri patogen pada mulut yang merupakan agen penyebab utamanya plak, ginggivitis, denture stomatitis dan karies. Dari beberapa penelitian terhadap bakteri yang ada di plak gigi, ternyata hanya Streptococcus mutans saja yang mempunyai korelasi positif dengan adanya karies pada permukaan gigi. Streptococcus mutans memenuhi Postulat Koch sebagai penyebab karies dental, yaitu sebagai berikut:(Darout IA, Albandar JM, Skaug N, Au RW. Salivary microbiota levels in relation to periodontal status, experience of caries and miswak use in. Sudanese adults. J. Clin Periodontal 2002; 411-20 )

  1. Streptococcus mutans ditemukan dalam plak gigi karies dan biasanya tidak dapat diisolasi dari gigi yang bebas karies 
  2. Organisme ini dapat tumbuh dalam kultur murni. 
  3. Infeksi pada tikus bebas bakteri atau hamster normal oleh Streptococcus mutans berupa karies. 
  4. Organisme tersebut dapat ditemukan kembali dari lesi karies dan tumbuh dalam kultur murni 
  5. Antibodi terhadap organisme ini meningkat pada penderita karies Streptococcus mutans bersama-sama dengan beberapa bakteri lainnya pada plak gigi, seperti Streptococcus sanguis dan Streptococcus mitis, mempunyai kemampuan untuk membuat bahan cadangan polisakarida intraseluler yang mirip dengan glikogen. Sintesa dari polisakarida intraseluler ini hanya terjadi kalau terdapat gula dalam jumlah yang berlebihan, misalnya selama dan segera makan dan minum makanan atau minuman yang banyak mengandung gula. Apabila persediaan gula yang eksogen habis terpakai, maka bakteri akan memecah kembali polisakarida intraseluler yang telah ditabung tadi. Hal ini akan menghasilkan penambahan asam yang berguna untuk mempertahankan tingkatan pH yang rendah di dalam plak lebih lama. Ada juga kemampuan lain Streptococcus mutans yaitu membuat polisakarida ekstraseluler dengan konsistensi seperti perekat dengan demikian bakteri ini dapat melekat pada permukaan gigi dan bertahan meskipun ada daya pembersih dari lidah dan saliva serta mendorong terjadinya plak dan kemudian akan terjadinya karies.(Darout IA, Albandar JM, Skaug N, Au RW. Salivary microbiota levels in relation to periodontal status, experience of caries and miswak use in. Sudanese adults. J. Clin Periodontal 2002; 411-20 )

Biokimia dan Morfologi Streptococcus Mutans

Streptococcus mutans tumbuh dalam suasana fakultatif anaerob, karena tumbuh baik dalam suasana dengan oksigen maupun tanpa oksigen. Dalam keadaan anaerob bakteri ini memerlukan 5% CO2 dan 95% nitrogen serta memerlukan amonia sebagai sumber nitrogen agar dapat bertahan hidup dalam lapisan plak yang tebal.

Streptococcus mutans menghasilkan dua enzim yaitu glikosiltransferase dan fruktosiltransferase, enzim-enzim ini bersifat spesifik untuk subtrat sukrosa yang digunakan untuk mensintesa glukan dan fruktan dengan berat molekul tinggi. Glukan ini mengikat reseptor-reseptor khusus pada permukaan Streptococcus mutans. Reaksi ini banyak terjadi pada saat Streptococcus mutans dibiakkan pada media yang mengandung sukrosa.(Bachtiar EW. Prospek vaksinasi dalam pencegahan karies dengan antigen hasil rekayasa protein dinding sel streptococcus mutans. Jurnal Kedokteran Gigi 1997;(4): 641-7 )

Streptococcus mutans sangat asidogenik, mencapai pH terminalnya yaitu pada pH 3,4 dalam periode 18 jam pertumbuhan di medium air kaldu. Organisme ini mempunyai kemampuan untuk bertahan pada lingkungan asam dan bila dibandingkan dengan spesies Streptococcus rongga mulut lainnya, spesies ini tetap hidup pada pH rendah dalam waktu yang lama. (Nasution M. Pengantar mikrobiologi. USU Press : Medan, 2010:94-105 )

Taksonomi Streptococcus Mutans

Streptococcus Mutans

Klasifikasi Streptococcus mutans menurut Bergey dalam Capucino (1998):
Kingdom : Monera
Divisio  : Firmicutes
Class : Bacilus
Orde : Lactobacilalles
Family : Streptococcaeae
Genus : Streptococcus
Species  : Streptococcus mutans. (Bhatia R, Ichpujani RL. Microbiology for dental students 3rd ed. Jaypee Brothers Medical Publisher : New Delhi, 2003:72-5 )


Daftar Pustaka Makalah Taksonomi Streptococcus Mutans

Saya letakkan di akhir kutipan berada dalam kurung dan ukuran fontnya kecil

Taksonomi Streptococcus Mutans Adalah Biokimia dan Morfologi Klasifikasi Ciri Rating: 4.5 Posted By: Rarang Tengah

0 comments:

Post a Comment